cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara, S.Sos., M.Pd
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021" : 15 Documents clear
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Investigasi dan Sikap Ilmiah Siswa Sumiati Sumiati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.168 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.242

Abstract

This study aims to improve the investigative skills and scientific attitudes of students in class XI IPA 5 at SMAN 1 Bantul for the academic year 2019/2020 through the application of problem based learning (PBL). This study uses a classroom action research method. The research procedure used is a model developed by Kemis and Taggait which consists of planning, action, observation and reflection activities. The subjects of this study were students of class XI IPA 5 at SMAN 1 Bantul in the academic year 2019/2020, totaling 32 students. This research was conducted in 2 cycles. Each cycle consists of 2 meetings. Research data obtained from observations and interviews. The data analysis used is descriptive analysis technique. The implementation of problem based learning in cycle I was 80, 5%, and in cycle II was 86%. Based on the results of observations, the value of students' investigative ability in the first cycle was 69.41 with low criteria, increased in the second cycle to 85.06, with good criteria. The scientific attitude of students also increased from 73.57, with sufficient criteria in cycle I, to 86.74 with good criteria in cycle II. Based on the research results, the problem based learning process can improve students' investigative skills and scientific attitudes.
Pengembangan Orientasi Keterampilan Abad 21 pada Pembelajaran Fisika melalui Pembelajaran PjBL-STEAM Berbantuan Spectra-Plus Sri Lestari
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.823 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.243

Abstract

This study aims to describe the development of 21st century skills with spectra-plus-assisted STEAM-based PjBL learning on the main material of sound waves in musical instrument prototypes.This type of research is a type of research and development (R & D) with a sample of 32 class XI MIPA 2 students in SMA Negeri 1 Yogyakarta Semester 2 of the 2019/2020 academic year. To determine the increase in scientific critical thinking skills after spectra-plus-assisted STEAM-based PjBL learning using normalized gain. Meanwhile, to determine the ability of creative skills, communication and collaboration using questionnaires and observation sheets.The results showed that there was an increase in scientific critical thinking skills, normalized gain score of 0.54 and creative thinking, normalized gain score of 0.65 after implementing PjBL learning based on spectra-plus assisted STEAM in the moderate category. From the results of the observation sheet, the average collaboration ability is 73% in the high category and the average communication ability is 77% with the high category. The response of students to the application of STEM-based PjBL was 78.21%. Student responses were quite positive towards the application of STEAM-based PjBL in learning. From the results of data processing and discussion, it can be concluded that learning with the STEAM method (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematic) by linking science (science), technology, engineering, art, and mathematics can develop soft skills because students are given comprehensive understanding of the interconnectedness of disciplines through 21st century skills learning experiences.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Geografi melalui Model Cooperative Learning Tipe Group Investigation Suyatinah Suyatinah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.589 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Group Investigation untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Geografi siswa Klas XII IPS 2 SMA N 1 Banguntapan Tahun Ajaran 2019/ 2020 yang berjumlah 31 orang, yang terdiri dari 12 siswa pria dan 19 siswa wanita. Jenis tindakan yang dipilih adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang dilaksanakan dari bulan Juli 2019 sampai Oktober 2019. Objek Penelitian adalah Motivasi dan Hasil Belajar siswa. Langkah-langkah penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus meliputi 2 kegiatan pembelajaran dan 1 kegiatan ulangan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, angket, observasi, dan test tertulis. Data yang diperoleh dianalisa secara kuantitatif dalam bentuk prosentase, yang kemudian didiskripsikan dan diambil kesimpulan. Pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan model Cooperative Learning tipe Group Investigation dapat diterima baik oleh siswa, menumbuhkan sikap positif untuk saling berkolaborasi dalam proses pembelajaran, ada proses tutor teman sebaya, berdampak pada meningkatnya motivasi belajar siswa dari 88,60% tergolong adekuat pada siklus I, menjadi 93,75% tergolong bagus pada siklus II. Penerapan model pembelajaran ini juga dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa klas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Banguntapan Tahun Ajaran 2019/2020, yang terlihat pada meningkatnya ketuntasan belajar dari 80% pada siklus I dan 90,32% pada siklus II. Guru sebaiknya selalu berinovasi dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi agar siswa selalu motivasi belajar, sehingga hasil belajarnya akan meningkat.
Model Picture and Picture untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Sesuai Unggah-ungguh Bethy Mahara Setyawati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.923 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.267

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar berbicara sesuai dengan unggah-ungguh bahasa Jawa di kelas VIIIB SMP Negeri 4 Wates. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tahapan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah adalah peserta didik kelas VIIIB SMP 4 Wates dengan jumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan, catatan harian, dan tes berbicara sesuai dengan unggah-ungguh. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan peserta didik mengalami peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan, siklus 1, dan siklus 2. Sedangkan hasil pembelajarannya menunjukkan pada siklus 1, ada 2 peserta didik (6%) dalam kategori sangat trampil, 9 peserta didik (29%) dalam kategori trampil, 7 peserta didik (23%) dalam kategori cukup trampil, dan 13 peserta didik (42%) dalam kategori kurang trampil. Pada siklus 2 diperoleh hasil ada 8 peserta didik (37%) dalam kategori sangat terampil, 11 peserta didik (32%) dalam kategori terampil, 2 peserta didik (11%) dalam kategori cukup terampil, dan 4 peserta didik (20%) dalam kategori kurang terampil.
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Model Cycle-5e Berbantu Modul Statistika Riani Widiastuti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.511 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.270

Abstract

Arah penelitian ini untuk memaparkan kefektifan penggunaan model Cycle-5e berbantuan modul Statistika dalam menaikkan prestasi belajar siswa kelas XII SMAN 4 Yogyakarta Tahun 2019. Penelitian tindakan dilaksanakan dilaksanakan dalam 4 langkah yaitu: menyusun suatu rencana untuk suatu pengembangan, melaksanakan yang telah direncanakan, mengamati efek tindakan, dan merefleksikan hal-hal yang telah diperoleh. Setiap 4 langkah ini disebut satu putaran (siklus). Hasil yang diperoleh dalam satu siklus belum sesuai dengan yang ditargetkan, diulangi lagi dalam siklus berikutnya, dan seterusnya, sampai siklus tiga. Setelah diterapkan penggunaan Model Cycle-5e berbantu modul Statistika penelitian ini terbukti efektif: 1) Meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas XII SMAN 4 Yogyakarta. Hal ini terlihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa setiap siklus dari 13 siswa pada siklus I menjadi 27 siswa pada siklus II, 29 siswa pada siklus III. Ada peningkatan presentase ketuntasan setiap siklus, dari 40,63 pada siklus I naik menjadi 84,38% pada siklus II, dan 100% pada siklus III. Prestasi belajar minimal sejumlah 80 siswa mencapai lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal 75. 2)Penggunaan Model Cycle-5E berbantu modul Statistika baik karena adanya tanggapan positif dari siswa. Ini dapat terlihat dari hasil wawancara terhadap sejumlah siswa dan observasi pembelajaran Model Cycle-5e berbantu modul Statistika yang menunjukkan sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif dan beberapa siswa memberikan tanggapan negatif.
Metode Mentoring untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pemantauan Karakter Siswa Berbasis Afeksi Selama PJJ Fadiyah Suryani
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.615 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.275

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pemantauan karakter siswa berbasis program afeksi pada masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan metode mentoring. Subjek penelitian ini adalah guru SMAN 5 Yogyakarta yang mendapat tugas sebagai wali kelas X, XI dan XII. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam bentuk siklus melalui empat tahapan, yaitu; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara merefleksi hasil observasi terhadap proses pembimbingan mentor kepada mentee. Untuk memberikan makna keberhasilan tindakan digunakan kriteria yaitu tindakan dinyatakan berhasil apabila setelah tindakan ada peningkatan kompetensi guru dalam memantau karakter siswa berbasis program afeksi pada masa PJJ mencapai rata-rata minimal 80 dan kompetensi mentor dalam melaksanakan mentoring pemantauan karakter siswa berbasis program afeksi selama PJJ mencapai rata-rata minimal 90. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemantauan karakter siswa berbasis program afeksi pada masa PJJ dengan menerapkan metode mentoring dapat meningkatkan kompetensi guru, yaitu kompetensi guru dalam pemantauan karakter siswa kelas X, XI dan XII oleh guru pada siklus I 67,1 dan pada siklus II sebesar 84,5, kompetensi mentor dalam memahami metode mentoring pada siklus I 86 dan pada siklus II sebesar 92,5 dengan kategori amat baik.
Hubungan Antara Stres Akademik dan Student Engagement Siswa SMA pada Masa Pandemi Covid-19 Rita Nunung Tri Kusyanti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.381 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan student engagement siswa SMA pada masa pandemi. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan yang negatif antara stres akademik dan keterlibatan siswa atau student engagement, artinya semakin tinggi stress akademik semakin rendah nilai student engagement. Subyek penelitian berjumlah 180 siswa kelas X, XI dan XII SMA Negeri 1 Tempel Sleman. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala stres akademik dan skala student engagement yang sudah diadaptasi dan dikembangkan oleh peneliti. Skala stres akademik memiliki koefisien reliabilitas 0,921 dan skala student engagement memiliki koefisien reliabilitas 0,738. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi product moment Pearson karena sebaran data kedua variabel normal dan mempunyai hubungan yang linear. Hasil uji korelasi menggunakan uji korelasi product moment berdasarkan nilai signifikasi (2-tailed) adalah sebesar 0,599 > 0,05, berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel stres akademik dengan variabel student engagement. Hasil nilai r hitung (Pearson correlation) adalah - 0,39 artinya nilai 0,39 tersebut lebih besar dari r tabel 0,148 maka kedua variabel stres akademik dan student engagement mempunyai hubungan, kekuatan hubungan stres akademik dan student engagement pada masa pandemi di SMAN 1 Tempel mempunyai hubungan yang rendah. Kedua variabel mempunyai hubungan yang negatif karena nilai Pearson correlation bertanda negatif artinya bila student engagement rendah maka stres akademik tinggi atau bila stres akademik rendah maka student engagement pada pembelajaran jarak jauh tinggi.
Penerapan Metode Manajemen Proyek dalam Meningkatkan Kualitas Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi Heri Prasetya
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.13 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.278

Abstract

Penulisan Best Practice ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode manajemen proyek dapat meningkatkan kualitas perpustakaan berbasis teknologi informasi di SMP Negeri 2 Kasihan. Metode penulisan Best Practice ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi partisipasi, wawancara dan dokumentasi. Penulisan Best Practice dilakukan dengan melaksanakan lima tahapan utama yaitu identifikasi kegiatan, penyusunan urutan kegiatan, perkiraan waktu kegiatan, penyusunan jadwal kegiatan, dan pengendalian jadwal kegiatan. Hasil penerapan manajemen proyek menunjukkan nilai kualitas rata rata perpustakaan sebelum dilakukan tindakan sebesar 2.28 dan setelah dilakukan tindakan sebesar 4.23 sehingga terdapat kenaikan kualitas sebesar 85%. Peningkatan kualitas perpustakaan terjadi karena aspek sarana prasarana perpustakaan mengalami peningkatan sebesar 81%, sebelum dilakukan tindakan nilai kualitas sebesar 2.5 dan setelah dilakukan tindakan sebesar 4.0. Aspek manajemen perpustakaan berbasis teknologi informasi mengalami peningkatan sebesar100% dari rata-rata kualitas sebelum tindakan sebesar 2.2 dan setelah tindakan sebesar 4.4. Peningkatan yang memiliki kontribusi besar pada penerapan teknologi informasi yaitu pada aspek otomasi perpustakaan yang menunjukkan peningkatan sebesar 150% karena kualitas sebelum tindakan sebesar 2.0 dan setelah dilakukan tindakan sebesar 5.0. Sementara aspek penggunaan komputer yang terhubung pada internet meningkat sebesar 100%. Penggunaan komputer terhubung dengan WiFi meningkat sebesar 67%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode manajemen proyek dapat meningkatkan kualitas perpustakaan berbasis teknologi dan informasi di SMP Negeri 2 Kasihan.
Penerapan Model Pembelajaran Self Organized Learning Environments (SOLE) untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Polimer Sri Suciati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.205 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui deskripsi penerapan model pembelajaran self organized learning environments (SOLE) pada materi polimer untuk siswa kelas X RPL di SMK N 1 Sanden, 2) menguji peningkatkan pemahaman materi polimer melalui penerapan model pembelajaran self organized learning environments (SOLE) siswa kelas X RPL di SMK N 1 Sanden. Penelitian dilakukan di SMK N Sanden, dengan subjek penelitian kelas X RPL. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, terdiri dari dua siklus dan tiap-tiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Tes digunakan untuk mengambil data pemahaman materi Polimer. Data pemahaman materi Polimer dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran self organized learning environments (SOLE) dapat meningkatkan pemahaman materi polimer siswa kelas X RPL di SMK N 1 Sanden dengan langkah-langkah: (1) Question atau Pertanyaan. Guru memberikan pertanyaan ke siswa melalui format yang berisi pertanyaan yang di bagikan melalui WA group. (2) Investigate atau Investigasi. Siswa melakukan investigasi atau pencarian jawaban lewat internet. Jawaban yang telah diperoleh siswa ditulis dibuku, kemudian difoto dan dishare ke WA guru lewat jaringan pribadi. (3) Review atau Mencermati. Guru melakukan review jawaban siswa dengan cara mengunduh jawaban siswa yang dishare lewat jaringan pribadi. Jawaban siswa yang telah direview dikembalikan ke siswa dengan cara difoto lewat WA jalur pribadi siswa. Penerapan model pembelajaran Self Organized Learning Environments (SOLE) dapat meningkatkan pemahaman materi polimer siswa kelas X RPL di SMK N 1 Sanden dari persentase ketuntasan klasikal 57,89% pada siklus I, menjadi 73,68% pada siklus II dan telah mencapai indikator keberhasilan penelitian.
Peer Teaching sebagai Metode Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pembuatan Busana Industri Jayaul Khoiriyah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.349 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.292

Abstract

The research objective is to improve activities and result learning industrial clothing manufacturing subject through peer teaching learning method. The research method used was Classroom Action Research (CAR). The research subject was 31 students of class XI dressmaking A SMK Negeri 2 Gedangsari in the 2019/ 2020 school year. Data were analyzed using quantitative and decriptive qualitative techniques. The result of the research is that peer teaching learning method can improve activities and industrial clothing manufacturing subject outcomes. The increase in students activities is indicated from pre-cycle, cycle I and cycle II. In the pre-cycle stage, 1) there are 6 (19,35%) increase become 14 (45,16%) who actively ask question, 2) there are 5 (16,12%) increase become 15 (48,38%), who actively answer the question. 3) There are 4 (12,90%) become 15 (48,38%) who actively work together, 4) There are 5 (16,12%) become 20 (64,51%) who actively do the assignments, in the end of cycle. While the increase of industrial clothing manufacturing subject outcomes is indicated by the increase in the presentage of the number of students whose grades reach KKM from pre-cycle, cycle I and cycle II. In the pre-cycle stage, there are 7 students (22,58%) whose grades reach the KKM. In cycle I, there are 17 students (54,83%), in the second cycle, there are 26 students (84%).

Page 1 of 2 | Total Record : 15