cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017" : 13 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI TEPUNG LABU KUNING TEPUNG DAUN KELOR DAN MINYAK KELAPA SEBAGAI PENGGANTI JAGUNG TERHADAP KONSUMSI RANSUM, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI RANSUM AYAM BROILER Veronika Kunda; Agustinus Konda Malik; Markus Sinlae
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.806

Abstract

The aims of this study were to determine the effect of pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination as a corn substitution on feed intake, daily weight gain and feed conversion of broiler. 80 DOC broiler chickens were randomly allotted in a completely randomized design with four treatments and four replicates. The four treatments used in this experiment were: R0: 60% corn + 40% concentrate; R1: 55% corn + 40% concentrate + 5% pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination; R2: 50% corn + 40% concentrate + 10% pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination; R3: 45% corn + 40% concentrate + 15%. pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination. Variables measured were feed intake, daily weight gain and feed convertion. Data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). There were no significant differences between treatments on feed intake, daily weight gain and feed conversion observed in this study. Therefore, it can be concluded that the administration of pumpkin flour, moringa leaf flour and coconut oil combination in the ration is able to maintain the performance of broiler. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung labu kuning, tepung daun kelor dan minyak kelapa sebagai pengganti jagung terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum ayam broiler. Materi penelitian yang digunakan adalah (DOC) ayam broiler sebanyak 80 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian adalah R0: Jagung 60% + Konsentrat 40% (ransum kontrol) R1: Jagung 55% + Konsentrat 40% + kombinasi tepung labu kuning, daun kelor dan minyak kelapa 5%. R2: Jagung 50% + Konsentrat 40% + kombinasi tepung labu kuning, daun kelor dan minyak kelapa 10%. R3: Jagung 45% + Konsentrat 40% + kombinasi tepung labu kuning, daun kelor dan minyak kelapa 15%. Variabel yang diteliti adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum ayam broiler. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi tepung labu kuning, tepung daun kelor dan minyak kelapa dalam ransum mampu mempertahankan penampilan produksi ayam broiler.
PENGARUH PEMBERIAN KARAGENAN DAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUALITAS DAGING SE’I BABI Enos Lalu Unyu; Gemini Ermiani Mercurina Malelak; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.807

Abstract

The aims of this research were to know the impact of karagenan and coconut liquid smoke to the aroma, color, taste, total bacteria and E.coli of pork se’i. Method used in this research was completely randomized design (CRD) 4x3. The treatments were T1: Control, T2: coconut liquid smoke 0,5 %, T3: karagenan 0,5 %, T4: coconut shell liquid smoke 0,5 % + karagenan 0,5 %. Each treatment had 3 replication. Data aroma, color and taste were analyzed using non parametric test Kruskall Wallis, followed by Mann Whitney test to test the different among the treatments. Whereas data of total bacteria was analyzed using ANOVA followed by Duncan test to test the different among the treatments (SPSS 17). The result of this research shows that the adding of karagenan and its combination with coconut shell liquid smoke causes pork se’i colored more pale and could decrease the grade total bacteria of pork se”i. E.coli was not detected in pork se’i. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian karagenan dan asap cair tempurung kelapa terhadap aroma, warna, rasa, total bakteri dan E.coli pada daging se’i babi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4x3. Perlakuan yang diberikan adalah P1: Kontrol, P2: Asap Cair Tempurung Kelapa 0,5%, P3: Karagenan 0,5%, P4: Asap Cair Tempurung Kelapa 0,5% + Karagenan 0,5%. Masing – masing perlakuan mempunyai ulangan 3. Data aroma, warna dan rasa dianalisis menggunakan non parametrik test Kruskall Wallis dilanjut dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Sedangkan data total bakteri dianalisis menggunakan ANOVA dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan (SPSS 17). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap warna dan total bakteri daging se’i babi tetapi berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) terhadap aroma dan rasa daging se’i babi. Sedangkan bakteri E.coli tidak terdeteksi pada semua sampel. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian karagenan, dan kombinasinya dengan asap cair tempurung kelapa menyebabkan se’i babi berwarna lebih pucat dan dapat menurunkan angka total bakteri pada se’i babi.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KROKOT (Portulaca oleracea Linn) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER Wilhelmus Mau Tulanggalu; Heru Sutedjo; Grace Maranatha
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.808

Abstract

The aim of the experiment was to know the effect of adding portulaca flour, in commercial ration on the physical quality of broiler meat. 100 DOC broiler chickens were used in the experiment and were alloted in the completely randomized design with four treatments and each treatment replicated five times. The four treatments used in this experiment were: R0= commercial ration; R1= commercial ration + 2,5% portulaca flour, R2= commercial ration + 5% portulaca flour; R3= commercial ration + 7,5% portulaca flour. Variables measured were: pH, water holding capacity, cooking losses, and tenderness. Data were analyzed from butchering 15 broilers of every treatment. Therefore, the total number of butchered were 60 broilers. Data was analysed by using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan test. Result showed that adding of portulaca flour was not significantly effect on pH but was significantly effect (P<0,05) on water holding capacity, cooking losess and tenderness. It can be concluded that the adding of portulaca flour on levels 2,5%; 5% and 7,5% did not change pH, but increases water holding capacity, decreased cooking losess and tenderness of meat improves. The best meat quality was approved by the adding of portulaca flour on levels 7,5%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung krokot dalam ransum terhadap kualitas fisik daging ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 100 ekor DOC ayam broiler. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari: R0 = ransum komersial; R1 = ransum komersial + 2,5% tepung krokot; R2 = ransum komersial + 5% tepung krokot; R3 = ransum komersial + 7,5% tepung krokot. Variabel yang diukur adalah pH, daya ikat air, susut masak dan keempukkan. Data diperoleh dari pemotongan 15 ekor ayam broiler dari tiap perlakuan, sehingga total pemotongan sebanyak 60 ekor. Analisa data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan ika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penambahan tepung krokot berpengaruh tidak nyata terhadap ph tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya ikat air, susut masak dan keempukan. Disimpulkan bahwa ransum penelitian tidak mempengaruhi pH namun, meningkatkan daya ikat air, menurunkan susut masak, dan daging ayam broiler lebih empuk. Kualitas daging yang baik dicapai oleh ayam broiler yang mendapat tepung krokot pada level 7,5% dari ransum komersial.
EFEK PENGGUNAAN MADU TERHADAP pH, TPC, BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN SALMONELLA DAGING BROILER ASAP Ferdianus Umbu Lado; Pieter Rihi Kale; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.809

Abstract

This research aimed to know the influence of addition of the honey with the level of different in smoked broiler meat on pH and the aspect of microbiology. This research was utilized 12 chickens broiler with 5 weeks old and 1-1,9 kg of weight. Completely randomised design (CRD) 4x3 was used in this experiment. The treatments used were: P0 = Without honey (control); P1 = honey 5 % P2 = honey 10 % , P3 = honey 15 %. Data was analyzed use analysis of variance (ANOVA) followed by Least significant difference (LSD) to test the different among the treatment . The result showed that treatment was not effect (P>0,05) on pH, but was signignificant effect (P<0,05) on TPC smoked broiler meat. Whereas Escherichia coli and Salmonella was not detected in all samples. In conclusion, addition of honey in smoked broiler meat decreased the total place count and the best level was at 10% of adding honey. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan madu dengan level berbeda pada pengolahan daging broiler asap terhadap pH dan aspek mikrobiologi. Penelitian ini digunakan 12 ekor ayam broiler berumur 5 minggu dengan berat 1-1,9 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan disain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4x3. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = Tanpa penambahan madu (kontrol); P1 = Penambahan madu 5 % dari berat karkas ; P2 = Penambahan madu 10 % dari berat karkas ; P3 = Penambahan madu 15 % dari berat karkas. Masing – masing perlakuan mempunyai ulangan 3. Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dilanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada pH daging broiler, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap TPC daging broiler asap. Untuk bakteri E. coli dan Salmonella tidak terdeteksi pada semua sampel daging broiler asap. Dapat disimpulkan bahwa pemberian madu dapat menurunkan total bakteri pada daging ayam broiler asap dan yang terbaik adalah pada level pemberian 10%.
PENGARUH LAMA PEMERAMAN DAN PENGASAPAN TERHADAP KUALITAS KIMIA DAN ASPEK ORGANOLEPTIK DAGING AYAM BROILER ASAP Arkhimedes Eduard Lakapu; Gemini E.M Malelak; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.810

Abstract

Aims of this research were to know the influence of curing and smoking time on water, protein, fat, and cholesterol content, water holding capacity, and organoleptic aspect of smoked broiler chicken. The research followed completely randomized design (3x3) with factorial pattern. Factor A was curing time 8, 16 and 24 hours, and factor B was smoking time 60, 90, and 120 minutes. The result of this research showed that curing or smoking time influenced the fat and cholesterol content (P<0.05), the protein content was influenced by the smoking time (P<0.05). Water content, water holding capacity and organoleptic aspect were not influenced by curing and smoking time. The lowest fat and cholesterol content was obtained at 24 hours curing time. The highest protein content was obtained at 60 minutes of smoking time. The lowest fat content was obtained at 60 minutes of smoking time, the lowest cholesterol content was obtained at 120 minutes of smoke time. The combination of curing and smoking time influenced on fat and cholesterol content (<0.05). The lowest fat content was obtained at 24 hours curing and 60 minutes smoking time. The lowest cholesterol content was obtained at 24 hours curing and 120 minutes smoking time. In conclusion as curing time increase, fat and cholesterol are decrease. As smoking time increases, protein and cholesterol decreases. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman dan pengasapan terhadap kadar air, protein, lemak, kolesterol, dan daya ikat air, serta aspek organoleptik daging ayam broiler asap. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3x3). Faktor A: lama pemeraman selama 8, 16 dan 24 jam, faktor B: lama pengasapan selama 60, 90, dan 120 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lama pemeraman atau pengasapan mempengaruhi kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler asap (P<0.05), sedangkan kadar protein hanya dipengaruhi oleh faktor lama pengasapan (P<0.05). Kadar air, daya ikat air, serta aspek organoleptik tidak dipengaruhi oleh faktor pemeraman atau pengasapan. Kadar lemak dan kolesterol terendah pada pemeraman selama 24 jam. Kadar protein tertinggi diperoleh pada pengasapan 60 menit. Kadar lemak terendah diperoleh pada pengasapan 60 menit, kadar kolesterol terendah diperoleh pada pengasapan 120 menit. Kombinasi perlakuan lama pemeraman dan pengasapan mempengaruhi kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler asap (P < 0.05). Kadar lemak terendah diperoleh pada pemeraman 24 jam dan pengasapan 60 menit. Kadar kolesterol terendah diperoleh pada pemeraman 24 jam dan pengasapan 120 menit. Semakin lama pemeraman, semakin menurunkan kadar lemak dan kolesterol. Semakin lama pengasapan, semakin rendah kadar protein dan kolesterol.
PENGARUH PEMBERIAN PRODUK PEMASAKAN SUMBER KARBOHIDRAT DENGAN UREA TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, PROTEIN EFFICIENCY RATIO DAN EFISIENSI PENGGUNAAN RANSUM TERNAK KAMBING Yupri Yupson Ndoluanak; Gustaf Oematan; Mariana Nenobais
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.811

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of cooking carbohydrate source added with urea on body weight gain, protein efficiency ratio and the efficient use of ration goats. The study used 12 local male goats aged of 1 - 1.5 years with an average body weight of 19.58kg (CV 26.25%). The method used in this study was a randomized complate block design (RCBD) consisted of 4 treatments and 3 replicates. The treatments applied: P0 = Forage Gamal 70% + 30% (concentrate + cassava, maize and putak without cooking the product; P1 = Forage Gamal 70% + 30% (concentrate + cooking cassava products urea); P2 = Forage Gamal 70% + 30% (concentrate + corn ripening product urea) and P3 = Forage Gamal 70% + 30% (concentrate + cooking products putak urea). Variables measured included: body weight gain, protein efficiency ratio and the feed efficiency. Results of analysis of variance showed that the treatments were significantly (P <0.01) influenced the body weight gain goats, while, the efficiency ratio and efficient use of ration (P <0.05) influenced the treatments. Use of the product ripening corn-urea in concentrate feed rations supplemented in higher level for goat improved the response variable goats compared to the use of the product cooking cassava-urea, urea and putak-carbohydrate sources that are not cooked with urea. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian produk pemasakan sumber karbohidrat dengan urea terhadap pertambahan bobot badan, protein efficiency ratio dan efisiensi penggunaan ransum ternak kambing. Penelitian menggunakan 12 ekor ternak kambing lokal jantan umur 1 - 1,5 tahun dengan berat badan rata-rata 19,58 Kg (KV 26,25 %). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang diterapkan : P0 = Hijauan gamal (Gliricidia sepium) 70% + 30% (konsentrat + ubi kayu, jagung dan putak tanpa produk pemasakan) ; P1 = Hijauan gamal 70% + 30% (konsentrat + produk pemasakan ubi kayu urea); P2 = Hijauan gamal 70% + 30% (konsentrat + produk pemasakan jagung urea) dan P3 = Hijauan gamal 70% + 30% (konsentrat + produk pemasakan putak urea). Variabel respon yang diukur meliputi : pertambahan bobot badan, protein efficiency ratio dan efisiensi penggunaan ransum. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan sangat nyata (P<0,01) mempengaruhi pertambahan bobot badan kambing, sementara protein efficiency ratio dan efisiensi penggunaan ransum nyata (P<0,05) dipengaruhi perlakuan. Penggunaan produk pemasakan jagung-urea dalam pakan konsentrat yang disuplementasi dalam ransum kambing nyata lebih tinggi meningkatkan variabel respon ternak kambing dibanding penggunaan produk pemasakan ubi kayu-urea, putak-urea dan sumber karbohidrat yang tidak dimasak dengan urea.
KUALITAS BAKSO BABI YANG DIBERI LAPISAN KARAGENAN Marson Metanunu; Geertruida Margaretha Sipahelut; Dominggus B. Osa
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.812

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of carrageenan coating on water, protein, fat content, and organoleptics (color, taste and firmness) of pork meatball. The 3 kg of pork was taken from colar butt, used in this experiment. The method used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments used were R0= without carrageenan (as control), R1 = 2% carrageenan (w/w), R2= 4% carrageenan, R3 = 6% carrageenan. Data of water content, protein and fat was analysed with analysis of Variance (ANOVA) and Duncan to test the different between treatments. While organoleptic data was analysed with nonparametric Kruskal Wallis test and Mann Whitney to test the different between treatments. untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Result showed that treatment was significantly effect (p <0.05) on moisture, fat, color, taste, firmness of pork meatballs. It can be concluded that the higher the level of carrageenan given the higher water content but the fat content was decreased. The highest score of color, taste and firmness was in meatball that coated with 6% carrageenan. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas bakso babi yang diberi coating (pelapis) karagenan terhadap total kadar air, protein, lemak dan organoleptik (warna, rasa dan kekenyalan). Daging yang dipakai dalam penelitian ini yaitu daging babi bagian punggung depan/ colar butt sebanyak 3 kg. Metode yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) 4x3. Perlakuan yang diberikan adalah Ro= tanpa penggunaan karagenan, sebagao control. R1= Penggunaan karagenan 2%. R2= Penggunaan karagenan 4%. R3= Penggunaan karagenan 6%. Setiap perlakuanterdiri dari 3 ulangan. Data kadar air, protein dan lemak dianalisis menggunakan analisis of Varians (ANOVA) dan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Data organoleptik dianalisis menggunana uji non parametrik Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p <0,05) terhadap kadar air, lemak, warna, rasa, kekenyalan bakso daging babi. Disimpulkan bahwa semakin tinggi level yang diberi karagenan semakin meningkat nilai kadar air, dan nilai kadar lemak semakin kecil. Skor warna, rasa dan kekenyalan tertinggi adalah pada pemberian pelapis karagenan 6%.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING BABI DI KOTA BAJAWA Simon Petrus Pehang Kumanireng; Ulrikus Romsen Lole; Sirilus Subaraya Niron
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.813

Abstract

This study was conducted in Bajawa from July 2015 to February 2016 to analyze factors affecting high demand of pork and its elasticity. Samples were collected from 100 respondents following random proportional in 4 villages (Kelurahan Bajawa, Faobata, Ngedukelu danTrikora). Data collected from this study were analyzed using descriptive analysis and quantitative analysis (correlation, multiple regression, and elasticity) of SPSS 16. The results of the present study showed that the average demand of pork in the Bajawa City was 17.91± 9,34 kg per year (SD = 52.15). There were four factors affecting the demand of pork (Y), ie. The price of chicken (X2), the price of eggs (X3), household income (X5), and education level (X7). The household income causing high demand of pork (Y) compare to the other threefactors. Furthermore, the elasticity of pork demand was = 1,533 and regarded as elastic (1,533 > 1). ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota Bajawa dari bulan Juli 2015 sampai bulan Februari 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bersarnya tingkat permintaan daging babi, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging babi dan elastisitas permintaan daging babi. Penentuan contoh dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama penentuan wilayah kelurahan contoh, diambil empat kelurahan yaitu Kelurahan Bajawa, Faobata, Ngedukelu dan Trikora yang dilakukan secara purposif. Tahap kedua adalah penentuan responden sebanyak 100 responden yang dilakukan secara acak proposional. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif (deskriptif) dan kuantitatif (korelasi, regresi berganda dan elastisitas). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata permintaan daging babi di Kota Bajawa sebesar 17,91± 9,34 Kg per tahun (Koefisien variasi = 52,15). Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang memiliki hubungan yang kuat terhadap permintaan daging babi (Y), yaitu harga daging ayam (X2), harga telur (X3), pendapatan keluarga (X5) dan tingkat pendidikan (X7). Hasil analisis regresi menggambarkan tentang keempat faktor tersebut terhadap permintaan daging babi.Faktor-faktor yang berpengaruh sangat nyata terhadapt permintaan daging babi (Y) di Kota Bajawa adalah pendapatan keluarga (X5) dan faktor-faktor lainnya berpengaruh tidak nyata. Elastisitas permintaan daging babi sebesar = 1,533 dan bersifat elastis (1,533 > 1).
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG BONGGOL PISANG TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIKTERNAK BABI Teresia Itu; Tagu Dodu; Ni Putu Febri Suryatni
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.814

Abstract

Aims of this experiment were to know the effect adding fermented banana corm flour in basal ratio on feed intake, digestibility of dry and organic matter in pigs. There were 12 starter (6 weeks of age) Landrace crossbred pigs with 12-21 kg (CV 25.69%) initial body weight used in the trial. Randomized block design with 4 treatments and 3 blocks was used in the trial. The 4 treatment diets offered were formulated as: R0 (basal feed without fermented banana corm); R1 (feed with 7%fermented banana corm); R2 (feed with 14% fermented banana corm); and R3 (feed with 21% fermented banana corm). Variable studied in the study wereintake and digestibility of both dry matter and organic matter. The result showed that effect of treatment was not affected (P>0,05) on either dry matter or organic matter digestibility.The conclusion is that including 0%-21% into basal feed performed the similar results in both dry matter and organic matter digestibility. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untukmengetahui pengaruh penggunaan tepung bonggol pisang terfermentasi dalam ransum basal terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik pada babi.Materi yang digunakan adalah 12 ekor anak babi peranakan Landrace fase starter (umur 6 minggu) dengan bobot awal 12-21 kg dan koevisienvariasi 25,69%. Penelitian ini menggunakan RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan.Perlakuan yang diberikan: R0 (tanpa tepung bonggol pisang terfermentasi), R1 (tepung bonggol pisang terfermentasi 7 % dalam ransum basal), R2 (tepung bonggol pisang terfermentasi 14% dalam ransum basal), R3 (tepung bonggol pisang terfermentasi 21% dalam ransum basal). Parameter yang diukur adalah konsumsi dankecernaan bahan kering dan bahanorganik pada babi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuaan tidak berpengaruhnyata (P>0,05) terhadap konsumsi, kecernaan bahan kering dan bahan organik. Bertolak dari hasil tersebut disimpulkan bahwa tingkat penambahan tepung bonggol pisang terfermentasi 0%-21% dalam ransum basal memberikan respon yang relative sama.
KINERJA PRODUKSI DAN EKONOMI USAHA PENGGEMUKAN TERNAK BABI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI KECAMATAN ADONARA TIMUR Yulius Suban Mengu; Ulrikus Romsen Lole; Sirilius Subaraya Niron
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.815

Abstract

The purpose of this research are to know the performance of production, income and financial feasibility of pig fattening boar VDL (Verededle Duits Landvarken) rural agribusiness project program in East Adonara District. The analyzed using performance production measurement with measurement on pig weight, production performance, weaning weight, weaning time, mortality, pig age at selling and income analysis and financial feasibility analysis. The results of the calculation of production performance showed the increase of body weight of young males 6.86 kg / month, adult male body weight increase 7.37 kg / month, chest circumference 69.21 cm, adult chest circumference 112.58 cm, shoulder height young 58.10 cm, adult shoulder height 83.70 cm, young body length 56.26 cm, adult body length 79.16 cm, weaning time 3 months, 6.09% mortality and one year selling time. The analysis economy shows revenue production period is Rp 1.999.452,67. BEP is achieved at the selling rate of 1 pig seed VDL of Rp. 2.922.166.69 and PBP of 1,78 year. The use of production cost has been efficiently seen from the value of ROI of 6,74%. The business efficiency R-C ratio of 1.96 and and the Net B- C value of 1.63. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja produksi, pendapatan dan kelayakan finansial usaha penggemukan babi peranakan VDL (Verededle Duits Landvarken) program PUAP di Kecamatan Adonara Timur. Data dianalisis menggunakan pengukuran kinerja produksi dengan pengukuran pada pertambahan bobot badan babi, penampilan produksi, bobot sapih, waktu sapih, mortalitas, umur babi saat jual dan analisis pendapatan serta analisis kelayakan finansial. Hasil perhitungan kinerja produksi menunjukan pertambahan bobot badan jantan muda 6,86 kg/bulan, pertambahan bobot badan jantan dewasa 7,37 kg/bulan, lingkar dada muda 69,21 cm, lingkar dada dewasa 112,58 cm, tinggi pundak muda 58,10 cm, tinggi pundak dewasa 83,70 cm, panjang badan muda 56,26 cm, panjang badan dewasa 79,16 cm, waktu sapih 3 bulan, mortalitas 6,09% dan umur jual satu tahun. Analisis ekonomi menunjukkan pendapatan per periode produksi Rp 2.722.666.67. BEP tercapai pada tingkat penjualan sebesar 1 ekor babi peranakan VDL atau senilai Rp. 2.922166,67 dan PBP selama 1,78 tahun. Penggunaan biaya produksi sudah efisien dilihat dari nilai ROI sebesar 6,74%. Efisiensi usaha R/C ratio sebesar 1,96 dan dan nilai Net B/C sebesar 1,63.

Page 1 of 2 | Total Record : 13