cover
Contact Name
Jusuf Haurissa
Contact Email
jhaurissa65@gmail.com
Phone
+6281334283132
Journal Mail Official
jhaurissa65@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani Padang Kampus USTJ Rektorat Lantai 2 Rektorat Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Dinamis
ISSN : 16933605     EISSN : 22720109     DOI : -
Jurnal DINAMIS merupakan jurnal ilmiah yang pertama kali diterbitkan oleh Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini sebagai media penyebarluasan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi rumpun ilmu teknik sipil dan perencanaan, teknologi industri dan kebumian, informasi, kesehatan dan lingkungan, ekonomi, sastra, sosial dan politik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS" : 9 Documents clear
PENGURANGAN SUSUT ENERGI LISTRIK PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI A. Muid Fabanyo
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi dan analisis yang diakibatkan oleh faktor non teknis sebagaimana hasil penelitian terhadap rugi-rugi transformator pada sistem pada sistem kelistrikan kabupaten Nabire khususnya pada penyulang RRI yaitu bulan Juli 2010= 34.445,911 kWh, bulan Agustus 2010 = 56.273,206 kWh, bulan September 2010 = 42.537,239 kWh, bulan Oktober 2010 = 98.513,696 kWh, bulan Nopember 2010= 26.120,478 kWh dan bulan Desember 2010 = 40.760,717 kWh. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama 6 bulan menunjukkan bahwa pada bulan oktober 2010 merupakan tingkat kerugian terhadap kWh produksi tinggi atau Rugi-rugi yang tertinggi. Analisis pengurangan susut energi yang diakibatkan oleh rugi-rugi akibat faktor teknis khususnya pada JTM (Jaringan Tegangan Menengah), Trafo termasuk JTR ( Jaringan Tegangan Rendah) menunjukkan angka yang tidak melebihi ketentuan standar yaitu 3.038 kWh ( 0,1 % ) hingga 21.088 kWh( 0,7 %) sesuai dengan jumlah kWh yang dihasilkan. Sedangkan khsusnya untuk sambungan rumah terdapat rugi-rugi yang melebihi ketentuan standar yang ditetapkan (bulan Oktober yaitu > 1 %) dari standar yaitu mencapai 2,3 %. Meningkatnya rugi-rugi teknik pada sambungan rumah disebabkan oleh semakin bertambahnya jumlah pelanggan yang tersambung (pelanggan baru) setelah adanya penambahan kapasitas mesin pembangkit di daerah Kalibobo Nabire
THE RESPONSE OF CANDIDA ALBICANS AGAINTS RED FRUCTUS PIPER SP Ester Rampa
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There has been done a research about respons of Candida albicans against red fructus Piper Sp extract by invitro at Microbiology Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences on September 2012. This study aims to determine the inhibitory effects of red fructus Piper Sp against fungus Candida albicans, as well as the most effective concentration of red fructus Piper Sp that has the highest inhibition against fungus Candida albicans. Population in this research were all kinds of betel, and the samples are red fructus Piper Sp. The method used is a disk diffusion with a concentration of 10%, 5%, 2.5% and Fluconazole control, the parameters measured were the inhibition zone or clear zone. The study design used was a completely randomized design (CRD), When the variance analysis showed Fhit> of F. Tabs with α.05 and α .01, then followed by HSD (Honestly significant difference) test. The results show extracts of red fructus Piper Sp can inhibit the growth of the fungus Candida albicans. The most effective concentration to inhibit the growth of Candida albicans is the concentration of 10% with a 17.42 mm inhibition zone on the Red fructus Piper Sp
PENGEMBANGAN PRODUK DENGAN PENDEKATAN CONJOINT ANALYSIS (STUDI KASUS : MINUMAN TEH DALAM KEMASAN) Hotnida Nainggolan
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri consumer good mengalami perkembangan yang sangatcepat. Munculnya industri baru menimbulkan tingkat persaingan industri penghasilproduk sejenis dan produk subtitusi semakin meningkat. Hal ini dialami pula olehperusahaan yang bergerak dalam bidang industri minuman dalam kemasan berbahan dasarteh, dimana semakin banyak perusahaan sejenis yang menghasilkan produk serupa danproduk baru turunannya. Kondisi ini mengharuskan perusahaan untuk segera melakukanpengembangan produknya agar tetap mampu bersaing di pasaran.Pengembangan produk didahului dengan suatu riset untuk mendapatkan jawabanterhadap apa yang diinginkan oleh pelanggan. Seperti diketahui bahwa produk (atau jasa)terdiri dari berbagai atribut. Untuk mengetahui kombinasi atribut dari produk yang diinginkanoleh konsumen harus dilakukan penelitian. Analisa Conjoint merupakan metode yang dapatdigunakan untuk mendapatkan kombinasi atribut suatu produk sesuai dengan yangdiinginkan oleh konsumen, sehingga akan didapatkan ukuran kuantitatif terhadap tingkatkegunaan (utility) dan kepentingan relatif (relatif importance) suatu atribut dibandingkandengan atribut yang lainnya. Selanjutnya nilai-nilai ini dapat digunakan untuk menentukanatribut-atribut suatu produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
PROFITABILITAS PT. BANK PAPUA DARI SEGI ADEQUASI RATIO (CAR). NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) Johannis A. Renyaan
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas Bank tidak terlepas dari masalah kredit. Oleh sebab itu guna mengurangirisiko yang terjadi dari masalah kredit. Bank menyediakan dana untuk keperluanpengembangan usaha dan menampung risiko kerugian dana yang diakibatkan oleh kegiatanoperasi Bank yang disebut Capital Adequasi Ratio (CAR). Non Performing Loan (NPL),merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Bank dalam meng-coverrisiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur. NPL mencerminkan risiko kredit. Semakintinggi tingkat NPL, maka semakin besar pula risiko kredit yang ditanggung oleh pihak Bank.Loan to Deposit Ratio (LDR), merupakan rasio yang menggambarkan perbandingan antarakredit yang dikeluarkan oleh Bank dengan dana yang dihimpun oleh Bank, dalam hal inidana pihak ketiga. Besarnya LDR sebuah Bank, akan mampu menggambarkan besarpeluang kredit. Return on Assets (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalammemperoleh keuntungan atau laba.Hasil analisis rasio keuangan dan analisis regresi linear berganda PT.Bank Papuayang berpedoman pada Surat Edaran Bank Indonesia Nomor : 3/30/DPNP tanggal 14Desember 2001 untuk masing-masing variabel terlihat sebagai berikut : CAR, tahun 2010sebesar 29,56%, tahun 2011 sebesar 24,03%, dan tahun 2012 sebesar 20,45%. CARterjaga diatas standar minimum Bank Indonesia sebesar 8%.NPL, tahun 2010 sebesar0,95%, tahun 2011 sebesar 1,10%, dan tahun 2012 sebesar 0,84%. NPL terjaga dibawahstandar minimum Bank Indonesia sebesar 5%. LDR tahun 2010 sebesar 42,42%, tahun2011 sebesar 47,91%, dan tahun 2012 naik sebesar 71,65%%. LDR belum mencapaistandar minimum Bank Indonesia sebesar 78%. ROA tahun 2010 sebesar 2,78%, tahun2011 naik menjadi 2,86%, dan tahun 2012 turun sebesar 2,81%. ROA dikatakan baik.Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa CAR,NPL,LDRberpengaruh signifikan terhadap ROA dengan masing-masing koefisein regresi CARsebesar 87,7%,NPL sebesar 33,6%, dan LDR sebesar 22,1%.
MODIFIKASI SUDU TURBIN TERHADAP KINERJA TURBIN ARUS LINTANG (CROSS FLOW TURBINE) DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN Jusuf Haurissa; FERNANDO SITINJAK
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi sudu turbin arus lintang (cross flowturbine) untuk meningkatkan efisiensi turbin.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Ada tigavariabel yang digunakan yaitu : a. Variabel bebas adalah pembebanan pada poros yaitutanpa beban, beban 1N, beban 2 N, beban 3 N dan beban 4 N,b). Variabel terikat yanggunakan adalah Torsi (T),c). Variabel terkontrol : variabel yang ditentukan oleh peneliti, dannilainya selalu dibuat kostan. Variabel terkontrol adalah debit air (Q).Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode eksperimen menghasilkanefisiensi sebesar 67,78 %, yang dicapai pada kondisi bukaan 100% dan beban maksimum 4N. Disamping itu juga dapat dianalisa unjuk kerja turbin cross-flow, daya yang dihasilkanoleh turbin sangat dipengaruhi oleh besarnya debit aliaran fluida yang diberikan . Denganpeningkatan torsi karena faktor pembebanan yang diberikan hingga 4 N, daya keluaranturbin (Pout) diperoleh maksimal 41, 5736 watt
SIMULASI VENDING MACHINE DENGAN MENGGUNAKAN MOORE MACHINE Marla Sheilamita Shalin Pieter; Ismu Haidir
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vending Machine atau mesin penjaja adalah suatu alat atau mesin yang menjual barangsecara otomatis. Vending Machine merupakan salah satu alat masukan (input) dan keluaran(device output) yang dapat dihubungkan dengan computer (device peripheral). Selain itucara kerja Vending Machine dapat digunakan sebagai contoh pembelajaran dalam matakuliah Teori Bahasa Automata (TBA) yang berkaitan dengan finite state machine (FSM)dengan keluaran atau sering disebut tranducer. Penelitian ini menggunakan metode machinemoore dalam pembuatan simulasi Vending Machine yang menjual minuman kaleng. Danmenghasilkan suatu simulasi Vending Machine yang dapat menerima masukkan berupa koin500 dan 1000 serta hasil keluaran berupa minuman kaleng dan sisa uang kembalian.Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Visual Basic 6.0
PENGEMBALIAN MODAL INVESTASI PEMBANGUNAN BARU PASAR SENTRAL HAMADI – JAYAPURA Santje Magdalena Iriyanto
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai sewa los jualan yangekonomis bagi pedagang untuk pengembalian modal investasi pembangunan baru PasarHamadi selama masa operasional, denga umur ekonomis investasi yaitu 20 tahun. Analisabiaya sewa tersebut diperoleh dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV),Benefit cost Ratio (BCR), Break Event Point (BEP), dan Internal Rate of Return (IRR).Perencanaan biaya ini dimulai dengan pengumpulan data di lapangan berupakeadaan pedagang kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan keterangan yang berkaitandengan pengeluaran dan pemasukan Pasar oleh pengelola sementara pasar dan Dinasterkait termasuk dengan mengumpulkan data penunjang dari pedagang Pasar Youtefamengenai biaya sewa los, meja pantri, dan lahan jualan yang dipakai sebagai nilai contohpada perhitungan yang dilakukan. Kemudian data-data tersebut dianalisis denganmenggunakan metode ekonomi teknik sehingga dapat diketahui biaya sewa yang ekonomisbagi pedagang tetapi bermanfaat bagi pengembalian modal investasi pembangunan PasarHamadi selama masa operasional pada umur ekonomis investasi yaitu 20 tahun pertamadari umur ekonomis Pasar Hamadi.Dari analisis biaya manfaat pembangunan Pasar Sentral Hamadi, diperoleh biayasewa optimum sebesar Rp. 1.400.000,- / m² untuk Los jualan setiap tahun, sedangkan untukbiaya retribusi meja dan lahan jualan dikenakan biaya sebesar Rp. 2.000,- / hari untuk setiapmeja dan pedagang. Dengan nilai NPV sebesar Rp. 272.802.886, BEP sebesar 18,39 tahun,BCR sebesar 1,001192457 dan IRR Sebesar 15%. Dari analisis tersebut dapat dikatakanpengembalian modal invesatasi dengan menggunakan biaya optimum sebesar Rp.1.400.000,- / m² untuk Los jualan untuk setiap tahun layak danmenguntungkan.
AKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU KAPAL DI PELABUHAN MANOKWARI Thelly S. H. Sembor
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggukapal serta mencari variabel yang paling dominan yang berpengaruh terhadap waktu tunggukapal di Pelabuhan Manokwari. Jumlah sampel penelitian diambil dengan menggunakanProportional random sampling yaitu dengan mengambil sebanyak 77 kapal yang terdiri dari: 19 kapal Penumpang, 31 kapal General Cargo dan 27 kapal Petikemas.Teknik Analisa Regresi Linier Berganda untuk menguji hipotesis digunakan uji F padataraf nyata = 0,05, digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabelbebas (X) mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat (Y). Nilai signifikan F pengujianhipotesis adalah sebesar 0,000 apabila dibandingkan dengan taraf nyata = 0,05 berarti nilaisignifikan F lebih kecil dari taraf nyata = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersamasama variabel bebas Permintaan Kapal Pandu, Kesiapan Peralatan Bongkar muat, danProduktivitas Bongkar Muat di Dermaga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadapvariabel terikat yaitu waktu tunggu kapal, berarti hipotesis penelitian ini dapat diterima.Variabel Dominan yang mempengaruhi waktu tunggu kapal ditunjukan pada metodestepwise dari regresi yang menyebutkan untuk Kapal Penumpang Variabel yang dominanyang mempengaruhi waktu tunggu kapal adalah variabel (Produktivitas Bongkar muat),untuk kapal General Cargo yang dominan yang mempengaruhi waktu tunggu kapal adalahvariabel (Produktifitas Bongkar Muat) sedangkan Kapal Petikemas variabel yang dominanyang mempengaruhi waktu tunggu kapal adalah (Permintaan Kapal Pandu)Koefesien determinasi mendapatkan nilai adjusted R² untuk Kapal Penumpangsebesar, 0,478. Dengan demikian 4,78% Waiting Time dijelaskan oleh 3 (tiga) variabeltersebut, sedangkan sisanya 52,2% merupakan pengaruh variabel lain yang tidak termasukdidalam penelitian ini. Koefesien determinasi mendapatkan nilai adjusted R² untuk KapalGeneral Cargo sebesar, 0,236. Dengan demikian 23,6% Waiting Time dijelaskan oleh 3(tiga) variabel tersebut, sedangkan sisanya 76,4 % merupakan pengaruh variabel lain yangtidak termasuk didalam penelitian ini. Koefesien determinasi mendapatkan nilai adjusted R²untuk Kapal Petikemas sebesar, 0,194. Dengan demikian 19,4% Waiting Time di jelaskanoleh 3 (tiga) variabel tersebut , sedangkan sisanya 80,6% merupakan pengaruh variabel lainyang tidak termasuk di dalam penelitian ini.
LAJU ALIRAN KONDUKSI KONVEKSI MELALUI PIPA API DAN EVAPORATOR PADA KETEL UAP DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA ARSO - JAYAPURA Thomas Kbarek
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2013): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpindahan kalor ialah ilmu yang mempelajari tentang perpindahan energi yangterjadi karena perbedaan suhu di antara benda atau material. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui besarnya perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi pada api boiler danevaporator dari boiler.Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat perubahan temperaturmelalui panel instrumen temperatur, mengukur diameter dalam dan diameter luar pipa apiboiler serta mengukur panjang pipa. Hasil pengambilan data lapangan kemudian dianalisauntuk mendapatkan data tentang perpindahan panas yang terjadi pada boiler.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan kalor pada pipa api boiler secarakonduksi sebesar 1028,625 Watt, secara konveksi 469,2 Watt. Sedangkan pada evaporatorbesarnya panas uap superheated sebesar 2917,6 Watt, pemanas sekunder 4917,5 Wattdan pemanas udara sebesar 7095,25 Watt.

Page 1 of 1 | Total Record : 9