cover
Contact Name
raudlatul jannah
Contact Email
subulanastitmu@gmail.com
Phone
+6281803833003
Journal Mail Official
subulanastitmu@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.374 Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
SUBULANA
ISSN : 25982842     EISSN : 25980254     DOI : https://doi.org/10.47731/subulana.v3i2
Subulana (Journal of Islamic education studies) print-ISSN: 2598-0254 online-ISSN: 2598-2842. This journal published by institute for research and community service (LP2M) STIT MIftahul Ulum Bangkalan. This journal is published twice a year every March and September. This journal contains conceptual article and research result report abaout Islamic education studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2019): Subulana September 2019" : 4 Documents clear
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA IDEAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Raudlatul Jannah
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 1 (2019): Subulana September 2019
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The role of education is very important to improve the quality of personal and community. Therefore, education becomes the main instrument in building the civilization of a nation. Education in question is education that can awaken the potential contained in every human being to realize his role as an adaptive and transformative social creature, that is, those who have faith and pious quality, are creative, innovative, productive, independently disciplined, professional, have adequate skills and have a high work motivation. In the perspective of Islamic education, quality humans are people who can answer internal challenges and global challenges towards a democratic society. Whereas the main characteristics that must be possessed by qualified human resources are: (1) observing worship according to the demands of their respective religions, (2) noble and virtuous and virtuous morals with commendable exemplary attitudes, (3) creative behavior and professional, (4) has a firm stand and (5) provides a resonance of truth around him. Keywords: ideal human resources, Islamic education Abstrak: Peranan pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pribadi maupun masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan menjadi instrumen utama dalam membangung peradaban suatu bangsa. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang dapat membangkitkan potensi yang terkandung dalam diri setiap manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif, yaitu manusia yang berkualitas beriman dan bertaqwa, kreatif, inovatif, produktif, mandiri berdisiplin, profesional, memiliki ketrampilan yang memadai serta memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dalam perspektif pendidikan Islam, manusia berkualitas adalah manusia yang dapat menjawab tantangan internal maupun tantangan global menuju masyarakat yang demokratis. Sedangkan karakter utama yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia yang berkualitas adalah: (1) taat menjalankan ibadah sesuai dengan tuntutan agama masing-masing, (2) berakhlak dan bermoral yang mulia dan luhur dengan sikap keteladanan yang terpuji, (3) berperilaku kreatif dan profesional, (4) memiliki pendirian yang teguh dan (5) memberikan resonansi kebenaran di sekitarnya. Kata Kunci: sumber daya manusia ideal, pendidikan Islam
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT PENALARAN MORAL SISWA mohammmad isbir; Fidya Alvi Mufida
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 1 (2019): Subulana September 2019
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the relationship between religiosity and the level of moral reasoning of high school students. This research is a correlation research using data collection techniques in the form of religiosity scale and moral reasoning scale. The results of this study indicate that there is relationship between religiosity and students' level of moral reasoning Senior High School, with a correlation coefficient of (-0.049) with a significance of 0.668. This shows that there is no significant relationship between religiosity and the level of moral reasoning of high school students. Based on the negative coefficient price, the higher the level of religiosity followed by the low level of moral reasoning, and vice versa, the higher the level of moral reasoning followed by low religiosity in high school students. Keywords: level of moral reasoning, religiosity Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan tingkat penalaran moral siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa skala religiusitas dan skala penalaran moral. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara religiusitas dengan tingkat penalaran moral siswa SMA, dengan nilai koefisien korelasi sebesar (-0,049) dengan signifikansi 0,668. Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan tingkat penalaran moral siswa SMA. Berdasarkan harga koefisien yang bersifat negatif menunjukkan semakin tingginya religiusitas diikuti rendahnya tingkat penalaran moral, begitu sebaliknya semakin tingginya tingkat penalaran moral diikuti rendahnya religiusitas pada siswa SMA. Kata kunci : tingkat penalaran moral, religiusitas
PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID Akh Rosyidi
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 1 (2019): Subulana September 2019
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v3i1.39

Abstract

Abstract: Indonesia is a country known by its plurality consisting of several religions, diverse languages and cultures. This is the main attraction of various groups even from abroad to study it, although sometimes it causes various controversies. Multicultural Islamic education is a place to introduce Indonesia's plurality because education is considered the most ideal in its application. This article is a reflection of Nurcholish Madjid's thoughts on a very pluralistic, liberal and multicultural multicultural Islamic education. Keywords: multicultural Islamic education, nurcholish madjid Abstrak: Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan kemajemukanya (plural) terdiri dari beberapa agama, beragam bahasa dan budaya. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dari berbagai kalangan bahkan dari kalangan luar negeri untuk mengkajinya, walaupun terkadang menimbulkan kontroversi. Pendidikan Islam multikultural merupakan wadah untuk mengenalkan kemajemukan Indonesia karena pendidikan dianggap paling ideal dalam penerapannya. Artikel ini menelalah pemikiran Nurcholish Madjid tentang pendidikan Islam multikultural yang sangat plural, liberal dan multikultur yang kontroversial. Katakunci: pendidikan islam multikultural, nurcholish madjid
PENANAMAN SIKAP DISIPLIN MODEL BEHAVIORIS, MASIH PERLUKAH? Maksudi
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 1 (2019): Subulana September 2019
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v3i1.40

Abstract

Abstract: this paper aims to examine the theory of the importance of behaviorist learning theories in instilling students' disciplinary attitudes. Behaviorist learning theory is often opposed to humanist learning theory which places learners as subjects in education and tends to be free (liberating education). These conditions often cause discipline problems in students and often become conflicts between teachers and students and parents, even in the realm of law. Behaviorist learning theory can be applied in a way that teachers should pay attention to the suitability of behavioristic theories with each learning that will be carried out, not only trapped in the constructivist learning paradigm which is always considered better and traditional models are always lower than modern models and pay attention to human factors and student intelligence, so as not to get stuck in rigid and inhuman patterns. This is needed to open up the human capacity and ability of students to interact with the social environment and prepare to face the realities of life in the future. Keywords: discipline, behavioris Abstrak: tulisan ini bertujuan mengkaji teori pentingnya teori belajar behavioris dalam menanamkan sikap disiplin siswa. Teori belajar behavioris sering dipertentangkan dengan teori belajar humanis yang menempatkan pembelajar sebagai subjek dalam pendidikan dan cenderung bebas (liberating education). Kondisi tersebut sering menimbulkan masalah disiplin pada siswa dan tidak jarang menjadi konflik antara guru dengan siswa dan orang tua, bahkan sampai ke ranah hukum. Teori belajar behavioris dapat diterapkan dengan cara guru hendaknya memerhatikan kesesuaian teori-teori behavioristik dengan tiap pembelajaran yang akan dilaksanakan, tidak hanya terjebak pada paradigma pembelajaran konstruktivisme yang dianggap selalu lebih baik dan model tradisional selalu lebih rendah dari model moderen dan memerhatikan faktor- faktor kemanusiaan dan kecerdasan siswa, sehingga tidak terjebak pada pola-pola yang kaku dan tidak manusiawi. Hal tersebut diperlukan untuk membuka kapasitas kemanusiaan dan kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan bekal dalam menghadapi realitas kehidupan di masa yang akan datang. Katakunci: disiplin, behaviorisme

Page 1 of 1 | Total Record : 4