cover
Contact Name
Eko Nur Hidayat
Contact Email
ekonurhidayat@akpelni.ac.id
Phone
+62248446272
Journal Mail Official
ekonurhidayat@akpelni.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur II/17 Bendan Dhuwur Gajahmungkur Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Gema Maritim
ISSN : 14112302     EISSN : 2656629X     DOI : https://doi.org/10.37612/gema-maritim
Core Subject : Engineering,
Majalah Ilmiah Gema Maritim adalah majalah ilmiah yang terbit enam bulanan. Lingkup bidang ilmu adalah ilmu terapan meliputi permesinan, kelistrikan, perawatan permesinan, pneumatic, sistem kontrol, elektronika, navigasi, keselamatan, astronomi, stabilitas kapal, logistik, eksport import, kepabeanan, kepelabuhanan, transportasi laut, bahasa, teknologi informatika dan komunikasi. Artikel yang akan diterbitkan dialamatkan ke editor. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk pemuatan artikel tersedia di setiap terbitan. Semua artikel yang dikirimkan akan diseleksi melalui proses review oleh reviewer (mitra bestari). Majalah ini terbit secara berkala setiap 6 bulanan, yaitu di semester Gasal bulan September dan Semester genap bulan Maret
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2011): Februari 2011" : 6 Documents clear
Pengaruh Variasi Kecepatan Putar Dalam Metode Stir Casting Terhadap Sifat Kekerasan Al- Sic Untuk Aplikasi Blok Rem Kereta Api Wilastari, Santhi; AP, Bayuseno; Nugroho, Sri
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 13 No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37612/gema-maritim.v13i1.15

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang sifat kekerasan pada Al- SiC yang dihasilkan dari proses pengecoran dengan metode stir casting dengan variasi putaran 300, 500, dan 700 rpm dengan lama waktu pengadukan 10 menit. Pada penelitian ini Al yang digunakan adalah Al hasil limbah produksi dengan penambahan SiC sebesar 10% sebagai penguat yang dicampurkan pada saat pengecoran. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa nilai kekerasan hasil pengecoran dengan variasi putaran masih jauh dibandingkan kekerasan besi cor karena kadar SiC sebagai penguat yang dicampurkan masih sangat sedikit hanya 10% sehingga tingkat kekerasannya juga masih sangat rendah. Tetapi bila dibandingkan dengan Al murni nilai kekerasan hasil pengecoran dengan variasi putaran berada diatas Al murni yang artinya kekerasan hasil pengecoran dengan variasi putaran lebih baik daripada kekerasan Al murni. Nilai kekerasan tertinggi terjadi pada posisi bawah sedangkan nilai kekerasan terendah terjadi pada posisi atas. Hal ini terjadi karena pada saat pengecoran ada waktu jeda antara selesainya proses pengadukan dengan waktu penuangan sehingga terjadi proses pengendapan yaitu turunnya SiC ke posisi bawah.
Kebijakan Untuk Mengatasi Inflasi Utami, Tini
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 13 No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37612/gema-maritim.v13i1.17

Abstract

Kita sering mendengar kata "inflasi". Terjadinya inflasi seringkali membuat resah masyarakat, terutama yang terkena dampaknya, tetapi sebenarnya ada juga sebagian masyarakat yang diutungkan akibat adanya inflasi, masalah inflasi memang selalu menarik sebagai salah satu peristiwa moneter yang penting dan hampir semua negara didunia ini mengalaminya.
Pengaruh Lanina Terhadap Pelayaran Dan Upaya Mengatasi Keselamatan Kapal Di Samudera Indonesia Subandi, Subandi
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 13 No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37612/gema-maritim.v13i1.18

Abstract

Dalam suatu pelayaran kapal pada lintang kurang lebih 11o – 00o utara maupun lintang Selatan akan menjumpai akan adanya cuaca buruk (badai). Dalam cuaca buruk ada kalanya kapal mengalami rolling (goyang kiri kanan); pitching (ngetrail); heawing (gerakan keatas dan kebawah); surging (maju mundur); swaying (mengayun kiri kanan) dan yawing (memutar kiri kanan), yang dapat menghambat jalannya pelayaran maupun menyebabkan kerusakan-kerusakan. Cuaca buruk adalah salah satu faktor keadaan laut yang mempengaruhi olah gerak kapal. Adapun yang dimaksud cuaca bu­ruk adalah keadaan laut yang buruk, disebabkan karena angin, ombak dan lain-lain, sehingga para Perwira kapal harus dapat membawa kapalnya sebaik-baiknya dalam mengatasi situasi seperti ini. Lanina adalah akibat fenomena alam yang terjadinya pada suatu saat tertentu yang dalam waktu tidak dapat ditentukan secara pasti. Hal ini adanya mencairnya gunung es dari kedua kutub dibumi ini. Dengan pasangnya air laut terbesar menimbulkan Rough sea (ombak besar) merupakan cuaca buruk bagi pelayaran kapal-kapal. Cara terbaik bagaimana mengolah gerak dari kapal pada cuaca buruk sangat tergantung pada type, ukuran dan kemampuan da­ri sarana-sarana olah gerak yang dimilikinya.
Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) Sucahyowati, Hari
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 13 No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37612/gema-maritim.v13i1.19

Abstract

Adanya praktek manajemen logistik tradisional yang bersifat adversarial pada era modern ini sudah tidak relevan lagi, karena tidak dapat menciptakan keunggulan kompetitif. Perkembangan lingkungan industri yang dinamis pada era global seperti sekarang ini menjadi pemicu bagi banyak organisasi perusahaan untuk menggali potensi yang dimiliki, serta mengidentifikasi faktor kunci sukses untuk unggul dalam persaingan. Usaha-usaha yang dilakukan diarahkan untuk memberikan produk yang terbaik bagi konsumen. Produk yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen dalam pengertian manajemen produksi dan operasi adalah kombinasi produk barang dan jasa. Menyajikan produk dalam arti luas, merupakan tantangan sekaligus peluang bagi sistem produksi operasi yang harus dijalankan perusahaan. Mulai dari mengidentifikasi selera konsumen sampai dengan mengupayakan seluruh kebutuhan input dari pemasok untuk memproduksi dan mendistribusikan produk tersebut sesuai dengan selera konsumen yang dibidik. Pada dasarnya konsumen mengharapkan dapat memperoleh produk yang memiliki manfaat pada tingkat harga yang dapat diterima.
Karakterisasi Blok Rem Kereta Api Berbahan Al-Sic Berdasarkan Komposisi Material Kurniawan, Ipung; AP, Bayuseno
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 13 No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37612/gema-maritim.v13i1.20

Abstract

Brake blocks is a vital component in the braking system of trains. Generally material brake blocks made ​​of cast iron. But the usage is still less effective than the weight and resistance to wear. Al-SiC composites with the variation of weight fraction of 5, 10 and 15% SiC is expected to address the problem as expected. Stir casting method was chosen for the process of formation of Metal Matrix Composites (MMC), which includes the characterization of microstructure and wear of materials. Wear and tear on the material tested by the method ogoshi at 2.12 kg load and a constant sliding speed 0.244 m/s for 60 seconds. Small value indicates the specific wear resistance of materials against wear is good.
Penilaian Kinerja Dengan Balance Scorecard Erliyana, Sulida
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 13 No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37612/gema-maritim.v13i1.21

Abstract

Konsep balance scorecard berkembang sejalan dengan perkembangan implementasi konsep tersebut. Balance scorecard terdiri dari 2 (dua) kata : balance (berimbang) dan scorecard (kartu skor). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh personil dimasa depan. Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan oleh personel di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya. Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja personel yang bersangkutan. Kata berimbang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja personel diukur secara berimbang dari 2 (dua) aspek yaitu keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern

Page 1 of 1 | Total Record : 6