cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016" : 12 Documents clear
DISTRIBUSI MARGIN PADA LEMBAGA-LEMBAGA YANG TERLIBAT DALAM PEMASARAN TERNAK SAPI DI DARATAN TIMOR NUSA TENGGARA TIMUR Matheos F. Lalus; Maria R. Deno Ratu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.778

Abstract

Marketing institutions that involve in cattle marketing in WTL-ENT has some activities, such as: buying, transportation, sortation, standardization and grading, etc.The research was conducted by applying survey method. The results show that: IMC between the cattle price on farmers’ level and middlemen was 1.0040; between the farmers and the outer-island traders was1.0048; between the middlemen and the outer-island traders was 1.0714. It means, in short-term, the cattle price in those three markets has not been integrated perfectly. However, farmer’s sharehas already fair,although the cattle marketing at each market level has not been integrated perfectly.Average of farmer’s share in research site was75.95%, marketing margin was 62.17%; and profit margin was 66.71%. The highest profit margin was 60.70%attained by the middlemen, followed by the outer-island traders at 29.30%. Margin distribution has not been balanced yet, since the middlemen gained88.57% and the outer-island traders gained48.33%. ABSTRAK Lembaga perantara yang terlibat dalam pemasaran ternak sapi di DTB-NTT dengan berbagai kegiatan antara lain: pembelian, pengangkutan, sortasi, standarisasi dan grading, dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai. Hasil penelitian ini : IMC antara harga ternak sapi potong di tingkat peternak dan pedagang perantara 1.0040; antara peternak dan pedagang antara pulau 1.0048; antara pedagang perantara dan pedagang antar pulau 1.0714. Berarti dalam jangka pendek harga ternak sapi potong di ketiga pasar belum teritegrasi secara sempurna. Farmer’s share sudah berlangsung cukup adil, meskipun pada berbagai tingkatan pasar ternak sapi di wilayah ini belum terintegrasi secara sempurna. Rata-rata farmer’s share di wilayah penelitian 75,95%. Margin pemasaran 62,17%; profit margin 66.71%. Profit margin terbesar diterima pedagang perantara 60.70%, pedagang antar pulau 29.30%. Distribusi margin pemasaran masih timpang, yakni pedagang perantara 88.57% dan pedagang antar pulau 48.33%.
PENGARUH FERMENTASI KULIT BUAH KOPI DENGAN Trichoderma Reseei YANG DITAMBAH Zn–Cu ISOLEUSINAT TERHADAP PERUBAHAN KANDUNGAN NUTRISI Stefanus Herminus Ngaji; Ahmad Saleh; Mariana Nenobais
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.781

Abstract

Objective of the research was to determine the effect of fermented coffee pulp with Trichodermareseei and effect of fermented coffee pulp with Trichodermareseei plus Zn-Cu isoleusinat. The design used in this research was the Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments was repeated 5 times each. Treatment used were P1: coffee pulp without fermented. P2: fermented coffee pulp with Trichodermareseei, P3: fermented coffee pulp with Trichodermareseei plus Zn-Cu isoleusinat.. Parameters measured were dry matter, organic matter, crude protein, crude fat, crude fiber, extract materials without nitrogen. The results showed that the dry matter content was 89.82% and organic matter was 92.57% in the P2. Crude protein was 10,63% in treatment P. Crude fat was 2.76%, at treatment P1., crude fiber 35.71%, BETN (Extract Materials Without Nitrogen) 47.56%. It was concluded that the effect of fermented coffee pulp with Trichodermareseei plus Zn-Cu isoleusinatin crease the protein content and lower crude fiber content. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi kulit buah kopi dengan Trichodermareseei dan fermentasi kulit buah kopi dengan Trichodermareseei yang ditambah Zn-Cu isoleusinat terhadap kandungan nutrisinya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 x 5; dengan 3 perlakuan yang diulang masing-masing 5 kali. Perlakuan yang diberikan adalah P1: Kulit buah kopi tanpa fermentasi, P2: Kulit buah kopi difermentasi Trichodermareesei, P3: Kulit buah kopi difermentasi Trichoderma reesei yang ditambah Zn-CuIsoleusinat. Parameter yang diukur adalah: kandungan bahan kering, bahan organic, protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan bahan kering (89,82%) dan bahan organik (92,57%) pada perlakuan P2, protein kasar 10,63% pada perlakuan P3, lemak kasar 2,76%, pada perlakuan P1Disimpulkan bahwa fermentasi kulit buah kopi dengan Trichodermareseei yang ditambah Zn-Cu Isoleusinat meningkatkan kandungan protein dan menurunkan kandungan serat kasar.
HUBUNGAN SKOR KONDISI TUBUH DAN BERAT BADAN INDUK SAPI BALI DENGAN BERAT LAHIR DAN BERAT BADAN PEDET UMUR SATU BULAN Herpi A. Tainmeta; Petrus Kune; Winfrit A. Lay
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.782

Abstract

Twenty-four dams Bali cows (8-9 months of pregnancy) paired with each calf were used in this study., to investigate the correlation between body condition score and body weight of Bali cattle along with calf birth weight and calf body weight aged one month. Body condition score was determined by observation and palpation on the spinossus, and the scores were assigned based on the amount of fat reserves in the animals (1 = least fat/too thin; 2 = thin; 3 = medium; 4 = fat; 5 = most amount of fat). Cows samples were taken purposively with manual pregnancy test with palpation technic. Calves samples were taken accidentially ofther the cows giving birth. Data was analised by simple correlation of Karl’s Pearson.There was a negative correlation between body condition score of the dams and their calf birth weight aged one month (r = -0,085) observed in the present study. However, the dams with higher body weight had a positive correlation (r = 0,361) with calf birth weight after born as well as with calf birth weight aged one month (r = 0,320). The results highlight the important role that body condition score has no correlation with calf birth weight. ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara skor kondisi tubuh dan berat badan induk sapi Bali saat setelah beranak dengan berat lahir dan berat badan pedet umur satu bulan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor induk dengan kisaran umur kebuntingan 8-9 bulan dan 24 ekor anak sapi dari induk – induk tersebut. Skor kondisi tubuh (SKT) ditentukan dengan observasi dan palpasi pada spinossus, (SKT 1 = sangat kurus; 2 = kurus; 3 = sedang; 4 = gemuk; 5 = sangat gemuk). Sampel induk diambil secara purposif dengan cara melakukan pemeriksaan kebuntingan (PKB) dengan tehnik palpasi. Sampel pedet diambil secara Accidential sampling yang terlahir dari induk – induk sampel. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi sederhana dari Karl’s Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) antara skor kondisi tubuh induk dengan berat lahir pedet berkorelas inegatif dengan keeratan sangat lemah (r = -0,085); 2) antara skor kondisi tubuh induk dengan berat badan pedet umur satu bulan berkorelasi positif dengankeeratan lemah (r = 0,361); 3) antara berat badan induk dengan berat lahir pedet berkorelasi positif dengan keeratan sedang (r = 0,575);dan 4) antara berat badan induk dengan berat badan pedet umur satu bulan berkorelasi positif dengan keeratan lemah (r = 0,320).
KUALITAS SILASE HIJAUAN Clitoria ternatea YANG DITANAM MONOKULTUR DAN TERINTEGRASI DENGAN JAGUNG Umbu Nuku Hamba Ora; I Gusti Ngurah Jelantik; Jalaludin .
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.783

Abstract

This research alms to understand the quality of silage forage resulting from planting Clitoria ternatea grow in monocultures or as intercropping corn crop planting a different. This study has been carried out in Noelbaki Villages, Kupang Subdistrict, Kupang Central and chem Laboratory feed FAS, NCU for 6 mounths. Stages this study began planting C. Ternatea in monocultures or integrated with corn for a mounth, making silage for 45 days, laboratory analysis for a mounth and analysis of data for a week. Design used in this research was Random Design Complete (RDC) with 5 treatment and 3 test. Forage greenery production, shringkage and the production of silage not different (P>0,05) between C. ternatea plated compared with monocultures planted integrated with corn that distance cropping up different. Physical qualities silage C. ternatea on planting monocultures integrated with corn physically silage only overgrown little mushrooms with the score 4 in terms silage produced remains as an original state. In addition to materials content dry, organic, coarse fiber, carbohidrates and BETN not changed (P>0,05) during the ansilage that is a massive nutrients feed other content. The quality of physical and chemical silage dip when C. Ternate Grown Integrated With Corn and the distance grow than 80 cm. Concentration VFA that that is the product fermentation during the ansilage C. Ternatea not in contrast to the monocultures integrated corn. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas silase hijauan yang dihasilkan dari pertanaman Clitoria ternatea yang ditanam secara monokultur atau sebagai tanaman sela (intercropping) tanaman jagung dengan jarak tanam yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dan Laboratorium kimia pakan Fapet Undana selama 6 bulan. Tahap-tahap penelitian ini dimulai penanaman C. Ternatea secara monokultur atau terintegrasi dengan jagung selama 1 bulan, pembuatan silase selama 45 hari, analisis laboratorium selama 1 bulan dan analisis data selama 1 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Produksi hijauan segar, penyusutan dan produksi silase tidak berbeda (P>0,05) antara C. ternatea yang ditanam monokultur dibandingkan dengan yang ditanam terintegrasi dengan jagung yang jarak tanamnya berbeda. Kualitas fisik silase C. ternatea pada penanaman monokultur dan terintegrasi dengan jagung secara fisik silase hanya ditumbuhi sedikit jamur dengan skor 4 dalam artian silase dihasilkan tetap seperti keadaan semula. Selain kandungan bahan kering, bahan organik, serat kasar, karbohidrat dan BETN tidak berubah (P>0,05) selama proses ensilase terjadi perubahan kandungan nutrien pakan lainnya. Kualitas fisik dan kimia silase menurun ketika C. ternatea ditanam terintegrasi dengan jagung pada jarak tanam lebih dari 80 cm. Konsentrasi VFA yang merupakan produk fermentasi selama proses ensilase C. ternatea tidak berbeda dari hasil penanaman monokultur dan terintegrasi jagung.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING BABI DALAM JUS DAUN SIRIH TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KADAR LEMAK DENDENG SETELAH PENYIMPANAN 2 BULAN Arnoldus Riovan Jeheman; Gertruida Margaretha Sipahelut; Dominggus Benyamin Osa
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.784

Abstract

Aim of this experiment was to know the effect of marinating pork in Piper betle leaves juice on organoleptic properties and fat content of pork jerky after stored fo two months. Fresh pork was soaked in Piper betle leaves juice before making jerky. Completely randomized design (CRD) 4x3 was used in this experiment. Four treatments used were: R0 (without marinating as control), R1= marinating in 5% of juice, R2= marinating in 5% of juice, R3 = marinating in 10% of juice; and R4 = marinating in 15% of juice. Organoleptics data (color, aroma, taste, tenderness) was analysed used non parametrik Kruskal-Wallis test followed by Mann-Whitney test to test the diffentr among treatment.. Whereas fat content data was analysed used analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan test to test the different among treatments. Analysis result showed that treatment was significant effect (P<0,05) on color, and highly significant effect (P<0,01) on aroma, taste, tenderness and fat content. It was concluded that pork was marinated in Piper betle leaves juice at level of 15% increased the score of color, aroma, taste and tenderness, but decreased fat content of pork jerky. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman daging babi dalam jus daun sirih (Piper betle Linn) terhadap sifat organoleptik dan kadar lemak dendeng babi setelah penyimpanan selama 2 bulan. Daging direndam jus daun sirih (5, 10 dan 15%) kemudian diolah menjadi dendeng. Rancangan percobaan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ke-4 perlakuan yang diberikan adalah : R0 (tanpa perendaman dalam jus daun sirih), R1 (perendaman dalam jus daun sirih 5 %), R2 (perendaman dalam jus daun sirih 10 %), R3 (perendaman dalam jus daun sirih 15 %). Data organoleptik (warna, aroma, rasa dan keempukan) dianalisis menggunana uji non parametrik Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Data kandungan lemak yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil analisa statistik menuinjukkan bahwa perlakuan berpengaruh hyata (P<0,05) terhadap warna, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aroma, rasa, keempukan, dan kadar lemak dendeng babi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perendaman daging babi dalam jus daun sirih level 15% dapat meningkatkan skor warna, aroma, rasa dan keempukan dendeng babi dan dapat menurunkan kandungan lemak pada dendeng babi.
ANALISIS BIAYA PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN PADA USAHA DENDENG DAN ABON SAPI DI KOTA KUPANG Jusrifarida Elia; Johanes G. Sogen; Tenang .
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.785

Abstract

A study on the cost production and profitability of the dendeng and abon business was held in Kota Kupang for four months. Analysis of the data used was cost production analysis by applying the cost of good sold and then continued to an analysis of financial ratios such as liquidity ratios, solvability, and profitability.The results showed that the cost structure found as follows: For dendeng business : 86,66% was the cost provided for procurement of main material – beef fresh meat, 7,81% for procurement of supporting materials, 2,99% for labor costs and 2,53% for overhead costs. Further, the cost structure of the abon business as follows: 80,89% of the costs for the procurement of the main material – beef fresh meat; 12,64% for the costs of supporting material, 3,81% of the costs for labor and 2,66% for overhead costs. Dendeng and abon business in Kota Kupang give profit as follows: dendeng business Rp. 47.522.526 / year and abon business Rp. 38.763.914 / year. The company's performance of dendeng and abon business in Kota Kupang are relatively healthy in terms of financial ratio analysis which is owned by the company. ABSTRAK Suatu penelitian tentang biaya produksi dan keuntungan dari usaha dendeng dan abon sapi telah dilaksanakan di Kota Kupang selama empat bulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya produksi dengan menggunakan metode harga pokok dan analisis rasio keuangan berupa rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas dan profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya sebagai berikut: untuk dendeng 86,66% merupakan biaya untuk pengadaan bahan utama –daging sapi segar, 7,81% untuk pengaadaan bahan penunjang, 2,99% biaya untuk tenaga kerja dan 2,53% untuk biaya overhead. Selanjutnya pada usaha abon sapi struktur biaya sebagai berikut: 80,89% biaya untuk pengadaan bahan utama, 12,64% biaya untuk bahan penunjang, 3,81% biaya untuk tenaga kerja dan 2,66% biaya overhead. Usaha dendeng dan abon sapi di Kota Kupang memberikan keuntungan masing-masing: dendeng sebesar Rp 47.522.526/tahun dan abon Rp 38.763.914/tahun. Kinerja perusahaan dendeng dan abon di Kota Kupang tergolong sehat ditinjau dari analisis rasio keuangan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.
PENGARUH KOMBINASI TEPUNG LABU KUNING, TEPUNG DAUN KELOR DAN MINYAK KELAPA DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM BROILER Sirila Deda; Sutan Yohana Florida Getruida Dillak; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.786

Abstract

The aims of the experiment were to know the effect of yellow pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination as a corn substitution on the broiler’s meat quality. Eighty DOC broiler chickens were used in the experiment and were alloted in completely randomized design with four treatments and four replications. The four treatments used in this experiment were : R0 : 60% corn + 40 % concentrate; R1: 55 % corn + 40% concentrate + 5% yellow pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination; R2: 50 % corn + 40% concentrate + 10 % yellow pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination and R3: 45 % corn + 40% concentrate + 15% yellow pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination. Sixteen broilers from each replication were slaughtered for data collection. Variables measured were tenderness, cooking loss and pH. Data were analysed with ANOVA and followed by Duncan’s Multiple Range Test, when it evaluated difference between the treatments. Statistical analyses showed that the treatment did not significant effect on variables measured. It can be concluded the theatments could replace corn on the diets the quality of meat was concederable same. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung labu kuning, tepung daun kelor dan minyak kelapa sebagai pengganti jagung dalam ransum terhadap kualitas fisik daging ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 80 ekor DOC strain CP 707. Rancangan acak lengkap digunakan dalam penelitian ini dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0: 60% jagung + 40% konsentrat (kontrol), R1: 55% jagung + 40% kosentrat + 5% kombinasi tepung labu kuning, tepung daun kelor dan minyak kelapa, R2: 50% jagung + 40% konsentrat + 10% kombinasi tepung labu kuning, tepung daun kelor dan minyak kelapa dan R3: 45% jagung + 40% konsentrat + 15% kombinasi tepung labu kuning, tepung daun kelor dan minyak kelapa. Ternak yang dipotong sebanyak 16 ekor yang yang diambil 1 ekor dari setiap unit percobaan. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis menurut prosedur sidik ragam Anova dan untuk melihat pengaruh diantara perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap keempukan, susut masak dan pH daging. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi tepung labu kuning, tepung daun kelor dan minyak kelapa dengan level 5%, 10% dan 15% dapat menggantikan jagung dalam ransum ayam broiler dan nilai kualitas daging yang mendapatkan ransum perlakuan hampir sama dengan ransum kontrol.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DALAM RANSUM BASAL TERHADAP PERTAMBAHAN UKURAN LINEAR TUBUH DAN INCOME OVER FEED COST PADA BABI Saul Titus Tanghamap; Tagu Dodu; Ni Nengah Suryani
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.787

Abstract

A study has been conducted in the village of East Baumata, District Taebenu, Kupang, for 8 weeks from the date of 11 February to 7 April 2016. The purpose of this study was to know the effect of adding turmeric powder (Curcuma domestica, Val) in the basal ration to gain linear body size and Income Over Feed Cost in pigs. The material used in this study was 12 landrace famale pigs aged 2 to 3 months with variations in weight from 8,50 - 15.00 kg, and the coefficient of variation of 23,32%. The feed material used was corn, rice bran, 157 concentrates, fish powder, turmeric powder, moringa flour, mineral-10 and coconut oil. The method used in this study was randomized block design (RAK) with 4 treatments and 3 replications. The treatments tested were: R0: basal ration without turmeric powder (control), R1: basal ration + 0,25% turmeric powder, R2: basal ration + 0,50% turmeric powder, R3: basal ration + 0,75% turmeric powder. ANOVA analysis results showed that the treatment effect was not significant (P> 0.05) on the size of the linear body and Income Over Feed Cost crossbreed Landrace pigs. This proves that the addition of turmeric powder at 0,25%, 0,50% and 0,75% in the basal ration showed the same effect to gain linear body size and Income Over Feed Cost. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit (Curcuma domestica, Val) dalam ransum basal terhadap pertambahan ukuran linear tubuh dan Income Over Feed Cost pada babi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor ternak babi betina peranakan landrace umur 2 sampai 3 bulan dengan kisaran berat badan 8,50 - 15.00 kg, dan koefisien variasi 23,32%. Bahan pakan yang digunakan adalah jagung, dedak padi, konsentrat 157, tepung ikan, tepung kunyit, tepung kelor, mineral-10 dan minyak kelapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah : R0: Ransum basal tanpa tepung kunyit (kontrol), R1: Ransum basal + tepung kunyit 0,25%, R2: Ransum basal + tepung kunyit 0,50%, R3: Ransum basal + tepung kunyit 0,75%. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap ukuran linear tubuh dan Income Over Feed Cost ternak babi peranakan Landrace. Hal ini membuktikan bahwa penambahan tepung kunyit pada level 0,25%, 0,50% dan 0,75% dalam ransum basal menunjukkan pengaruh yang sama pada pertambahan ukuran linear tubuh dan Income Over Feed Cost.
KUALITAS BAKSO BABI YANG DIBERI LAPISAN PENUTUP KITOSAN, KARAGENAN DAN GELATIN PADA LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA Danial O. Tulasi; Pieter Rihi Kale; Heri Armadianto
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.788

Abstract

This study aimed to determine the organoleptic and chemical quality of pork meatball covered by coating and store in different time. The materials used were chitosan, carrageenan, gelatin and pork. Completely randomized design (CRD) 4 x 4 with factorial pattern was used in this experiment. The four treatments were, P0 = control, P1 = 3% chitosan, P2 = 3% carrageenan, P3 = 3% gelatin. Each treatment placed in a different storage time (0,12, 24 and 36 hours). Parameters measured were color, taste, texture, protein and moisture content. Data of color, taste, texture, protein and moisture content was analysed by using non parametric Kruskal-Wallis and followed by Mann Whitney test. Whereas data of protein and moisture was analysed by ANOVA followed by Duncan test. The result showed combination of treatment was significantly effect (P<0,05) all parameter measured. All coating could retard changing of color, taste, texture score, protein and moisture content. During storage time, protein content of pork meat ball covered with chitosan was higher than other treatment combination. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik dan kimiawi bakso babi yang diberi lapisan penutup/ coating pada lama penyimpanan yang berbeda. Materi yang digunakan adalah kitosan, karagenan, gelatin dan daging babi. Rancangan Acak Lengkap dengan 4 x 4 dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah penggunaan bahan pelapis yaitu: P0 = tanpa pelapis/kontrol, P1 = kitosan 3%, P2 = karagenan 3%, P3 = gelatin 3%. Kemudian masing-masing perlakuan disimpan pada lama waktu yang berbeda (faktor ke dua) yaitu 0, 12, 24 dan 36 jam. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah warna, rasa, kekenyalan, kandungan protein dan air. Data warna, rasa, dan kekenyalan dianalisis menggunakan analisis non parametrik Kruskal-Wallis dilanjut dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Data kadar protein dan kadar air dianalisis menggunakan analisis of varians (ANOVA) dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan berpengaruh nyata (P< 0,05) pada semua parameter yang diukur. Pemberian lapisan bisa menekan laju penurunan skor warna, rasa, kekenyalan bakso sampai lama penyimpanan 36 jam, mengurangi kandungan air sampai lama simpan 12 jam. Bakso yang diberi lapisan kitosan mempunyai kandungan protein lebih tinggi selama masa simpan dibanding kombinasi perlakuan lainnya.
PENGARUH PEMBERIAN TOMAT (Solanum lycopersicum ), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP KUALITAS DENDENG SAPI Adolof Lukas Yusuf Wasabiti; Pieter Rihi Kale; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.789

Abstract

Purpose of this experiment was to know effect of giving tomato, bay leaf and garlic on dendeng/ beef jerky quality. This experiment followed completely randomized design (CRD) 5x3 with five treatments; D0: control, JT: tomato juice 5%, DS: bay leaf juice; DS: garlic juice; TSB: mixed of the three kind of the juices. Parameters measured were content of cholesterol, fat, protein and also organoleptic aspects included colour, aroma, taste and terderness. Data of cholesterol, fat and protein were analysed by using ANOVA followed by Duncan test to test difference between treatment. Whihe data of the colour, aroma, taste and terderness were analysed by using Kruskal – Wallis test followed by Mann Whitney test to test the different between treatment (SPSS 18). Result showed that all treatments were significant effect cholesterol content (P<0,05), higly significant (P<0,01) effect on protein color, aroma, taste and tenderness. The result showed that all treatment reduce cholesterol, bay leaf enhances protein content. Garlic increases aroma and taste score. All treatmeant causes colour score of beef jerky decline (beef jerky tends to become darker) and all beef jerky are more tender (tenderness score increase). To sum up adding of tomato juice, bay leaf juice, garlic juice at the same time do not improve beef jerky quality compare to if the juice is added separately. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis herbal terhadap kualitas dendeng sapi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap 5x3. Lima perlakuan yang diberikan adalah KO = kontrol, JT = dendeng diberi jus tomat, DS = dendeng diberi daun salam, BP = dendeng diberi bawang putih, TSB = dendeng diberi jus tomat + daun salam + bawang putih. Parameter yang di ukur adalah protein, lemak, kolesterol, warna, aroma, rasa dan keempukan.. Data protein, lemak dan kolesterol, dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Sedangkan warna, aroma, rasa dan keempukan menggunakan Kruskall - Wallis dilanjut dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan.dengan SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata ( P<0,05 ) pada kandungan kolesterol, sangat nyata ( P<0,01 ) pada kandungan protein aroma, warna, rasa dan keempukan, tapi tidak berpengaruh ( P>0,05) pada kandungan lemak. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa semua perlakuan dapat menurunkan kandungan kolesterol dendeng sapi, namun tidak mempengaruhi kandungan lemak dendeng. Pemberian daun salam meningkatkan kandungan protein. Pemberian bawang putih mengakibatkan skor aroma dan skor citarasa tertinggi. Semua perlakuan menyebabkan skor warna menurun ( dendeng cenderung lebih coklat, sedangkan skor keempukan meningkat (dendeng menjadi lebih empuk). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan jus tomat, daun salam, bawang putih secara bersamaan tidak mengakibatkan kualitas dendeng meningkat dibanding jika diberikan sendiri - sendiri.

Page 1 of 2 | Total Record : 12