cover
Contact Name
Rizki Sofian
Contact Email
rizkisofian22@gmail.com
Phone
+6221- 27656912
Journal Mail Official
jdht.jkg1@gmail.com
Editorial Address
http://ojs.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/JKG/ET
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
ISSN : -     EISSN : 27231607     DOI : -
Core Subject : Health,
Focus and Scope JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy aims to facilitate researchers, especially in the field of health to disseminate the results of his research. And disseminate knowledge to build new knowledge to the general public. This journal contains a script on Health Sciences that includes: Dental Hygiene Dental Therapy Dental Assistant Dental Nursing Dentistry
Articles 34 Documents
KEBUTUHAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN LANSIA DI POLIKLINIK PERTAMEDIKA BEKASI PERIODE JANUARI-MARET TAHUN 2020: DENTAL AND MOUTH CARE NEEDS IN ELDERLY PATIENTS IN PERTAMEDIKA POLYCLINIC BEKASI PERIOD JANUARY-MARCH 2020 N. Eros Rosidah; Siti Nurbayani; Adelina Barus; Rizki Sofian; Tedi Purnama
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 1 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i1.115

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi yang paling menonjol di Indonesia adalah masalah kehilangan gigi akibat karies gigi. Dimana salah satu kelompok rentan terhadap penyakit gigi adalah lansia. prevalensi karies gigi kelompok umur 55-64 tahun sebesar 96,8% dengan indeks DMF-T 12,6 dan prevalensi penyakit periodontal sebesar 79,5% serta prevalensi kehilangan gigi sebesar 70,2%, artinya lansia memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi dalam perawatan gigi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebutuhan perawatan gigi dan mulut pada pasien lansia di Poliklinik Pertamedika Bekasi periode Januari - Maret tahun 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling sebanyak 66 responden. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh sebagian besar pasien lansia Poliklinik Pertamedika Bekasi di Poliklinik Pertamedika Bekasi berjenis kelamin perempuan sebayak 36 orang (54.5%) dan berusia > 60 tahun 41 orang (60.6%). Kebutuhan perawatan gigi dan mulut berdasarkan perceived need pada pasien lansia adalah penambalan sebanyak 36 orang (56.1%) dan kebutuhan perawatan gigi dan mulut berdasarkan evaluated need pada pasien lansia adalah tindakan ekstraksi 33 orang (48.5%)
RIWAYAT PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN INDEK def-t PADA ANAK USIA DINI DI TK PERTIWI IV PONDOK LABU: HISTORY OF FORMULA MILK WITHdef-t INDEXIN EARLY CHILDHOOD IN KINDERGARTEN PERTIWI IV PONDOK LABU 2020 Ngatemi Ngatemi; Jusuf Kristianto; Rini Widiyastuti; Tedi Purnama; Rahimah Laila Insani
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 1 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i1.119

Abstract

Latar Belakang: Salah satu kelompok rentan terhadap penyakit gigi adalah anak prasekolah. Hal ini dibuktikan dari hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa karies gigi pada anak usia 5-9 tahun sebesar 92,6% dengan indek def-t kelompok usia 5 tahun sebesar 8,1. Tingginya karies gigi susu disebabkan oleh kebiasaan minum susu formula, karena produk susu mengandung karbohidrat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran riwayat pemberian susu formula dengan indek def-t pada anak usia dini di TK Pertiwi IV Pondok Labu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan sampel penelitian menggunakan teknik purvosive sampling sebanyak 60 responden terdiri 30 orang tua dan 30 anak. Data yang digunakan yaitu data primer dengan memberikan kuesioner kepada orang tua dan pemeriksaan gigi untuk melihat karies gigi susu (def-t) pada anak. Hasil: Hasil penelitian diperoleh responden yang memiliki riwayat pemberian susu formula < 2 tahun sebesar 43.3% dan riwayat pemberian susu formula > 2 tahun sebesar 56.7%. Indeks def-t diperoleh 4.8 termasuk kategori tinggi. Untuk responden memiliki riwayat pemberian susu formula < 2 tahun yang memiliki karies rendah sebesar 10% sedangkan karies tinggi sebesar 26,7%, responden memiliki riwayat pemberian susu formula > 2 tahun yang memiliki karies rendah sebesar 3,3% sedangkan karies tinggi sebesar 60%. Untuk responden laki-laki memiliki karies rendah sebesar 3,3% sedangkan perempuan (10%), responden laki-laki memiliki karies tinggi sebesar 33,3% sedangkan perempuan sebesar 53,3%. Kesimpulan: Riwayat pemberian susu formula > 2 tahun memiliki indek def-t yang lebih tinggi dibandingkan dengan riwayat pemberian susu formula < 2 tahun.
PENATALAKSANAAN APD PADA PETUGAS KESEHATAN GIGI DI PUSKESMAS KECAMATAN KEPULAUAN SERIBU UTARA: OVERVIEW OF PPE MANAGEMENTOF THE DENTAL HEALTH WORKER IN DISTRICT OF NORTH KEPULAUAN SERIBU PUBLIC HEALTH CENTER Virginia Rizkaevita; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 1 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i1.120

Abstract

APD adalah alat yang digunakan untuk melindungi petugas dari semua jenis cairan tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi silang, sehingga penatalaksanaan APD sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada petugas kesehatan gigi di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara sangat penting digunakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan APD sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada petugas kesehatan gigi di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel 6 orang yang dilakukan dengan cara observasi dan analisa data berupa tabulasi dan narasi. Hasil penelitian penggunaan masker dan sarung tangan sebelum melakukan tindakan adalah penggunaan masker yang sesuai sebesar 100% sedangkan sarung tangan yang sesuai sebesar 56%-89%. Penggunaan masker dan sarung tangan sesudah melakukan tindakan adalah penggunaan masker yang sesuai sebesar 33%-67% sedangkan sarung tangan sebesar 83%-100%. Kesimpulan penelitian ini adalah penatalaksanaan APD sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada petugas kesehatan gigi di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara terdiri dari Puskesmas Kelurahan Pulau Harapan dan Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang telah dilaksanakan dengan baik.
AKTIVITAS RISIKO DAN STATUS STAIN EKSTRINSIK GIGI PADA MASYARAKAT RT 004 RW 001 KAMPUNG BALI TANAH ABANG: RISK ACTIVITIES AND DENTAL EXTRINSIC STAIN STATUS OF COMMUNITIES RT 004 RW 001 KAMPUNG BALI TANAH ABANG Ni Nyoman Kasihani; Rahaju Budiarti; Pudentiana RR.Re; Erwin Erwin; Anida Fathiya Mujahidah
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 1 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i1.121

Abstract

Latar belakang: Stain adalah endapan berpigmen pada permukaan gigi, salah satu penyebabnya adalah aktivitas pencetus resiko perlekatan warna seperti konsumsi minuman berwarna,dan me rokok yang meninggalkan tar kecoklatan pada kehitaman pada gigi yang terjadi secara perlahan selama periode waktu yang lama. Perubahan warna ini dapat menyebabkan masalah estetika yang dapat memberikan dampak psikologis yang cukup besar, terutama jika itu terjadi pada gigi anterior. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas resiko dan status stain ekstrinsik gigi masyarakat di komunitas RT 004 RW 001 di Kampung Bali Tanah Abang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. besar Sampel sampel 47 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Metode Pengumpulan Data dengan wawancara dan pemeriksaan stain pada gigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan kebiaasan merokok sebesar 32%, sampel dengan kebiasaan konsumsi minuman berwarna sebesar 96%. dan kategori stain ekstrinsik sampel umumnya pada kategori sedang sebesar 62%.
FAKTOR PENYEBAB TINDAKAN PENCABUTAN GIGI PERMANEN DI KLINIK KEMANG CONFI DENTAL CARE PERIODE JANUARI-DESEMBER 2019: CAUSATIVE FACTOROF PERMANENT TOOTH EXTRACTION IN KEMANG CONFI DENTALCARE CLINIC JANUARY-DECEMBER 2019 Indrayati Fadjeri; Eka Anggreni; Vitri Nurilawaty; Syifa Yulia Lestari; Siti Wahyuni Ardina
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 1 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i1.122

Abstract

Latar Belakang: Upaya pemberian layananan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat salah satunya pencabutan gigi. Tindakan pencabutan gigi merupakan hal yang sering dilakukan oleh seorang dokter gigi merupakan hal yang biasa dilakukan dengan prosedur rutin pada pasien, oleh karena pencabutan gigi merupakan cara terakhir untuk menghilangkan sakit gigi apabila gigi tersebut tidak dapat dipertahankan lagi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data pencabutan gigi permanen berdasarkan faktor penyebab di klinik Kemang Confi Dental Care periode Januari-Desember 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang dilakukan dalam pengumpulan data menggunakan data sekunder yaitu data yang diambil oleh peneliti melalui riwayat pasien yang tercantum di rekam medis pasien sebanyak 57 rekam meis dengan 57 kasus pencabutan gigi. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan dari 57 kartu rekam medis dengan 57 kasus pencabutan gigi didapatkan kasus pencabutan gigi paling banyak penyebab pencabutan adalah sisa akar dengan jumlah 22 kasus (38,6%), pulpitis 14 kasus (24,6%), karies 11 kasus (19,3%), dan pertimbangan orthodontik 10 kasus (17,5%). Kasus pencabutan gigi terbanyak pada pasien berusia 26-45 tahun yakni 31 orang (56,0%), usia 46-65 tahun yakni 10 orang (17,5%), usia 12-25 tahun yakni 14 orang (9,0%), dan usia >65 tahun yakni 2 orang (3,55%). Kesimpulan: Pencabutan gigi permanen berdasarkan penyebab pencabutan paling banyak dilakukan dengan diagnosis sisa akar.
LESI GINGIVA PADA PASIEN PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN DI KLINIK DW 8 DENTAL CARE PERIODE BULAN JANUARI-MARET TAHUN 2020: GINGIVA LESION IN PATIENT USERS OF PARTIAL DENTAL IN CLINIC DW 8 DENTAL CARE PERIOD OF MONTHS JANUARY-MARCH 2020 Dwi Priharti; Emini Emini; Nita Noviani; Syifa Yulia Lestari; Nuranidah Nuranidah
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 1 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i1.123

Abstract

Latar Belakang: Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang pada rahang atas atau rahang bawah dan dapat dibuka pasang oleh pasien. Perawatan dengan gigi tiruan sebagian lepasan adalah perawatan yang dapat dipilih untuk merestorasi kehilangan gigi oleh sebagian besar pasien yang kehilangan gigi sebagian karena biayanya yang lebih terjangkau. Gigi tiruan sebagian lepasan dapat menyebabkan trauma pada jaringan keras maupun lunak di bawah gigi tiruan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lesi gingiva pada pasien pengguna gigi tiruan sebagian lepasan di klinik DW 8 Dental Care periode bulan Januari s/d Maret tahun 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling sebanyak 44 responden. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien. Hasil: Hasil penelitian diperoleh jenis gigi tiruan sebagain lepasan yang digunakan pasien diklinik DW 8 Dental Care adalah akrilik (61,4%) dan valplast (38,6%). Lesi gingiva yang terjadi pasien pengguna gigi tiruan sebagai lepasan yaitu gingivitis (36,4%) dan stomatitis (27,2%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien gigi tiruan diklinik DW 8 Dental Care adalah akrilik dan mengalami stomatitis.
REQUIRED TREATMENT INDEX (RTI) PADA PASIEN DEWASA DI KLINIK DOKTER GIGI TJANG RIYANTO CAHYADI KOTA BOGOR: REQUIRED TREATMENT INDEX (RTI) ADULT PATIENTS AT THE TJANG RIYANTO CAHYADI DENTAL CLINIC BOGOR CITY Dhini Ramdiani; Ita Yulita; Bimo G. Sasongko; Tedi Purnama
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 2 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i2.128

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami oleh hampir seluruh masyarakat di Indonesia. Prevalensi karies gigi kelompok umur usia 35-44 tahun sebesar 92,2% dengan indeks DMF-T sebesar 6,9. Required Treatment Index (RTI) merupakan angka persentase dari jumlah gigi tetap yang karies terhadap angka DMF-T. RTI menggambarkan besarnya kerusakan yang belum ditangani dan memerlukan penumpatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Required Treatment Index (RTI) pada pasien dewasa di Klinik Gigi Dokter Gigi Tjang Riyanto Cahyadi Kota Bogor pada Bulan Januari 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 35 responden. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh pasien dewasa Klinik Gigi Dokter Gigi Tjang Riyanto Cahyadi memiliki angka pengalaman karies sebesar 10,4. Perhitungan RTI diperoleh 32,4% termasuk kriteria baik dengan responden yang mempunyai RTI kriteria baik sebanyak 27 orang (77,1%) dan RTI kriteria kurang 8 orang (22,9%). kelompok umur 36-45 tahun memiliki skor RTI lebih baik dari kelompok umur 26-35 tahun, pasien laki-laki memiliki skor RTI lebih baik dari perempuan. Kesimpulan: Sebagian besar pasien dewasa di Klinik Gigi Dokter Gigi Tjang Riyanto Cahyadi memiliki skor DMF-T dengan kriteria tinggi dan persentase Required Treatment Index dengan kriteria baik
PENGETAHUAN IBU TENTANG KEBIASAAN MINUM SUSU FORMULA MELALUI BOTOL DAN STATUS KARIES GIGI SUSU PADA ANAK USIA PRASEKOLAH: THE MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT THE HABIT OF DRINKING FORMULA MILK THROUGH A BOTTLE AND STATUS OF PRIMARY DENTAL CARIES IN PRE-SCHOOL AGE Emini Emini; Jusuf Kristianto; Ita Yulita; Erwin Erwin; Nanda Mei Shara
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 2 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i2.132

Abstract

Pemeliharaan dan status kesehatan gigi anak usia prasekoh masih bergantung kepada perilaku orang tua, khususnya ibu sebagai figur terdekat, termaksud pengetahuan tentang kebiasaan konsumsi susu formula melalui botol harus diterapkan dengan tepat agar mencegah kasus karies gigi susu pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang kebiasaan minum susu formula melalui botol dan status karies gigi susu pada anak usia prasekolah di PAUD Nurul Iman Radio Dalam. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan 60 sampel yang terdiri atas anak beserta ibu yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan pemeriksaan status karies gigi susu. Hasil penelitian diketahui pengetahuan ibu mayoritas pada kategori baik yaitu 19 orang (37%), sedangkan status karies gigi susu anak mayoritas pada kategori sedang yaitu 10 orang (33,3%). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah umumnya pengetahuan ibu tentang kebiasaan minum susu formula melalui botol pada kategori baik dan status karies gigi susu anak pada kategori sedang.
PERBANDINGAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG TRICLOSAN DENGAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG BAKING SODA TERHADAP PENURUNAN PLAK: COMPARISON OF TOOTHPASTE CONTAINING TRICLOSAN WITH TOOTHPASTE CONTAINING BAKING SODA TO DECREASE PLAQUE Anita Roslinawati; Yayah Sopianah; Muhammad Fiqih Sabilillah
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 2 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i2.136

Abstract

Pendahuluan: Proporsi menyikat gigi di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 94,7% yaitu menyikat gigi setiap hari, tetapi hanya 2,8% yang menyikat gigi di waktu yang benar. Buruknya perilaku dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat menyebabkan terbentuknya plak. Plak adalah suatu lapisan yang merupakan sekumpulan sisa makanan, bakteri, dan mikroorganisme. Pengendalian plak dapat dilakukan secara mekanis, yaitu menggosok gigi dengan pasta gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pasta gigi yang mengandung triclosan dengan pasta gigi yang mengandung baking soda terhadap penurunan plak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literatur yang bersumber dari buku, skripsi, dan jurnal. Hasil: Pasta gigi yang mengandung triclosan efektif dapat menurunkan plak tetapi tidak secara signifikan. Pasta gigi yang mengandung baking soda efektif dapat menurunkan plak tetapi tidak secara signifikan. Kesimpulan: Pasta gigi yang mengandung baking soda dapat menurunkan plak lebih besar daripada pasta gigi yang mengandung triclosan.
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN NURSING BOTTLE CARIES: PARENTS KNOWLEDGE WITH THE INCIDENCE OF NURSING BOTTLE CARIES Diana Novita Sari; Dewi Sodja Laela; Sekar Restuning
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 1 No. 2 (2020): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v1i2.137

Abstract

Pendahuluan Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi padamasyarakat Indonesia, baik pada orang dewasa mau pun anak-anak. Karies dengan bentuk yang khas dan paling sering terjadi pada anak dibawah 5 tahun sering kali disebut Nursing Bottle Caries. Terjadinya Nursing Bottle Caries pada anak diakibatkan pola konsumsi susu formula yang kurang tepat seperti cara penyajian menggunakan botol yang dihubungkan dengan lama pemberian, frekuensi, waktu pemberian dan pengetahuan orang tua karena peran serta orang tua sangat diperlukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian Nursing Bottle Caries di Perumahan Pangauban Silih Asih, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan uji hipotesis menggunakan chi square. Sample diambil secara total sampling dengan jumlah 30 responden. Hasil: Hasil uji chi sequare diperoleh hasil dengan tingkat signifikan (0.000 < 0.05) Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian Nursing Bottle Caries di Perumahan Pangauban Silih Asih, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Page 1 of 4 | Total Record : 34