cover
Contact Name
Saharudin
Contact Email
din_linguistik@unram.ac.id
Phone
+6281917006020
Journal Mail Official
bastrindo-journal@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung E Lantai I FKIP Universitas Mataram Jalan Majapahit Nomor 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27236277     EISSN : 27234835     DOI : https://doi.org/10.29303/jb
Jurnal Bastrindo adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Jurnal Bastrindo hadir sebagai media untuk menyebarkan pikiran dan bertukar gagasan tentang wacana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Focus and Scope: Bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang mencakup pembelajaran dan ilmu bahasa dan sastra Indonesia; topik tentang pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia; linguistik Indonesia (termasuk linguistik daerah); sastra Indonesia (termasuk sastra daerah); dan penerjemahan (sastra asing ke bahasa Indonesia)
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021" : 7 Documents clear
Informal Bound Morphs in Indonesian: Morf Terikat Informal dalam Bahasa Indonesia I Dewa Putu Wijana
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.213

Abstract

Abstrak: Makalah ini membahas penggunaan morf terikat informal dalam bahasa Indonesia. Ada beberapa masalah yang ingin dijawab, yaitu apa morf terikat bahasa Indonesia yang biasa ditemukan dalam situasi tutur informal, berbagai makna gramatikal dapat diungkapkan oleh morf terikat tersebut, dan bagaimana kata-kata yang mengandung morf tersebut dapat diparafrasekan untuk mengidentifikasi padanan formalnya. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari beberapa sumber dan menciptakan penggunaan kontekstualnya secara introspektif, ditemukan bahwa setidaknya ada lima morf terikat informal dalam penggunaan bahasa Indonesia. Beberapa dari morf terikat tersebut bersifat informal dalam semua penggunaan kontekstual, dan beberapa lainnya hanya demikian dalam mengungkapkan makna tertentu. Semua morf informal tersebut memiliki korespondensi formal meskipun dalam kasus yang sangat jarang parafrasenya tampak sangat aneh dan sulit dimengerti. Abstract: This paper deals with the use of informal bound morphs in Indonesian. There are several issues intend to be answered, i.e what are Indonesian bound morphs commonly found in informal speech situations, various grammatical meanings can be expressed by those bound morphs, and how the words containing such morphs could be paraphrased to identify their formal equivalents. By using data collected from several sources and creating their contextual usage introspectively, it is found that there are  at least five informal bound morphs in the use of Indonesian. Several of those bound morphs are informal in all contextual usages, and several others are  only so in expressing certain meanings. All of those informal morphs have formal correspondences eventhough in very rare cases the paraphrases seem very strange and hard to understand. 
KAJIAN NEW HISTORISME DALAM NOVEL HATI SINDEN KARYA DWI RAHYUNINGSIH: A Study Of New Historicism In The Novel Of Hati Sinden By Dwi Rahyuningsih Randa Anggarista; Lalu Nasrulloh; Munasip
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.253

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan perspektif new historisme dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Data dalam penelitian berupa teks, baik berupa kata, kalimat, atau wacana yang sesuai dengan rumusan masalah. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang diterbitkan oleh Diva Press pada tahun 2011. Instrumen dalam penelitian ini yaitu penulis yang berorientasi pada penelitian tentang sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu kategorisasi, deskripsi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih terdapat representasi sejarah Indonesia yaitu tentang Partai Komunis Indonesia. Kedua, representasi unsur budaya dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang terdiri dari unsur budaya pada sistem kesenian, sistem mata pencaharian hidup, dan sistem kepercayaan. Abstract: This research used new historicism perspective with the aim of identifying Indonesian history and culture in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih. The data in this research is the form of text, either the form of words, sentences, or discourse in accordance with the formulation of problem. The data source in this research is novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, published by Diva Press in 2011. The instrument in this research is the author who oriented towards research on Indonesian history and culture in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih. The data collection technique in this research was carried out in two stages, namely reading and taking notes. The data analysis technique was carried out in three stages, namely categorization, description, and presentation of the data. The results show that first, in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, there is a representation of Indonesian history, namely the Indonesian Communist Party. Second, the representation of cultural elements in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, which consists of cultural elements in the art system, livelihood system, and belief system.
Rekonkretisasi Pendekatan Komunikatif Via Model “Patang Go, Unine” Pembelajaran Paramasastra di SD Masa Pandemi Covid-19: Reconcretization of Communicative Approach Via Model “Patang Go, Unine” Paramasastra Learning in Elementary School During the Covid-19 Pandemic Agus Widiyanto
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.257

Abstract

Abstrak: Covid-19 menurunkan semangat belajar siswa pada pembelajaran  online. Guru harus mempunyai model pembelajaran yang menyenangkan. Penelitian ini memberikan sebuah nama model pembelajaran yang baru yang dikemas secara menyenangkan yang disebut dengan istilah model “patang go, unine”. Model ini terdiri dari  go-wa (golek swara), go-bung (golek tembung), go-kar (golek ukara), go-bar (golek gambar), dan unine (bunyinya). Model “patang go, unine” disajikan dalam tataran linguistik dan keterampilan berbahasa, yaitu golek swara  fonologi dan membaca, golek tembung pada morfologi dan mendengarkan-menulis, golek ukara pada sintaksis dan membaca-menulis, golek gambar pada aspek melihat, unine berada pada tataran morfologi dan sintaksis, serta berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi konkretisasi pendekatan komunikatif pada pembelajaran bahasa Jawa melalui model “patang go, unine”. Penelitian ini berfokus pada paramasastra ‘tata bahasa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini ialah siswa merasa tertarik dan antusias. Itu karena model “patang go, unine” dikemas dalam suatu permainan mencari bentuk satuan lingual dan dikombinasikan dengan e-modul dan video conference. Selain itu, siswa dapat meningkatkan penguasaan kosakata sehingga lebih memahami bacaan; meningkatkan keterampilan berbahasa dan  analisis fungsi sintaksis; membentuk pola pikir tentang pengetahuan paramasastra; membantu dalam penilaian satuan lingual; dan memperkenalkan budaya Jawa. Abstract: Covid-19 reduces students' enthusiasm for learning in online learning. Teachers must have a fun learning model. This research gives a name for a new learning model that is packaged in a fun way called the "patang go, unine" model. This model consists of go-wa (golek swara), go-bung (golek tembung), go-kar (golek ukara), go-bar (golek picture), and unine (golek). The “patang go, unine” model is presented at the level of linguistics and language skills, namely phonology and reading swara golek, tembung golek on morphology and listening-writing, ukara golek on syntax and reading-writing, picture show on seeing aspect, unine on the level of morphology and syntax, and speech. This study aims to describe the concretization innovation of a communicative approach to Javanese language learning through the "patang go, unine" model. This study focuses on paramasastra 'grammar'. This research uses classroom action research method. The results of this study are students feel interested and enthusiastic. That's because the “patang go, unine” model is packaged in a game to find the form of a lingual unit and is combined with e-modules and video conferencing. In addition, students can improve vocabulary mastery so that they better understand the reading; improve language skills and analysis of syntactic functions; form a mindset about paramasastra knowledge; assist in the assessment of lingual units; and introduce Javanese culture.
English: Pola Komunikasi di Pasar Tradisional “Pasar Sari Mulia” Kota Kapuas Syaifuddin; Natalina Asi; Elanneri Karani
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.260

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang investigasi pola komunikasi di pasar tradisional “Pasar Sari Mulia” di Kota Kapuas. Masalah utama dalam penelitian ini adalah pola komunikasi yang digunakan di pasar tradisional. Selain itu, penelitian ini juga menemukan tentang bagaimana komunikasi nonverbal pembeli dan penjual di pasar tradisional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan data dianalisis tentang pengaruh budaya suatu bahasa dan bagaimana bahasa itu sendiri akan membentuk suatu budaya dalam suatu domain. Data diperoleh dari observasi dan menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Banjar merupakan bahasa yang umum digunakan di pasar tradisional. Alih kode dan kalimat persuasif biasa digunakan dalam melakukan transaksi. Pembeli dan penjual menggunakan pola komunikasi yang unik dan komunikasi non-verbal terutama dalam menarik, proses tawar-menawar dan ekspresi penutupan perdagangan. Namun bagi penjual, komunikasi yang digunakan cenderung membujuk pembeli untuk segera membeli barangnya. Abstract: This research deals with the investigation of communication patterns in the traditional market “Pasar Sari Mulia” in Kapuas City. The major issues in this research were the communication patterns which were used in the traditional market. Besides, this research also found about how are non-verbal communication of buyer and seller in the traditional market. Using qualitative approach and the data were analyzed about culture influences a language and how language itself will make a culture in a domain. The data were gotten from observation and used library research. The results showed that the Banjarese language was a common language which was used in the traditional market. Code switching and persuasive sentence were commonly used in doing transaction. The buyers and sellers used unique communication patterns and non-verbal communication especially in attracting, bargaining process and closing expression of trading. However, for the sellers, the communication used tends to persuade buyers to immediately buy their goods.
Unsur Realisme dalam Naskah Drama Guru Bahasa Indonesia pada Pembelajaran Drama di SMAS Laboratorium Undiksha: Realism Elements in the Drama Script of the Indonesian Teacher at SMAS Laboratorium Undiksha Moch. Sugiono; I Nyoman Sudiana; I Nyoman Yasa
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.277

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur realisme di dalam naskah drama karya guru Bahasa Indonesia di SMAS Laboratorium Undiksha. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah naskah drama pada pembelajaran drama di SMAS Laboratorium Undiksha, khususnya yang digunakan sebagai bahan ajar pengganti naskah drama yang terdapat di dalam buku teks Bahasa Indonesia edisi revisi tahun 2017; di kelas XI pada Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Objek penelitian ini adalah unsur realisme di dalam naskah drama guru Bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur realisme yang terkandung di dalam naskah drama yang dibuat oleh guru Bahasa Indonesia di SMAS Laboroatorium Undiksha, meliputi: (1) realisme sosial, (2) realisme psikologis, dan (3) realisme magis. Unsur reaslisme sosial terdapat pada naskah berjudul Grubug dan Anjing Sambada; unsur realisme psikologis terdapat pada naskah berjudul Siapa Aku?; dan unsur realisme magis terdapat pada naskah berjudul Sungsang. Abstract: This research aims to describe the realism element in drama scripts by Indonesian teachers at SMAS Laboratorium Undiksha. The research method used is descriptive qualitative. The subjects of this research are drama scripts in drama learning at SMAS Laboratorium Undiksha, especially those used as teaching materials to replace drama scripts contained in the revised 2017 edition of Indonesian textbooks; in class XI in the Department of Mathematics and Natural Sciences (MIPA). The object of this research is the realism element in the drama script of the Indonesian teacher. The data collection method used is literature study. The results of this study indicate that realism elements contained in the drama script made by the Indonesian teacher at SMAS Laboroatorium Undiksha, include: (1) social realism, (2) psychological realism, and (3) magical realism. Social realism elements are found in the text entitled Grubug and Anjing Sambada; psychological realism elements are found in the manuscript entitled Siapa Aku?; Magical realism elements are found in the manuscript entitled Sungsang.
Perbandingan Leksikon Bahasa Jawa Dialek Malang dan Bahasa Jawa Dialek Blitar: The Lexicon Comparison of The Malang Dialect and The Blitar Dialect in Javanese Language Pradicta Nurhuda Dicta; Zainal Rafli; Siti Ansoriyah
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.278

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan leksikon bahasa Jawa dialek Malang dan bahasa Jawa Dialek Blitar berdasarkan bentuk dan makna kedua bahasa tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa leksikon yang terdapat dalam tuturan masyarakat bahasa Jawa dialek Malang dan masyarakat bahasa Jawa dialek Blitar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar berupa teknik simak, libat, dan cakap yang dilanjutkan dengan teknik cakap secara virtual dan teknik catat. Metode yang digunakan adalah metode agih dan padan. Analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik menyesuaikan dengan karakter data yang diperoleh dan tujuan penelitian, yaitu teknik pilah unsur penentu sebagai teknik dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat leksikon yang memiliki bentuk berbeda, tetapi maknanya sama pada bahasa Jawa dialek Malang (BJM) dan bahasa Jawa Dialek Blitar (BJB); (2) terdapat leksikon yang memiliki bentuk mirip dan makna yang sama pada bahasa Jawa dialek Malang (BJM) dan bahasa Jawa Dialek Blitar (BJB); dan (3) terdapat leksikon yang memiliki bentuk sama, tetapi maknanya berbeda pada bahasa Jawa dialek Malang (BJM) dan bahasa Jawa Dialek Blitar (BJB). Abstract: This study aims to compare the Javanese lexicon Malang dialect and the Blitar dialect based on the forms and meanings of the two languages. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The data in this study are in the form of lexicons contained in the speech of the Javanese language community in the Malang dialect and the Javanese language community in the Blitar dialect. Collecting data in this study using the observation method with basic techniques in the form of listening, engaging, and proficient techniques followed by virtual proficient techniques and note-taking techniques. The method used is the agih and matching method. The data analysis used is the equivalent method with the technique of adapting to the character of the data obtained and the research objectives, namely the technique of sorting the determining elements as a basic technique. The results of this study indicate that (1) there is a lexicon that has the different form and meaning in the Javanese Malang dialect (BJM) and the Javanese Blitar dialect (BJB); (2) there is a lexicon which has a similar shape and meaning in the Javanese Malang dialect (BJM) and the Javanese Blitar dialect (BJB); and (3) there is a lexicon which has the same shape, while the meaning is different in the Javanese Malang dialect (BJM) and the Javanese Blitar dialect (BJB).
NARASI PIDATO NADIEM MAKARIM PADA HARI GURU NASIONAL 2019: KAJIAN RELASI MAKNA SEMANTIK: Narrative of Nadiem Makarim's Speech on National Teacher's Day 2019: Study of Semantic Relations Nico Harared; Irfan Hadi
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.317

Abstract

Abstrak: Hari guru merupakan sebuah momentum saat para guru diberi amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan relasi makna yang digunakan oleh Mendikbud, Nadiem Makarim pada pidatonya di Hari Guru Nasional tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data diambil dari pidato Nadiem makarim. Pengumpulan data melalui metode observasi dan teknik catat. Analisis data menggunakan instrumen relasi makna yang mencakup sinonim, antonim, metonimi, polisemi, hiponimi dan kolokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato yang disampaikan oleh Medikbud Nadiem Makarim sedikitnya enam jenis relasi semantik, yaitu sinonimi, antonimi, metonimi, polisemi, hiponimi dan kolokasi. Sebagai rincian, terdapat enam relasi semantik seperti 12 sinonim, 10 antonim, 7 metonimi, 6 polisemi, 6 hiponimi dan 8 kolokasi. Simpulanya hasil dalam pidato yang cukup singkat ini menunjukkan adanya eksistensi teoretikal dan praktikal dari kajian semantik. Abstract: Teacher’s Day is monumental event for teacher to educate nation through educatinal level either elementary school, high school or university. This article aims at describing semantic relation in Nadiem Makarim speech on Teacher’s Day in 2019. The method of the research employs qualitative descriptive which is describing some matters relating to the problem found in the data source. The data was taken from Nadiem Makarim’s speech. Observational method with note-taking, watching are used to collect data. The writer uses semantic relation’s theory that covers synonymy, antonymy, metonymy, polysemy, hyponymy and collocations. The result shows semantic relation in Nadiem Makarim’s speech on Teacher’s Day 2019 in general. There are six semantic relations such as synonymy, antonymy, metonymy, polysemy, hyponymy and collocations. For the details, in the form of 12 synonymy, 10 antonymy, 7 metonymy, 6 polysemy, 6 hyponymy and 8 collocations. This speech shows the existance of semantic relation in theoretically and practically.

Page 1 of 1 | Total Record : 7