cover
Contact Name
Yunita Djamalu
Contact Email
jag@poligon.ac.id
Phone
+6281244439447
Journal Mail Official
jag@poligon.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik Gorontalo, Jl. Muchlis Rahim< Panggulo Barat, Bone Bolango, Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Articles 50 Documents
MERINTIS DESA HIJAU MANDIRI MELALUI PROGRAM KEBUN BIBIT MASYARAKAT DI DESA PANGGULO BARAT, KECAMATAN BOTUPINGGE KABUPATEN BONE BOLANGO, PROVINSI GORONTALO Ika Okhtora Angelia
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.345

Abstract

Desa Panggulo Barat merupakan desa lingkar kampus dan hanya berjarak + 200 meter dari kampus Politeknik Gorontalo. Lokasi pemukiman warga di desa ini sebagian berada di tepi sungai Bone dan selebihnya di wilayah pegunungan yang tandus. Terdapat banyak lahan kosong di Desa Panggulo Barat yang belum dimanfaatkan, hal ini disebabkan karena kondisi tanah yang berkapur dan tandus serta kurangnya budaya menanam warga. Sebagian warga yang tinggal di tepian sungai Bone memiliki tanah yang cukup subur sehingga cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, tanaman hias daun dan tanaman biofarmaka. Namun masyarakat masih menggunakan benih yang ditanam berulang-ulang sehingga hasil panen tidak maksimal. Untuk itu diperlukan edukasi melalui upaya perbaikan perbanyakan tanaman yang dimulai dari teknik-teknik persemaian dan pemilihan bibit unggul yang bermutu sehingga memperoleh hasil panen yang baik serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan gizi masyarakat yang berasal dari hasil panen dari pekarangan rumah. Program PHBD ini bertujuan untuk memfasilitasi kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan pembibitan terutama di wilayah tempat tinggalnya. Metode pelaksanaan PHBD ini adalah melakukan pelatihan teknik persemaian, pemilihan bibit bermutu, pembuatan pupuk hayati dan kegiatan pemanfaatan lahan sempit dengan pembuatan instalasi vertikultur (urban farming). Hasil akhir yang telah didapatkan dari kegiatan PHBD ini adalah masyarakat menjadi terampil dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman dan dapat melakukan sendiri di masing-masing rumah warga sehingga lingkungan menjadi lebih hijau dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penjualan bibit tanaman.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS PERTANIAN MELALUI PEMBUATAN NUGGET JANTUNG PISANG DENGAN SUBSTITUSI KACANG TANAH DI DESA MOLAMAHU, KECAMATAN PULUBALA, KABUPATEN GORONTALO, PROVINSI GORONTALO Abdul Azis Hasan; Adnan Engelen; Desi Arisanti; Syaiful Umela; Ika Okhtora Angelia; Rosdiani Azis; Ingka Rizkyani Akolo
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.346

Abstract

Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian. Kecamatan Pulubala adalah salah satu kecamatan yang dipilih sebagai lokasi kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Luas wilayah Kecamatan Pulubala adalah 221 km2 atau sebesar 10,3% dari luas wilayah Kabupaten Gorontalo. Dilihat dari morfologi wilayah kecamatan Pulubala didominasi daerah dataran tinggi.Desa Molamahu di Kecamatan Pulubala terletak relatif jauh dari pusat Kabupaten Gorontalo yang berjarak sekitar ±26 km. Kondisi ini menyebabkan Petugas Penyuluh Pertanian jarang datang ke desa ini. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah dilakukan penyuluhan pertanian tentang pengolahan produk-produk pertanian khususnya jantung pisang. Kenyataan ini semakin membenarkan kondisi petani yang tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang cara-cara mengolah jantung pisang menjadi produk yang bernilai ekonomi yang baik. Diharapkan pada akhir kegiatan Program Kemitraan kepada Masyarakat (PKM) di Desa Molamahu ini adalah : Para anggota kelompok petani dapat dan terampil melakukan melaksanakan pengolahan jantung pisang yang merupakan bagian dari tanaman pisang serta para anggota kelompok terampil dan mandiri dalam mengolah berbagai produk jantung pisang menjadi nugget jantung pisang dengan penambahan kacang tanah dan terbentuknya unit usaha produktif pada kelompok mitra khususnya yang dikelola ibu-ibu rumah tangga keluarga mitra.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KELAUTAN DENGAN PENGOLAHAN KARAGINAN DI DESA TIHENGO KECAMATAN PONELO KEPULAUAN KABUPATEN GORONTALO UTARA Ika Okhtora Angelia; Abdul Azis Hasan; Adnan Engelen; Arif Murtaqi; Wila Rumina Nento
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.347

Abstract

Hasil laut yang dihasilkan di Provinsi Gorontalo Utara diantaranya adalah ikan, udang, lobster, kepiting dan rumput laut. Rumput laut merupakan komoditas kelautan yang paling banyak diminati. Namun inovasi bagaimana cara mengolah rumput laut menjadi produk olahan yang berdaya jual tinggi masih belum banyak diketahui oleh para nelayan. Daerah penghasil rumput laut terbesar di Provinsi Gorontalo ada di Kabupaten Gorontalo Utara pusatnya di Kecamatan Ponelo Kepulauan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan edukasi kepada kelompok pengolahan rumput laut di Desa Tihengo yang merupakan desa penghasil rumput laut terbesar di Gorontalo Utara dalam rangka menunjukkan bagaimana metode yang benar dalam memanfaatkan rumput laut menjadi olahan makanan yang bernilai jual tinggi sehingga terbangun sikap kemandirian warga dengan membuat produk itu sendiri melalui kelompok binaan masyarakat. Sehingga selain lingkungan menjadi bersih diharapkan masing-masing kepala keluarga memiliki usaha sampingan dari hasil penjualan olahan rumput laut tersebut sehingga bisa dijadikan tambahan pendapatan keluarga dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan seperti yang diharapkan pemerintah pusat maupun daerah. Pelatihan yang dilakukan meliputi pengolahan produk berbahan dasar rumput laut yaitu pelatihan pembuatan karaginan. Hasil akhir yang telah didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat menjadi terampil dalam melakukan kegiatan pengolahan karaginan dan dapat mengolahnya sendiri di masing-masing rumah warga sehingga dapat meningkatkan nilai jual dari rumput laut itu sendiri.
PENGEMBANGAN PRODUKSI VCO (VIRGIN COCONOUT OIL) UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA MELALUI SENTUHAN TTG (TEKNOLOGI TEPAT GUNA) DI DESA TONTULOW, KECAMATAN PINOGALUMAN, KABUPATEN. BOLAANG MONGONDOW UTARA, SULAWESI UTARA Yunita Djamalu; Evi Sunarti Antu; Max Kurniawan; Dayuwanto Harun
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.348

Abstract

Vco (Virgin Coconout Oil) merupakan minyak kelapa yang diolah secara tradisional oleh masyarakat didesa-desa yang mempunyai aroma dan rasa yang khas dan banyak digemari masyarakat Gorontalo. Tujuan jangka panjang program ini yakni mengembangkan produksi VCO (Virgin coconout oil) dalam skala industry rumah tangga dengan menggunakan alat teknologi tepat guna. Target khusus yang ingin dicapai yakni menjadikan desa Tontulowsebagai desa pusat produksi VCO di Gorontalo. Sasaran dari program yakni masyarakat penghasil VCO dalam skala kecil yang ada di desa Tontulow Kec. Botupingge Kab. Bone Bolango. Hal ini dipertimbangkan karena lokasi desa Tontulowbanyak ditumbuhi pohon kelapa dan ada beberapa kelompok masyarakat desa Tontulowpenghasil VCO yang belum lancar dan stabil dalam memproduksi virgin coconout oil. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pelatihan penggunaan alat Teknologi tepat guna dalam pengolahan VCO dalam skala industri rumah tangga. Untuk mendukung metode tersebut maka alur kegiatannya meliputi perancangan alat, pembuatan/fabrikasi alat, uji coba alat, serta memberikan pelatihan.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN MESIN PEMECAH BUAH KAKAO DI DESA BUBAA, KECAMATAN PAGUYAMAN PANTAI Romi Djafar; Siradjuddin Haluti; Yunita Djamalu; Sjahril Botutihe
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.349

Abstract

Masyarakat desa bubaa masih menggunakan cara-cara tradisional padahal teknik pengolahan buah kakao harus diperhatikan karena sangat menentukan mutu akhir produk kakao, hal itu berkaitan dengan proses pembentukan cita rasa khas kakao dan pengurangan cita rasa kakao yang tidak dikehendaki seperti rasa pahit dan sepet. Melalui teknologi pengolahan buah kakao masyarakat dapat memperoleh buah kakao yang lebih berkualitas dengan proses pengolahan yang lebih mudah dan relatif cepat yakni dengan mesin pemecah buah kakao. Luaran dan target capaian yang diharapkan adalah adanya draft buku ajar, menjadi rekomendasi untuk menggunakan dan memanfaatkan alat TTG Pemecah buah kakao dan diharapkan terjadi peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Desa Bubaa. Adapun metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan pelatihan guna memberikan informasi kepada masyarakat tentang alat dan bahan, cara kerja alat dan fungsi dari setiap komponen alat kemudian dilakukan pelatihan sekaligus demonstrasi alat dengan menggunakan 3 karung buah kakao dan melihat kinerja serta proses kerja alat pemecah buah kakao.
PEMANFAATAN IKAN ROA DALAM PEMBUATAN ABON DENGAN BERBAGAI VARIAN RASA DI SMKN 1 BATUDAA KABUPATEN GORONTALO Adnan Engelen; Syaiful Umela; Desi Arisanti; Abdul Azis Hasan; Rosdiani Azis; Ingka Rizkyani Akolo; Ika Okhtora Angelia
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.350

Abstract

Ikan roa merupakan ikan khas yang berasal dari Perairan Sulawesi. Di Gorontalo ikan roa ini mengalami pengasapan yang dikenal sebagai ikan Sagela. Lokasi pengabdian masyarakat oleh tim dosen Politeknik Gorontalo adalah SMKN 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo memiliki jurusan perikanan. Belum adanya inovasi pangan dari turunan produk ikan roa asap ini menjadikan ide dari tim dosen Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Gorontalo untuk mengolahnya menjadi abon. SMKN 1 Batudaa merupakan sekolah kejuruan yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil di tingkat menengah yang siap berwirausaha. Metode pelaksanan program, tidak hanya materi dalam bentuk audio visual yang diberikan namun peserta juga diberikan manual/panduan bagaimana tahapan dalam pembuatan abon ikan roa asap. Hasil setelah kegiatan ini didapatkan bahwa guru dan siswa SMK dari sekolah tersebut memperoleh keterampilan dalam pengolahan pangan khususnya ikan roa asap menjadi abon. Selain itu dapat dijadikan peluang berwirausaha bagi siswa dan sebagai inovasi pembuatan abon ikan Roa ini memperkaya rasa dan nilai gizi yang dikandungnya menjadi lebih bervariasi.
PELATIHAN PEMBUATAN ES KRIM DENGAN FORTIFIKASI PROTEIN HEWANI DI KABUPATEN POHUWATO Satria Wati Pade
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i2.363

Abstract

Pada umumnya masyarakat daerah kabupaten Pohuwato mengkonsumsi ikan tuna hanya dimasak untuk dijadikan lauk makan sehari-hari, sehingga timbul kecenderungan rasa bosan terhadap produk ikan tuna. Saat ini belum ada inovasi bagaimana diversifikasi pengolahan ikan tuna ini menjadi produk pangan yang memiliki cita rasa yang bisa disukai oleh semua kalangan masyarakat, Melihat kondisi tersebut tim pengabdian POLIGON ingin mencoba membuat inovasi pangan es krim berbahan dasar daging ikan tuna. Penambahan daging ikan tuna pada pengolahan es krim ini sebagai bentuk fortifikasi untuk mempertahankan atau meningkatkan kandungan protein hewani pada es krim. Tujuan mengikut sertakan ibu-ibu masyarakat desa pada kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan mereka tentang pengolahan daging ikan tuna, membangun jiwa kewirausahaan serta memperkenalkan kampus POLIGON sebagai salah satu kampus yang mempunyai visi dan misi untuk mencetak wirausaha muda di bidangnya. Permasalahan yang disepakati untuk diselesaikan bersama yaitu 1) Bagaimana meningkatkan kemampuan mitra untuk mengolah daging ikan tuna menjadi produk yang disukai, 2) Bagaimana membuat es krim fortifikasi protein hewani yang disukai, 3) Bagaimana membangun sinergitas antara pemerintah daerah Pohuwato dengan POLIGON untuk mengarahkan masyarakatnya agar dapat mengembangkan potensi daerah dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat. Adapun solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini yaitu 1) membangun kerjasama dengan pihak pemerintah kabupaten melalui kegiatan pelatihan yang dapat menjadi sarana informasi dan pengembangan keterampilan. 2)Es krim protein hewani bisa menjadi salah satu produk unggulan sehingga dapat membantu perekonomian Ibu-Ibu masyarakat di daerah kabupaten Pohuwato.
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DAN BRIKET Yunita Djamalu; Siradjiddin Haluti
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i2.365

Abstract

ABSTRAK Pengolahan sampah/limbah khususnya limbah rumah tangga saat ini sudah menjadi program utama pemerintah untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Pada kegiatan ini, limbah akan diolah menjadi pupuk kompos dan briket yang bisa digunakan ibu-ibu untuk mengantisipasi kekurangan gas elpiji. Karena selain penumpukan limbah pada hampir setiap rumah, pendistribusian Gas Elpiji juga menjadi satu persoalan yang dihadapi masyarakat. Akhir-akhir ini pendistribusian gas Elpiji sudah mulai dibatasi sehingga ibu-ibu rumah tangga mengalami kesulitan untuk mendapatkannya. Wilayah yang menjadi sasaran pada pelaksanaan kegiatan ini Kelompok ibu-ibu rumah tangga masyarakat Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa. Hasil diskusi dengan beberapa masyarakat Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa bahwa, salah satu yang menjadi persoalan utama pada masyarakat yakni adanya penumpukan sampah. Sampah menumpuk diakibatkan masih tercampurnya antara sampah basah dengan sampah kering. Sehingga sampah yang sudah kering menjadi lembab/basah dan tidak bisa dibakar. Hasil dari pelaksanaan PKM adalah sebagai berikut : (1) Jumlah peserta mencapai 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan beberapa orang aparat desa; (2) Peserta PKM yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga memberikan respon yang sangat baik dan mereka sangat tertarik dengan materi yang disampaikan. Karena limbah seperti limbah dapur/ sisa makanan dan daun-daun gugur yang ada dipekarangan rumah yang tadinya hanya dibuang/dibakar, ternyata bisa bermanfaat; (3) Pembuatan briket sangat menarik bagi peserta karena cara pembuatan yang sangat mudah dengan bahan dan alat yang mudah didapatkan serta mampu mengatasi masalah kekurangan gas elpiji.
PENGEMBANGAN PRODUKSI VCO (VIRGIN COCONUT OIL) UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA MELALUI SENTUHAN TTG (TEKNOLOGI TEPAT GUNA) DI DESA BUNTULIA BARAT, KEC. DUHIADAA KABUPATEN POHUWATO PROVINSI GORONTALO Evi S. Antu; Mustofa Mustofa
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i2.366

Abstract

Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa merupakan wilayah dengan tanaman kelapa yang cukup banyak. Lahan yang ditanami tanaman kelapa cukup luas, tetapi selama ini kelapa hanya diproduksi sebagai bahan baku pembuatan kopra saja. Setelah mengadakan survei tim PkM Politeknik Gorontalo memutuskan memilih masyarakat sasaran untuk program penyuluhan pembuatan Virgin coconout oil dengan setuhan alat TTG adalah warga di Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa. Hasil dari pelaksanaan pada kegiatan PkM sebagai berikut: (1) Jumlah peserta mencapai 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan beberapa orang aparat desa; (2) Peserta mendengarkan materi dengan seksama, dan memberikan respon dengan baik. Peserta sangat antusias dan mereka sangat tertarik dengan alat TTG yang dipresentasikan. Apalagi setelah mengetahui fungsi dari VCO yang sangat baik untuk kesehatan; (3) Selama ini, masyarakat desa Buntulia Barat mengolah kelapa lebih ke produksi minyak kelapa kampung dari pada VCO. Setelah mendengarkan penyuluhan tentang manfaat VCO bagi kesehatan maka masyarakat khususnya peserta dari kegiatan PkM sangat berantusias untuk mengolah kelapa menjadi VCO, khususnya melalui penerapan TTG.
PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK UNTUK MENUNJANG MEBEL ANTI RAYAP, JAMUR, DAN BAKTERI DI DESA BLADO KULON KECAMATAN TEGAL SIWALAN KABUPATEN PROBOLINGGO Imam Marzuki; Misdiyanto M; Hermanto H
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i2.368

Abstract

Banyaknya sampah yang berserakan telah menjadi ide dasar dalam pengabdian ini. Secara terminologi sampah tersebut dibagi menjadi sampah organik maupun sampah anorganik. Sampah dapat menyebabkan berbagai macam masalah, diantaranya menyebabkan lingkungan menjadi kotor, menyebabkan bencana banjir apabila menyumbat aliran sungai, bahkan bisa mencemari lingkungan dengan bau yang ditimbulkan. Oleh karena itu, muncullah gagasan untuk mengorganisir sampah hasil pembuangan rumah tangga, toko, maupun industri. Mengorganisir sampah organik amatlah mudah karena sifatnya yang mudah terurai. Namun, hal tersebut tidak berlaku dengan sampah anorganik. Sampah anorganik tidak bisa diuraikan, oleh karena itu diperlukan teknik khusus untuk menanganinya. Tempat tinggal mitra dalam pengabdian ini adalah di desa Blado Kulon kecamatan Tegal Siwalan kabupaten Probolinggo. Mitra sehari-hari membuka usaha mebel yang bahan dasarnya dari kayu. Namun pengusaha merasa kesulitan menemukan ciri khas dari mebel buatannya yang membedakan dari mebel-mebel lainnya. Disisi lain pengusaha juga tidak mampu memasarkan produknya secara optimal. Hal ini dikarenakan selain tidak memiliki ciri khas, koneksi dengan orang banyak juga tidak dimiliki pengusaha dalam memasarkan produknya. Berkaca terhadap permasalahan yang dihadapi mitra dan demi menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah khususnya sampah anorganik, maka pengabdian ini di fokuskan pada pemanfaatan sampah anorganik untuk menunjang usaha mebel anti rayap, bakteri dan jamur. Teknik yang dilakukan adalah mengumpulkan sampah anorganik, mengeringkannya dan kemudian membakarnya di tungku pembakaran yang telah disiapkan. Selanjutnya asap hasil pembakaran disimpan dengan alat penyimpan asap untuk kemudian asap di berikan kepada kayu bahan pembuat mebel. Teknik ini menurut beberapa penelitian dapat membuat mebel tahan rayap, bakteri, dan jamur. Setelah produk dihasilkan maka pengusaha dibantu dengan teknik pemasaran online (e-commerce). Hal ini bertujuan agar mempermudah pengusaha memasarkan produknya dalam jangkauan yang luas.