cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015" : 12 Documents clear
EVALUASI KANDUNGAN NEUTRAL DETERGEN FIBER DAN ACID DETERGEN FIBER STANDING HAY RUMPUT KUME AMONIASI DENGAN LEVEL AIR BERBEDA YANG DIFERMENTASI JAMUR TIRAM ABU-ABU (Pleurotus sajor caju) Edelnia Kristina Bere; Tara Tiba Nikolaus; Jalaludin .
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.762

Abstract

Objectievs of this research was to know NDF and ADF content of Kume grass standinghay ammoniated with t Pleurotus sajor caju in different water levekl. Experimental design used was bcompletely randomized design 4 X 4 with factorial pattern. The first factor was four substrate water level (KAI): KA1 = 62,5% , KA2 = 70,0 % KA3 = 77,5% dan KA4 = 85,0 % . The second level was inoculum dose of Pleurotus sajor-cajur yeast (D): DI1 = 10g, DI2 = 15g, DI3 = 20g dan DI4 = 25g kg-1 substrat. Anaklysis result showed that treatment interaction reduced NDF and ADF Standinghay of kume grass (P< 0,01) It can be concluded that the interaction of Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya interak water level and inoculums dose (water level 77,5% and inoculum dose of the yeast 20g kg-1 (KA3DI3) is the best combination, since reduces NDF and ADF. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan NDF dan ADF standinghay rumput kume amoniasi yang difermentasi jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajor caju). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4 dengan ulangan 3 kali. Sebagai faktor pertama adalah kadar air substrat (KA) terdiri atas 4 level yaitu KA1 = 62,5% , KA2 = 70,0 % KA3 = 77,5% dan KA4 = 85,0 % dari total berat substrat dan faktor kedua adalah dosis inokulum jamur Pleurotus sajor-cajur (D), yang terdiri atas 4 level yaitu DI1 = 10g, DI2 = 15g, DI3 = 20g dan DI4 = 25g kg-1 substrat. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dapat menurunkan kandungan NDF dan ADF Standinghay rumput kume amoniasi dengan level air berbeda yang difermentasi jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajor caju). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya interaksi antara kadar air dan dosis inokulum, perlakuan pada level kadar air 77,5% dan dosis inokulum jamur 20g kg-1 (KA3DI3) merupakan kombinasi terbaik, karena dapat menurunkan komponen serat NDF dan ADF terendah.
PENGARUH SARI WORTEL DENGAN LEVEL YANG BERBEDA PADA PENGENCER SITRAT KUNING TELUR TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, DERAJAT KEASAMAN SPERMATOZOA BABI LANDRACE Alextriston Kauki Ndeta; Henderiana L. L. Belli; Kirenius Uly
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.764

Abstract

A research was carried out to know the carrot influence cider different, as a source of antioksidant in citric thinner egg yolks against motility, viability and degrees acidity ( ph ) spermatozoa pigs and landrace, consisting of 5 treatment and 4 the test is as follows; P0 citric = 80 % + 20 % egg yolks, P1= citric egg yolks 99 % + 1.00 % cider carrot, P2= citric egg yolks 98 % + 2.00 % cider carrot, P3= citric egg yolks 97 % + 3.00 % cider carrot P4 = citric egg yolks 96 % + 4.00 % cider carrot. This research using random design complete (RDC), who analyzed by Analysis of variance (ANOVA) and followed by test duncan on the SPSS 13.0 version. The result showed that motility, viability and pH spermatozoa after dilution markedly dissimilar (P>0,05) between treatment.To motility viability best and treatment on p1. Treatment is capable of sustaining to observation to 28 hours worth motility 43,75 ± 2,50 %, viability 45,17 ± 5,21 %. On the parameter best ph treatment on P0 where until observation to 28 pH is 7,13 ± 0,13%. ABSTRAK Suatu penelitian ini telah dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh level sari wortel yang berbeda, sebagai sumber antioksidan dalam pengencer sitrat kuning telur terhadap motilitas, viabilitas, dan derajat keasaman (pH) spermatozoa babi peranakan landrace, yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan tersebut adalah Sebagai berikut; P0 = sitrat 80 % + 20 % kuning telur, P1 = sitrat kuning telur 99 % + 1.00 % sari wortel, P2 = sitrat kuning telur 98 %+ 2.00 % sari wortel, P3 = sitrat kuning telur 97 % + 3.00 % sari wortel P4 = sitrat kuning telur 96 % + 4.00 % sari wortel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang dianalisis dengan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS versi 13.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas, viabilitas dan pH spermatozoa setelah pengenceran berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Untuk motilitas dan viabilitas perlakuan terbaik pada P1. Perlakuan ini mampu mempertahankan sampai jam pengamatan ke-28 dengan nilai motilitas 43,75±2,50%, viabilitas 45,17±5,21%. Pada parameter pH perlakuan terbaik pada P0 dimana sampai jam pengamatan ke-28 pHnya adalah 7,13±0,13.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SEMAK BUNGA PUTIH SEBAGAI PENGGANTI KACANG KEDELAI TERHADAP PERFORMA DAN INCOME OVER FEED COST AYAM BROILER Astania Rambu Anamila; Agustinus Konda Malik; Ni Putu Febrianti Suryatni
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.765

Abstract

This research intented to know influence of Cromolaena odorata leaf flour (COLF) fermented as supplementary of soybean in performance and income over feed cost broiler's chicken. This research utilized 80 chickens broiler that old 1 week. Design that is utilized in this research which was completely randomised design (CRD) 4 X 4. Treatments given were: R0 (ration without COLF), R1 (ration that contains 20% COLF as supplementary as soybeans), R2 (ration that contains 40% COLF as supplementary as soybeans), R3( ration that contains 60% COLF as supplementary as soybeans). Analysis statistic showed that daily consumption of broiler gram/day was R0 = 72.49, R1 = 70.81, R2 = 72.44, R3 = 71.09. Body weight gain (gram/ day) was R0 = 38.21, R1 = 38.61, R2 = 38.10, R3 = 38.14. Ration convertion was R0 = 1.90, R1 = 1.84, R2 = 1.91, R3 =1,87. Income over Feed Cost was R0 = 7,756.91, R1 = 8,734.19, R2 = 9,079.50, R3 = 9,969.23. Treatment was not significantly effected performance but significantly effected (P<0.05) Income over Feed Cost. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun semak bunga putih (Cromolaena odorata) terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan, konversi dan Income over Feed Cost ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam broiler yang berumur 1 minggu. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) 4 X 4. Perlakuan yang diberikan: R0 (ransum tanpa tepung daun semak bunga putih terfermentasi), R1 (20% tepung daun semak bunga putih terfermentasi sebagai pengganti kacang kedelai), R2 40% tepung daun semak bunga putih terfermentasi sebagai pengganti kacang kedelai), R3 (60% tepung daun semak bunga putih terfermentasi sebagai pengganti kacang kedelai). Hasil penelitian menunjukan bahwa ayam broiler selama penelitian mempunyai rata-rata konsumsi ransum (gram/ hari) adalah R0 =- 72.49, R1 = 70.81, R2 = 72.44, R3 = 71.09. Pertambahan bobot badan (gram/ hari) adalah R0 = 38.21, R1 = 38.61, R2 = 38.10, R3 = 38.14. Konversi adalah R0 = 1.90, R1 = 1.84, R2 = 1.91, R3 = 1,87. Income over Feed Cost adalah R0 = 7,756.91, R1 = 8,734.19, R2 = 9,079.50, R3 = 9,969.23. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap performa dan berpengaruh sangat nyata terhadap Income over Feed Cost.
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG BIJI ASAM TERFERMENTASI Saccharomyces cerevisiae DALAM RANSUM BASAL INDUK TERHADAP LITTER SIZE, BERAT LAHIR DAN PERSENTASE LAHIR HIDUP ANAK BABI PERANAKAN VDL Stef Amiron Ratu; Thomas Mata Hine; Johanis Ly
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.766

Abstract

The study purpose was to find out the best level of fermented tamarind seeds meal supplementation in pregnant sow’s basal diet performing the highest litter size, birth weight and born life percentage of newborn cross bred VDL piglets. There were 12 pregnant sows of 1 – 2 years of age with body weight average was 153.80Kg (CV= 12.22%) were used in the study. Block design 4 X 3 were administrated in the study. The 4 following diets were R0: basal diet (pregnant sow diet 15 CPl); R1: R0 + 5% fermented tamarind seeds meal, R2: R0 + 7,5% fermented tamarind seeds meal; and R3: R0 + 10% fermented tamarind seeds meal. The variables evaluated were birth weight and born life percentage. Analysis of variance (Anova) and Duncan’s multiple range test were applied in data analysis. Statistical results showed that effect of Saccharomyces cerivisiae fermented tamarind seeds meal was highly significant (P<0.01) on born life percentage, but not significant (p>0.05) on either litter size or birth weight of the new born piglets. The conclusion drawn in that supplementation of Saccharomyces cerivisiae fermented tamarind seeds meal 5 – 10% improved litter size, birth weight and born life percentage of the new born piglets ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan level suplementasi terbaik tepung biji asam terfermentasi Saccharomyces cerivisiae dalam ransum basal induk bunting yang menghasilkan litter size, berat lahir dan persentase lahir hidup anak babi peranakan VDL terbaik. Penelitian ini menggunakan 12 ekor ternak babi betina berumur 1-2 tahun dengan rata – rata bobot badan awal 153,80 kg (KV=12,22%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ransum perlakuan adalah R0: pakan basal (pakan induk 15 PK, tanpa tepung biji asam) R1: pakan basal + 5% tepung biji asam fermentasi, R2: pakan basal + 7,5% tepung biji asam fermentasi. R3: pakan basal + 10% tepung biji asam fermentasi. Variabel yang diuji adalah: litter size, berat lahir dan persentase lahir hidup anak. Prosedur analisis ragam dan uji jarak berganda Duncan digunakan dalam analisis data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suplementasi tepung biji asam terfermentasi Saccharomyces cerivisiae dalam ransum basal berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase kelahiran hidup, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap litter size dan bobot lahir anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi tepung biji asam terfermentasi Saccharomyces cerevisiae 5-10% dalam ransum basal meningkatkan litter size, bobot lahir dan meningkatkan persentase lahir hidup anak.
KOMPOSISI BOTANI DAN PRODUKSI HIJAUAN MAKANAN TERNAK MUSIM HUJAN PADA PADANG PENGGEMBALAAN ALAM DESA OESAO, KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Daud Ndjuka Tana; Herayanti Panca Nastiti; Stefanus Tany Temu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.768

Abstract

This research was conducted in the area of ​​gras land in the Oesao village, Sub- District of East Kupang , Kupang Regency. This study aims to determine and obtain data on botanical composition and forage production rain season forage on gras land, so it can support the improvement of livestock product so as to support increased productivity of livestock in the Oesao Village, Sub-District Of East Kupang, Kupang Regency. The method used in this research is the method of survey and direct measurements in the pasture. Measurement of forage production is done by using the " Estimate Actual Weight " by using the plots of 1 m x 1 m . The data the tabulated and calculated for the get average and percentage of the botanical composition and forage production. The results of data analysis showed that the composition of the botanical gras land in the in the Oesao Village, Sub-District Of East Kupang, Kupang regency the proportion of all plant based on the found summed Dominance Ratio (SDR) there were 89.77% grasses, 4.79% legumes and 5.44% weeds and the forage production was obtained in 1075,8 kg fresh materry/4 ha/ year during the rain season with a carring capacity of 0.14 AU /ha/year. Gras land in Oesao Village, Sub District of East Kupang Kupang Regency needs to be introduced with legume, improvement pasture and also arrangement livestock grazing. ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada areal padang penggembalaan di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi botani dan produksi hijauan makanan ternak musim hujan pada padang penggembalaan, sehingga dapat menunjang peningkatan produktivitas ternak di Kabupaten Kupang dan lebih khusus Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey serta pengukuran dan pengamatan langsung dilapangan. Pengukuran produksi hijauan dilakukan dengan menggunakan metode “Actual Weight Estimate” dengan menggunakan petak ukur 1 m x 1 m. Data yang diperoleh ditabulasi dan dihitung untuk mendapatkan persentase rata-rata komposisi botani dan produksi hijauan makanan ternak. Hasil analisis data menunjukan bahwa komposisi botani padang penggembalaan di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang di dominasi oleh rumput dengan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) 89.77%, Gulma 5.44% dan leguminosa 4.79% dan hasil produksi hijauan makanan ternak di peroleh 1.075,8 Kg bahan segar/Ha/Tahun pada musim hujan. Dimana hasil rata-rata produksi hijauan makanan ternak pada padang penggembalaan di kawasan Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur mampu menampung 0,14 UT/Ha/Tahun. Padang penggembalaan di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang perlu adanya introdusir leguminosa, perbaikan padang penggembalaan, penyadian air serta pengaturan penggembalaan ternak dan perlu adanya penelitian lanjutan.
PENGARUH BERBAGAI LEVEL PEMBERIAN DAUN SIRSAK (Annona muricata) DALAM RANSUM DAN AIR MINUM TERHADAP KUALITAS FISIK KARKAS AYAM KAMPUNG Melkianus Nggaba Wangulangu; Jublin Franzina Bale-Therik; Ni Putu Febri Suryatni
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.771

Abstract

Purpose of this study was to examine the effect of soursop leaves in rations and drinking water on the physical quality of the chicken carcasses and to determine the best level administration soursop leaf in rations and drinking water that influenced the physical quality of chicken carcasses. The experimental design used in this study was completely randomized design (CRD) in a 2x4 factorial lay out. The first factor was media of soursop leaf (M) consisting of two levels ie: feed media (M1) and the drinking water media (M2). The second factor was level of soursop leaves in the media (L): L1 (0%), L2 (0.010%), L3 (0.015%) and L4 (0.020%). Total chicken used in this study as many as 72 heads with 2-3 months old. The ANOIVA results showed that the factor of soursop level in the media had significantly effect (P<0.05) on the water holding capacity. Both factors, level of soursop leaf in the media and media of soursop leaf and their interactions had significantly effect (P<0.05) on cooking loss and tenderness of meat, while the pH meter and the color of the meat had no significant effect. While pH and color of meat was not affected by the treatment. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penggunaan daun sirsak dalam ransum dan air minum terhadap kualitas fisik karkas ayam kampung serta untuk mengetahui berapa level terbaik pemberian daun sirsak dalam ransum dan air minum yang memberi pengaruh terhadap kualitas fisik karkas ayam kampung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial (2 x 4), Faktor adalah. media pemberian daun sirsak (M): media pakan (M1) dan media air (M2). Faktor 2 adalah level daun sirsak dalam media (L) yaitu: L1 (0%), L2 (0.010%), L3 (0.015%) dan L4 (0.020%). Setiap unit perlakuan menggunakan potongan karkas bagian dada dari 1ekor ayam kampung. Total ayam kampung yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 72 ekor. Ayam kampung yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam kampung yang terseleksi berasal dari desa baumata Kabupaten Kupang yang berumur 2-3 bulan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa faktor level daun sirsak dalam media berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya ikat air daging. Selain itu juga diperoleh 2 faktor level daun sirsak dalam media dan faktor pemberian daun sirsak dalam media serta interaksinya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut masak dan keempukan daging ayam kampung. Sedangkan pH dan warna daging tidak berpengaruh nyata.
SUBSTITUSI PAKAN KONSENTRAT DENGAN DAUN KABESAK PUTIH (Acacia leucophloea Roxb) TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN RANSUM PADA KAMBING LOKAL JANTAN Juventus Silvester Boymau; Tara Tiba Nikolaus; Muhammad Syalahuddin Abdullah
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.772

Abstract

The objective of this research is to know the consumption and digestibility of the matter and organic matter of ration at male local goat caused by substitution of concentrate with leaf of white kabesak (Acacia leucophloea Roxb). The design used was randomized block design with 5 treatments and 5 blocks. Data analysed used analysis of variance (ANOVA) and Duncan multiple range test. The result showed substitution of concentrate with leaf of white kabesak (Acacia leucophloea Roxb) increased the consumption and digested of dry matter and organic matter of ration at male local goat. Substitution of concentrate with leaf of white kabesak (Acacia leucophloea Roxb) at 50% increased the consumption and digested of dry matter and organic matter of ration at male local goat. Substitution of concentrate with leaf of white kabesak until 100% did not affect significantly the consumption and digestion of dry matter and organic matter of ration at male local goat. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsumsi dan kecernaan bahan kering serta bahan organik ransum akibat subtitusi pakan konsentrat dengan daun kabesak putih (Acacia leucophloea Roxb) pada kambing lokal jantan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok. Data dianalisis menurut prosedur sidik ragam, dan dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak berganda Duncan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan daun kabesak putih (Acacia leucophloea Roxb) sebagai subtitusi pakan konsentrat dapat meningkatkan konsumsi dan kecernaan bahan kering serta bahan organik. Substitusi pakan konsentrat dengan daun kabesak putih sebesar 50% meningkatkan konsumsi dan kecernaan bahan kering (BK) serta bahan organik (BO) kambing lokal jantan. Sedangkan substitusi konsentrat dengan daun kabesak putih hingga 100% tidak mempengaruhi konsumsi dan kecernaan BK dan BO pada kambing lokal jantan.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN AMARASI KABUPATEN KUPANG Kristian Dangu Uba; Melkianus Tiro; Solvi Mariana Makandolu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.773

Abstract

A study using survey method was conducted in the District of Amarasi, Regency of Kupang. The study aimed to : 1) Identify and analyze the profitability of beef cattle farm in the district of Amarasi, Regency of Kupang , and 2) Evaluate and analyze the efficiency of production factors used in beef cattle farm in the District of Amarasi, Regency of Kupang. Sampling was conducted in 2 stages. The first: selecting 5 villages purposively based on the criteria of having the largest beef cattle population. The second: selecting 60 farmers from the 5 selected villages by applying simple random sampling. Data were analyzed using input output analysis, profitability analysis, as reflected by the value of Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), and Operating Profit Margin (OPM) and correlation – regression analysis. Technical efficiency of using production factors in beef cattle farm can be determined from Σbi obtained while economic efficiency can be measured by looking at the ratio of the value of marginal product and marginal factor costs. Data were analyzed using the program of Microsoft Office Excel 2007. The results showed that the profit obtained from beef cattle production was Rp. 12,823,688/year. Further, the profitability is as follows: GPM = 94.07%; NPM = 79.96%; and OPM = 94.07%. Results of regression analysis showed an equation as follow: Y = 11,20 X12,22X21,29X3-2,83X40,07 (R2 = 0.70). Factors that affect the income of beef cattle production were: the number of livestock raised, feed costs, veterinary costs and the cost of the rope. Both technical and economic analyze showed that the use of production factors in the beef cattle production at the Amarasi District – Regency of Kupang were efficient which indicated by Σbi <1 (Σbi = 0.75) and the ratio of Marginal Product Value and Marginal Factor Cost >1 (MPV/MFC = 9.154). Therefore, it is recommended that business reorganization needed to achieve the both technical and economic efficiency. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengidentifikasi dan menganalisis tingkat profitabilitas dari usaha ternak sapi potong di Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, dan 2) mengetahui dan menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha ternak sapi potong di Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang. Pengambilan contoh dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penentuan Desa Contoh yang dilakukan secara purposif sebanyak lima desa dengan pertimbangan bahwa memiliki populasi ternak sapi terbanyak. Tahap kedua adalah menentukan 60 peternak secara acak sederhana dari desa-desa terpilih. Data dianalisis dengan menggunakan analisis input output, analisis profitabilitas yang dicerminkan oleh nilai Gros Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), dan Operating Profit Margin (OPM) dan analisis korelasi – regresi. Efisiensi teknis penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha ternak sapi potong dapat dilihat dari ∑bi yang diperoleh sedangkan efisiensi ekonomis dapat diukur dengan melihat ratio nilai produk marginal dan biaya faktor marginal. Seluruh data dianalisis dengan menggunakan Program Microsoft Office Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak sapi potong mampu menghasilkan laba sebesar Rp. 12,823,688/tahun. Profitabilitas usaha ini ditunjukkan oleh GPM = 94,07 %; NPM = 79,96%; dan OPM = 94,07%. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi: Y= 11,20X12,22X21,29X3-2,83X40,07( R2 = 0,70). Faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan pada usaha ternak sapi potong adalah jumlah kepemilikan ternak, biaya pakan, biaya kesehatan dan biaya tali pengikat. Secara teknis dan ekonomis penggunaan faktor – faktor produksi pada usaha ternak sapi potong di Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang berada pada daerah efisien terlihat dari ∑bi > 1 (∑bi = 0,75) dan nilai NPMXI/PXI<1 ( NPMXI//PXI = 9,154). Oleh karena itu perlu dilakukan reorganisasi usaha untuk mencapai efisiensi dimaksud.
PENGARUH STRAIN PEJANTAN TERHADAP DAYA TETAS DAN BERAT DOC DARI INDUK AYAM PETELUR STRAIN CP 909 Ignassius Suhario Bandu; Heru Sutedjo; I gusti Ngurah Jelantik
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.774

Abstract

This research aims was to determine the effect of different brodcock, i.e Bangkok, France and on egg production and quality of strain CP 909. The experiment was arranged in a completely randomized with three different strain of brodcock as male units so the total hens were 45 chickens. The treatments were Bk : laying hens crossbred with Bangkok and Pr : laying hens crossbred with French chicken. The measured parameter were egg weight, hatchability, DOC weight, and eggshell thickness. The obtained data was analyzed using analysis of variance and if there are significant effect then a multiple duncan range test was applied see differences in treatment result. The result of this research showed that the egg weight of Bangkok chicken stud is 62,259 g, French chicken 61, 51 g, and Sabu chicken 61,44 g. Hatchability of Bangkok stud 53, 60 %, French chicken 56,27 %, Sabu chicken 53, 20 %. DOC weight of Bangkok chicken stud 52, 99 %, French chicken 56, 15 g, Buras chicken 54, 34 g. Eggshell thickness of Bangkok chicken stud is 0,12 mm, French chicken 0,11 mm, Buras chicken 0,11 mm. The result of the statistic analysis shows this treatment had no significant effect for all the measured parameters (P > 0.05). It can be concluded that egg weight , eggshell thickness, hatchability and DOC weight of laying hens is not affected by the 3 strain of brodstock consisting of Bangkok chicken, French chicken, and Sabu chicken ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pejantan dari strain Bangkok,Sabu dan Perancis terhadap produksi dan kualitas telur ayam strain CP 909. Penelitian ini menggunakan ayam petelur strain CP 909 sebagai induk dan ayam Bangkok sabu dan perancis sebagai pejantan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 strain pejantan sebagai perlakuan. Setiap strain pejantan digunakan 3 ekor pejantan, dan setiap pejantan mengawini 5 ekor ayam petelur CP 909 sehingga total induk yang digunakan adalah 45 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah BK: ayam petelur disilangkan dengan ayam Bangkok, SB:ayam petelur disilangkan dengan ayam sabu(buras) dan PR:ayam petelur disilangkan dengan ayam perancis. Parameter yang diukur adalah berat telur, daya tetas, berat DOC dan ketebalan kerabang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh perlakuan maka dilakukan uji jarak berganda duncan untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat telur pejantan ayam Bangkok 62,25 g, ayam perancis 61,51 g dan ayam buras 61,44 g, daya tetas pejantan ayam Bangkok 53,60%, ayam perancis 56,27%, ayam buras 53,20%, berat DOC pejantan ayam Bangkok 52,99 g,ayam perancis 56,15 g, ayam buras 54,34 g;ketebalan kerabang pejantan ayam Bangkok 0,12 mm,ayam perancis 0,11mm,ayam buras 0,11 mm. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diukur (P>0,05).hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berat telur, tebal kerabang, daya tetas dan berat DOC ayam petelur tidak dipengaruhi oleh 3 strain pejantan yaitu Bangkok, perancis, dan buras.
KANDUNGAN LEMAK, KOLESTEROL, JUMLAH TOTAL BAKTERI DAN RASA BAKSO BABI YANG DIBERI LAPISAN PENUTUP KITOSAN, KARAGENAN DAN GELATIN Eprianus Dai Tana; Pieter Rihi Kale; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.775

Abstract

This study aimed was to determine fat and cholesterol content, total bacteria and taste of pork meatballs treated with chitosan, carrageenan and gelatine. Completely randomized design was 4X3 was allotted in this experiment. Variables measured were fat content, cholesterol content, total plate count and taste. Data of fat content, cholesterol content and bacterial number were analysed by using Analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan test to see the different among the treatments. Taste was analysed by using Kruskal wallis test followed by Mann Whitney test to see the different among the treatments. Results of this experiment showed that the treatments were not significant effect either on fat or cholesterol (P> 0.05), were highly significant effect (P <0,01) on total bacteria and significantly effect (P <0.05) on taste. Gelatine is most effective to inhibit growth of bacteria on pork meatball compared to chitosan and carrageenan. Gelatine, chitosan and carrageenan could enhance the taste of pork meatball. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar lemak, kolesterol, total bakteri dan rasa bakso babi yang diberi lapisan penutup kitosan, karagenan dan gelatin. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah: kadar lemak; kadar kolesterol; total bakteri (total plate count) dan rasa bakso babi. Data lemak, kolesterol dan total bakteri dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjut dengan uji berjarak Duncan untuk melihat perbedaan diantara perlakuan. Data rasa dianalisis menggunakan uji nonparametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann whitney untuk melihat perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak dan kadar kolesterol, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total bakteri dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasa. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa gelatin terbukti sangat efektif dalam menahan laju pertumbuhan bakteri dibandingkan dengan bahan pelapis kitosan dan keragenan. Pemberian kitosan, keragenan dan gelatin dapat memperbaharui rasa bakso babi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12