cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014" : 11 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP KARKAS DAN NON KARKAS PADA KAMBING LOKAL JANTAN (EFFECT OF CONCENTRATE LEVELS ON CARCASS AND NON-CARCASS OF LOCAL YOUNG BUCKS) Arnol Elyazar Manu; Theodorus Boro; Ahmad Saleh
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.739

Abstract

This research was conducted at the Field Laboratory and Technology Livestock Laboratory of Faculty of Animal Science, Nusa Cendana University in Kupang, East Nusa Tenggara Province for 12 weeks from September 13th until December 20th 2014. The purpose of this research was to determine the effect of different level concentrate as a supplement to carcass and non carcass percentage young bucks. This research used 12 heads of young bucks kacang goat aged 6-8 months with the initial body weight 11,89 ± 1,29 kg (Variation Coefficient 10,92%). The research method used completely randomized design (CRD) with three treatments and four replicates, i.e.: R1 = native grass ad libitum + consentrates 0,5% BW, R2 = native grass ad libitum + consentrates 0,75% BW, R3 = native grass ad libitum + consentrates 1% BW. The statistical analysis showed that the treatment effect was not significant on carcass persentage, non-carcass, and inedible offal, but the real impact on towards edible offal. Conclusions of this research on carcass and non carcass percentage was not affected by different level concentrates. ABSTRAK Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Lapangan dan Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT selama 12 minggu dari tanggal 13 September sampai dengan tanggal 20 Desember 2014. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrat sebagai suplemen terhadap persentase karkas dan non karkas pada 12 ekor kambing kacang jantan muda berumur 6-8 bulan dengan berat badan awal 11,82 ± 1,29 kg (Koefisien Variasi 10,92%). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan yaitu R1 = rumput lapangan ad libitum + konsentrat 0,5% BB, R2 = rumput lapangan ad libitum + konsentrat 0,75% BB , R3 = rumput lapangan ad libitum + konsentrat 1% BB. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas, non karkas, dan non karkas yang tidak dikonsumsi, tapi berpengaruh nyata terhadap non karkas yang dikonsumsi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian konsentrat dengan level yang berbeda memberikan persentase karkas dan non karkas yang relatif sama.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN KOMPLIT DENGAN RASIO JERAMI PADI DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA TERHADAP KOMPOSISI KIMIA TUBUH KAMBING BLIGON BETINA Selvister B. Womakal; Arnol Elyazar Manu; Gusti A. Y. Lestari
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.740

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of complete feed with different ratio of rice straw and concentrate on chemical body composition doe Bligon goat. Animals used in this study is doe Bligon goat as many 12 heads doe with the age range of 8-12 months, the range weight from 7.8 to 18.2 kg (12.2±22.5). The experimental design used was randomized block design with 3 treatments and 4 groups (replicates). Use rations consisting of rice straw and concentrate with the following formula: R1 = 80% rice straw : 20% concentrate; R2 = 70% rice straw : 30% concentrate; R3 = 60% rice straw : 40% concentrate. Measurements the chemical body composition is done on live animals using the "Urea Space" on technique. The variables measured were the percentage of water, fat, protein and minerals the body. The result of research showed that there was no significant difference between treatment of chemical body composition both the percentage of water, fat, protein and minerals the body of doe Bligon goat. From this research can be concluded the provision of complete feed with rice straw and concentrate ratio of 80:20 can meet the needs of livestock. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit dengan rasio jerami padi dan konsentrat yang berbeda terhadap komposisi kimia tubuh kambing Bligon betina. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kambing Bligon betina sebanyak 12 ekor dengan umur 8 – 12 bulan, kisaran berat badan awal 7,8 – 18,2 kg (12,2±22,5). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan menggunakan 3 perlakuan dan 4 kelompok (ulangan). Ransum yang digunakan terdiri dari jerami padi dan konsentrat dengan formula sebagai berikut: R1 = jerami padi 80% : konsentrat 20% ; R2 = jerami padi 70% : konsentrat 30% ; R3 = jerami padi 60% : konsentrat 40%. Pengukuran komposisi kimia tubuh dilakukan pada ternak hidup menggunakan teknik “Urea Space”. Variabel yang diukur antara lain persentase air, lemak, protein dan mineral tubuh. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara perlakuan terhadap komposisi kimia tubuh baik persentase air, lemak, protein dan mineral tubuh kambing Bligon betina. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan komplit dengan rasio jerami padi dan konsentrat 80:20 dapat mencukupi kebutuhan dari ternak
KONTRIBUSI USAHA TERNAK BABI TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETERNAK DI KECAMATAN WEWEWA BARAT KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Antonius Bili Wunda; Arnoldus Keban; Agus Arnold Nalle
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.741

Abstract

A research was conducted in the disrict of Wewewa West, Regency of Sumba Southwest during August 2015. The aim of the research are to evaluate total contribution of pig farms, identify and analyze the influencing factors on farmer’s household income. There were 2 sampling methods applied conducting in 2 steps: proposed selecting villages samples with high pigs population, selecting 60 household respondents using quota system considering to pig population in the villages samples is not known yet.The 60 respondents were taken from 3 villages where 20 respondents of each villages. The results found that total farmers household income: Rp 13.617.212/year consisting of: Rp. 2.815.149 from pig farms; Rp. 1.265.404 form other farms; Rp. 4.060.917 from food crops; Rp 3.234.075 from horticulture; and Rp 2.241.667 from non farms. The total contribution of pig farms into farmer household were 20.70%. The factors identified influencing pigs’ farmer households are the number of animal and feed costs ABSTRAK Suatu penelitian telah dilakukan di Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus tahun 2015. Tujuan dari penelitin ini adalah untuk mengetahui besarnya kontribusi usaha ternak babi terhadap pendapatan rumahtangga; untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan rumahtangga dari usaha ternak babi. Metode pengambilan contoh dilakukan dengan dua tahap, yakni tahap pertama penentuan desa contoh dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa desa contoh memiliki jumlah ternak babi terbanyak; tahap kedua penentuan rumahtangga contoh sebanyak 60 responden secara kuota dengan pertimbangan bahwa populasi ternak babi pada desa contoh belum diketahui secara pasti. Jata setiap desa sebanyak 20 responden. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa total pendapatan rumahtangga peternak sebesar Rp. 13.617.212 per tahun, yang diperoleh dari pendapatan usaha ternak babi sebesar Rp. 2.815.149; dari usaha ternak selain babi sebesar Rp. 1.265.404; usahatani tanaman pangan sebesar Rp 4.060.917; usahatani tanaman perkebunan dan hortikultura sebesar Rp. 3.234.075; dan usaha non pertanian sebesar Rp. 2.241.667. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan rumahtangga yang berasal dari usaha ternak babi adalah jumlah pemilikan ternak dan biaya pakan.
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN KAPUR PADA KULIT KAKI AYAM SEBELUM DAN SESUDAH DIKULITI TERHADAP KUALITAS KERUPUK KULIT KAKI AYAM BROILER Deprilse Rambu Temba; Bastari Sabtu; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.748

Abstract

This research has been carried out in the Laboratory of Livestock Product Technology Faculty of Animal Undana and Chemistry Laboratory Faculty of Animal Feed Undana. The study lasted three months commencing on July 3, 2015 to October 5, 2015. The purpose of this study was to look good liming effect of the physical quality leather crackers chicken legs before and after chicken legs skinned, and to find the dose that produces calcification physical qualities of the best on the skin crackers chicken legs. This study uses 50 kg of chicken legs. Completely randomized design factorial design used in this study with two treatments with 3 replications. Both treatments consisted of: (1) the process of debarking chicken leg (2) doses of leather liming% chicken legs K1, K2%, and K3%. Variables measured include: Development, moisture content, protein content, fat content rude and organoleptic (shape, color, flavor and crispness). The results showed that the debarking process showed significant effect on the value development of skin crackers chicken legs. Chemical peel chicken legs debarking process and the process of soaking the lime solution showed very significant effect on the value of water content crackers, while debarking process and the process of soaking the lime solution shows a very real effect on the value of crude fat crackers. And organoleptic (shape, color, flavor and crispness) debarking process and the process of soaking the lime solution was highly significant (P <0.01) ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Undana dan Laboratorium Kimia Pakan Fakultas Peternakan Undana. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan yang dimulai tanggal 3 Juli 2015 sampai tanggal 5 Oktober 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pengapuran yang baik terhadap kualitas fisik kerupuk kulit kaki ayam sebelum dan sesudah kaki ayam dikuliti, dan untuk mengetahui dosis pengapuran yang menghasilkan kualitas fisik yang terbaik pada kerupuk kulit kaki ayam. Penelitian ini menggunakan 50 kg kaki ayam. Rancangan Acak Lengkap pola faktorial digunakan dalam penelitian ini dengan 2 perlakuan dengan 3 ulangan. Kedua perlakuan terdiri dari: (1) proses pengulitan kaki ayam (2) dosis pengapuran kulit kaki ayam K1%, K2%, dan K3%. Variabel yang diukur antara lain : Pengembangan, kadar air, kadar protein, kadar lemak kasar dan organoleptik (bentuk, warna, rasa dan kerenyahan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengulitan menunjukkan berpengaruh nyata terhadap nilai pengembangan kerupuk kulit kaki ayam. Kimia kulit kaki ayam proses pengulitan dan proses perendaman larutan kapur menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap nilai kadar air kerupuk, sedangkan proses pengulitan dan proses perendaman larutan kapur menunjukkan berpengaruh yang sangat nyata terhadap nilai lemak kasar kerupuk. Dan organoleptik (bentuk, warna, rasa dan kerenyahan) proses pengulitan dan proses perendaman larutan kapur berpengaruh sangat nyata (P<0,01)
EFEK PENGGUNAAN ASAP CAIR KUSAMBI (Schleichera oleosa) PADA LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN NUTRISI, KOLESTEROL DAN RASA DAGING SE’I SAPI Fabianus Lopi; G. M. Sipahelut; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.749

Abstract

This research was conducted in the laboratory of the Faculty of Animal Science, University of Nusa Cendana for 3 weeks, started on August 22 to September 10, 2015. The purpose of this study was to determine the effect of using differentlevel of Schleichera oleosa liquid smoke on nutrient (water, protein, fat), cholesterol and taste of beef se'i. The method used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments, P0: without liquid smoke (as control), P1: liquid smoke 8 % (w/v), P2: liquid smoke 10 % (w/v), P3: liquid smoke 12 % (w/v) and each treatment repeated 3 times. Parameters measured were the nutrient content (water, protein, fat), cholesterol and taste. Nutrient and cholesterol content data were analyzed using of variance (ANOVA), while a score of tasted using Kruskall – Wallis by SPSS 17. The results showed that the use of the liquid smoke was highly significant (<0.01) effect on the content of nutrient, cholesterol and taste of se’ibeef. Inconclusion,the use of Schleichera oleosa liquid smoke able to increase the protein content, taste and reduces the water content, fat and cholesterol of beef se'i. The best level of using Schleichera oleosa in beef se’i in this research is 12 % (w/v). ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana selama 3 minggu, terhitung tanggal 22 Agustus – 10 September 2015. Tujuan penelitian ini, yakni untuk mengetahui pengaruh penggunaan dan level pemberian asap cair yang terbaik terhadap kandungan nutrisi (air, protein, lemak), kolesterol dan rasa se’i sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 : tanpa menggunakan asap cair, P1 : menggunakan asap cair 8 % (w/v), P2 : menggunakan asap cair 10 % (w/v), P3 : menggunakan asap cair 12 % (w/v) dan masing – masing perlakuan mendapat ulangan sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur adalah kandungan nutrisi (air, protein, lemak), kolesterol dan rasa. Data kandungan nutrisi dan kolesterol dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), sedangkan skor rasa menggunakan Kruskall - Wallis dengan SPSS 17. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan asap cair kusambi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan nutrisi, kolesterol dan rasa se’i sapi. Kesimpulannya, penggunaan asap cair kusambi mampu meningkatkan kandungan protein, rasa dan menurunkan kandungan air, lemak dan kolesterol se’i sapi. Level pemberian asap cair pada pengolahan se’i sapi yang terbaik dalam penelitian ini adalah 12 % (w/v).
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA KUPANG Fransiskus Yulius Dhewa Kadju; Fabian Heri Lawalu; Maria Yasinta Luruk Yasinta Luruk
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.751

Abstract

This study aims to determine the variation in consumer demand for beef as well as to identify and analyze factors that affect the demand for beef. Method of the research applied was survey. Data were collected through two stages. Firstly, four villages were selected purposively. The second stage was the selection of 163 households as respondents by performing proportional random sampling. Data were analyzed by applying correlation and multiple linear regression using Cobb-Douglas function. The result showed that the average consumption of beef is 3±2,41 kg per month (Coefficient of Variation= 64%). Correlation analysis showed that there are four factors that have very strong relationship (P<0,01) on the beef demand (Y); i.e., the price of beef (X1), income (X5), number of family member (X6), and level of education (X7). Regression analysis showed that all four factors identified have a very significant effect on demand for beef (P<0,01) and can be explained by the Cobb-Douglas equation as follow: Y= 12,246 X1-1,057 X50,952 X60,392 X70,231 (R2 = 0,77). The coefficient of determination R2 = 0,77 indicates that 77% of the variation of the amount of beef demand by consumers in Kupang Municipality can be explained simultaneously by the four factors identified, while 23% is explained by other factors that are not involved in this research with beef demand was elastic. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya variasi permintaan konsumen terhadap daging sapi serta mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data dikumpulkan melalui dua tahap, yakni tahap pertama adalah menentukkan empat kelurahan contoh secara purposif dan tahap kedua adalah penentuan 163 responden contoh yang dilakukan secara acak proporsional. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi linear berganda menggunakan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi daging sapi adalah 3±2,41 kg per bulan (Koefisien Variasi = 64%). Analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang memiliki hubungan yang sangat kuat (P<0,001) terhadap permintaan daging sapi (Y) yaitu harga daging sapi (X1), pendapatan (X5), jumlah anggota keluarga (X6), dan lama pendidikan (X7). Selanjutnya dalam analisis regresi menunjukkan bahwa keempat faktor yang diidentifikasi berpengaruh sangat nyata terhadap permintaan daging sapi dan dapat diterangkan melalui persamaan Cobb-Douglas: Y= 12,246 X1-1,057 X50,952 X60,392 X70,231 (R2 = 0,77). Koefisien determinasi R2 = 0,77 mengindikasikan bahwa 77% variasi jumlah permintaan daging sapi oleh konsumen di Kota Kupang dapat dijelaskan oleh keempat faktor yang diidentifikasikan sedangkan 23% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diperhitungkan dalam penelitian ini dengan permintaan daging sapi bersifat elastis (b1= 1,057).
TAMPILAN KINERJA REPRODUKSI PADA TERNAK BABI BETINA PERANAKAN LANDRACE DAN PERANAKAN DUROC Maria Hermigilda Ohin; Petrus Kune; Johny Nada Kihe
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.756

Abstract

This research was conducted to know the performance of female parent sow that being petted at the famer’s. This research use The Landrace’s the cross breed and Duroc’s cross breed available twenty females therefore overall 40 experimental units. This research also used one Duroc’s male pig as fresh sement resources for insemination. This observational data analysed by t -Test statistical analysis and the parameters were estrus duration (estrus period), Service per Conception, Conception Rate and Litter Size. The result of this research indicate that estrus duration of Landrace’s cross breed and Duroc’s are 3.25 days and 3.3 days, Service per Conception (S/C) 1.05 times and 1.15 times, Conception Rate 95% and 85% and Litter Size 10.00 tails and 8.88 tails. The results indicated that: there are no differences (P>0.05) on reproduction performance such as service per conception (S/C), conception rate and litter size. ABSTRAK Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui Kinerja dari babi - babi induk betina (Peranakan Landrace dan Peranakan Duroc) yang sedang dipelihara di tingkat peternakan rakyat. Penelitian ini menggunakan babi Peranakan Landrace dan Peranakan Duroc masing - masing sebanyak 20 ekor betina sehingga terdapat 40 satuan unit percobaan. Selain itu digunakan pula 1 ekor babi jantan Peranakan Duroc sebagai sumber semen segar untuk inseminasi buatan terhadap babi - babi dalam penelitian ini. Data hasil penelitian ini dianalis dengan analisis statistik Uji-T dan Parameter yang diamati yaitu: lama berahi, jumlah layanan per kebuntingan /Service per Conception (S/C), angka kebuntingan/ Conception Rate (CR) dan jumlah anak yang dihasilkan/Litter Size. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lama berahi babi Peranakan Landrace dan Peranakan Duroc yaitu 3.25 hari dan 3.3 hari, Service per Conception (S/C) 1.05 kali dan 1.15 kali, angka kebuntingan 95 % dan 85 %, serta Litter size 10.00 ekor dan 8.88 ekor. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa lama berahi, Servie per Conception (S/C), angka kebuntingan dan litter size berbeda tidak nyata (P > 0.05).
KANDUNGAN AIR, KANDUNGAN PROTEIN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK DENDENG AYAM KAMPUNG JANTAN TUA YANG DIBERI BERBAGAI JENIS GULA Marten Luter Mahemba; Geertruida Margareth Sipahelut; Gemini Ermaniani Mercurina
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.757

Abstract

This research aims were to know the moisture content, protein content and the nature of the organoleptik of dendeng given different types of sugar . The materials used were old male chicken meat. The design used was a completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications consisting of: P1: Palm sugar block, P1: Sugar cane and P3: Palm sugar liquid. Variables measured were water content, protein content and organoleptic properties (color, aroma and taste). The dendeng was stored at 1 day, 1 week and 2 weeks. Content of water and protein content were tested using ANOVA and organoleptic tested by using Kruskal Wallis test SPSS 18. Statistical analysis showed that the average value of moisture and protein content, color, aroma and taste were significantly effected by treatment (P<0.05). In conclusion, addition of sugar cane provide the best effect on the color, aroma and taste compared to palm sugar block and liquid. Protein and water content decline as storage time increase. The longer the dendeng kept making better aroma and taste. Store up to 2 weeks dendeng still good for consumption. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan air, protein dan sifat organoleptik dendeng ayam kampung jantan tua yang diberi berbagai jenis gula. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan P1: menggunakan gula lempeng, P2: menggunakan gula pasir, P3: menggunakan gula lontar. Variable yang diukur yaitu kandungan air, protein dan sifat organoleptik (warna, aroma dan rasa). Pengukuran dilakukan pada masa simpan 1 hari, 1 minggu dan 2 minggu. Kandungan air dan protein diuji menggunakan ANOVA dan organoleptik diuji menggunakan Kruskall Wallis, SPSS 17. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa rataan kandungan air terendah (15.08%) adalah dendeng yang diberi gula pasir pada lama simpan 1 minggu (P <0,05). Kandungan protein tertinggi (49.93%) adalah pada dendeng yang diberi gula lempeng pada lama simpan 1 hari (P <0,05). Skor warna tertinggi (2.23), aroma dan rasa tertinggi (3.47%) adalah dendeng yang diberi gula pasir pada lama simpan 1 hari (P < 0,05). Kesimpulannya penggunaan gula pasir dalam pembuatan dendeng ayam kampung tua memberikan pengaruh terbaik pada organoleptik. Skor aroma dan rasa meningkat, sedangkan kandungan protein dan air menurun seiring bertambahnya masa simpan. Sampai lama simpan 2 minggu dendeng masih layak untuk dikonsumsi.
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK KOMERSIAL TERHADAP KUALITAS JERAMI JAGUNG MUDA Reynald Stiven Tse; Arnold Elyazar Manu; Twenfosel Ocsierly Dami Dato
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.758

Abstract

Purpose of the study was to evaluate the effect of fermentation using different commercial probiotics on maize straw quality, and to find out the probiotic performing the best maize straw quality. Experimental method using was completely randomized design of 4 treatments with 4 replicates. The 4 treatments applied were: R0 = without any probiotics (control), R1= young maize straw + starbio, R2= young maize straw + probion, R3= young maize straw + EM-4. The results showed that effect of treatment was significant (p<0.05) on organic matter, crude protein and crude fiber contents but not significant (p>0.05) on dry matter content of young maize straw. The results showed that the R2 treatment provided the best results followed by R3, R1 and last R0. Results of research for R3, R2, R1, and R0 were organic matter (89,18%; 90,18%; 87,62%; and 85,34%), crude protein (11,53%; 13,18%; 10,33%; and 6,79%) and crude fiber (29,09%; 30,31%; 30,78%; and 31,38%). Probion performed the highest improvement on organic matter and crude protein contents and EM-4 performed the highest reduction of crude fiber content of the straw. The conclusion drawn is that using probiotic can improve nutrient contents of maize straw, which probion perform the highest improvement. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas jerami jagung muda dengan menggunakan probiotik komersial yang berbeda, serta untuk mengetahui probiotik mana yang memberikan hasil kualitas jerami jagung muda terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dimaksud sebagai berikut: R0 = tanpa probiotik (kontrol), R1= jerami jagung muda + starbio, R2= jerami jagung muda + probion, R3= jerami jagung muda + EM-4. Parameter yang diukur adalah kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar dan Serat Kasar jerami jagung muda hasil fermentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan Bahan Organik, Protein Kasar dan Serat Kasar jerami jagung muda tetapi Bahan Kering tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan R2 memberikan hasil yang terbaik diikuti oleh R3, R1 dan terakhir R0. Hasil penelitian untuk masing-masing perlakuan R3, R2, R1, dan R0 adalah BO (89,18%; 90,18%; 87,62%; dan 85,34%), PK (11,53%; 13,18%; 10,33%; dan 6,79%), dan SK (29,09%; 30,31%; 30,78%; dan 31,38%). Dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik komersial dapat meningkatkan kulitas jerami jagung muda dan probiotik yang memberikan hasil terbaik adalah probiotik probion.
PENGARUH PENGASAPAN MENGGUNAKAN TEMPURUNG KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP ASPEK ORGANOLEPTIK DAN MIKROBIOLOGI TELUR ITIK ASIN Simson Yunedi Tanu; Johanis Lomi Rihi; Arnol Eliazer Manu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.759

Abstract

Research aim was to find out influence of smoking to organoleptics and microbiology quality of salted duck eggs .The research used completely randomized design with factorial pattern. First factor was soking time: 120 minutes, 150 minutes, 180 minutes and second factor was storage time: 14 days, 18 days and 22 days. The data to test organoleptik analyzed using analysis non parametric Kruskal-Wallis and the microbiology analyzed using analysis of variance ( ANOVA ) and followed by least significant different. The results showed that smoking and storage time was highly significant effect ( P< 0.01 ) to the total bacteria colonies. Salmonella and Escherichia coli were negative. A combination of treatment was not significant effect (P>0.05) on organoleptic variables. Up to 22 days of storage time, duck salted egg was edible. Organoleptic quality was not effected by smoking time and storage time. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengasapan menggunakan tempurung kelapa terhadap sifat organoleptik dan mikrobiologi telur itik asin yang disimpan dalam waktu yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A (lama pengasapan) meliputi 3 level yaitu 120 menit, 150 menit, 180 menit dan faktor B (lama simpan) meliputi 3 level yaitu 14 hari, 18 hari dan 22 hari. Data yang diperoleh untuk uji organoleptik dianalisis menggunakan analisis non parametric Kruskal-Wallis dan uji mikrobiologi dianalisis menggunakan analisis of varance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukan lama pengasapan dan lama simpan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total koloni bakteri. Analisis mikrobiologi bakteri Salmonella dan Escherichia coli hasilnya negatif. Kombinasi perlakuan berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) terhadap warna putih dan kuning, aroma, tekstur dan cita rasa telur asin asap. Sampai masa simpan 22 hari telur asin masih layak dikonsumsi. Kualitas organoleptik telur bebek asin tidak dipengaruhi oleh lama pengasapan dan lama simpan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11