cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara, S.Sos., M.Pd
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021" : 15 Documents clear
Penugasan Pembuatan Tik Tok untuk Mencapai Kompetensi Menafsirkan Instruksi dalam Pembelajaran Jarak Jauh Sri Moerni
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.075 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.152

Abstract

Penulisan best practice ini memiliki tujuan: 1) Siswa dapat menerapkan instruksi dalam bahasa Perancis bagi siswa kelas X IPS SMA Negeri 10 Yogyakarta tahun pelajaran 2019-2020 dengan lafal, intonasi dan sikap yang benar. 2) Dapat diketahui langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran dengan penggunaan strategi pembuatan Tik Tok video pendek yang berisi tentang pemberian instruksi untuk tetap tinggal di rumah selama pandemi Covid-19. Instruksi yang disampaikan dalam video Tik Tok berkaitan dengan sosialisasi salah satu protokol Covid-19, yakni tetap tinggal di rumah, demi meminimalkan penularan virus Corona. Dengan pembuatan video Tik Tok yang sangat digemari anak-anak milenial dan meluasnya penggunaan media sosial, momentum ini harus dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pembelajaran online. Pembelajaran inidilakukan secara mandiri dan kolegial, Dalam penilaiannya, penekanaan pada ketepatan lafal, intonasi dan sikapi. Berdasarkan analisis penilaian, diperoleh rata-rata nilai siswa 87,80. Sebanyak 82,14% siswa dapat melafalkan kalimat imperatif dengan benar, 94,05% siswa dapat menggunakan intonasi dengan benar, dan 92,86 % memiliki kepercayaan diri yang baik. Langkah-langkah pembuatan video Tik Tok ini dapat diketahui dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil. Dalam menyelesaikan tugas, siswa melakukan secara individu dan menggabungkannya dalam kelompok besar, sehingga menjadi satu karya yang merepresentasikan produk kelompok, kolaborasi antar siswa di kelas dapat terlihat secara jelas. Dengan pembuatan video Tik Tok terjadi peningkatan kompetensi dalam menafsirkan instruksi melalui pembelajaran online.
Penerapan Taksonomi Bloom Revisi pada Pengembangan Soal Kimia Ranah Pengetahuan Bekti Mulatsih
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.251 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.158

Abstract

The application of the revised Bloom's taxonomy in the development of chemistry problems in the domain of knowledge is still difficult for some chemistry teachers. This paper is a practical study of the preparation of learning objectives and the development of chemical items by applying the revised Bloom's taxonomy which includes three domains, namely knowledge (cognitive), attitude (affective), and skills (psychomotor). This paper is focused on the preparation of learning objectives and the development of chemistry items for the assessment of the domain of knowledge which includes the levels of remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. The six cognitive processes are sequential from the lowest cognitive processes to the highest cognitive processes called C1-C6 cognition processes. The methodology in this paper consists of three steps, namely examining the meaning of each level of cognition in the revised Bloom taxonomy, developing learning objectives that are in accordance with the cognitive level being studied and continuing with the arrangement of the problem items in chemistry subjects. The strengths of this study are very helpful for chemistry teachers in developing learning objectives and chemistry questions in the domain of knowledge based on the revised Bloom taxonomy, because this study is equipped with descriptions of each cognitive process, examples of learning objectives and appropriate question items. Examples of questions given in this paper are multiple choice types and essay tests, because each type of question has its advantages. The result of this study is that the application of the revised Bloom's taxonomy to the development of chemical problems requires an understanding of each level of the cognitive level in the revised Bloom's taxonomy, as the basis for developing learning objectives and the appropriate problem questions.
Peningkatan Prestasi Belajar Distribusi Normal melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Muchayat Muchayat
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.467 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.177

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dalam meningkatkan prestasi belajar materi distribusi normal peserta didik kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Bantul Tahun Ajaran 2019/2020 yang memberlakukan pelayanan Sistem Kredit Semester (SKS). Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari–Maret tahun 2019 dengan subyek siswa kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Bantul, Bantul. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus melalui tahapan: perencanaan, implementasi tindakan, observasi, dan refleksi. Mekanisme pengumpulan data penelitian menggunakan lembar pengamatan untuk mengetahui efektivitas dan keberhasilan kegiatan pembelajaran sedangkan tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar peserta didik. Setelah data terkumpul dianalisis untuk mengetahui keberhasilan Peneltian Tindakan Kelas. Penelitian ini berhasil bila memenuhi indikator yaitu: 1) ketuntasan kelas dan nilai rerata kelas ; 2) nilai kinerja guru berkategori amat baik. Penelitian Tindakan Kelas ini memberikan hasil bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dapat: 1) meningkatkan keberhasilan dan efektifitas guru dalam pembelajaran ditunjukkan adanya peningkatan nilai dari 71,4 (baik) menjadi 92,9 (amat baik); 2) meningkatkan ketuntasan dan prestasi belajar siswa ditunjukkan dengan ketuntasan kelas dari 78,78% menjadi 93,93%. dan pencapaian nilai rata-rata dari 81,09 menjadi 91,15.
Peningkatan Kompetensi Menulis Resensi melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Sutrisno Sutrisno
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.422 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.180

Abstract

Penelitian tidakan kelas ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) untuk meningkatkan kompetensi menulis resensi peserta didik kelas XI MIPA 5 SMAN 1 Bantul tahun pelajaran 2019/2020 dan (2) Meningkatkan kompetensi menulis resensi peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA N 1 Bantul tahun pelajaran 2019/2020 melalui model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 5 SMAN 1 Bantul Tahun Pelajaran 2019/2020. Seting/lokasi penelitian adalah SMAN 1 Bantul Yogyakarta. Sedangkan waktu penelitian selama tiga bulan terhitung dari bulan Januari sampai dengan akhir Maret 2020. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan: (1) Proses pembelajaran dengan Model PBM yang terlaksana dalam dua siklus berjalan dengan baik sesuai sintak PBM dan dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran, meningkatkan kinerja peserta didik dalam pembelajaran, serta memperoleh tanggapan atau respons yang amat baik dari peserta didik; dan (2) Implementasi model pembelajaran PBM dalam pembelajaran dapat meningkatkan kompetensi menulis resensi peserta didik.
Pengembangan Tanggung Jawab melalui Problem Based Learning Menggunakan Google Classroom pada Materi Aturan Segitiga Muflichati Nurin Azizah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.208 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.182

Abstract

Learning in schools during the Covid-19 pandemic cannot be carried out face-to-face. The use of the internet, cell phones or computers is the main support in delivering materials and tasks to achieve the expected competencies and in conducting assessments. Assessment in the 2013 curriculum is carried out on the aspects of knowledge, skills and attitudes of students. Responsibility is one of the attitudes to be achieved through learning mathematics as stated in Permendikbud Number 37 of 2018 concerning Changes in KI/KD. This study aims to find out how to develop an attitude of responsibility for the triangle rules materials through Problem Based Learning with Google Classroom for class X-MIPA 3 students of SMA Negeri 1 Yogyakarta in the 2019/2020 academic year. The research was conducted in three cycles. Each cycle consists of the planning, action, observation, and reflection stages. The results showed that it could develop students' responsible attitudes. The learning process is carried out by: (a) Giving the prerequisite ability pretest at the orientation phase; (b) Presentation of real-world problems motivates, increases initiative, and focuses on learning; (c) Students are encouraged to learn to develop new knowledge, actively work on group assignments, and be responsible for completing assignments; (d) The opportunity to explore knowledge, develops an attitude of responsibility and improves mathematics learning outcomes; (e) During the learning process, the interest of students in learning the material increases and has a sense of responsibility to do the assigned tasks so as to improve mathematics learning outcomes.
Penerapan Metode Kepemimpinan Transformasional untuk Mewujudkan Sekolah Sehat Heri Prasetya
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.414 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.183

Abstract

Penulisan Best Practice ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode kepemimpinan transformasional dapat mewujudkan Sekolah Sehat di SMPN 2 Kasihan. Metode penulisan Best Practice ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus karena penulisan Best Practice ini bertujuan untuk menggali informasi dengan mempertahankan keutuhan subjek penulisan sebagai satu kesatuan yakni Best Practice penyelenggaraan sekolah dengan metode kepemimpinan transformasional di SMPN 2 Kasihan. Penulisan Best Practice ini menggali informasi dengan teknik, observasi, angket dan studi dokumen untuk dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penerapan metode kepemimpinan transformasional menunjukkan bahwa nilai rata-rata sekolah sehat sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 2.5 dengan kualifikasi Cukup dan setelah dilakukan tindakan meningkat menjadi rata-rata 3.64 atau meningkat 45.6% dengan kualifikasi Baik. Kualitas lingkungan sekolah mengalami peningkatan dari rata-rata 2.4 sebelum tindakan dan setelah tindakan mencapai rata-rata 3.4 atau peningkatan sebesar 41.66%. Kualitas budaya hidup bersih dan sehat juga mengalami peningkatan dari sebelum tindakan rata-rata 2.75 atau Cukup menjadi rata-rata 3.88 atau Baik, dengan peningkatan kualitas sebesar 41.09%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode kepemimpinan transformasional dapat mewujudkan Sekolah Sehat di SMPN 2 Kasihan.
Penerapan Strategi “Pair System” untuk Meningkatkan Validitas Penelusuran Lulusan Bujang Sabri; Eko Mulyadi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.911 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.189

Abstract

Tracer study is a strategy to trace graduates in order to obtain valid data, the number of employed, entrepreneurship and continuing college. The “Pair system” strategy is a process of tracking alumni by involving new students looking for a partner in the closest area in order to increase the more updated / recent graduate data. The purpose of implementing the Pair System in graduate tracing is to describe the strategy for increasing the validity of graduate tracing through the Pair System and the graduate employment map according to competence. The method is, new students are paired with the closest alumni, either through digital communication and / or home visits, in addition to obtaining information, new students gain learning experiences from alumni. The “Pair System” strategy has gone through a process of micro and macro analysis of the school and then a SWOT analysis is carried out which takes into account the strengths, weaknesses, opportunities and challenges and is described in the SWOT matrix. The results of applying the Pair System tracing strategy were obtained 72% to 93%, there was an increase of 21%, while the results of the graduates' employment with this strategy were 52% to 72%. Work according to skill competencies, namely Light Vehicle Engineering expertise from 41% absorbed to 72%, Mechanical Engineering 50% to 70%, Electrical Power Installation Engineering from 33% to 68%, Audio Video Engineering 36% to 68%, modeling design and building information 43% to 52%. The implementation of strategies can increase the validity of tracing and employment, and is useful for building family ties, especially competence, communication and networking.
Penggunaan Aplikasi Plagiarism Checker dalam Pembelajaran Menulis Daring Ponikem Ponikem
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.893 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.192

Abstract

The spread of Corona Virus Disease (Covid-19) which is widespread in almost all over the world requires the issuance of regulations governing the implementation of education in order to save the nation from the dangers of the Covid-19 pandemic. Studemts’ learning products need tobe verified, one of which is plagiarism check. As a best practice, checking plagiarism on writing products can be done more easily during online learning. Learning to write procedural texts with the theme "How to Use Masks" in Class IX in semester 2 of the 2019/2020 school year succeeded in providing the best experience related to checking plagiarism. The learning material is in the form of two videos, which serve as input and serve as inspiration for composing new texts. Writing learning products in the form of text are assessed based on a certain rubric. One of the aspects in this rubric is the percentage number of product uniqueness which describes the level of authenticity of learning products that are checked using the Plagiarism Checker application which is accessed online. Learning products are scored for assessment purposes and at the same time the level of plagiarism is measured. The measurement results show a mastery level of 96% with an average score of 86, the lowest score of 65, the highest score of 97. The results of checking the percentage of product uniqueness are 100% unique as much as 53%, 1 to 99% unique as much as 36%, 0% unique as much as 2%, and 9% were undetectable. The results of this plagiarism check provide experiences for both students and educators to prioritize aspects of the authenticity or originality of the work. The best practice innovation points lie in the inclusion of the uniqueness of the work in the assessment of writing products.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Daring Biologi melalui Home Based Experiment Model Inquiry Based Learning Nanik Yuniastuti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.316 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran daring home based experiment model Inquiry Based Learning pada materi metabolisme. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas XII MIPA7 di SMA Negeri 2 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes tulis secara daring. Model Inquiry Based Learning dilakukan melalui tahapan : 1) discovery learning; 2) interactive demonstration; 3) inquiry lesson; 4) inquiry laboratory; dan 5) real-world applications. Data yang terkumpul dari instrumen penelitian pada siklus pertama, selanjutnya dibandingkan dengan data pada siklus kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran daring home based experiment model Inquiry Based Learning telah meningkatkan 1) rerata motivasi belajar peserta didik sebesar 0,2 poin, yaitu dari 3,8 menjadi 4, terutama pada indikator motivasi karir (career motivation); 2) meningkatkan rerata sikap karakter peserta didik sebesar 0,2 poin dari 3,8 menjadi 4, terutama pada indikator karakter daya juang; 3) meningkatkan nilai rerata proyek home based experiment sebesar 1,93 poin, yaitu dari 96,13 menjadi 98,06 ; dan 4) meningkatkan nilai rerata penilaian harian peserta didik sebesar 2,42 poin, dari 74,19 menjadi 76,61. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring home based experiment model Inquiry Based Learning mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik di kelas XII MIIA7 di SMA Negeri 2 Yogyakarta.
Modifikasi Laminar sebagai Alat Pembelajaran Biologi SMA Materi Mikroorganisme Ariswati Baruno
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.393 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i1.203

Abstract

Pada umumnya, untuk memperoleh ruang kerja steril digunakan laminar air flow, namun karena harganya relatif mahal menjadikan tidak terbeli. Oleh karena itu, dilakukan inovasi untuk membuat laminar modifikasi (Lamodis). Tujuan pembuatan lamodis adalah dapat memberikan ruang kerja steril dengan harga lebih murah daripada laminar pada umumnya karena tingkat keberhasilan yang tinggi atas praktikum didukung oleh ruang kerja yang steril. Penulisan best practise ini bertujuan untuk mengatasi kegagalan praktikum Biologi pada materi yang terkait dengan mikroorganisme agar siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik akan materi dan meningkatkan keterampilan di setiap langkah dalam melakukan praktikum terkait mikrorganisme dengan menggunakan lamodis. Pembuatan Lamodis menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar namun tetap mengaplikasikan prinsip dasar pembuatan. Uji kontaminasi media yang dituang di dalam dan di luar Lamodis menunjukkan bahwa uji di dalam Lamodis memiliki persentase tidak terkontaminasi sebesar 83,5%, yang lebih baik daripada di luar Lamodis yang sebesar 79%. Hasil rerata nilai angket terhadap siswa adalah 3,31 dari maksimal 4,00 yang menunjukkan bahwa Lamodis cukup baik untuk digunakan untuk sterilisasi. Penggunaan Lamodis meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan prosedur aseptik. Karenanya pembuatan Lamodis mendukung pembelajaran Biologi SMA yang terkait dengan mikroorganisme.

Page 1 of 2 | Total Record : 15