cover
Contact Name
Gusti Randa
Contact Email
gustiranda065@gmail.com
Phone
+6285365593031
Journal Mail Official
fai.umsb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasia Kandang No 4, kec. Koto Tangah Kota Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Kajian dan Pengembangan Umat
ISSN : 2356413X     EISSN : 27158403     DOI : -
Jurnal Kajian dan Pengembangan umat memuat tentang kajian keislaman dalam berbagai bidang, seperti : 1.Pendidikan Islam 2.Ekonomi Islam 3.Hukum Islam dan lain sebagainya. Untuk spesifikasi kajian ditentukan dalam setiap Volumenya, hal ini dimaksudkan agar setiap hasil research dan pemikiran Sumber Daya Manusia pada bidang keislaman dapat diinformasikan kepada setiap yang membutuhkan informasi yang bersifat ilmiah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018" : 10 Documents clear
PENDIDIK SEBAGAI KONSELOR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM surya surya
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1121

Abstract

Manusia dibekali oleh Allah dengan berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui pendidikan, dalam mengembangkan potensi tersebut, manusia mempunyai kemampuan yang bervariasi. Oleh karena itu, manusia membutuhkan bantuan orang lain seperti pendidik dalam mengatasi masalahnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hakikat pendidik sebagai konselor dalam perspektif Pendidikan Islam. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan baik berupa buku, jurnal, maupun sumber-sumber lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidik sebagai konselor merupakan pekerjaan yang sangat mulia, maka mendidik bobotnya adalah pembentukan sikap mental atau kepribadian peserta didik sehingga memiliki akhlak (karakter) yang terpuji, hal ini yang membedakan pendidikan Islam dengan pendidikan non Islam. Kata Kunci: Pendidik, Konselor, dan Pendidikan Islam 
SIGNIFIKANSI MASLAHAT DALAM SUPPLY AND DEMAND: ANALISIS MAKNA SEJAHTERA PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH mursal rambe
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1116

Abstract

Kepuasan menjadi salah satu pengerak dinamika ekonomi melalui hukum kausalitas supply dan demand. Keinginan individu-individu untuk “mensejahterakan” dirinya menjadi  faktor yang melahirkan kegiatan ekonomi. Kepuasan, yang selalu berubah,  juga menimbulkan partisipasi antar individu, keluarga, dan unit-unit organisasi sosial lainnya. Ekonomi syariah memandang bahwa pencapaian maslahah merupakan tujuan terpenting (maqashid syariah) dari aktivitas ekonomi, termasuk dalam supply and demand. Teori maslahah menegaskan bahwa kualitas hidup tidak hanya diukur kemampuan memenuhi kesejahteraan material saja, tapi juga  kesejahteraan non spritual. Konsekuensi logisnya, objek konsumtif dalam ekonomi syariah hanya barang atau jasa yang memberikan mashlahah. Selanjutnya, motif supply and demand dalam perspektif ekonomi syariah didasarkan pada skala prioritas kemaslahatan atau need, tidak didasarkan pada keinginan (iradah)   atau want. Kata Kunci: Maslahat, demand, supply, kesejahteraan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 19 LUBUK ALUNG Vini Wela septiana
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1120

Abstract

Penelitian berawal dari dari kenyataan di kelas V sekolah dasar negeri 19 lubuk alung. Dalam pembelajaran guru belum menggunakan media yang sesuai dengan materi pembelajaran, kurangnya rasa percaya diri peserta didik dalam mengemukakakan pendapat, kurangnya pemahaman peserta didik dalam pembelajaran dan sering terlihat bosan, sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perencaaan, pelaksanaan dan peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan menggunakan media audio visual di kelas V Sekolah Dasar Negeri 19 Lubuk Alung. Kata Kunci      : Hasil Belajar, Media Audio Visual
PEMBELAJARAN NAHWU DENGAN NAZHAM ALFIYAH IBN MALIK Studi Kasus di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Tasik Malaya pahri lubis
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1117

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan Naddaf (1981) dan Koch (1983) yang  memandang karya seni seperti nazam (puisi) hanya menyenangkan dan mudah dihafal namun tidak punya nilai sama sekali. Penelitian ini ingin menguatkan hasil kajian dari Qurah (2001), al-Ghunaiman (2003) menyatakan ilmu nahwu sebagai aspek terpenting dalam memahami bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan sumber kepustakaan dan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nazham alfiyah ibn Malik selain berfungsi sebagai sumber belajar nahwu juga berfungsi sebagai metode pembelajaran. Pembelajaran nahwu dengan pendekatan nazham Alfiyah pada pondok pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Tasik Malaya cukup menggembirakan hal ini dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diperoleh pesantren dalam perlombaan bidang kitab kuning. Selain itu, penyajian nahwu dengan nazham Alfiyah sebagaimana diterapkan di pesantren Baitul Hikmah adalah seperti Sorogan, Wetonan atau bandungan, halaqah, hafalan atau tahfiz, hiwar atau musyawarah, bahtsul masa’il (mudzakarah), fathu al-kutub, muqaranah dan muhawarah/ muhadathah, kisah Qu’ani, ‘ibrah mau’izah, tajribi, dan uswatun hasanah. Secara umum, tidak ada perbedaan dengan yang ada pada pesantren lain, namun secara khusus penggunaan beberapa pendekatan di atas pada pesantren Baitul Hikmah memiliki keunikan sehingga menjadi inovasi baru dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya bidang gramatikanya. Kata Kunci: pembelajaran nahwu, pendekatan nazham, ibn Malik
PENGGUNAAN METODE EKLEKTIK ( THARIQAH INTIQOIYYAH) TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI AKPER AISYIYAH PADANG fitrialrasi fitri
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1122

Abstract

Munculnya metode Eklektik ini merupakan kreativitas para pengajar bahasa asing  untuk mengefektifkan proses belajar mengajar bahasa asing. Metode ini juga memberi kebebasan kepada mereka untuk menciptakan variasi metode.Tujuan metode ini jelas sekali, yaitu merupakan pendekatan pembelajaran bahasa arab untuk seluruh materi bahasa yang merupakan sebuah pendekatan yang sangat sempurna serta sesuai bagi orang non arab yang belajar bahasa. Pada dasarnya metode ini bisa menjadi sangat ideal jika didukung oleh penguasaan pengajar yang memadai terhadap berbagai macam metode, sehingga dapat mengambil secara tepat segi-segi kelebihan dari setiap metode dan menyesuaikannya dengan kebutuhan program pembelajaran bahasa Arab yang ditangani dan menerapkannya secara profesional. Penggabungan metode-metode ini dapat ditempuh melalui memperpendek durasi waktu antara latihan manipulatif dan latihan komunikatif, dan memodifikasi bahan ajar seperti menggeser materi gramatika dari model deduktif menjadi induktif, dari pengetahuan menjadi penerapan. Bentuk penggabungan yang lain bisa berupa penambahan porsi latihan yang kongkrit. Kata kunci : Metode Eklektik, Pembelajaran Bahasa Arab
HAKIKAT DAN MAJAZ DALAM AL-QUR’AN DAN SUNNAH firdaus firdaus
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1118

Abstract

Kedudukan Hukum Antara Hakikat dan Majaz. Majaz adalah cabang, sedang hakikat adalah pokoknya. Karena itu majaz tidak bisa ditetapkan menjadi sebuah hukum kecuali adanya kesulitan ketika menggunakan hakikat, oleh karena itu majaz masih membutuhkan qarinah. Para ulama banyak yang berbeda pendapat tentang penggunaan majaz sebagai ganti dari hakikaat. Abu hanifah menjelaskan bahwasannya majaz bisa mengganti kedudukan hakikat hanya dari segi lafadnya saja tidak sampai kepada hukumnya, karena hakikat dan majaz adalah merupakan sifat suatu lafad dan bukan sifat suatu makna. Contohnya adalah lafad ألشجاعة yang mengganti lafad هذا أسد. Lafad ألشجاعة menurut Abu hanifah hanya mengganti dari segi bahasanya saja, sedang lafad هذا أسد menurutnya adalah hewan yang terkenal mempunyai sifat berani. Dua orang ulama berpendapat bahwasanya pergantian itu adalah pada hukum atau maknanya juga, bukan pada lafad atau bahasanya saja, karena pergantian yang menyentuh aspek hukum itu lebih utama daripada hanya sekedar lafad atau bahasanya saja. Contohnya seperti lafad di atas yang menunjukan konsistensi sifat harimau yang berani. Kata Kunci: Hakikat, Majaz, Al-Qur’an dan Sunnah
MANUSIA DALAM AL-QURAN DAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN bambang bambang
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1123

Abstract

Memahami hakikat pendidikan tidak dapat dipisahkan dari memahami hakikat manusia. Manusia dalam perspektif Al-Quran adalah makhluk dualis (jasad dan ruh). Demikian seharusnya pendidikan yang diselenggarakan tidak hanya melihat sebatas yang bersifat rasionalis empiris, tetapi juga yang bernilai rohani (agamis). Penulisan bertujuan bahwa pemahaman yang utuh terhadap manusia akan melahirkan pandangan pendidikan yang tidak dikotomik. Metode penelitian yang digunakan merupakan studi literatur atau penelitian pustaka, yaitu merujuk kepada data-data karya ilmiah yang berkaitan dengan penelitian. Simpulan dari penelitian ini yaitu pemahaman yang benar terhadap diri manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani akan melahirkan worldview pendidikan yang berorientasi duniawi dan ukhrawi.Kata Kunci : Manusia, Al-Quran, Pendidikan, Worldview
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 07 IKUR KOTO PADANG Dini Susanti
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1119

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi, fenomena yang peneliti temukan dalam pembelajaran PAI yaitu 1. media yang digunakan guru kurang bervariasi karena guru cenderung menggunakan media yang ada dibuku, 2. pembelajaran hanya terfokus pada guru saja, 3. keingintauan peserta didik sangat rendah karena tidak ada yang bertanya tentang materi yang disampaikan oleh guru, 4. peserta didik merasa bosan dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas, ini terlihat dari peserta didik yang keluar masuk kelas, sibuk dengan aktifitasnya sendiri dan tidak mendengarkan guru menerangkan materi pelajaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, yaitu menghubungkan antara dua variabel antara penggunaan media pembelajaran (X) dan hasil belajar PAI (Y). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 21 orang, penelitian ini adalah penelitian populasi karena semua populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, setelah data diperoleh maka peneliti manganalisa data tersebut dengan rumus persentase dan korelasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Penggunaan media pembelajaran termasuk pada klasifikasi kurang baik dengan rata-rata 46,71 terletak pada interval 43 – 48 frekuensi 11 dan persentase 52,38%, (2) Hasil belajar peserta didik termasuk klasifikasi rendah dengan rata-rata 67,81, terletak pada interval 59 – 68 frekuensi 5 dan persentase 23,81%, (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar PAI peserta didik kelas V SD Negeri 07 Ikur Koto Padang, pada pengujian diperoleh r hitung 0,445, n 21, dan r tabel sebesar 0,433. Jadi penggunaan media pembelajaran kurang baik dan hasil belajar pendidikan agama Islam peserta didik rendah, maka terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar pendidikan agama Islam. Kata Kunci: Penggunaan Media Pembelajaran, Hasil Belajar
Membangun Karakter Anak dalam Keluarga (Homeschooling dalam Aqidah Islam) mahmud ali
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1129

Abstract

Perkembangan teknologi abad 21 telah mengarahkan anak dalam bagian dari komunitas global sehingga mereka memerlukan keseimbangan dalam pendidikan. Home schooling memiliki peran penting dalam membangun karakter anak dengan pemenuhan keseimbangan perkembangan. Hal ini disebabkan pemberitaan tentang tindakan amoral yang dilakukan oleh anak seperti kekerasan, kecanduan napza, cyberbullying, cyberporn (pornografi lewat jaringan komputer). Tindakan amoral tersebut bukan mencerminkan ajaran Islam. Home schooling melalui aqidah Islam dirasa akan mampu menghadapi degradasi nilai moral. Home schooling berbasis aqidah Islam menjadi sebuah alternatif dalam pencarian sistem pendidikan yang sesuai bagi kebutuhan anak Alasannya ialah pendidikan merupakan bagian tanggung jawab keluarga dalam membentuk karakter anak untuk menanamkan nilai-nilai ajaran Islam. Anak akan menjadi generasi yang terbaik bagi keluarga dan masyarakat (khairu ‘ummah). Hal tersebut karena rumah adalah sekolah pertama bagi anak.Kata kunci: home schooling, keluarga, membangun karakter, aqidah Islam
MODULISASI KITAB KUNING BIDANG FIQH BERBASIS MATERI UAM DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM AIR PACAH mahyudin ritonga
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v1i1.1115

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini ialah berkaitan dengan fenomena penggunaan kitab kuning yang beranekaragam sebagai bahan ajar yang berorientasi pada pendalaman gramatika bahasa sementara aspek isi dari sumber belajar jarang tercapai, padahal pengetahuan isi tersebut dibutuhkan santri pada saat Ujian Akhir Madrasah nantinya. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang berorientasi pada materi UAM tingkat Tsanawiyyah. Pendekatan yang digunakan ialah research and development dengan metode penelitian kualitatif. Dalam pelaksanaannya penelitian ini terdiri tiga tahapan, yaitu tahap pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap pelaksanaan. Adapun teknik analisis data yang akan digunakan ialah teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermas. Dari studi pendahuluan diketahui bahwa materi kitab kuning yang perlu dikembangkan ialah hadas dan najis, shalat lima waktu dan hal-hal yang berkaitan dengannya, zikir dan doa, sujud, puasa, zakat, haji dan umrah, sedekah, hibah, dan hadiah, makanan yang halal dan haram, penyembelihan binatang, kurban dan akikah, jual beli dan qirad, riba, pinjam-meminjam, hutang-piutang, gadai, upah, pengurusan jenazah, ketentuan waris. Dalam mengembangkan materi-materi tersebut dengan tetap berbentuk kitab kuning peneliti melakukan kajian terhadap kitab-kitab kuning yang memuat materi tersebut yang kemudian menyusunnya dalam bentuk modul. Hasil uji coba, penilaian ahli menunjukkan materi yang dikembangkan lebih mudah dipahami santri dengan tetap menjaga kemampuan gramatika bahasa Arab. Kata Kunci: pengembangan; modul; kitab kuning; fiqih; UAM

Page 1 of 1 | Total Record : 10