cover
Contact Name
raudlatul jannah
Contact Email
subulanastitmu@gmail.com
Phone
+6281803833003
Journal Mail Official
subulanastitmu@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.374 Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
SUBULANA
ISSN : 25982842     EISSN : 25980254     DOI : https://doi.org/10.47731/subulana.v3i2
Subulana (Journal of Islamic education studies) print-ISSN: 2598-0254 online-ISSN: 2598-2842. This journal published by institute for research and community service (LP2M) STIT MIftahul Ulum Bangkalan. This journal is published twice a year every March and September. This journal contains conceptual article and research result report abaout Islamic education studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018" : 6 Documents clear
P Paradigma Pendidikan Nasional Perspektif Teori Belajar Humanis: (kajian reflektif implementasi kurikulum 2013) Amir Hamzah
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.10

Abstract

ABSTRAK: artikel ini dimaksudkan membahas implementasi kurikulum 2013 yang dianggap sebagai kurikulum yang paling humanis dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya.Teori-teori pembelajaran humanis meyakini individu terdorong bertindak melakukan sesuatu karena mempunyai satu kemauan atau keperluan dan bertanggung jawab atas segala tindakannya. Motivasi individu adalah kecenderungannya untuk berkembang dan mencapai keperluan untuk mengembangkan potensinya ke tahap maksimum. Oleh karenanya dalam aplikasi pembelajaran, teori humanis memberikan porsi yang maksimum untuk perkembangan individu. Pembelajaran-pembelajaran yang berpusat pada siswa dan pemberdayaan siswa lebih diutamakan, di samping menghargai bakat dan kemampuan individu yang berbeda dengan layanan yang berbeda. Ciri lain adalah penggunaan pendekatan saintifik dan penilaian autentik yang mengacu pada pembelajaran yang membimbing siswa untuk menemukan sendiri konsep-konsep yang harus dikuasai, sedangkan penilaian autentik mengarah kepada pemberdayaan kemampuan siswa yang beragam, di samping penilaian sikap dan prilaku dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimanapun kurikulum dirancang selalu menimbulkan kontroversi, yang paling kasar adalah masa peralihan kurikulum KTSP ke K-13 yang dianggap terburu-buru dan nyaris tanpa persiapan yang matang. Fakta di lapangan menunjukkan banyaknya kendala yang dihadapi dalam memraktikan model pembelajaran K-13 pendekatan saintifik integratif serta penilaian autententik. Sementara kesiapan infrastruktur masih belum memadai, sarana pendukung yang masih sangat minim, dan budaya belajar yang masih rendah.
Penggunaan Model ARCS dan Teknik Modeling Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Menari Siswa Kelas XI SMA Islam Attaroqi Tsani Sampang Tahun Pelajaran 2016/2017 Bambang Hariyanto
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.11

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model ARCS dan Teknik Modeling dan mendeskripsikan hasil pembelajaran dengan model ARCS dan Teknik Modeling untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar menari pada pelajaran Seni Budaya siswa kelas XII siswa SMA Islam Attaroqi Tsani Sampang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Data diambil dari seorang guru dan siwa sebanyak 34 orang. Hasil penelitian Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan Model ARCS dan Teknik Modeling pada pembelajaran menari di kelas XI SMA Islam Attaroqi Tsani Sampang tahun pelajaran 2016/2017 berhasil. Keberhasilan peningkatan kemampuan konseptual (1) pada indikator dapat menyebutkan dan menjelaskan unsur-unsur gerak tari tradisi serta memberikan contoh tari tradisional daerah tertentu, pada siklus I rata-rata mencapai nilai 65%, meingkat menjadi 73% pada siklus II, (2) pada indikator dapat memberikan contoh dan menjelaskan gerak maknawi, pada siklus I rata-rata mencapai nilai 68%, meningkat menjadi 78% pada siklus II, (3) pada indokator dapat menyebutkan dan menjelaskan perbedaan gerak murni dan gerak maknawi, pada siklus I rata-rata mencapai nilai 67%, meningkat menjadi 72% pada siklus II. Rata-rata keberhasilan secara klasikal pada siklus I sebesar 66%, meningkat menjadi 74% pada siklus II, lebih 4% dari target KKM yang ditetapkan. Keberhasilan peningkatan kemampuan unjuk kerja (prosedural) (1) pada indikator wiraga mencapai nilai baik (B) sebanyak 11 orang dan nilai cukup (C) sebanyak 23 orang, pada siklus I, meningkat menjadi sangat baik (A) sebanyak 4 orang, nilai baik (B) seabanyak 16 orang dan cukup (C) sebanyak 14 orang pada siklus II, (2) pada indikator wirama mencapai nilai baik (B) sebanyak 3 orang, nilai cukup (C) sebanyak 21 orang dan nilai kurang (D) sebanyak 10 orang, pada siklus I, meningkat menjadi nilai baik (B) sebanyak 18 orang dan nilai cukup (C) sebanyak 16 orang, (3) pada indikator wirasa mencapai nilai cukup (C) sebanyak 26 orang dan nilai kurang (D) sebanyak 8 orang, pada siklus I meningkat menjadi nilai baik (B) sebanyak 5 orang dan nilai cukup (C) sebanyak 29 orang. pada siklus II. Rata-rata keberhasilan siswa mencapai nilai cukup baik (B-) sebanyak 3 orang, cukup baik (C+) sebanyak 11 orang, cukup (C) sebanyak 11 orang, sedang (C-) sebanyak 3 orang, dan kurang (D+) sebanyak 5 orang, pada siklus I, meningkat menjadi nilai amat baik (B+) sebanyak 4 orang, cukup baik (B-) sebanyak 13 orang, baik (B) sebanyak 2 orang, agak baik (B-) sebanyak 13 orang, dan cukup (C) sebanyak 3 orang. Respon siswa terhadap Model ARCS dan Teknik Modeling (1) nilai rata-rata untuk perhatian (attention) adalah 3,09 berada pada kategori Cukup Baik, artinya siswa sudah memiliki perhatian yang cukup baik terhadap aktifitas pembejaran menari dengan Model ARCS dan Teknik Modeling, (2) nilai rata-rata untuk relefan (relevance) adalah 3,61 berada pada kategori Baik, artinya siswa sudah merasakan aktifitas pembejaran menari dengan Model ARCS dan Teknik Modeling relefan dengan kebutuhan mereka., (3) Nilai rata-rata untuk percaya diri (confidense) adalah 3,77 berada pada kategori Baik, artinya siswa sudah memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam belajar menari dengan Model ARCS dan Teknik Modeling, (4) nilai rata-rata untuk kepuasan (satifaction) adalah 3,27 berada pada kategori Cukup Baik, artinya siswa sudah memiliki rasa puasa yang cukup ketika belajar menari dengan Model ARCS dan Teknik Modeling.
Metakognitif: Pengertian, Elemen, dan Penerapan dalam Pembelajaran Nurul Iskandar
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.12

Abstract

ABSTRAK: artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan (1) pengertian metakognitif, (2) elemen-elemen metakognitif dan (3) penerapan metakognitif dalam pembelajaran. Istilah metakognitif diperkenalkan oleh flavel tahun 1976, bahwa metakognitif merupakan pengetahuan (knowledge) atau regulasi (regulation) pada suatu aktifitas kognitif seseorang dalam proses belajar. model monitoring metakognitif dibagi menjadi empat, yaitu: (a) pengetahuan metakognitif, (b) pengalaman metakognitif, (c) tugas atau tujuan, dan (d) strategi. Sedangkan elemen-elemen utama keterampilan metakognitif adalah keterampilan merencanakan, keterampilan memonitor, dan keterampilan mengevaluasi dalam proses berpikir. Melalui teori metakognitif, Bloom menjabarkan taxonomy yang berupa kata kerja operasional yang dapat memudahkan pembelajar merancang rencana pembelajarnya. Bagi siswa mengembangkan potensi kognitif dapat menghadapi permasalan dalam belajar maupun kehidupan. Melalui pengembangan metakognitif siswa diharapkan terbiasa merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi aktifitas belajarnya.
Model-Model Pembelajaran Karakter Berbasis Budaya Lokal: (penelitian partisipatif di SMA Al Khatibiyah Bangkalan) Ach Subaidi Af
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.14

Abstract

ABSTRAK: tujuan penelitian adalah mendeskripsikan model-model pembelajaran berbasis budaya lokal Madura. Jenis penelitian adalah penelitian partisipatoris action research (PAR). Peneliti berkerjasama dengan guru sekolah merancang model-model pembelajaan dan diujibakan untuk melihat hasil yang diperoleh. Penelitina dilakukan di SMA Al-Khatabityah Modung Bangkalan. Hasil penelitian menemukan model-model pembelajaran karakter berbasis budaya lokal antara lain: (1) model pemrosesan informasi dan (2) model personal, yaitu: pembelajaran filosofi Asapok angin abental ombek, filosofi abanthal syahadat asapo’ iman, Jhege pagharra dhibi’ ja’ parlo ajhege pagharra oreng laen, filosofi Jhile reya ta’ atolang, filosofi Rampa’ naong beringin korong, (3) model sosial, yaitu: pembelajaran model upacara ritual Sandhur Pantel dan seni pertunjukan topeng dalang, penggunaan besa Madureh dalam tingkatan bahasa, yaitu: Ja’-iya (sama dengan ngoko), Engghi-Enthen (sama dengan Madya) dan Engghi-Bunthen (sama dengan Krama), sikap andhap asor (4) model modifikasi tingkah laku, antara lain: penggunaan besa Madureh dalam tingkatan bahasa, yaitu: Ja’-iya (sama dengan ngoko), Engghi-Enthen (sama dengan Madya) dan Engghi-Bunthen (sama dengan Krama), sikap andhap asor dan seni Okol.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Deradikalisasi Jalaluddin Faruk Azhari
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.15

Abstract

ABSTRAK:Sebagai negara yang mempunyai keanekaragaman, menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam menjaga keastuan dan persatuan. Islam sebagai agama mayoritas menjadi tolok ukur bagi kemajemukan. Agama Islam dengan rahmatan lil alamin memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan misi perdamaian abadi, namun fakta akhir-akhir ini bertolak belakang dengan misi tersebut. Islam identik dengan radikalisme yang berafiliasi dengan kekerasan atas nama agama. Kajian ini akan membahas tentang peran pendidikan agama dalam rangka deradikalisasi agama.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Metode Bermain Bola Bernomer Kelompok B TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Sampang Tahun Pelajaran 2017/2018 Dewi Trisna
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.16

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui metode bermain bola bernomor anak kelompok B TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Sampang tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Data diambil dari anak kelompok B TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Sampang tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 30, laki-laki 18 dan perempuan 12 anak. Hasil penelitian pada siklus I mencapai sebesar 43,30%, belum mengalami peningkatan dari pra siklus. Pada siklus II, tingkat keberhasilan mencapai 75,30%, melampuai standar yang ditetapkan sebesar 70%. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kemampuan anak dalam melaksanakan pembelajaran mengenal lambang bilangan di antaranya: (1) faktor kematangan, (2) faktor pembentukan, (3) faktor minat dan bakat, dan (4) faktor kebebasan. Guru dapat menstimulasi kemampuan siswa dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan permainan edukatif yang sering di gunakan anak usia dini, namun diperlukan ketelitian dan kehati-hatian dalam melatih untuk memusatkan perhatian anak. Oleh karana itu, pembelajaran model bermain bola bernomer dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini di TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Sampang tahun pelajaran 2017/2018, serta dapat digunakan di tempat lain yang memiliki latar kondisi yang sama.

Page 1 of 1 | Total Record : 6