cover
Contact Name
Muhammad Alfan Sidik
Contact Email
rusydiah@stainkepri.ac.id
Phone
+6282221297011
Journal Mail Official
rusydiah@stainkepri.ac.id
Editorial Address
P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau- Indonesia Jl. Lintas Barat KM 19 Ceruk Ijuk, Toapaya Kab. Bintan, Kepulauan Riau Phone +62 85274649662 Email: mahfuzah@stainkepri.ac.id
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 27234894     EISSN : 27234886     DOI : https://doi.org/10.35961/rsd.v1i1.128
Jurnal Rusydiah fokus mempublikasikan artikel berdasarkan penelitian yang berkaitan dengan pemikiran Islam
Articles 18 Documents
EPISTEMOLOGI ISLAM: Kajian Terhadap Teks al-Qur’an Surah al-‘Alaq Hantoro, Ramandha Rudwi
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i1.123

Abstract

Pengetahuan Barat menitik beratkan keilmuannya pada rasionalisme, empirisme dan idealisme yang menjadikan mereka krisis keyakinan yang berakibat pada krisis kemanusiaan yang mereka. Pada titik ini agama memiliki sumber pengetahuan yang tidak mampu dicapai oleh rasio maupun akal manusia, pada ranah epitimologis agama menawarkan solusi dan jawaban dari semua pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh akal manusia. Paper ini bertujuan menggali lebih dalam pesan dan panduan berpikir dari Sang Maha Esa untuk manusia dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad -salallahu ‘alaihi wa sallam- dalam Q.S al-‘alaq. Perintah membaca oleh Sang Khalik tidak berhenti pada bacaan teks, tetapi ada tiga “kitab” yang harus dibaca oleh manusia agar memiliki pengetahuan yang komprehensif. Disinilah manusia dituntut untuk membaca tiga “kitab” yang disediakan oleh sang Khaliq, yaitu: kitabullahi Masthur (kitab yang tertulis), kitabullahi makdzur (kitab yang berupa ciptaan-Nya), dan kitabullahi mansyur (kitab dalam bentuk peradaban manusia dan peraturannya). Pembacaan dari kitab inilah yang kemudian menjadikan manusia memiliki pengetahuan yang valid dan komprehensif.
الإسرائيليات في تفسير ابن جرير الطبري من خلال سورة يوسف Utama, Fajar Tresna
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i1.124

Abstract

Pembahasan tentang israilyat merupakan pembahasan yang penting untuk dipelajari oleh peneliti guna menjelaskan kebenarannya. Hal tersebut terkait adanya riwayat Israilyat tercampur dengan riwayat dusta dan tidak diketahui asal-usulnya, yang dapat menyebabkan penyimpangan sehingga berbahaya bagi akidah umat dan hakikat Islam. Oleh sebab itu, maka perlu dilakukan penelitian untuk menyingkap kerancuan dari riwayat yang dusta tersebut, sehingga masyarakat dapat berhati-hati dan lebih lanjut dapat menghilangkan riwayat dusta itu dari kitab-kitab tafsir. Tulisan ini berjudul Israiliyat dalam Surat Yusuf, Perspektif Tafsir Ibnu Jarir At-Thabari dalam Surat Yusuf yang di dalammnya mencakup defenisi dan pandangan Ibnu Jarir terhadap israilyat, selain itu tulisan ini juga membahas defenisi surat Yusuf. Penelitian yang dilakukan dengan metode studi pustaka terhadap Kitab Tafsir Ibnu Jarir At-Thabari. Pada kitab tersebut ditemukan riwayat israilyat dalam surat Yusuf yang perlu dijelaskan kebenaran riwayat tersebut.
POLIGAMI MENURUT KITAB TAFSIR AL-MA’RIFAH KARYA MUSTHAFA UMAR Kafrawi, M; Ahmad, Mohd Nazri
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i1.125

Abstract

Artikel ini membahas tentang poligami menurut sudut pandang kitab Tafsir al-Ma’rifah karangan Musthafa Umar dengan menggunakan metode analisa deskriptif dan teori Islahi I’jtima’i. Dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwa kitab Tafsir al-Ma’rifah ini membahas poligami dari aspek perbaikan masyarakat (Islah Ijtima’i). Dari segi asbabun nuzul, kitab ini hanya menggambarkan secara umum sejarah turunnya ayat poligami. Sementara dari segi historisnya, kitab ini menjelaskan tentang praktek poligami yang terjadi pada beberapa ummat Islam. Menurut kitab ini hukum poligami adalah boleh dengan syarat mampu berlaku adil dan sebaiknya bukan anak yatim piatu. Namun, dalam keadaan tertentu (darurat) poligami bahkan menjadi wajib untuk dilakukan. Menurutnya, kebolehan poligami ini merupakan solusi untuk menghindari perzinaan dan masyarakat bisa terjaga dengan baik
MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Studi Terminologi al-Basyar, al-Insan dan al-Nas) Islamiyah, Islamiyah
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i1.126

Abstract

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang sangat unik dan sempurna “ahsani taqwîm”. Karena unik inilah semakin mendalami manusia semakin tidak tahu karena begitu banyaknya aspek yang harus diperhatikan dalam mengkajinya sehingga muncul ungkapan “man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu” (bahwa orang yang mengetahui dirinya maka dia akan mengetahui Tuhannya). Akhlak merupakan perwujudan dimensi yang ada dalam diri manusia. Akhlak yang manusiawi tidak mampu dimiliki oleh semua manusia. Karena kearifan berprilaku dipengaruhi oleh dimensi bagaimana manusia mampu menghayati nilai-nilai kemanusiaan dengan potensi esoteris dan eksoterisnya. Term-term yang ditampilkan oleh Al-Qur’an dan Al-Hadis tentang Manusia terdapat empat atribut yaitu: al-Basyar, al-Insân atau al-Ins, al-Nâs dan Banî Ậdam, Tulisan ini akan menganalisis terminologi kata Manusia di dalam al-Qur’an dan Hadis.
TASAWUF DAN PERUBAHAN SOSIAL: Kajian Tokoh Umar bin Abdul Aziz Sinta Dewi, Ning Ratna
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i1.127

Abstract

Tasawuf sosial adalah tasawuf yang tidak hanya mementingkan kesalehan individu saja. Akan tetapi tasawuf sosial ini juga peka dan terlibat dalam sebuah gerakan untuk melakukan suatu perubahan dalam kehidupan sosial. Beranjak dari sebuah tradisi keilmuwan seperti yang ada di pesantren dan perguruan tinggi Islam lainnya. Adanya usaha untuk mencari jalan terhadap perubahan tasawuf yang berhubungan dengan kehidupan sosial yang ada di Indonesia khususnya. Model penampilan dari tasawuf di masa modern seperti sekarang ini tidak harus menjauhi kekuasaan, tetapi justru harus masuk dan berbaur ditengah-tengah pergulatan politik dan kekuasaan. Karena sikap menjauhi kekuasaan menunjukkan sikap lemah dan ketidakberdayaan. Dengan kata lain dapat dijelaskan, bahwa tasawuf sosial bukanlah tasawuf yang bersifat tertutup dan isolatif, melainkan tasawuf ini akan aktif ditengah-tengah pembangunan yang terjadi di masyarakat, bangsa dan juga negara. Yang mana menjadi tuntutan dan tanggungjawab sosial dari tasawuf tersebut. Tasawuf yang diharuskan tidak harus uzlah dari keramaian, sebaliknya tasawuf harus memiliki peran dan aktif dalam kehidupam secara total, baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi ataupun yang lainnya. Oleh karena itu, peran sufi harus bersikap lebih empirik, pragmatis dan fungsional dalam menyikapi dan memandang kehidupan secara nyata.
PEMIKIRAN KHAWARIJ’ (Studi Historis Genealogis Pemikiran Islam) Saniah, Mahfuzah; Sidik, M Alfan
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i1.128

Abstract

Khawarij berasal dari kata kharaja yang berarti keluar. Mereka menyatakan diri keluar dari barisan Ali bin Abi Thalib dalam persengketaannya dengan Muawiyyah. Kaum Khawarij menyusun kembali barisan mereka untuk meneruskan perlawanan mereka terhadap kekuasaan Islam resmi, baik di zaman dinasti Bani Umayyah, maupun di zaman kekuasaan dinasti Bani Abbas mereka anggap telah menyelewengkan Islam, karena itu mesti ditentang dan dijatuhkan. Khawarij sebagai sekte muncul sebagai hasil dialektika atas perbedaan dalam menafsirkan konsep kekhalifaan, yang kemudian berkembang dan menjalar pada perbedaan pada konsep-konsep kalam atau teologi. Tulisan ini mengkaji tentang aspek historis genealogis kemunculan pemikiran khawarij.
Peran Teori Qira’at dalam Memahami Ayat-Ayat Relasi Gender Siregar, Parluhutan
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i1.131

Abstract

Al-Qur’an diturunkan untuk mengubah bias hubungan gender. Sehubungan dengan ini, perlu untuk membiarkan ayat-ayat al-Qur’an berbicara tentang gender itu sendiri dengan menggunakan varian bacaan (Qira'at) dari Al-Qur’an. Makalah ini bertujuan untuk membangun argumen betapa pentingnya qiraat untuk memahami ayat-ayat yang berbicara tentang gender. Sebagai contoh, ini akan menganalisis QS. Al-Nisa '(4): 19. Ini menyimpulkan bahwa varian bacaan (qira'at) berkontribusi untuk memahami Quran secara tematis dan kontekstual. Kedua, menggunakan qira'at di QS. Al-Nisa '(4): 19, kami memahami bagaimana memposisikan para wanita dengan lebih hormat.
MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI TOLERANSI ABROR, MHD.
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 2 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i2.174

Abstract

Pembahasan ini hendak menelaah lebih dalam tentang moderasi beragama di tinjau dari aspek toleransi. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan gambaran yang jelas, bagaimana sebenarnya moderasi beragama dan toleransi serta batas-batasnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu suatu penelitian yang data-datanya berasal dari literatur-literatur yang terkait dengan obyek penelitian, kemudian dianalisis muatan isinya. Dari kajian ini menegaskan bahwa, moderasi dalam kerukunan beragama haruslah dilakukan, karena dengan demikian akan terciptalah kerukunan umat antar agama atau keyakinan. Untuk mengelola situasi keagamaan di Indonesia yang sangat beragam, kita membutuhkan visi dan solusi yang dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam menjalankan kehidupan keagamaan, yakni dengan mengedepankan moderasi beragama, menghormati keragaman, serta tidak terjebak pada Intoleransi, ekstremisme dan Radikalisme. Toleransi beragama bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan. Tidak juga untuk saling bertukar keyakinan dengan kelompok agama yang berbeda-beda. Toleransi di sini adalah dalam pengertian mu’amalah (interaksi sosial), sehingga adanya batas-batas bersama yang boleh dan tak boleh dilanggar. Inilah esensi moderasi dalam bingkai toleransi di mana masing-masing pihak diharapkan bisa mengendalikan diri dan menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikannya masing-masing tanpa merasa terancam keyakinan maupun hak-haknya.
KEHENDAK TUHAN DALAM MANIFESTASI ‘AZAB PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fadil, Marjan; Putra, Pristian Hadi
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 2 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i2.203

Abstract

Tuhan memiliki kehendak mutlak dalam menghidupkan, mengatur, menjaga, memelihara hingga mematikan umat manusia. Salah satu kehendak Tuhan terbukti dalam bentuk ‘Azab yang bisa menimpa siapapun yang ia kehendaki. Jika Tuhan telah berkehendak, maka tidak ada apapun atau seorangpun yang mampu mencegahnya. Manifestasi kehendak Tuhan ini digambarkan dalam dalil-dalil Al-Qur’an sebagai bentuk kemaha kuasaan-Nya. Oleh sebab itu perlu diketahui bentuk, tujuan serta sasaran ‘Azab yang dimaksud dari Tuhan agar manusia mampu menjalani perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kata ‘Azab sendiri terulang di dalam Al-Qur’an 329 kali yang mengacu pada tindakan pengusiran, ketakutan di dalam hati, hukuman dunia serta bencana alam. Penelitian ini menganalisis tindakan dalam kehendak Tuhan yang termanifestasi dalam tema ‘Azab yang terdapat di dalam Al-Qur’an dengan metode tematik. Kata Kunci: Kehendak Tuhan, ‘Azab, Al-Qur’an
APLIKASI METODE TAFSIR AL ALUSI “RUHUL MA’ANI FI TAFSIR AL-QUR’AN ALAZHIM WA SAB’IL MATSANI” Husna, Maisarotil
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 2 (2020): Aspek Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i2.205

Abstract

Tafsir Ruh al Ma’ani selain menggunakan dalil nash al-Qur’an, al Hadis, aqwal al ‘ulama juga ra’yu. Dalil ra’yu inilah yang paling besar porsinya dalam Tafsir ini. Tafsir ini dikelompokkan ke dalam golongan tafsir bil iqtirani, yakni tafsir yang memadukan antara sumber penafsiran yang ma’tsur juga menggunakan ra’yu. Penjelasan yang diberikan oleh al Alusi terbilang detil, bahkan sangat detil. Sehingga tepatlah jika Tafsir Ruh al Ma’ani dimasukkan ke dalam golongan Tafsir Ithnabi (Tafsili)/Detail. Tafsir ini masuk dalam golongan Tafsir Tahlili. Dalam penjelasannya al Alusi memiliki kecenderungan Lebih menjelaskan makna samar yang diisyaratkan oleh lafaz, dan kecenderungan penafsiran seperti ini dinamakan Tafsir (aliran) Isyari/Sufi.

Page 1 of 2 | Total Record : 18