cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018" : 10 Documents clear
FERMENTASI JERAMI KACANG HIJAU MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN KAMBING DENGAN WAKTU YANG BERBEDA TERHADAP KONSENTRASI NH3 DAN VFA SECARA in-vitro Benny Yohanes Wole; Arnold Elyazer Manu; Luh Sri Enawati
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.829

Abstract

The purpose of the present study was to determine the effect of mung bean hay fermented with goat rumen liquor at different time on NH3 concentration and VFA at in-vitro. A Completely Randomized Design with five treatments and three replicates was used in this study. The treatments were R0: mung bean hay + sugar + microbe starter without fermentation; P1: mung bean hay + sugar + 1 week microbe starter fermentation; P2: mung bean hay + sugar + 2 weeks microbe starter fermentation; P3: mung bean hay + sugar + 3 weeks microbe starter fermentation and P4: mung bean hay + sugar + 4 weeks microbe starter fermentation. The results showed that rumen starter liquor as microbe source had no significant effect (P>0.05) on NH3 concentration and VFA. The NH3 and VFA concentrations were 4.8 mM and 88,57, respectively. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan starter cairan rumen kambing sebagai sumber mikroba dalam fermentasi jerami kacang hijau dengan lama waktu yang berbeda terhadap konsentrasi NH3 dan VFA secara in-vitro. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium kimia pakan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang selama 8 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu : P0 = Jerami Kacang Hijau + Gula + Starter Mikroba Tanpa Fermentasi, P1 = Jerami Kacang Hijau + Gula + Starter Mikroba difermentasi 1 minggu, P2 = Jerami Kacang Hijau + Gula + Starter Mikroba difermentasi 2 minggu, P3 = Jerami Kacang Hijau + Gula + Starter Mikroba difermentasi 3 minggu dan P4 Jerami Kacang Hijau + Gula + Starter Mikroba difermentasi 4 minggu. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian starter cairan rumen sebagai sumber mikroba dalam fermentasi jerami kacang hijau memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsentrasi NH3 dan VFA. Kisaran optimum konsentrasi NH3 6-21 mM, sedangkan hasil penelitian menunjukan kisaran 4.8 mM. Kisaran optimum untuk VFA 80-160 mM, sedangkan hasil penelitian cenderung menurun dari kisaran 103,35-81,07 dengan rataan 88,57.
RESPONS PRODUKSI AGROINDUSTRI SE’I BABI TERHADAP PERMINTAAN KONSUMEN (STUDI KASUS PADA USAHA AGROINDUSTRI SE’I BABI BAUN) Diana Meliani Sabat; Maria Krova; Solvi M Makandolu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.830

Abstract

A case study focused on the agroindustry of Baun smoked pork in the District of Amarasi Barat Regency of Kupang has been conducted from September to October 2016. The aims of the study were: (1) to assess consumer perceptions about the peculiarities of Baun smoked pork; (2) to identify the efforts made by the producer in maintaining the customers; (3) to analyze factors that influence consumer demand, and (4) to analyze the extent of the production response to the demand of smoked pork. Ninety consumer respondents were included in this study following a simple random sampling procedure during 30 days of interviewed (3 respondents/day). The data obtained were descriptively analyzed for both qualitative and quantitative. Cobb-Douglas function was used to analyse the correlation and regression for quantitative data. The results showed that Baun smoked pork had a distinctive taste, with simple way of serving and on time. It also had available lesehan dining facilities. Factors that have a significant effect on the demand of smoked pork were the income and the number of family member. Furthermore, the production of smoked pork is influenced by consumer’s demand and day of production. The smoked pork production did not corresponding with the consumer demand, where the total demand of 2,624 kg per month. Therefore, producers should have the right strategy to maintain their potential consumers through the efforts of increasing the number of pig slaughtered especially at the week end. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui persepsi konsumen tentang kekhasan produk se’i babi Baun; (2) mengidentifikasi upaya produsen dalam mempertahankan pelanggan; (3) menganalisis faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen; (4) menganalisis sejauh mana respons produksi terhadap permintaan se’i babi. Pengambilan contoh konsumen sebanyak 90 orang dilakukan secara acak sederhana dengan teknik pengambilan tiga orang per hari selama 30 hari. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif berupa analisis korelasi dan regresi dengan pendekatan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa se’i babi Baun memiliki rasa yang khas, cara penyajiannya sederhana dan tepat waktu serta tersedia fasilitas makan lesehan. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan se’i babi Baun yaitu pendapatan dan jumlah anggota keluarga. Selanjutnya, produksi se’i babi Baun dipengaruhi oleh permintaan konsumen dan hari produksi. Produksi belum merespon permintaan konsumen dimana jumlah permintaan sebanyak 2.624 kg per bulan belum dapat dipenuhi oleh produsen se’i babi. Oleh karena itu, produsen harus memiliki strategi yang tepat untuk mempertahankan konsumen potensialnya melalui upaya meningkatkan jumlah ternak babi yang dipotong khususnya pada akhir minggu.
PENGARUH CARA MEMASAK YANG BERBEDA TERHADAP KADAR PROTEIN, LEMAK, KOLESTEROL DAN RASA DAGING SAPI BALI Apliana Leki Nguju; Pieter Rihi Kale; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.831

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of different cooking methods on protein content, fat, cholesterol and taste of Bali beef cattle. The research method used was Completely Randomized Design (RAL) with 4 treatments and 3 replications as follows: P1: Boiled Meat, P2: Steamed Meat, P3: Roasted Meat, P4: Fried Meat. The variables measured were protein content, fat content, cholesterol level, and taste. Data on protein, fat content, and cholesterol levels were analyzed using ANOVA followed by Duncan test. Taste data was analyzed by nonparametric Kruskal-Wallis Test. The result of this study showed that the treatment had a significant effect (P <0.01) on protein content, fat content, and taste of bali beef cattle but not significant (P> 0,05) on beef cholesterol level. It can be concluded that frying and roasting methods produced higher protein and fat content, with taste that tend to be very tasty. However, boiling and steaming methods resulted in lower protein and fat content, with a tendency to taste less tasty. Cholesterol content in each cooking process is relatively similar. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cara memasak yang berbeda terhadap kadar protein, lemak, kolesterol dan rasa daging sapi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dikenakan adalah: P1: Daging Direbus, P2: Daging dikukus, P3: Daging dipanggang, P4: Daging digoreng. Variabel yang diukur adalah kadar protein, kadar lemak, kadar kolesterol, rasa. Data kadar protein, kadar lemak, dan kadar kolesterol dianalisis menggunakan ANOVA (SPSS) dilanjut dengan uji Duncan. Data rasa dianalisis menggunakan nonparametrik Kruskal-Wallis Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein, kadar lemak dan rasa daging sapi Bali tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar kolesterol daging sapi Bali. Metode penggorengan dan pemanggangan menghasilkan kandungan gizi protein dan lemak relatif tinggi dengan rasa yang cenderung sangat enak. Metode perebusan dan pengukusan menghasilkan kandungan protein dan lemak lebih rendah dengan rasa yang cenderung kurang enak. Kandungan kolesterol pada setiap proses pemasakan relatif sama.
KOMPOSISI JENIS DAN JUMLAH PEMBERIAN PAKAN TERNAK SAPI BALI PENGGEMUKAN PADA KONDISI PETERNAKAN RAKYAT Upik Syamsiar Rosnah; Marten Yunus
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.833

Abstract

The present study aimed at evaluating the production and economic performances of Bali cattle fattened on traditional system. Seventeen farmers and thirty six cattle were randomly interviewed and observed, respectively. The collected data were analyzed for the average and standard deviation. 12 forages species were used to fatten Bali cattle in traditional system. Feed compositions were calculated in % fresh weight as followed: Leucaena leucocephala 85.2 ± 13.13; Sesbania grandiflora 5.49 ± 7.31; Ficus sp 2.92 ± 6.2; Musa paradisiacal stem 2.52 ±4.22; Acacia leucophloea 1.33 ± 3.79; Manihot utilisima stem 1.17 ±3.04; Brousonetia papyritera 0.52 ±1.18; Timonius timun 0.38 ±0.97; Hibiscus rosasinensis 0.37 ±1.06, and Melochiaum bellata 0.28 ±0.70. The average of daily feeds offered to cattle were: 19.923 ± 6.44 kg. It can be concluded that majority feeds offered to cattle were forages as protein sources, however still below the daily nutrients requirement. Therefore, it is recommended that additional of edible feeds are required to meet the animal needs. ABSTRAK Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui komposisi botani dan jumlah pemberian pakan sapi bali penggemukan pada kondisi peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adaah metode survey (wawancara dan observasi). Sebanyak 17 orang peternak sebagai responden dan 36 ekor ternak sapi penggemukan diambil secara acak untuk observasi. Data dianalisis dengan menghitung rataan dan simpangan baku. Hasil analisis data diperoleh bahwa komposisi botani (persen dasar bahan segar) yaitu lamtoro (Leucaena leucocephala)85.2 ± 13.13, turi (Sesbania grandiflora ) 5,49± 7,31, beringin (Ficus sp ) 2,92 ± 6,2, batang pisang (Musa paradisiacal)2,52 ±4,22, kabesak (Acacia leucophloea ) 1,33 ± 3,79, batang ubi kayu (Manihot utilisima) 1,17 ±3,04, kname/babui (Brousonetia papyritera) 0,52 ±1,18, timo (Timonius timun)0,38 ±0,97, kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) 0,37 ±1,06, dan busi (Melochiaum bellata ) 0,28 ±0,70; Rata-rata jumlah pemberian pakan 19,923 ± 6,44 kg/ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komposisi botani didominansi oleh hijauan pohon sebagai sumber protein dan dengan jumlah pemberian pakan yang cukup akan tetapi belum memisahkan bagian edibel dan non edibel sehingga berpotensi pada pertambahan berat badan yang rendah.
ANALISIS USAHA TERNAK BABI LANDRACE YANG DIBERI RANSUM BASAL DENGAN PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) TERFERMENTASI Salden Eliasar Nifu; Johanes G. Sogen; Ni Nengah Suryani
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.834

Abstract

The objective of the study was to determine net income, additional benefits from the use of fermented cassava flour, break even Point (BEP), pay back period (PBP), revenue cost ratio (R/C) of pig business fed with fermented cassava flour substitute in basal ration. The animals used in this study were 12 pigs aged 4-5 months with weight 28-44 kg (KV = 15.29%). This study used Randomized Block Design (RAK) with four treatments and three replications. The treatments were R0: 100% Basal ration, R1: 95% Basal ration + 5% fermented cassava flour, R2: 90% Basal ration + 10% cassava fermented starch, R3: 85% Basal rations + fermented cassava flour 15%. Parameters measured are net income, partial budget, break even point (BEP), pay back period (PBP), revenue cost ratio (R/C). The data analysis used is income analysis, partial budget analysis, and business feasibility analysis using PBP and R/C. The results showed that the treatment had no significant effect (P <0,05) on net income and the additional benefit obtained at treatment R1. In BEPproduction, the sale of livestock products 10 tail can pay back the business capital and BEPharga is less than the market price. In PBP the capital is returned in the 3rd period and the R/C obtained is 1.3 meaning if issued Rp1.- it will be obtained Rp0.3 so it is concluded that the business is profitable. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan bersih, keuntungan tambahan dari penggunaan tepung daun singkong terfermentasi, break even point (BEP), pay back periode (PBP), revenue cost ratio (R/C) dari usaha ternak babi yang diberi pakan pengganti tepung daun singkong terfermentasi dalam ransum basal. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor ternak babi yang berumur 4-5 bulan dengan berat badan 28–44 kg (KV=15,29%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah R0: 100% Ransum basal, R1: 95% Ransum basal + tepung daun singkong terfermentasi 5%, R2: 90% Ransum basal + 10% tepung daun singkong terfermentasi, R3: 85% Ransum basal + tepung daun singkong terfermentasi 15%. Parameter yang diukur yaitu pendapatan bersih, anggaran parsial, break even point (BEP), pay back periode (PBP), revenue cost ratio (R/C). Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis anggaran parsial, dan analisis kelayakan usaha dengan menggunakan PBP dan R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap pendapatan bersih dan keuntungan tambahan yang diperoleh pada perlakuan R1. Pada BEPproduksi, penjualan produk ternak 10 ekor dapat mengembalian modal usaha dan BEPharga lebih kecil dari harga dipasaran. Pada PBP modal dikembalikan pada periode ke 3 dan R/C yang diperoleh adalah 1,3 artinya jika dikeluarkan Rp1.- maka akan diperoleh Rp0,3 sehingga disimpulkan bahwa usaha tersebut menguntungkan.
KOMPOSISI BOTANI DAN PRODUKSI HIJAUAN MAKANAN TERNAK PADANG PENGGEMBALAAN ALAM DI DESA LETNEO KECAMATAN INSANA KABUPATEN TTU Richardus Karya Putra; Herayanti Panca Nastiti; Yoakim Harsuto Manggol
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.835

Abstract

The present study aimed to determine the botanical composition and forages production of pasture in Letneo village of Insana District of TTU regency. The method used in this study was the survey along with direct measurement and observation in the field. Forages production was measured by using a plot (1m x 1m). The plot was randomly placed in the pasture following Summed Dominance Ratio (SDR) method based on frequency, density, and ground cover. The botanical forages composition in the pasture of Letneo village was dominated by Grasses (63%) and Leguminosae (36%) with the forages production 22,061 ton/ha. There were five species of forages found in the pasture consists of three types of grass: Eleusine indica, Paspalum Scrobiculatum, grass Limpo (Hemarthria Altisima) and two types of legume: Oldenlandia, Desmodium triflorum. It can be concluded that the botanical composition in the pasture of Letneo village was quite high, with a ratio of 63% grass and 36% legume forages. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi botani dan produksi hijauan makanan ternak pada padang penggembalaan alam di Desa Letneo Kecamatan Insana Barat Kabupaten TTU. Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei serta pengukuran dan pengamatan langsung dilapangan. Pengukuran produksi hijauan dilakukan dengan menggunakan petak ukur 1m x 1m dan penempatan petak ukur pada padang rumput dilakukan dengan cara pengukuran langsung dengan metode pengukuran Summed Dominance Ratio (SDR) berdasarkan frekuensi (keseringan), berdasarkan density (kerapatan), berdasarkan area cover (penutup tanah). hasil analisis komposisi botani hijauan di padang penggembalaan di Desa Letneo didominasi golongan Rumput-rumputan (63%) dan Leguminosae (36%) dan produksi hijauan makanan ternak yang ada di lokasi penelitian sebesar 22,061ton/ha, dengan melihat hasil data komposisi botani dan produksi hijauan makanan ternak pada padang penggembalaan, dapat disimpulkan bahwa hijauan yang tumbuh di lokasi penelitian adalah sebanyak 5 spesies yang terdiri dari 3 jenis rumput yakni Rumput belulang (Eleusine Indica), Rumput kinangan (Paspalum Scrobiculatum), Rumput limpo (Hemarthria Altisima) dan 2 jenis legum yakni Rumput mutiara (Oldenlandia), Sisik betok (Desmodium triflorum). komposisi botani padang penggembalaan di desa Letneo cukup baik, dengan perbandingan rasio rumput 63% dan legum 36% dan Produksi hijauan makanan ternak desa Letneo tergolong tinggi
PENGGUNAAN EKSTRAK ROSELLA KERING BEKU (Hibiscus sabdarifa Linn) DALAM PEMBUATAN DAGING SE’I: PENGARUH LAMA SIMPAN TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN CITARASA Geertruida Margareth Sipahelut; Pieter Rihi Kale
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.836

Abstract

The experiment was conducted to evaluate the effects of storage time on physicochemical, and microbiological characteristics, and flavour of daging se’i. Completely Randomize Design was applied for the trial with 2 x 6 factorial patern. The levels of roselle extract (control, 4 g, 5 g, 6 g, 7 g, 8 g, and 9 g per kg of fresh meat) and storage time ( 0, 5, 10, 15, 20, 25 days period) were the factors. Every combination of the treatments were replicated 3 (three) times. The parameters observed were pH value, nitrite residual, total bacterial/total plate count (TPC-CFU/gram), and flavour. Analysis of Variance (Anova) was applying for the data of pH value, nitrite residual, and TPC. While the data of flavour was analyzed using a non-parametric test Kruskall-Wallis SPSS 19. The storage times did not has any significant effects on pH value and nitrite residual, on the other hand gave a significant effects on TPC and flavour of daging se’i. The highest flavour score was at 10 days of storage time, and the highest total bacterial content was at 25 days of storage time. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama simpan terhadap kualitas fisik, kimia, mikrobiologi dan cita rasa daging se’i. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 6 yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor A adalah level rosella (4, 5, 6 , 7, 8, dan 9 gram). Sedangan faktor B adalah lama simpan 0, 5, 10, 15, 20 dan 25 hari). Paramameter yang diamati adalah nilai pH, residu nitrit, TPC dan citarasa. Data pH, residu nitrit dan mikrobiologi dianalisa menggunakan analisa of variance (Anova) sedangkan uji citarasa menggunakan metode nonparametrik Kruskal-Wallis SPSS 19. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan lama simpan tidak berpengaruh nyata (P>0,005) terhadap nilai pH dan residu nitrit namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah total koloni bakteri (TPC-CFU/gram) dan citarasa daging se’i. Kesimpulannya adalah lama simpan tidak berpengaruh pada nilai pH, residu nitrit, tetapi berpengaruh pada jumlah total koloni bakteri (TPC) dan citarasa. Citarasa tertinggi pada lama simpan 10 hari dan total bakteri teringgi pada lama simpan 25 hari.
NILAI EKONOMIS LARVA DARI FESES SAPI PADA AYAM BURAS Rinto Laiya Sobang; Ni Putu F. Suryatni; Solvi M. Makandolu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.837

Abstract

The purposes of this study were to assess the income difference between treatments in native chickens as well as the economic value and the effect of larvae growth media from fresh cow feces. Sixty four – four- weeks old native chicken were used in this study used 64 following a completely rendomized design with four traetments and four replicates. The treatments offered were: L0: commercial diet 100%; L1: commercial diet,75% + larvae served atlibitum; L2: commercial diet, 50% + larvae served atlibitum; L3: commercial diet, 25% + larvae served atlibitum. Parameters measured were economic efficiency, business productivity (cost, revenue, income, ROI and (R/C ratio)), and income over feed and chick cost (IOFCC). Analysis results the use of feed with different levels gives a real effect (P <0.05) on the acceptance and efficiency of village checken. From the results of the study it can be concluded that the addition of larvae in ad libitum and commercial diet of village chicken highest found in treatment L1. ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara penerimaan ayam buras dari masing-masing perlakuan pakan yang diberikan, serta nilai ekonomis dan pengaruh pemberian media pertumbuhan larva dari feses sapi segar. Materi yang digunakan adalah 64 ekor ternak ayam buras yang berumur 4 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah: L0: ransum komersial 100%, L1: ransum komersial 75% + larva secara ad libitum, L2: ransum komersial 50% + larva secara ad libitum, L3: ransum komersial 25% + larva secara ad libitum. Parameter yang diukur yaitu efisiensi ekonomis (EE), produktivitas usaha (biaya, penerimaan, pendapatan, ROI dan (R/C ratio)), dan income over feed and chick cost (IOFCC). Hasil analisis penggunaan pakan dengan level yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap penerimaan dan efisiensi ekonomis ayam buras. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan larva secara ad libitum dan pakan komersil ayam buras tetinggi terdapat pada perlakuan L1.
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK ROSELA (Hibiscus sabdariffa linn) TERHADAP KUALITAS KIMIA SE’I SAPI Adyanto Nessy Banamtuan; Geertruida Margareth Sipahelut; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.838

Abstract

There are many Roselle plant grows well in Timor Island, however the using of this plant in food processing is still low. In Roselle calyces contain anthocyanin, that has functional ability. Aims of this research were to find out the effect of roselle extract of beef se’i quality. The amount of 6 kgs of fresh beef was used in this experiment. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatment consists of ER0 = without roselle extract; ER1 = roselle extract 1%; ER2 = roselle extract 2%; ER3 = roselle extract 3%. The parameters observed were water content, protein, fat and cholesterol. The results of the statistical analysis showed that the treatment was higly significant (P<0,01) affected on water content, protein and fat beef se'i. Whereas the cholesterol was not affected by the treatment. The lowest water content was found in se’i was treated with 2 % of roselle extract (ER2). The highest protein and fat content were found in se’i treated with 2% of roselle extract (ER2). In conclussion, adding of 2% roselle extract was the best level to improve protein content and reduce water content of se’i. ABSTRAK Tanaman rosela banyak tumbuh di daratan Pulau Timor, namun penggunaannya dalam pengolahan pangan belum banyak digunakan. Dalam kelopak bunga rosela terkandung antosianin, yang mempunyai sifat fungsional yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rosela kering beku terhadap kualitas se’i sapi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi segar sebanyak 6 kg. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari ER0 = tanpa ekstrak rosela; ER1 = ekstrak rosela 1% ; ER2 = ekstrak rosela 2% ; ER3 = ekstrak rosela 3%. Parameter yang diamati meliputi kadar air, protein, lemak dan kolesterol. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rosela kering beku pada se’i sapi berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap kadar air, protein dan lemak se’i sapi. Sedangkan pemberian ekstrak rosela kering beku pada se’i sapi tidak berpengaruh (P˃0,05) terhadap kolesterol. Kadar air se’i sapi terendah terdapat pada perlakuan ER2 (2% ekstrak rosela) yaitu 46,804%, protein se’i sapi tertinggi terdapat pada perlakuan ER2 (2% ekstrak rosela) yaitu 42,395%, Lemak se’i sapi terendah terdapat pada perlakuan ER0 (kontrol) yaitu 1,728%. Kesimpulannya, pemberian ekstrak rosela kering beku dengan konsentrasi 2% dapat meningkatkan protein se’i sapi serta menurunkan kadar air.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KROKOT (Portulaca oleracea L) DALAM RANSUM TERHADAP BERAT SEBELUM PEMOTONGAN, BERAT SETELAH PEMOTONGAN, KARKAS, NON KARKAS SERTA LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER Petrina A. Liunome; Marthen. L. Mulik; Jonas F. Theedens
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.839

Abstract

The study was carried out in Balai Besar Pelatihan Peternakan Noelbaki, Kupangfor 6 weeks: December8–January18, 2017. The study aimed at evaluating the effect and best level of including Portulaca oleraceaL in the diet on final, slaughter, carcass, non-carcass and abdominal fatof broiler. There were 100 grower broilers used in the study. Completely randomized design 4 treatments with 5 replicates (5 broiler of each) procedure applied. The treatments were formulated as:KR0 (commercial diet without Portulaca oleracea L meal); KR5;95% commercial diet + 5% Portulaca oleracea L meal;KR10: 90% commercial diet + 10% Portulaca oleracea L meal; and KR15 : 85% commercial diet + 15% Portulaca oleracea L meal. The variables evaluated were: pre and post slaughter, carcass and non-carcass, and abdominal fat weights of broiler. Statistical analysis showed that effect of treatment significant and post slaughter weights significant (P<0.05), but not significant (P>0.05) on pre slaughter, carcass, non-carcass weight and abdominal fat weights of the broilers. The conclusion is that including Portulaca oleracea L meal substituting commercial diet up to 15% performed the similar results in both carcass and non-carcass weight of broiler. ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Peternakan Noelbaki, Kupang selama 6 minggu terhitung sejak tanggal 8 Desember – 18 Januari 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dan level terbaik penggunaan tepung krokot dalam ransum terhadap berat hidup akhir, berat potong, berat karkas, non karkas serta lemak abdominal ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 100 ekor ternak ayam broiler fase grower. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RALB) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah :KR0: Ransum komersial tanpa penambahan tepung krokot (kontrol), KR5 : 95% ransum komersial + 5% tepung krokot, KR10: 90% ransum komersial + 10% tepung krokot dan KR15 : 85% ransum komersial + 15% tepung krokot. Variabel yang diukur adalah berat sebelum pemotongan, berat setelah pemotongan, berat karkas, berat non karkas, serta berat lemak abdominal ayam broiler. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap (P<0,05) berat setelah pemotongan, Namun memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat sebelum pemotongan, berat karkas, berat non karkas dan berat lemak abdominal ayam broiler. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka disimpulkan bahwa substitusi krokot sampai dengan level 15% dalam ransum ayam broiler masih dalam batasan yang normal dan tidak memberikan pengaruh negatif terhadap karkasdan non karkas ayam broiler.

Page 1 of 1 | Total Record : 10