cover
Contact Name
Jusuf Haurissa
Contact Email
jhaurissa65@gmail.com
Phone
+6281334283132
Journal Mail Official
jhaurissa65@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani Padang Kampus USTJ Rektorat Lantai 2 Rektorat Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Dinamis
ISSN : 16933605     EISSN : 22720109     DOI : -
Jurnal DINAMIS merupakan jurnal ilmiah yang pertama kali diterbitkan oleh Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini sebagai media penyebarluasan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi rumpun ilmu teknik sipil dan perencanaan, teknologi industri dan kebumian, informasi, kesehatan dan lingkungan, ekonomi, sastra, sosial dan politik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS" : 9 Documents clear
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN KENDARAAN BERMOTOR PADA RUAS JALAN DI DISTRIK ABEPURA KOTA JAYAPURA Albert Einstein Stevann Abrauw
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilocuskan pada perempatan dan pertigaan traffic light, dengan tujuan mengetahui tingkat kebisingan yang ditimbulkan kendaraan bermotor, dampak yang ditimbulkan akibat kebisingan dan menentukan sistem pengendalian dan tindakan efektif yang dilakukan oleh pemerintah di Distrik Abepura Kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan yaitu, dengan survey dekriptif komparatif dan analisis kuantitatif. Intensitas 85 dB dan freekunsi 600-400 Hz seharian penuh dapat menyebabkan berkurangnya pendengaran. Kebisingan yang terjadi pada ruas jalan Distrik Abepura, yang menghubungkan Distrik Abepura Dengan Distrik Jayapura Selatan, Distrik Abepura dengan Distrik Heram, Distrik Abepura Dengan Distrik Muara Tami pada Kota Jayapura.. Hasil dari analisis ini diketahui bahwa permasalahan kebisingan pada ruas jalan utama Distrik Abepura kebisingan atau bunyi yang dihasilkan dari kendaraan bermotor menunjukan bahwa intensitas Kebisingan yang ditimbulkan kendaraan bermotor di ruas jalan Distrik Abepura rata-rata pada pagi hingga sore hari yakni 98,5 – 105 dB, sedangkan untuk malam hari intensitas kebisingan yang terjadi adalah 90,2 – 94,8 dB dengan standar baku mutu yang di peruntukan hasil ada menunjukan bahwa bunyi yang dihasilkan telah melewati baku mutu ambang batas kebisingan yang diperuntukan bagi aktifitas pertokoan, perkantoran, sarana ibadah dan militer yakni 60 – 70 dB (Kepmen LH, 1996). Dampak kebisingan yang ditimbulkan dari kepadatan arus kendaraan di Distrik Abepura terhadap masyarakat yakni gangguan kesehatan, diantaranya; Gangguan Pendengaran Sementara, Gangguan Komunikasi, Peningkatan Emosional dan Gangguan Konsentrasi. Konsep pengendalian kebisingan dengan cara : Penamaman jenis tanaman dengan kerapatan daun dan kelenturan batang seperti ; pohon pinus, semak, bambu, soka, dan perdu-perduan, pengendalian sumber bunyi bising seperti knalpot, penempatan lokasi penggunaan lahan seperti Sarana Pendidikan dan Rumah Sakit dan Sarana Peribadatan dipastikan berpagarkan tanaman pelindung.
ANALISIS RASIO CAMEL UNTUK MENENTUKAN KINERJA BANK PADA PT. BPD PAPUA Ahadi Rerung
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kondisi kesehatan PT. BPD Papua. Faktor-faktor yang digunakan dalam penentuan kondisi bank adalah rasio keuangan CAMEL sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia. Penelitian ini dilakukan di PT. BPD Papua. Data yang digunakan adalah laporan keuangan PT. BPD Papua selama lima tahun dari tahun 2009 sampai tahun 2013. Proses analisis rasio dilakukan dengan menghitung rasio keuangan CAMEL yang terdiri dari CAR, BDR, PPAP, NPM, ROA, BOPO, dan LDR untuk mengetahui kondisi kesehatan PT. BPD Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR, rasio Pemenuhan PPAP, dan rasio ROA lebih besar dari rasio minimal kriteria bank sehat. Sedang BDR, rasio BOPO, dan LDR lebih kecil dari rasio maksimal kriteria bank sehat. Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan aspek Capital, Asset Quality, Earning, dan Liquidity Bank Papua dalam kategori bank sehat. Sedangkan tingkat kesehatan PT. BPD Papua pada aspek manajemen yang diproksi dengan rasio NPM, menujukan bahwa rasio NPM lebih kecil dari rasio minimal kriteria bank sehat. Sehingga berdasarkan rasio NPM, PT. BPD Papua dikategorikan bank tidak sehat (NPM < 51,0%). Berdasarkan tata cara penilaian tingkat kesehatan bank umum yang mencakup penilaian terhadap faktor-faktor CAMEL, diketahui bahwa PT. BPD Papua pada tahun 2009 – 2013 berada pada predikat cukup sehat atau berada pada kondisi tidak bermasalah.
PENGARUH DANA BAGI HASIL (DBH), DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TERHADAP DANA PERIMBANGAN DI KOTA JAYAPURA Anita Latuheru
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dana Bagi Hasil (DBH),Dana Alokasi Umum (DAU),Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Dana Perimbagangan Di Kota Jayapura. Penelitian ini dilakukan di Kota Jayapura. Pengumpulan data melalui kualitatif dan kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan data dari instansi terkait dan metide yang di gunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini dengan mengunakan metode regresi berganda. Hasil penelitian memunjukan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH),Dana Alokasi Umum(DAU),Dana Alokasi Khusus (DAK) memberikan pengaruh yang signifikan dalam mempengaruhi Dana Perimbangan Kota Jayapura. Dimana Dana Perimbagan secara langsung sebesar -0.023. Dana Alokasi Umum (X2) yang diukur dengan Dana perimbagan secara langsung sebesar 0.958,sedangkan Dana Alokasi Khusus (X3) yang diukur dengan Dana Perimbangan secara langsung sebesar 0,053, kemudian Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (X1),Dana Alokasi Umum (X2), dan Dana Alokasi Khusus (X3) secara bersamasama mempunyai hubungan memberikan pengaruh siknifikan terhadap Dana Perimbangan sebesar 0.999 %, dan sisinya yaitu 1% dipengaruhi oleh variabel lain.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN JASA PETI KEMAS Victor F. Pasalbessy
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1). menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan harga berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan pelanggan; (2). menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan harga berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan pelanggan; (3). mengetahui variabel yang berpengaruh secara dominan terhadap kepuasan pelanggan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa analisis secara simultan dapat diketahui bahwa : jika kualitas pelayanan (X1) dan tingkat harga (X2) meningkat, maka akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Hubungan antara X1 dan X2 terhadap Y sangat sama-sama memberikan kontribusi dalam mempengaruhi Y (kepuasan pelanggan) sebesar 74,90% sedangkan sisanya 25,10% dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain. Secara parsial diketahui bahwa: apabila kualitas pelayanan (X1) sama dengan nol maka akan diperoleh besarnya kepuasan pelanggan sebesar 8,933. Selanjutnya jika kualitas pelayanan dinaikkan 1 satuan, maka akan menyebabkan kenaikan kepuasan pelanggan sebesar 0.385. Sedangkan hubungan antara kualitas pelayanan (X1) terhadap kepuasan pelanggan sebesar 0,492, sehingga dapat dikatakan bahwa Kualitas Pelayanan memberikan kontribusi kepada kepuasan pelanggan sebesar 24,20 persen, dan sisanya 75,80 persen dipengaruhi oleh variabel lain. Selanjutnya apabila tingkat harga (X2) sama dengan nol maka akan diperoleh besarnya kepuasan pelanggan sebesar 3,292. Selanjutnya jika tingkat Harga dinaikkan 1 satuan, maka akan menyebabkan kenaikan kepuasan pelanggan sebesar 1,092. Sedangkan hubungan antara tingkat Harga (X2) terhadap kepuasan pelanggan sebesar 0,861, sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat Harga memberikan kontribusi kepada kepuasan pelanggan sebesar 74,20 persen, dan sisanya 25,80 persen dipengaruhi oleh variabel lain. Dari hasil analisis baik secara simultan dan secara parsial dapat diketahui bahwa secara dominan dapat dilihat bahwa variabel harga (X2) yang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap variabel kepuasan pelanggan (Y)
THE DEVELOPMENT OF STUDENTS’ VOCABULARY THROUGH EXTENSIVE READING Sri Fitayanti
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Now daysit is very important to master English well, extensive reading can be used to improve the basic four skills of the students’. This research aimed to investigate to what extent the students developed their vocabulary through extensive reading. The research was an experimental study. The total of 76 IPS students participanting in the research were devided into two groups. 38 IPS 1 students were treated as the experimental group and another 38 IPS 2 students were treated as the control group. The experimental group was required to do extensive reading, while the control group asked to perform intensive reading. The research data were collected through a pre-test and post-test in vocabulary. The research result revealed that the students treated using the extensive reading technique could significantly improve their vocabulary compared to those students treated using the traditional method or the intensive reading technique. This could be seen as follows: (1) the mean value the students obtained in the pre-test was 75.93 and in the post-test was 89.93; (2) the T-test value of 44.61 was greater than the t-table value of 2.024 (44.61 > 2.024). Besides, the response of the experimental group to the questionaires was positive about the extensive reading method.
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN R-22 DAN HCR-22 PADA PENYIMPANGAN BUAH-BUAHAN M. Basri Katjo; Jufri Sialana
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran evaporator untuk penerapan R-22 dan HCR adalah sama. Untuk kapasitas pendingin yang sama, daya kompresor yang dibutuhkan, untuk penerapan HCR-22 adalah 0,05 kali dari daya yang dibutuhkan untuk penerapan R-22, dengan nisbah kompresi yang lebih rendah untuk HCR-22 dibandingkan R-22 maka kompresor pada penerapan HCR-22 akan bekerja lebih ringan dibandingkan R-22. Untuk kapasitas pendingin yang sama, maka penerapan HCR-22 akan bekerja lebih menghemat pemakaian energi dibandingkan dengan penerapan R-22 yakni ditunjukan dengan besar kompresor yang dibutuhkan.. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keunggulan dan kelemahan refigran HCR 22 pada penyimpangan buah-buahan menggantikan R 22 yang diketahui sebagai bahan perusak ozon dan Keungulan menggunakan refigran HCR 22 dibandingkan R 22 pada penyimpangan buah-buahan. Penelitian dilakukandengan cara mengkaji secara teori pada efek penerapan penggunaan R22 dan HCR-22 pada sistem.Variabel yang dihitung antara lain:ukuran pokok unit-unit pendingin yakni eevaporator,kondensor dan konpresor.Dan kemudian mengadakan percobaan untuk mengamati penomena yang berkaitan dengan penerapan HCR-22 sebagai drop-in subtitute pada sistem yang menggunakan R-22. Hasil analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa:dampak refrigerasi dengan temperatur yang sama untuk HCR-22 adalah 1,78 kali lebih besar dari R-22 untuk penerapan HCR-22, jumlah pemakaian refigeran turun 44% dibandingkan R-22 sehingga tangki penampung refigerant dapat dibuat lebih kecil.Ukuran kondensor untuk penerapan HCR-22 lebih kecil dibandingkan R-22 untuk kapasitas pendingin dan temperatur yang sama. Terdapat keuntungan dan kerugian yang dapat diperoleh dari penerapan HCR-22 pada unit pendingin R-22 dengan penggantian komponen, terdapat keuntungan dan kerugian yang dapat diperoleh dari penerapan HCR-22 dan pada unit pendingin R-22 tanpa penggantian komponen.
PENGARUH KONTRIBUSI SEKTOR TERSIER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA JAYAPURA PERIODE TAHUN 2006 - 2010 Maria Yuvita Gobay
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh kontribusi sektor tersier terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura selama periode 2006 – 2010. Pendekatan yang digunakan dalam mencermati pembangunan ekonomi di Kota Jayapura melalui pendekatan sektoral, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontribusi sektor tersier dalam pembentukan nilai tambah bruto terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura periode tahun 2006 – 2010, untuk mengetahui laju pertumbuhan sektor tersier terhadap pembentukan nilai tambah brutodi Kota Jayapura periode tahun 2006 – 2010 serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sektor tersierdi Kota Jayapura periode tahun 2006 - 2010. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode pengamatan dari tahun 2006 – 2010, yang meliputi variabel Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000, sektor-sektor ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Spesifikasi model dan alat analisis yang digunakan sebagai dasar pengukuran dalam penelitian ini meliputi, analisis kontribusi sektoral, analisis pertumbuhan ekonomi dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur perekonomian di Kota Jayapura sangat mengandalkan sektor tersier sebagai “leading sector”. Sektor tersier memberikan andil yang sangat besar bagi perekonomian di Kota Jayapura bila dibandingkan dengan sektor primer dan sektor sekunder. Kontribusi sektor tersier selama kurun waktu 2006 – 2010 di atas 60% sementara sektor sekunder sekitar 20% dan sektor primer hanya sebesar di atas 5%. Laju pertumbuhan sektor tersier selama periode 2006 – 2010 yang berada di atas 10% pada tahun 2006, tahun 2008, tahun 2009, dan tahun 2010 sebesar 12.56%, 15.58%, 21.56% dan mengalami penurunan pada tahun 2010 dengan laju pertumbuhan sebesar 17.42%. Sedangkan pada tahun 2007 laju pertumbuhan sektor tersier terendah, yaitu hanya sebesar 9.22%. Berdasarkan analisis hasil regresi maka kontribusi sektor tersier berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura selama periode 2006 – 2010.
PENERJEMAHAN NOMINA BAHASA INGGRIS PADA NOVEL THE PENDERWICKS KARYA JEANNE BIRDSALL KE DALAM BAHASA INDONESIA TERWELINE TAPILATU
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research, which is a qualitative one, aims at describing how nouns in the novel The Penderwicks are translated into Indonesian and how the procedures used in translating the nouns affect the equivalence between the source and target texts as well as the acceptability and naturalness of the target text. The data were collected from two documents, i.e. the English novel The Penderwicks: a Summer Tale of Four Sisters, Two Rabbits, and a Very Interesting Boy by Jeanne Birdsall and its translation ‘Keluarga Penderwick: Kisah Musim Panas Empat Kakak-Beradik Perempuan, Dua Kelinci, dan Seorang Anak Laki-Laki yang Menarik’ in Indonesian, and were analised using the content analysis method. The findings show that the English nouns were translated into different forms and meanings by using eight procedures i.e. shifts, modulation, contextual conditioning, naturalisation, transference (borrowing), translation by omission, translation by paraphrase using a related word, and translation by paraphrase using unrelated words. The purposes for applying these various procedures are mainly to bridge the differences between both languages including their cultures, produce natural equivalents in the target text, adjust the context of utterance in the source text into the target one, overcome the lack of vocabulary in the target text, produce effective sentences, and clarify the source text meaning. The use of some of these procedures has resulted in the shift of meaning but there is no significant distortion of meaning. The translation text is generally intelligible, acceptable, natural and considered appropriate for its intended readers, i.e. children.
ANALISIS KUALITAS AIR BAKU DALAM RANGKA PENYEDIAAN AIR MINUM BAGI MASYARAKAT PEDESAAN DI WILAYAH PESISIR DISTRIK SENTANI Tri Winarno
DINAMIS Vol 1 No 12 Juli (2016): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distrik Sentani adalah salah satu dari 9 (sembilan) Distrik yang ada di Kabupaten Jayapura. DistrikSentani terdiri dari 9 (sembilan) bagian antara lain 3 (tiga) Kelurahan dan 6 (enam) Kampung. Penelitiian inidilakukan atau dikhususkan pada 5 (lima) Kampung yang terletak di pinggiran danau Sentani yang antara lain,Ifar Besar, Yobeh, Ifale, Yoboy, dan Hobong. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan airbaku oleh masyarakat, kualitas air baku yang dipakai dan menentukan altenatif pengolahan air minum untukmasyarakat kampung di lokasi penelitian. Prosedur penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengantahapan penelitian yaitu : pertama, teknik pengumpulan data meliputi primer dan sekunder, kedua identifikasimasalah, ketiga penentuan variable yang meliputi parameter Fisik : pH, Warna, dan TDS, parameter Kimia :Besi (Fe) dan Kesadahan Total, serta parameter Biologis : E-Colli dan Colli Form, keempat analisis data yangmeliputi kualitas air baku yang digunakan.Masyarakat di lokasi penelitian cenderung menggunakan air sumur dari pada air danau, dimana 4 (empat)kampung menggunakan air tanah (sumur) sebagai air baku untuk kebutuhan air minum, kampung-kampungtersebut antara lain : Ifar Besar, Yobeh, Ifale, dan Yoboi. Hasil pemeriksaan sampel air menunjukan bahwakualitas air bakutelah tercemar oleh bakteriologis yaitu E-Colli dan Colli Form yang memiliki nilai lebih tinggidari standar kualitas air minum oleh Per Men Kes RI No 416 tahun 1990. Perlu diadakan suatu solusi bagimasyarakat dengan suatu sistem pengolahan secara desinfeksi dengan skala kecil yang mampu mencukupipenyediaan air baku pada setiap kampung.

Page 1 of 1 | Total Record : 9