cover
Contact Name
Saharudin
Contact Email
din_linguistik@unram.ac.id
Phone
+6281917006020
Journal Mail Official
bastrindo-journal@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung E Lantai I FKIP Universitas Mataram Jalan Majapahit Nomor 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27236277     EISSN : 27234835     DOI : https://doi.org/10.29303/jb
Jurnal Bastrindo adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Jurnal Bastrindo hadir sebagai media untuk menyebarkan pikiran dan bertukar gagasan tentang wacana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Focus and Scope: Bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang mencakup pembelajaran dan ilmu bahasa dan sastra Indonesia; topik tentang pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia; linguistik Indonesia (termasuk linguistik daerah); sastra Indonesia (termasuk sastra daerah); dan penerjemahan (sastra asing ke bahasa Indonesia)
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Juni 2021" : 3 Documents clear
Penggunaan Peranti Penghubung Antarkalimat dalam Teks Genre Naratif Buku Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas XI: The Use of Cohesive Devices Between Sentence in Narrative Genre Text of Indonesian Language Learning Book for XI Class Senior High School Ahmad Sirulhaq; Mahsun; Muhammad Sukri; Kaharuddin
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i1.121

Abstract

Abstrak: Dalam pembelajaran kekinian, penekanan dilakukan pada upaya kreatif pemanfaatan bahasa itu sendiri untuk tujuan-tujuan yang lebih praktis. Pandangan ini sering disebut sebagai pembelajaran bahasa berbasis teks. Seiring dengan berubahnya paradigma ini, salah satu kompetensi yang perlu diketahui oleh siswa Sekolah Menengah Atas dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah kemampuan memproduksi teks naratif, sebagaimana tertuang dalam silabus atau kurikulum 2013 (revisi 2017). Kemampuan memproduksi teks naratif itu sendiri tidak lepas dari kemampuan untuk menempatkan konjungsi, baik konjungsi antarkalimat maupun konjungsi antarparagraf. Ketepatan konjungsi antarkalimat maupun antarparagraf ini akan menjamin kekohesian dan kekoherensian paragraf itu sendiri, yang pada akhirnya akan melahirkan sebuah teks naratif yang baik. Akan tetapi, perlu kiranya untuk diperhatikan, apakah penggunaan konjungsi dalam buku pelajaran bahasa Indonesia dalam teks genre naratif sudah lengkap dan tepat atau tidak. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengelaborasi bentuk-bentuk konjungsi antarkalimat yang digunakan dalam teks genre naratif buku pelajaran bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013 (revisi 2017).  Abstract: In contemporary learning, emphasis is placed on creative efforts to use language itself for more practical purposes.  This view is often referred to as text-based language learning.  As this paradigm changes, one of the competencies that high school students need to know in learning Indonesian is the ability to produce narrative text, as stated in the 2013 syllabus or curriculum (2017 revision).  The ability to produce narrative text itself is inseparable from the ability to place conjunctions, both conjunctions between sentences and conjunctions between paragraphs.  The accuracy of the conjunctions between sentences and between paragraphs will ensure the cohesion and coherence of the paragraph itself, which in turn will create a good narrative text.  However, it is necessary to pay attention to whether the use of conjunctions in Indonesian language textbooks in narrative genre texts is complete and correct or not.  Therefore, this paper aims to elaborate the forms of conjunctions between sentences used in the narrative genre text of Senior High School  Indonesian language textbooks in 2013 Curriculum (2017 revision).
Model Dekonstruksi Metafora Naskah Merarik Kodeq Menyoal Penikahan Dini: Model of Metaphor Deconstruction of The Merarik Kodek Manuscript Concerning Early Marriage Rapi Renda
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i1.134

Abstract

Abstrak: Naskah merarik kodek merepresentasikan kritik terhadap fenomena pernikahan dini di masyarakat Lombok. Penelitian ini bertujuan mengkaji konflik pernikahan dini dalam naskah merarik kodek. Metode penelitian ini kualitatif jenis metode pustaka. Analisis data menggunakan dekonstruksi Derrida dalam memaknai konflik pernikahan dini yang disampaikan penulis melalui bahasa metafora. Sumber data adalah naskah merarik kodek karya Galih Mulyadi. Naskah merarik kodek terindikasi menggunakan bahasa metafora dalam menyampaikan konflik pernikahan dini. Dalam penelitian ditemukan: 1. metafora bentuk ekspresi transposisi yang tidak memiliki makna lain, seperti, a) Seratus delapan puluh derajat, b) Bantal tidur, c) Menyamankan lelap, d) Ia terbang jauh, e) Indahnya mimpi malam hari bantal tidur tak dirasa lagi, f) Diriku ya diriku, dirinya ya dirinya, g) Kebius manisnya cinta, di atas hamparan pasir yang sunyi, h) Diiringi canda manis ombak pasang yang berkejaran dan bisikan pasir yang terdengar sedikit menggoda, i) Berani melawan, j) Bapakmu dengan gagahnya, k) Melarikan, tulang punggung,  l) Benar-benar letih, m) Seorang perusak, dan n) Pembelaan diri yang menyakitkan hati; 2. metafora bentuk ekspresi transposisi yang memiliki makna lain (ekspresi transferensi), mempertemukan barterdisasi antara konflik peristiwa yang dialami tokoh pra dan pasca pernikahan yang menjelaskan sebab akibat dari ketidaksiapan remaja dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Abstract: The script of “Merariq Kodek” represents a criticism of the phenomenon of early marriage in Lombok. The aim of this study is to examine the conflict that happened in early marriage in “Merariq Kodek” script. The method of this study is used qualitative method. The data analysis is used Derrida's deconstruction in interpreting early marriage conflicts which the writer conveyed through metaphor language. The source of the data is based on Galih Mulyadi's “Merarik Kodek” script. The manuscript is indicated to use metaphor language which in early marriage conflicts. The results of this research were found; 1. Metaphors are form of transpositional expressions that has no other meaning, such as, a) One hundred and eighty degrees, b). Sleeping pillow, c) Soothing sleep, d). He flew far, e) The beauty of night dreams of sleeping pillows is no longer felt, f) Myself is myself, he is himself, g) The beauty of the sweetness of love, on the lonely stretch of sand, h) Accompanied by the sweet jokes of the waves and the whisper of sand that sounds a little seductive, i) Dare to fight, j) Your father bravely, k) Escape, backbone, l) Really tired, m) A destroyer, and n) Self-defense that hurts the heart. 2). The metaphor of  transpositional expressions has another meaning (transference expression). It  brings the exchange between the conflict events by pre-wedding and post-marriage figures which explain the causes of youth facing the marriage life.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Status dan Komentar di Media Sosial Twitter: Analisys of Language Errors on Status and Comments on Twitter Qoshirotu Thorfi Iftinan; Atiqa Sabardila
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i1.141

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesalahan berbahasa pada komentar di media sosial Twitter yang diunggah pada tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang terdapat dalam ruang percakapan milik @omarabdr_. Sumber data yang digunakan yaitu status dan komentar pada media sosial Twitter. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan metode padan dengan teknik hubung-banding menyamakan (HBS) dan hubung-banding membedakan (HBB). Hasil penelitian ini menemukan bahwa kesalahan berbahasa pada komentar di media sosial Twitter berupa (1) bidang kesalahan fonologi yang meliputi kesalahan huruf kapital berjumlah 10, kesalahan penggunaan fonem berjumlah 7, dan kesalahan penggunaan ejaan berjumlah 10; (2) bidang kesalahan morfologi yang meliputi kesalahan kata ulang berjumlah 8 dan penggunaan afiks berjumlah 3; (3) bidang kesalahan sosiolinguistik yang berupa campur kode dan alih kode berjumlah 10. Abstract: This article aims to identification the form of language errors in comments on Twitter as social media uploaded in 2021. This research method uses a qualitative descriptive method. The research data is in the form of word, phrases, clauses, and sentences contained in @omarabdr_’s conversation space. Sources of data used are status and comments on Twitter. Data collection techniques used reading and note-taking techniques. Analysis of the data using the matching method with the comparison-matching technique and the comparison-differentiating technique.  The results of this research found that language errors in comments on Twitter, namely (1) phonological error fields which include 10 capital letter errors, 7 phoneme usage errors, and 10 spelling errors; (2) morphological errors which includes rephrasing errors totaling 8 and the use of affixes totaling 3; (3) sosiolinguistic errors in the form of code mixing and code switching are 10.

Page 1 of 1 | Total Record : 3