cover
Contact Name
Siti Rohimah
Contact Email
jurnalkeperawatangaluh@gmail.com
Phone
+6281323566058
Journal Mail Official
jurnalkeperawatangaluh@gmail.com
Editorial Address
Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh Alamat: Jalan RE. Martadinata No. 150 Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Galuh
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 26564122     DOI : https://doi.org/10.25157
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Galuh, merupakan jurnal ilmiah nasional sebagai sarana berbagi ilmu yang memfasilitasi hasil-hasil karya ilmiah bidang keperawatan yang mencakup keperawatan maternitas, Keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan anak, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, keperawatan gawat darurat dan manajemen keperawatan. Jurnal Keperawatan Galuh diterbitkan oleh Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh yang berdomisili di Jalan RE. Martadinata No. 150 Ciamis diterbitkan secara on line dengan no e-ISSN : 2656-4122. terbit 2 kali dalam satu tahun setiap bulan Januari dan Juli.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021): Januari" : 6 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA DI BANDUNG Maidartati Maidartati; Tita Puspita Ningrum; Priska Fauzia
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.4654

Abstract

Gastritis adalah peradangan yang mengenai mukosa lambung, dan mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung di dalam saluran pencernaan. Keluhan yang dirasakan itu nyeri, dampaknya membuat lambung mengalami kerusakan jika sering kosong karena lambung meremas hingga dinding lambung luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yg berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja di Bandung. Jenis metode penelitian ini menggunakan korelasi, pendekatan cross-sectional, populasi penelitian semua siswa/i di Bandung . Sampel penelitian ini adalah siswa/i SMK Bandung dengan jumlah 150 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling. Analisa data menggunakan univariat prosentase dan analisa bivariat menggunakan uji Spearman-Rank. Hasil penelitian didapatkan kejadian gastritis  sebagian besar atau sebanyak 59 responden (59%) mengalami gastritis. Hasil statistik pada usia dengan kejadian gastritis diperoleh nilai p-value 0.002 dengan nilai ɑ<0.05. tidak terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor pola makan dengan kejadian gastritis. tidak terdapat hubungan antara faktor konsumsi alkohol dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor konsumsi kopi dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor merokok dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor kecemasan dengan kejadian gastritis. Saran untuk remaja dan masyarakat agar melakukan pencegahan kejadian gastritis dengan membuka wawasan seluas-luasnya, dan sebagai bahan pertimbangan agar mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja, dan terhindar dari gastritis yang tidak baik untuk kesehatan.Gastritis is inflammation that affects the gastric mucosa, and results in swelling of the gastric mucosa in the digestive tract. The complaint that is felt is pain, the impact of which causes damage to the stomach if it is often empty because the stomach squeezes until the stomach wall is abrasions. The aim of this research was to see the factors related to the incidence of gastritis in adolescents in Bandung. This type of research method using computers, cross-sectional approach, the study population of all students in Bandung, which is 100 students. The sample of this study were students of SMK PELITA 2 Bandung with a total of 150 respondents. Sampling using Accidental sampling technique. Data analysis using percentage univariate and bivariate analysis using Spearman-Rank test. The results showed that the incidence of gastritis was mostly or 59 respondents (59%) experienced gastritis. Statistical results on age with the incidence of gastritis obtained p value 0.002 with a value of ɑ <0.05. there is no relationship between sex factors and the incidence of gastritis. there is a relationship between dietary factors and the incidence of gastritis. there is no relationship between alcohol consumption and the incidence of gastritis. There is a relationship between coffee consumption and the incidence of gastritis. there is a relationship between smoking and the incidence of gastritis. there is a relationship between the incidence of the incidence of gastritis. Advice for adolescents and the public to prevent the incidence of gastritis by opening the broadest insight possible, and for consideration in order to see the factors associated with the incidence of gastritis in adolescents, and avoid gastritis that is not good for health.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KELUARGA TENTANG PERAWATAN ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA PAMALAYAN Daniel Akbar Wibowo; Dini Nurbaeti Zen
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.6578

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang sering terjadi pada lansia yaitu arhtritis rheumatoid. Dampak bagi keluarga akan terganggu dan keluarga sebagai orang terdekat harus mampu menjalankan tugasnya di bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia di Desa Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kaluarga yang terdapat lansia dengan arthritis rheumatoid sebanyak 125 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposif sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia dengan p-value = 0,000. Saran bagi keluarga adalah harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang arthritis rheumatoid dan upaya pencegahannya.This research is motivated by a problem that often occurs in the elderly, namely rheumatoid arthritis. The impact on the family will be disrupted and the family as the closest person must be able to carry out their duties in the health sector. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and family attitudes about treating rheumatoid arthritis in the elderly in Pamalayan Village, Cijeungjing District, Ciamis Regency. Knowledge is the result of knowing and this occurs after people have sensed a certain object. Attitude is a reaction or response that is still closed from a person to a stimulus or object. The type of research used is descriptive correlation with cross sectional approach. The population in this study were 125 elderly families with rheumatoid arthritis using purposive sampling technique. The instrument used is a questionnaire. The results showed that there was a relationship between the level of knowledge and family attitudes about treating rheumatoid arthritis in the elderly with p-value = 0.000. Suggestions for families are to have sufficient knowledge about rheumatoid arthritis and its prevention efforts.
HUBUNGAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI BAYI DENGAN PELAKSANAAN IMUNISASI DPT DI PUSKESMAS KAWALI KABUPATEN CIAMIS Dini Nurbaeti Zen; Tita Rohita; Siti Sopiah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.6585

Abstract

Kendala utama keberhasilan vaksinasi bayi dan anak dalam sistem kesehatan adalah pengetahuan yang rendah dan kurangnya kebutuhan vaksinasi masyarakat. Sikap ibu terhadap vaksinasi akan menimbulkan perilaku yang mendukung terhadap kegiatan vaksinasi. Ini merupakan faktor dominan keberhasilan vaksinasi, jika sikap positif diharapkan pelaksanaan vaksinasi meningkat. Sikap ibu meningkatkan kepercayaan ibu terhadap kesehatan dan mempengaruhi status vaksinasi bayi dan balita. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu yang memiliki bayi terhadap pemberian vaksin DPT. Metode penelitian yang digunakan penelitian korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 73 orang ibu yang memiliki anak balita dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11 orang (15,1%) memiliki sikap negatif, 2 responden memiliki sikap negatif (2,7%) tetapi telah mendapatkan vaksin dan sebanyak 62 orang (84,9%) memiliki sikap positif terhadap vaksinasi. Analisis bivariat dengan nilai P & lt; a (0,001 < 0,05). Jadi Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara sikap ibu yang memiliki bayi dengan penerapan vaksin DPT.The main obstacle to the success of infant and child vaccination in the health system is the low level of knowledge and the lack of community vaccination needs. Mother's attitude towards vaccination will lead to supportive behavior towards vaccination activities. This is a dominant factor in the success of vaccination, if a positive attitude is expected to increase vaccination implementation. Mother's attitude increases maternal confidence in health and affects the vaccination status of infants and toddlers. OBJECTIVE: This study aims to determine the relationship between the attitudes of mothers who have babies to the DPT vaccine. The research method used was correlational research with a cross sectional research design. The sample used as many as 73 mothers who have children under five with total sampling technique. The results showed that as many as 11 people (15.1%) had a negative attitude, 2 respondents had a negative attitude (2.7%) but had received the vaccine and as many as 62 people (84.9%) had a positive attitude towards vaccination. Bivariate analysis with P value & lt; a (0.001 < 0.05). So Ha is accepted and Ho is rejected. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between the attitude of mothers who have babies with the application of the DPT vaccine.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN INFEKSI POST OPERASI DI RUANG RANAP WIJAYA KUSUMAH RSUD KOTA BANJAR Aa Ahmad Suhendar; Nina Rosdiana; Lia Nurhidayah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.6579

Abstract

Status gizi, usia dan faktor ekonomi merupakan faktor internal pasien yang mempengaruhi frekuensi infeksi. Masyarakat masih belum mengetahui status gizinya dan tidak dapat memperbaikinya, dengan penyebab yang bervariasi baik dari keadaan ekonomi maupun dari kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi. Faktor internal lain dalam frekuensi infeksi adalah usia, pada pasien yang lebih tua dari 70 tahun. Faktor usia di atas 70 dapat menurunkan pertahanan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi post operasi di bangsal Vijaya Kusumah RSUD Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan beberapa jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh pasien pasca operasi dan sampel sebanyak 21 responden. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh faktor status gizi terhadap kejadian infeksi post operasi, pengaruh faktor status gizi terhadap kejadian infeksi post operasi dan pengaruh faktor ekonomi terhadap kejadian infeksi post operasi. Akibatnya, faktor status gizi tidak mempengaruhi angka infeksi pasca operasi, tetapi faktor status gizi dan tingkat ekonomi ditemukan mempengaruhi angka infeksi pasca operasi. Hasil penelitian ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai buku teks dan literatur untuk mengatasi masalah infeksi pasca operasi.Nutritional status, age and economic factors are internal patient factors that affect the frequency of infection. The community still does not know their nutritional status and cannot improve it, with various causes, both from economic conditions and from a lack of public knowledge about nutrition. Another internal factor in the frequency of infection is age, in patients older than 70 years. The age factor over 70 can lower the body's defenses. The purpose of this study was to determine the factors that influence the incidence of postoperative infection in the Vijaya Kusumah ward, Banjar City Hospital. This study uses several types of correlation research. The population of this study consisted of all postoperative patients and a sample of 21 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire, and the data analysis used in this study was univariate and bivariate. The results showed that there was no influence of nutritional status factors on the incidence of postoperative infections, the influence of nutritional status factors on the incidence of postoperative infections and the influence of economic factors on the incidence of postoperative infections. As a result, nutritional status factors did not affect postoperative infection rates, but nutritional status factors and economic level were found to influence postoperative infection rates. The results of this study are intended to be used as a textbook and literature to address the problem of postoperative infection.
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA MENGHADAPI TANAH LONGSOR DI KABUPATEN CIAMIS Siti Rohimah; Irwan Malik Ibrahim; Anna Samiatulmilaah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.6582

Abstract

Longsor merupakan masalah yang sering terjadi di desa Panawangan. Kondisi geografi desa yang terjal, kondisi geologi tidak stabil, curah hujan yang tinggi memicu resiko terjadinya bencana, salah satunya bencana tanah longsor. Tingkat resiko bencana selain ditentukan oleh potensi bencana juga ditentukan oleh kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tujuan dalam penelitian ini untuk Mengetahui Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor di Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Tahun 2019. Desain Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan alat koesioner untuk mendapatkan data dari responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Proposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 96 responden. Hasil penelitian menunjukan 74 orang (77,1%) responden memiliki pengetahuan yang baik, 15 orang (15,6%) responden memiliki pengetahuan yang cukup, dan tujuh orang (7,3%) responden memiliki pengetahuan yang kurang. Saran dalam penelitian ini perlu adanya pelatihan kesiapsiagaan bencana tanah longsor untuk masyarakat Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis.Landslides are a common problem in Panawangan village. The geographical condition of the village is steep, geological conditions are unstable, high rainfall triggers the risk of disasters, one of which is landslides. The level of disaster risk is not only determined by the potential for disasters but also by preparedness in dealing with disasters. The purpose of this study was to determine the description of community knowledge on landslide disaster preparedness in Panawangan Village, Panawangan District, Ciamis Regency in 2019. The design of this study used a descriptiveapproach cross-sectional using a questionnaire tool to obtain data from respondents. The data collection technique used thetechnique Proposive Sampling with a total sample of 96 respondents. empirically ResultsN showed 74 (77.1%) of respondents have good knowledge, 15 people (15.6%) of respondents have sufficient knowledge, and seven (7.3%) of respondents have less knowledge. Suggestions in this research the need for landslide disaster preparedness training for the people of Panawangan Village, Panawangan District, Ciamis Regency.
PENGARUH TERAPI SPIRITUAL (ISLAM) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISA Eli Kurniasih; Anih Kurnia; Laila Fitri Istiqomah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.6584

Abstract

Masalah kesehatan terkait ginjal setiap tahun semakin banyak, salah satu masalah ginjal yang dihadapi orang baik negara maju maupun berkembang adalah penyakit ginjal kronis yang dikenal dengan gagal ginjal. Pasien gagal ginjal yang menjalani perawatan hemodialisis mengalami kecemasan karena krisis, ketakutan, ancaman kematian, dan perasaan terancam. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif, efisien dan mudah diterapkan untuk mengurangi kecemasan pasien dan beradaptasi dengan stresor yang ada. Relaksasi spiritual merupakan upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai keadaan relaksasi yang ditandai dengan berkurangnya aktivitas saraf simpatis melalui keyakinan spiritual dan agama para pihak, sehingga dapat mengendalikan keadaan fisik. Berdasarkan metode spiritual diharapkan akan menimbulkan perubahan mental yang pada akhirnya mengarah pada relaksasi yang baik Rancangan penelitian Literature Review. Pencarian literatur baik internasional maupun nasional yang dilakukan dengan menggunakan database Google Scholer, Perpustakaan Nasional, Garuda, Proquest. Hasil penelitian ini bahwa Penerapan intervensi terapi spiritual islami untuk mengatasi kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisa memiliki pengaruh yang sama mengatakan bahwa dari intervensi terapi spiritual yang dilakukan perawat dapat memberikan pengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan. Peneliti yang melakukan penelitian serupa namun ada yang berbeda hasil, didalamnya terdapat satu responden yang justru kecemasannya tetap berada pada kategori kecemasan tinggi. Simpulan: Penerapan intervensi terapi spiritual islami untuk mengatasi kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisa memberikan pengaruh dalam menurunkan Kecemasan.Kidney-related health problems are increasing every year, one of the kidney problems faced by people in both developed and developing countries is chronic kidney disease known as kidney failure. Kidney failure patients undergoing hemodialysis treatment experience anxiety due to crisis, fear, death threats, and feelings of threat. Therefore, an effective, efficient and easy-to-implement strategy is needed to reduce patient anxiety and adapt to existing stressors. Spiritual relaxation is an effort made by the community to achieve a state of relaxation characterized by reduced sympathetic nerve activity through the spiritual and religious beliefs of the parties, so that they can control their physical condition. Based on the spiritual method, it is hoped that it will cause mental changes which ultimately lead to good relaxation. Research design Literature Review. Literature searches both international and national were carried out using the Google Scholer database, the National Library, Garuda, Proquest. The results of this study that the application of Islamic spiritual therapy interventions to overcome anxiety in patients undergoing hemodialysis have the same effect, saying that spiritual therapy interventions carried out by nurses can have an influence in reducing anxiety levels. Researchers who conducted similar studies but had different results, in which there was one respondent whose anxiety remained in the category of high anxiety. Conclusion: The application of Islamic spiritual therapy interventions to overcome anxiety in patients undergoing hemodialysis has an effect in reducing anxiety.

Page 1 of 1 | Total Record : 6