cover
Contact Name
Saharudin
Contact Email
din_linguistik@unram.ac.id
Phone
+6281917006020
Journal Mail Official
bastrindo-journal@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung E Lantai I FKIP Universitas Mataram Jalan Majapahit Nomor 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27236277     EISSN : 27234835     DOI : https://doi.org/10.29303/jb
Jurnal Bastrindo adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Jurnal Bastrindo hadir sebagai media untuk menyebarkan pikiran dan bertukar gagasan tentang wacana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Focus and Scope: Bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang mencakup pembelajaran dan ilmu bahasa dan sastra Indonesia; topik tentang pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia; linguistik Indonesia (termasuk linguistik daerah); sastra Indonesia (termasuk sastra daerah); dan penerjemahan (sastra asing ke bahasa Indonesia)
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020" : 3 Documents clear
TIPOLOGI KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL INTROVER KARYA M.F. HAZIM: KAJIAN PSIKOLOGI ANALITIK CARL GUSTAV JUNG: Personality Typology of The Main Character in The Introver Novel by M. F. Hazim : A Study of Analytic Psychology Carl Gustav Jung Miftahul Janah; Johan Mahyudi; Murahim
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i2.35

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul Tipologi Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Introver Karya M.F. Hazim: Kajian Psikologi Analitik Carl Gustav Jung. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Tipologi Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Introver karya M.F Hazim:Kajian psikologi analitik Carl Gustav Jung. Penelitian ini dibuat berdasarkan dua alasan, yaitu pertama, novel Introver memiliki psikologi yang menonjol terutama pada tokoh utama yang merupakan sosok pemuda yang mempertahankan prinsip dan keyakinannya sebagai seorang intover. Kedua, novel ini merupakan novel yang menarik dan banyak  mengandung pesan tentang kepribadian kaum introver yang belum banyak diketahui oleh orang lain.Bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Tipologi Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Introver karya M.F Hazim:Kajian psikologi analitik Carl Gustav Jung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Introver karya M.F Hazim. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan adapun tahapan dalam menganalisis data, yaitu pengumpulan data, mengelompokkan data, menganalisis data, penarikan kesimpulan. Cara pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan, baca catat, dan studi dokumenter. Adapun hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 kelompok data dalam novel Introver yaitu ekstrover-pikiran, ekstrover-perasan, ekstrover-pengindraan, ekstrover-intuisi dan introver-pikiran, introver-perasaan, introver-pengindraan, introver-intuisi. Abstract: This research is entitled Main Character Personaliti Typology in IntroverNovel by: M.F. Hazim: Carl Gustav Jung’s Analytical Psychology Study. The formulation of the problem in this study is how the typology of the main character’s personality in the introvert novel by: M.F. Hazim: Carl Gustav Jung’s Analytical Psychology study. This research is based on two reasons, first, introvert novels have a prominent psychology, especially in the main character who is an introverted figure. Secondly, this novel and contains many messages about the personality of the people that are not widely known by others. It aims to describe the typology of the main character’s personality in M.F. hazim’s Introverts Novel. The data in this study were analyzed using descriptive methods and the stages in analyzing the data, namely data coection, grouping data, analyzing data, drawing conclusions. Data collection is done by using literature techniques, reading notes, and documentary studies. The results showed that there were 8 groups of data in the novel introverted, namely thougt extrovert, preoccupied extrovert, sensory extrovert, intuition extrovert and thougt introvert, feeling introvert, sensory introvert, intuition introvert.
Perspektif dan Frame Ekspresi Permintaan Maaf dalam Diskusi Indonesian Lawyers Club “50 Tahun G30S/PKI, Perlukah Negara Minta Maaf?”: Kajian Linguistik Kognitif: Perspective and Frame on the Expression of Apology in Indonesian Lawyers Club Discussion “50 Tahun G30S/PKI: Perlukah Negara Minta Maaf?” : A Cognitive Linguistic Studies Imam Musyayyab; Sailal Arimi
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i2.48

Abstract

Abstrak: Pidato kepresidenan pada HUT RI ke-70 menuai kontroversi. Sebagian masyarakat berasumsi bahwa negara akan meminta maaf kepada para “korban” pelanggaran HAM yang merujuk kepada pihak Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada 29 September 2015, Indonesian Lawyers Club (ILC) menggelar diskusi dengan tema “50 Tahun G30S/PKI: Perlukah Negara Minta Maaf?” untuk menanggapi isu tersebut. Saat diskusi berlangsung, para tamu undangan saling tunjuk pihak yang seharusnya meminta maaf. Akibatnya, banyak sudut pandang yang membiaskan subjek yang seharusnya meminta maaf. Peneliti menelusuri fenomena ini lewat kajian Linguistik Kognitif untuk membongkar perspektif dan latar belakang pengetahuan (frame) permintaan maaf. Peneliti mentranskripsikan data dengan menggunakan metode simak teknik sadap dan catat. Setelah itu, peneliti mengklasifikasi dan menganalisisnya dengan metode padan. Hasilnya, perspektif mengenai wacana permintaan maaf terwujud dengan adanya pengutamaan (subjek) dari setiap ekspresi kebahasaan, yaitu perspektif dengan subjek pihak keluarga dan terduga PKI, perspektif dengan subjek pihak TNI AD, dan perspektif dengan subjek pihak NU dan Muhammadiyah. Peneliti mengklasifikasikan frame, pengetahuan yang melatari terbentuknya sebuah konsep, menjadi tiga frame yang berbeda berdasarkan waktunya, yaitu waktu sebelum peristiwa G30S (pihak NU dan Muhammadiyah), saat terjadi peristiwa G30S (pihak TNI AD), dan setelah peristiwa G30S (pihak keluarga dan terduga PKI). Abstract: The Presidential Speech at the 70th Indonesian Independence Day caused a controversy. Some people assumed that the state would apologize to the victims of the human rights violations mentioning the Indonesian Communist Party (PKI). On 29 September 2015, the Indonesian Lawyers Club (ILC) held a discussion bringing up the theme “50 Tahun G30S/PKI: Perlukah Negara Minta Maaf?” to respond to the issue. During the discussion, the invited guests pointed to each others who should apologize. The researchers investigate this phenomenon with Cognitive Linguistic studies to reveal perspectives and beckground knowledge (frames) of apologies. The researchers transcribed the data using the observation method of tapping and note-taking techniques. After that, the researchers classified and analysed using the matching method. Based on the analysis carried out, perspective on apologies are manifested by the prioritisation (subject) of each linguistic expression, i.e., perspectives with the subject of the family and suspected PKI, perspective with the subject of the Army (TNI), and perspective with the subjects of the NU and Muhammadiyah. In this study, the researchers classified three different frames, the knowledge behind the formation of a concept, based on the time, namely the time before the G30S incident (the NU and Muhammadiyah parties), the time of G30S event (TNI), and after the G30S (PKI family and suspected PKI).
Analisis Bentuk Pemendekan Kata dalam Permainan DoTA 2: Analysis of Words Abbreviation Form in DoTA 2 Game Rengki Afria; Gesang Tri Wahyudi
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i2.52

Abstract

Abstrak: Pemendekan komunikasi dalam pemainan DoTA 2 menarik untuk diteliti. Hal tersebut disebabkan kecepatan dan fokus pemain menjadi kunci utama dalam memenangkan permainan. Oleh karena itu, tentunya bentuk pemendekan dalam mempercepat proses komunikasi yang dilakukan oleh pemainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemendekan kata dalam komunikasi pada permainan DoTA 2. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh dari pemain DoTA 2. Objek kajian berupa tuturan dalam permainan yang menggunakan pemendekan. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian berupa singkatan yang terbagi menjadi (i) singkatan dua huruf sebanyak 30 data, yakni AA, AM, CK, BS, CM, DS, DK, DR, ES, LC, LS, OD, PA, PL, SK, SF, TA, TB, WR, BB, HP,  NM, TI, MT, PT, BM, SB, TP, DC, GG. (ii) singkatan tiga huruf sebanyak 6 data, yakni BKB, MKB, MMR, DPS, BRB, AFK (iii) singkatan empat huruf sebanyak 1 kata, yakni GGWP; akronim sebanyak 4 data, yakni QOP, MOM, DoTA, OL; kontraksi sebanyak 4 data, yakni Dipier, Upbrack, Lowbrack, Mismid; penggalan sebanyak 5 data penggalan tiga huruf pertama kata, yakni Bat, Sky, Sup, Agi, Pro; 8 penggalan empat huruf pertama kata, yakni Brew, Gyro, Morp, Omni, Tide, Agha, Deff,  Ulti, dan 10 pelepasan sebagian kata atau suku kata, yakni Alche, Centa, Invis, Jugger, Pango, Necro, Silen, Timber, Venge, Tarras; serta lambang huruf sebanyak 3 data, yakni P, B, G. Abstract:  The abbreviation of communication in the DoTA 2 game is interesting to study. This is because the speed and focus of the players are the main keys in the game. Therefore, of course abbreviation in accelerating the communication process carried out by the players. This study aims to describe the abbreviation of words communication in the DoTA 2 game. This research method is qualitative with a descriptive approach. Sources of data were obtained from DoTA 2 players. The object of the study of speech in games that use abbreviation. Data collection used the listening and proficient method. Data analysis used separate methods and techniques for direct elements. The results of the study are abbreviations divided into (i) two-letter abbreviations of 30 data, i.e. AA, AM, CK, BS, CM, DS, DK, DR, ES, LC, LS, OD, PA, PL, SK, SF, TA, TB, WR, BB, HP,  NM, TI, MT, PT, BM, SB, TP, DC, GG; (ii) three-letter abbreviations of 6 data, i.e. BKB, MKB, MMR, DPS, BRB, AFK; (iii) four-letter abbreviations of 1 data, i.e. GGWP; acronyms for 4 data, i.e. QOP, MOM, DoTA, OL; contraction of 4 data, i.e. Dipier, Upbrack, Lowbrack, Mismid; fragments of 5 pieces of the first three letters of the word, i.e. Bat, Sky, Sup, Agi, Pro; 8 fragments of the first four letters of the words, i.e. Brew, Gyro, Morp, Omni, Tide, Agha, Deff,  Ulti; and 10 partial releases of words or syllables, i.e. Alche, Centa, Invis, Jugger, Pango, Necro, Silen, Timber, Venge, Tarras; and symbol letters as much as 3 data, i.e. P, B, G.

Page 1 of 1 | Total Record : 3