cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017" : 10 Documents clear
PENGARUH PENGGANTIAN KACANG HIJAU DENGAN BIJI ASAM TERFERMENTASI TERHADAP KARKAS, LEMAK ABDOMINAL DAN KOLESTROL AYAM BROILER Geradus Kamilus Joly Son; Johanis Ly; Ni Nengah Suryani
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.819

Abstract

The study aimed at evaluating the mung bean substitution with fermented tamarind seeds on broiler carcass, abdominal fat and cholesterol. A completely randomized design with 4 treatments and 4 replicates was applied in this study. The feed treatments offered were R0: Control feed; R1: Feed containing TBAF (fermented tamarind seeds) substitutted with 8% mung bean; R2: Feed containing TBAF substituted with 10% mung bean; and R3: Feed containing TBAF substituted with 12% mung bean. Substituting mung bean with fermented tamarind seeds had significantly (P<0,01) decreased carcass weight and meat cholesterol. A significant reduction (p<0.05) also noted for both carcass percentage and abdominal fat percentage. It can be concluded substitution of mung bean with 8-12% fermented tamarind seeds had reduced carcass weight and percentage, abdominal fat weight and percentage, and meat cholesterol content of broilers. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian kacang hijau dengan tepung biji asam terfermentasi terhadap karkas, lemak abdominal dan kolesterol daging ayam broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah, R0: Ransum Kontrol; R1: Ransum mengandung TBAF (tepung biji asam terfermentasi) menggantikan 8% tepung kacang hijau; R2: Ransum mengandung TBAF menggantikan 10% tepung kacang hijau; dan R3: Ransum mengandung TBAF menggantikan 12% tepung kacang hijau. Hasil penelitian berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurunkan berat karkas dan kadar kolesterol daging; berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan persentase karkas, lemak abdominal dan persentase lemak abdominal. Kesimpulannya bahwa, penggantian 8-12% kacang hijau dengan TBAF dalam ransum menurunkan berat karkas, persentase karkas, berat lemak abdominal dan persentase lemak abdominal serta kadar kolesterol daging.
ANALISIS BIAYA PENDAPATAN BERDASARKAN SKALA PADA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN AMARASI KABUPATEN KUPANG Thomson Aplunggi; Obed H. Nono; Arnoldus Keban
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.820

Abstract

Fattening cattle have a significant economic opportunities and able to contribute a relatively high income. A study of fattening with different business scale has been implemented in Districtof Amarasi where data collection was conducted over 2 months ie January to February 2016. The aim of this study was to determine the cost structure of fattening cattle in the Amarasi District - Regency of Kupang on two different business scale and to determine the cash income of fattening cattle on a different scale enterprises . The method used is a survey method in which data collection is done through observation and interviews. Sampling was done using multi stages sampling. The determination of Sselected village was done purposively as many as three villages from eight villages intheDistrict of Amarasi. Determination of the respondents in each selected village was done in the quota of 20 people where each scale consists of 10 people. So, it was obtained 60 respondents representatively. Data were analyzed using analysis of input output and followed by test of difference of cash income between the scales. The results showed that the total costs on a scale I is Rp 11,789,915/year and on a scale II is Rp 18,254,845/year. The total cash earnings of farmers during the years is as follow: on scale I is Rp 10,901,750/year and on scale II is Rp 10,881,017/year. No differences in cash income on two different business scale (P> 0.05). ABSTRAK Usaha penggemukan ternak sapi memiliki peluang ekonomi yang cukup baik dan mampu memberikan sumbangan pendapatan yang relatif tinggi. Suatu studi tentang usaha penggemukan dengan Skala usaha yang berbeda telah dilaksanakan di Kecamatan Amarasi dimana pengumpulan data dilaksanakan selama 2 bulan yaitu januari sampai dengan Februari 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur biaya usaha penggemukan ternak sapi potong di Kecamatan Amarasi pada dua Skala usaha yang berbeda dan untuk mengetahui pendapatan tunai dari usaha penggemukan ternak sapi potong pada Skala usaha yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dimana pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Pengambilan contoh dilakukan secara bertahap. Penentuan desa contoh dilakukan secara purposive sebanyak 3 desa dari 8 desa yang ada di Kecamatan Amarasi. Penentuan responden pada tiap desa contoh dilakukan secara kuota sebanyak 20 orang dimana tiap Skala terdiri atas 10 orang sehingga diperoleh 60 responden representative. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis input output dan dilanjutkan dengan uji beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pada Skala 1 sebesar Rp 11.789.915/tahun dan pada Skala 2 sebesar Rp 18.254.845/tahun. Total pendapatan tunai petani peternak selama satu tahun usaha pada Skala I Rp 10.901.750 per tahun dan pada Skala II Rp 10.881.017/tahun. Tidak ada perbedaan pendapatan tunai pada dua Skala usaha uang berbeda tersebut (P>0.05).
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI SE’I BABI (STUDI KASUS KECAMATAN OEBOBO, KOTA KUPANG) Hendrikus Umbu Padu; Johanes G. Sogen; Sirilus S. Niron
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.821

Abstract

The purpose of this research were to identify the strength, weakness, oppurtunity, threat and to know the result of analysis strategy of developing effort agroindustrise’i babi which hasbeen in District Oebobo in Kupang City.This research was conduct by some steps with analysis tools which used were input step to identify the factor internal, eksternal of environment by use the matrics IFE and EFE. Verification step used SWOT matrics, and decision step used QSPM matrics.Resultaccount of IFE matrics get score about 2,606 with prominent superiority of company was quality of product (score 0,284) and prominent lack of company was capacity of production still limited (score 0,133). The result of EFE matrics get score about 2,75 with prominent oppurtunity is high consumer loyalty to products ( score 0,299) and prominent threat is increase of inflation ( score 0,275).Result of SWOT analysis produce about eleven alternatif strategies. Based of the result QSPM analysis of eleven strategy alternatif, there was one strategy alternatif which priority is to increase the quantity and quality of product se’i babi with score TAS about 6,116. ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dan mengetahui hasil analisis strategi pengembangan usaha agroindustri se’i babi yang tersebar di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan dengan alat analisis yang dipakai yakni tahap input mengidentifikasi faktor lingkungan internal eksternal menggunakan matrik IFE dan matrik (EFE). Tahap pencocokan menggunakan matriks SWOT, dan tahap keputusan menggunakan matrik QSPM. Hasil perhitungan dengan matrik IFE diperoleh total skor sebesar 2,606 dengan kekuatan utama perusahaan adalah produk berkualitas (skor 0,284) dan kelemahan utama perusahaan adalah kapasitas produksi masih terbatas (skor 0,133). Hasil perhitungan matrik EFE diperoleh total skor sebesar 2,75 dengan peluang utama yakni tingginya loyalitas konsumen terhadap produk (skor 0,299) dan ancaman utama yakni ancaman naiknya inflasi (skor 0,275). Hasil analisis SWOT menghasilkan sebelas strategi alternatif. Berdasarkan hasil analisis QSPM, dari sebelas alternatif strategi yang ada terdapat satu alternatif strategi yang diperioritaskan yakni meningkatkan kuantitas dan kualitas produk se’i babi dengan skor TAS sebesar 6,116.
PENGARUH PENGGUNAAN MADU TERHADAP KADAR AIR, PROTEIN, LEMAK, KOLESTEROL DAN OKSIDASI LEMAK DAGING AYAM BROILER ASAP Edi Kurniawan Abdul Muthalib; Gemini E. M. Malelak; Heri Armadianto
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.822

Abstract

The aims of this study were to know the effect of honey bee inclusion on water content, protein, fat, cholesterol and lipid oxidation of smoked chiken broiler. Twelve - 5 months old broiler chicken (average carcass weight 1.319 kg) were used in this study following a Completely randomized design (CRD)) 4 x 3 was used in this experiment. The treatments were P0 = without honey bee inclusion (control), P1 = inclusion of 5% honey bee, P2 = inclusion of 10% honey bee, and P3 = inclusion of 15% honey bee. The data was analyzed with analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan test to determine the differences among means. There was a highly significantly different (P<0, 01) between treatments on protein, fat and cholesterol content. There was a significant different (P<0, 05) between treatments also recorded for lipid oxidation but not significant (P>0, 05) for water content of smoked broiler chiken. The inclusion of honey bee reduced the protein and cholesterol content and lipid oxidation, but increased the fat content of smoked broiler chicken. Therefore, it can be concluded that inclusion of 10% and 15% honey bee had the best quality of smoked broiler chiken. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan madu dalam pengolahan ayam asap terhadap kadar air, protein, lemak, kolesterol dan laju oksidasi lemak. Sebanyak 12 ekor ayam broiler (umur 5 minggu; berat karkas rata-rata 1.319 g) digunakan dalam penelitian ini mengikuti pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 x 3. Adapun perlakuan yang dikenakan adalah: P0 = tanpa pemberian madu (kontrol), P1 = pemberian madu 5%, P2 = pemberian madu 10%, P3 = pemberian madu 15%. Analisa data menggunakan analiys of variance (ANOVA) dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein, lemak dan kolesterol, berpengaruh nyata (P(<0,05) terhadap oksidasi lemak, tapi tidak berpengaruh (P> 0,05) pada kandungan air ayam broiler asap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian madu menurunkan kadar protein, kadar kolesterol dan memperlambat laju oksidasi lemak, tapi meningkatkan kadar lemak ayam asap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas ayam asap terbaik adalah pada pemberian madu 10% dan 15%.
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMPLIT DENGAN POLLARD TERHADAP PERTUMBUHAN TERNAK BABI BETINA PERANAKAN LANDRACE FASE PERTUMBUHAN Solfy Mariana Tefa; Winfrit A. Lay; Tagu Dodu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.823

Abstract

The study was carried out at UD. Mari Ternak in Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah for eight weeks devided into two periods, namely : two weeks (July 11st – July 23th 2016) for adaptation and 6 weeks (July 24th – September 3rd 2016) for data collection period. The study aimed at evaluating effect of substituting complete feed with pollard on growth of grower Landrace crossbred gilt. Twelve Landrace croosbred gilts with initial body weight 34 – 49.5 kgs (CV = 13.35%) were used in the study. Randomized Block Designs 4 treatments with 3 blocks was applied. The 4 treatment diets offered were: R0 : 100% CP 552; R1 : 95% CP 552 + 5% pollard; R2 : 90% CP 552 + 10% pollard and R3 : 85% CP 552 + 15% pollard. Statistical analysis showed that effect of substituting 10 – 15% CP552 with pollard is significant (P<0.05) on decreasing body height but not significant on (P>0.05) on body weight gain, body length, girth circle and feed intake of the gilts. The conclusion is that using pollard to substitute complete feed “CP 552” performed the similarly effect on growth but dcreased body height of Landrace crossbred gilt. ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di UD. Mari ternak Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang selama 8 (delapan) minggu yang terdiri dari 2 (dua) minggu (11 Juli – 23 Juli 2016) masa penyesuaian dan 6 (enam) minggu (24 Juli – 3 September 2016) masa pelaksanaan/pengambilan data. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pollard sebagai pengganti pakan komplit terhadap pertumbuhan babi peranakan Landrace fase pertumbuhan. Materi yang digunakan adalah 12 (duabelas) ekor babi betina muda peranakan Landrace dengan kisaran berat badan awal 34-49,5 kg (koefisien keragaman 13,35%), pollard dan pakan komplit “CP 552”. Metode yang digunakan adalah percobaan (eksperimen) dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kelompok sebagai ulangan masing-masing ; R0 : 100% CP 552; R1 : 95% CP 552 + 5% pollard; R2 : 90% CP 552 + 10% pollard; dan R3 : 85% CP 552 + 15% pollard. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa substitusi 5%–15% pollard terhadap CP 552 berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan berat badan, panjang badan, lingkar dada dan konsumsi ransum, namun pada level subtitusi 10% dan 15% nyata mengurangi pertambahan tinggi badan. Berdasarkan kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa substitusi pakan komplit “CP 552” dengan pollard memberi pengaruh yang relatif sama terhadap pertumbuhan babi betina peranakan Landrace fase pertumbuhan kecuali pertambahan tinggi badan yang nyata semakin rendah.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TERNAK BABI DI KABUPATEN NAGEKEO Arnoldus Dhae; Ulrikus R. Lole; Sirilus S. Niron
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.824

Abstract

The objectives of this study were 1) to determine the rate of farmer’s income which obtained from pig farming, 2) to analyze the financial feasibility of pig farming in Nagekeo Regency. The sampling method consist of three phases. Firstly determining two districts purposively, Secondly determining four villages sample also purposively, thirdly, determining 41 respondents in the basis of proportional random sampling. The data collected were analyzed using income and financial analysis. The criteria of financial analysis were NPV, Net B/C, R/C, IRR, Price of BEP and PP. The results of this study showed that the average of farmer’s income abtained from pig farming was Rp 18.514.171 per year. The financial analysis shows the NPV of Rp 21.568.664, the value of the Net B/C of 2,06; R/C of 2,88; IRR of 44%; PBP of 1,5 per year; and Price of BEP equal is Rp 3.497.721 million. Based on the results abtained it can be concluded that the pig farming in Nagekeo is already profitable and financially feasible. Therefore, efforts need to be developed and improved. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui besarnya pendapatan petani peternak yang diperoleh dari usaha ternak babi yang dijalankan di Kabupaten Nagekeo dan 2) menganalisis kelayakan usaha ternak babi secara finansial di Kabupaten Nagekeo. Metode pengambilan contoh dilakukan melalui tiga tahap. Pada tahap pertama dilakukan pada tingkat kecamatan secara purposive (sengaja) dari 7 kecamatan diperoleh 2 Kecamatan Contoh. Penentuan Desa Contoh dilakukan secara purposive (sengaja) dari 26 desa sehingga diperoleh 4 Desa Contoh. Penentuan responden dilakukan secara acak proposional, sehingga diperoleh 41 responden. Data analisis menggunakan analisis pendapatan, dan analisis finansial dengan menggunakan kriteria NPV, Net B/C, R/C, IRR, BEP Harga dan PP. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata besar pendapatan yang diterima dari usaha ternak babi adalah sebesar Rp 18.514.171 per tahun. Analisis finansial menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 21.568.664, nilai R/C ratio sebesar 2,88, nilai B/C sebesar 2,06, nilai IRR sebesar 44%, nilai PBP sebesar 1,5 tahun dan BEP harga sebesar Rp 3.497.721. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa usaha ternak babi di Kabupaten Nagekeo sudah menguntungkan dan layak secara finansial. Oleh karena itu usaha ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BONGGOL PISANG TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN SERAT KASAR DAN BETN PADA BABI PERANAKAN LANDRACE FASE STARTER Theresia Prasedis Uta; Twen Ocsierly Dami Dato; Tagu Dodu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.825

Abstract

The study aimed at evaluating the effect of including fermented banana weevil (FBW) on intake and digestibility of crude fiber (CF) and nitrogen free extract (NFE) of starter landrace crossbred pigs. Procedure of block design of 4 treatments with 3 replicates was applied in the trial. The trial treatments consisted of: feed without (0%) fermented banana weevil(R0); feed containing FBW substituting 7% rice bran (R1), feed containing FBWsubstituting 14% rice bran(R2), and feed containing FBWsubstituting 21%rice bran (R3). The results showed that effect of treatment is significant (P<0,05) on intake and digestibility of NFE, but not significant (P>0,05)on intake and digestibility of crude fiber values. The conclusion draw is that fermented banana weevil can substitute 7-21% rice bran in the starter pigs feed. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung bonggol pisang terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar dan BETN. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan diberi pakan tanpa bonggol pisang kepok terfermentasi 0% (R0), ransum mengandung 7% bonggol pisang kepok terfermentasi (R1), ransum mengandung 14% bonggol pisang kepok terfermentasi (R2), dan ransum mengandung 21% bonggol pisang kepok terfermentasi (R3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan BETN, namunberpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar. Bertolak dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa tepung bonggol pisang kepok terfermentasi dapat digunakan sebagai pengganti dedak padi 7-21% dalam ransum ternak babi.
TAMPILAN ESTRUS DAN TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN KAMBING KACANG YANG DIINDUKSI MENGGUNAKAN PROSTAGLANDIN F2α (ESTRONTM BIOVETA) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA Soleman Manaze Weiri Sinda; Thomas Mata Hine; Wilmientje Marlene Nalley
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.826

Abstract

The aim of this study was to evaluate the effect of different levels of PGF2α (Estron ™ bioveta) induction on estrus performance and artificial insemination of kacang does. Sixteen parous kacang does (3-4 years) were used in the study. The aniamls were housed in group following a block randomized design of 4 treatments with 4 blocks. The 4 treatments offered were: injection with physiological NaCl (P0); 0.25 mL PGF2α (P1); 0.50 mL PGF2α (P2); and 0.75 mL PGF2α (P3). Variable measured were: estrus intensity, estrus percentage, estrus duration, service per conception, and conception rate. All data collected were descriptively analyzed. Kacang does injected with PGF2α 0.5-0.75 mL resulted in higher estrus (100%) for P2 and P3, respectively than those injected with 0, 25 mL (P1). The higher estrus intensity was recorded for does had treatment P1 and P2 (score 3) than those treated with P0 and P1 (score 1-2). Goats injected P2 and P3 had longer estrus duration (38.75 - 45.50 hours) than P1 and P0 (32.67- 37.33 hours). Furthermore, the higher conception rate were recorded for P1 (66.67% S/C 1.33), followed by P0 (33.33% S/C 1.67), P2 (0.75 S/C 1.75), and P3 (25% S/C 1.75), respectively. Therefore, it can be concluded that does injected with 0.25 mL PGF2α (Estron ™, Bioveta) had highest conception rate. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi PGF2α dengan berbagai dosis yang berbeda terhadap tampilan estrus dan tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) kambing kacang. Penelitian ini menggunakan kambing kacang betina sebanyak 16 ekor dengan umur 3-4 tahun. Ternak dikandangkan secara koloni mengikuti pola rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah injeksi menggunakan NaCl fisiologis (P0), 0,25 mL PGF2α (P1), 0,50 mL PGF2α (P2), dan 0,75 mL PGF2α (P3). Parameter yang diukur adalah intensitas estrus, persentase estrus, lama estrus, service per conception, dan persentase kebuntingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi PGF2α sebanyak 0,5 mL (P2) dan 0,75 mL (P3) pada kedua perlakuan menghasilkan persentase estrus 100%, lebih tinggi daripada yang dinjeksi 0,25 mL (P1) hanya 75%. Tampilan intensitas estrus lebih tinggi pada perlakuan P1 dan P2 dengan skor 3, sedangkan P0 dan P1 hanya menunjukkan intensitas estrus dengan skor 1-2. Demikian juga dengan lama estrus P2 dan P3 mencapai 38,75 – 45,50 jam pada perlakuan, lebih lama daripada P1 dan P0 dengan lama estrus 32,67 – 37,33 jam. Angka kebuntingan tertinggi ditunjukkan pada perlakuan P1 66,67% dan 1,33 untuk nilai services per conception diikuti dengan P0 yaitu 33,33% dan 1,67; dan angka kebuntingan terendah terdapat pada perlakuan P2 dan P3 dan 0,75 yaitu 25% dan 1,75. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa injeksi PGF2α ( Estron™, Bioveta ) sebanyak 0,25 mL menghasilkan angka kebuntingan tertinggi
TAMPILAN REPRODUKSI INDUK BABI LANDRACE HASIL INSEMINASI BUATAN PADA PARITAS YANG BERBEDA Petronela Lotu; Henderiana Laura Louisa Belli; Aloysius Marawali
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.827

Abstract

The purpose of the present study was to determine the reproductive performance of landrace crossbreed sows which being maintained at the village level. Eighteen crossbreed landrace sows and one landrace-male pigs as a source of semen were used in this study following a randomized complete block design with three treatments and six replications. The treatments were: P1 (first and second parity); P2 (third and fourth parity); and P3 (fifth and sixth parity). The parameters observed were: length of estrus, service per conception rate (S/C), conception rate (CR) and litter size. Data were analyzed using Anova. There were no significant difference (P>0.05) between treatments on length of estrus, service per conception rate (S/C), conception rate (CR) and litter size. However, the results indicate that length of estrus of landrace crossbreed sows were: 3.16 days; 3.33 days and 3.16 days for P1, P2 and P3, respectively. The services per conception obtained were: 1.16 times; 1.33 times and 1.16 times for P1, P2, and P3, respectively. Furthermore, conception rates were: P1 = 83.33%; P2 =100% and P3 = 100%. Litter size obtained were: 8.4; 8 and 8.6 for P1, P2 and P3, respectively. ABSTRAK Suatu penelitian terhadap kinerja reproduksi babi betina yang berbeda paritas telah dilaksanakan di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang selama (4) bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari babi–babi induk betina peranakan landrace yang sedang dipelihara ditingkat peternakan rakyat. Penelitian ini menggunakan 18 ekor babi betina bangsa peranakan landrace dan satu ekor babi jantan bangsa landrace sebagai sumber semen untuk keperluan inseminasi. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan dan 6 ulangan.Perlakuan tersebut adalah: P1 (paritas pertama dan kedua); P2 (paritas ketiga dan keempat); dan P3 (paritas kelima dan keenam). Parameter yang diamati yaitu: lama estrus, service per conception rate (S/C), conception rate (CR) dan litter Size. Data dianalisis dengan menggunakan anova. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa lama berahi babi betina peranakan landrace yaitu P1= 3,16 hari; P2= 3,33 hari dan P3= 3,16 hari. S/C yang diperoleh adalah: P1= 1,16 kali; P2= 1,33 kali dan P3= 1,16 kali. Selanjutnya angka kebuntingan P1 = 83,33 %; P2= 100% danP3= 100%. Litter size P1= 8,4 ekor; P2= 8 ekor dan P3= 8,6 ekor. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap lama berahi, angka kebuntingan (CR), service per conception (S/C) dan litter size (P>0.05).
PENGARUH PENGGUNAAN ASAP CAIR KAYU DAN DAUN KUSAMBI (SCHLEICHERA OLEOSA) TERHADAP KANDUNGAN AIR, LEMAK, PROTEIN, AROMA DAN WARNA SE’I SAPI Magdalena Dewi Mekarsari; Pieter Rihi Kale; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.828

Abstract

The aims of this research were to know the effect of using the liquid smoke of kusambi (Schleichera oleosa ) leaves and kusambi woods on water, fat , protein content, aroma and colour in beef se’i. The material used was 10 Kgs of fresh beef, kusambi wood liquid smoke (KWLS) and kusambi leaves liquid smoke (KLLS), salt, coriander, saltpeter, kusambi leaves and kusambi woods. The design of this research followed a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments used were: S0 = Control; S1 = liquid smoke kusambi leaves 75% + liquid smoke kusambi woods 25%; S2 = liquid smoke kusambi leaves 50% + liquid smoke kusambi woods 50%; liquid smoke kusambi leaves 25% + liquid smoke kusambi woods 75%. Parameters measured were content of water, fat and protein, aroma and colour of beef se’i. Data of water, fat and protein were analysed by using analysis of variance (ANOVA) and followed by Duncan test. Whereas aroma and color were analyzed by using Kruskal- Wallis test and followed by Mann-Whitney test to see the different among treatments. The results showed that the treatment increased water content, effect protein, reduced fat content and increased aroma score of se’i (P<0.01) but was not affect the color (P>0.05). In conclusion, the combination the liquid smoke kusambi leaves and kusambi woods the best on treatments liquid smoke kusambi leaves 50% + liquid smoke kusambi woods 50% because able to lower fat content, increased aroma score of se’i and maintained the protein content ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi asap cair kayu dan daun kusambi terhadap kandungan air, lemak, protein, aroma dan warna se’i sapi. Materi yang digunakan adalah 10 kg daging sapi segar, asap cair kayu dan daun kusambi, garam, ketumbar, salpeter, kayu dan daun kusambi. Model rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah : S0 = pengasapan se’i secara tradisional sebagai kontrol; S1 = asap cair murni kayu kusambi (75%) + asap cair murni dari daun kusambi (25%); S2 = asap cair murni kayu kusambi (50%) + asap cair murni dari daun kusambi (50%); S3 = asap cair murni kayu kusambi (25%) + asap cair murni dari daun kusambi (75%). Parameter yang diukur adalah kandungan air, lemak, protein, aroma dan warna se’i sapi. Analisis data yang digunakan adalah analysis of variance (ANOVA) untuk kandungan air, lemak, protein dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Data skor aroma dan warna dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis test dengan SPSS 18 (Pratisto, 2009). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan menyebabkan kandungan air se’i meningkat demikian juga score aroma, tetapi kandungan protein berfluktuasi dan lemak menurun (P<0,01). Sedangkan score warna tidak dipengaruhi oleh perlakuan (P>0.05). Simpulan bahwa kombinasi asap cair kayu dan daun kusambi dalam pengolahan daging se’i sapi yang terbaik adalah pada perlakuan se’i yang diberi asap cair murni kayu kusambi 50% + se’i diberi asap cair murni daun kusambi 50%) karena mampu menurunkan kandungan lemak, meningkatkan score aroma dan dapat mempertahankan protein se’i sapi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10