cover
Contact Name
Paku Kusuma
Contact Email
kalatanda@telkomuniversity.ac.id
Phone
+62 82262130800
Journal Mail Official
kalatanda@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Gedung Bangkit Lt.2 Kawasan Bandung Technoplex Jl. Telekomunikasi no.1 Terusan Buah Batu, Dayeuhkolot, Bandung 40257
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kalatanda : Jurnal Desain Grafis dan Media Kreatif
Published by Universitas Telkom
ISSN : 14646912     EISSN : 14649329     DOI : https://doi.org/10.25124/kalatanda.v1i2
Core Subject : Humanities, Art,
Terbitan berkala ilmiah Kalatanda adalah jurnal penulisan hasil karya ilmiah yang berbasis penelitian, temuan, dan kebaruan ide dari karya seni atau desain. Tujuan jurnal untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas civitas akademik perguruan tinggi, praktisi, serta peneliti, dan bagi masyarakat umum dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan di ruang lingkup kesenian, desain, dan kebudayaan. Terbitan berkala ilmiah ini diterbitkan sekurang-kurangnya dua edisi tiap volumenya, dengan menggunakan format sesuai standar akreditasi.
Articles 21 Documents
Pengaruh daya tarik Foto Wajah pada tampilan rupa kemasan Lay's terhadap minat berfoto konsumen di kota Bandung Anwari, Egi; Tawaang, Florencika Mayumi
KalaTanda Vol 1 No 2 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i2.1378

Abstract

Fungsi kemasan bukan hanya untuk mewadahi produk, namun fungsinya telah bertambah, dan saat ini banyak dimanfaatkan oleh produsen untuk menarik perhatian konsumen. Kemasan makanan dari berbagai brand dipajang di rak-rak pasar swalayan dan saling bersaing untuk merebut perhatian konsumen. Salah satu yang menarik perhatian adalah kemasan keripik kentang Lay's yang terlihat berbeda dan kontras dengan para pesaingnya. Tampilan rupa (visualisasi) kemasan keripik kentang Lay's berubah dari biasanya. Gambar kentang dan tampilan logo yang dominan, diganti dengan foto setengah wajah yang sedang tersenyum. Tampilan foto yang mencolok pada kemasan Lay's ternyata menarik perhatian konsumen untuk melakukan aksi swafoto. Tampak bahwa pihak produsen menangkap perilaku masyarakat yang sedang menyukai swafoto, untuk mengikuti program promosi penjualan (sales promotion) produk keripik kentang Lay's. Daya tarik visual foto wajah pada kemasan Lay's menjadi fokus dalam penelitian ini dan dikaitkan dengan tindakan konsumen untuk melakukan aksi swafoto. Metode analisis visual dikaitkan dengan metode AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) menjadi acuan dalam penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana daya tarik foto mempengaruhi perilaku konsumen untuk melakukan swafoto. Hasil penelitian ini memperlihatkan hubungan antara unsur rupa pada kemasan dan ketertarikan konsumen untuk melakukan aksi. Tampilan foto setengah wajah tersenyum pada kemasan Lay's mampu mengajak konsumen untuk melakukan swafoto dan mengunggahnya ke akun facebook resmi Lay's atau media sosial lainnya.
PERANCANGAN KARYA ILUSTRASI GUNA PENGENALAN SISTEM IRIGASI SUBAK KEPADA MASYARAKAT MUDA DI PULAU BALI Parmadi, I Gusti Ngurah Wahyu; Kusuma, Paku
KalaTanda Vol 1 No 1 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i1.1370

Abstract

Subak merupakan lembaga irigasi dan pertanian yang bercorak sosio-religius terutama bergerak dalam pengolahan air untuk produksi tanaman setahun khususnya padi berdasarkan prinsip Tri Hita Karana. Sebagai lembaga irigasi petani tradisional, subak diperkirakan sudah ada di Bali sejak hampir satu millenium. Saat ini minat generasi muda di pulau Bali terhadap pemahaman sistem subak lebih sekedar penamaan saja sehingga dalam beberapa kasus terjadi penutupan sekolah, lembaga pendidikan dan jurusan yang berkaitan dengan hal tersebut dikarenakan ketiadaan anak didik. Hal yang menjadi keprihatinan bagi berbagai kalangan, sehingga dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam guna memperoleh nilai rasa dan karsa, kemudian diwujudkan secara visual melalui ilustrasi. Dimana hasil ilustrasi ini nantinya akan diaplikasikan ke media-media cetak seperti buku juga media elektronik untuk mendapatkan tanggapan yang lebih positip dari masyarakat muda di pulau Bali.
Tinjauan visual pada iklan televisi Kartu As versi Gulai Otak Octora, Winona; Iskandar, Syahril
KalaTanda Vol 1 No 2 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i2.1382

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap makna dibalik visual iklan televisi Kartu As versi Gulai Otak yang mempromosikan salah satu programnya yaitu Paket Kenyang Internetan Mingguan. Menemukan hubungan antara masakan khas Padang dengan paket data internetan. Pada penelitian ini akan digunakan metode penelitian kualitatif dan analisis deskriptif, dengan pembedahan tanda-tanda yang terdapat pada iklan televisi Kartu As versi Gulai Otak dilakukan dengan menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah ditemukan adanya upaya pengalihan tanda dari paket internetan melalui jenis dan istilah pada makanan. Seperti paket internet yang memiliki banyak fasilitas dihubungkan dengan banyak jenis makanan khas Padang yang dikenal secara umum dan terjangkau.
DYNAMIC REPETITION KARAKTER RANGGA DALAM STICKER LINE "Alumni AADC Special stickers". Siswanto, Riky Azharyandi; Tohir, Mohamad
KalaTanda Vol 1 No 1 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i1.1365

Abstract

Aplikasi ponsel pintar LINE sebagai salah satu communication app (messenger) yang banyak diminati oleh pelbagai khalayak menawarkan emoji dalam bentuk yang lebih populer—biasa disebut dengan sticker. Sama seperti emoji, kelahiran sticker merupakan hasil percepatan ICT dalam “meringkas” komunikasi yang mengungkapkan perasaan (baca: emosi). Sticker LINE juga memiliki fungsi utama yaitu “peringkas komunikasi” dalam menggambarkan perasaan seseorang kepada orang lain dalam bentuk yang sederhana tetapi dapat dimaknai ke dalam beberapa level komunikasi. Karakter Rangga dalam rancangan sticker LINE "Alumni AADC Special stickers" diciptakaan sebagai media pendukung dari iklan LINE – Ada Apa Dengan Cinta Mini Drama (AADC 2014) yang terdapat di YouTube. Iklan tersebut memanfaatkan popularitas film Ada Apa Dengan Cinta (AADC 2002), maka image Rangga di benak pengguna layanan LINE adalah karakter Rangga yang terakumulasi dari film AADC 2002 & iklan LINE AADC 2014 (Mini Drama), dalam merancang Sticker LINE pengembangan karakter dipengaruhi oleh memori Visual yang berisi karakteristik/pengalaman dari kemampuan yang bersumber dari pengalaman visual, Akan tetapi sebagai rancangan sticker LINE Rangga dalam "Alumni AADC Special stickers" dirasa tidak merepresentasikan karakteristik yang tercitrakan dari film AADC 2002 dan iklan LINE AADC 2014, seharusnya image tokoh yang seharusnya dipertahankan sebagai satu identitas yang lekat di benak audience.
DESIGN AUDIT: VISUAL IDENTITY OF HET HUISJE CAFE Sembada, Gredi Gradana; Renaldi, Chandra
KalaTanda Vol 1 No 2 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i2.1377

Abstract

The cafe business continues to experience significant developments, cafes being a favorite location to gather as part of the community's lifestyle. Currently there are more than ten thousand cafes in all corners of the country. In the 2013-2018 edition, the total revenue of the cafe sector is predicted to increase from USD 3.4 billion to USD 4.16 billion.The lifestyles of urban societies socializing in cafes are made a profit-making opportunity for business people by creating cafes with unique concepts. One of them is Het Huisje cafe. The cafe, which was established in early 2016, is located on Jl. Arif Rahman Hakim no. 9A, Pancoran Mas, Depok. the profit earned by Het Huisje cafe is static, in one month only a 10% increase in profit. Branding activities took the role of the case. The Het Huisje cafe logo that is not yet strongly illustrates the concept of its business. Visual Audit Results from pre-research Designs Audit, Het Huisje cafe logos do not meet the criteria of a good logo. The first phase of the study focused on visual audit on the logo. Methods of data collection using field observation instruments, interviews and questionnaires. Analysis using Design Audit matrix.The results of analysis in addition to being input for the design of promotional strategies are also used as input for the preparation of the design strategy process. The benefits of this research can be considered in making business decisions related to the field of design, so that the resulting design output is judged not only aesthetically, but also can be seen as a strategic step in achieving business goals
MAKNA FALA RAHA (EMPAT RUMAH) DALAM BUDAYA MASYARAKAT TERNATE Rahajaan, Jerry Dounald; Nugraha, Novian Denny
KalaTanda Vol 1 No 1 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i1.1369

Abstract

Makna Fala Raha Sebagai konsep dasar pada budaya Masyarakat Maluku Utara, dalam Perspektif Pola-4 adalah kajian Transformasi budaya, yang berangkat dari latarbelakang mengenai masyarakat Maluku Utara (Ternate), serta falsafah yang ada pada konsep Fala Raha. Dalam pengkajian initer dapat beberapa komponen yang dikaji diantaranya; struktur empat keturunan, struktur empat warisan simbolik, struktur empat kekuasaan politik, struktur empat komunitas awal Ternate, struktur empat kesatuan geopolitik, struktur empat klan utama, dan struktur empat lembaga pemerintahan, itulah yang disebut konsep Fala Raha. Bagaimana elemen–elemen Fala Raha dapat membentuk makna di masyarakat Maluku Utara, dan Apa makna filosofis yang terkandung didalam-nya. Tujuan dari Jurnal ini; Penyampaian makna Fala Raha (Empat Rumah) sebagai makna yang bernilai filosofi dari masyarakat Maluku Utara (Ternate), yang diturunkan secara turun-temurun berupa tradisi lisan dan Visual (gambar) yang dalam penyampaiannya secara simbolik. Tulisan ini lebih terfokus pada analisis symbol pada konsep Fala Raha dengan mengacu pada teori Transformasi dengan pendekatan Estetika Paradoks di masyarakat penggunanya. Hasilnya; Dalam Jurnal ini dibahas tentang tinjauan semiotik yang lebih terfokus mengenai makna filosofis dalam konsep Fala Raha, sinergi dengan pembahasan Fala Raha yang lebih membahas tentang tinjauan semiotik dalam makna visual. Kontribusinya sebagai model kajian secara ilmu semiotik dan transformasi budaya.
PENGARUH ILUSTRASI POSTER FILM SHAW BROTHERS PADA ILUSTRASI COVER CERGAM DAN NOVEL SILAT DI INDONESIA Aditya, Dimas Krisna
KalaTanda Vol 1 No 2 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i2.1381

Abstract

Cerita silat merupakan bagian dari budaya populer Indonesia sejak lama. Cerita silat merupakan salah satu warisan budaya Peranakan Tionghoa di Indonesia dalam bidang sastra. Berawal dari surat kabar dan majalah, cerita silat pun berkembang pada bentuk budaya populer lainnya, yaitu komik silat. Komik silat Tionghoa sendiri tumbuh sejak tahun 1950-an. Akan tetapi di tahun 1970-an cerita silat dan komik silat pun menjamur hingga akhir 1980-an. Sayangnya visualisasi cerita silat di Indonesia tidak didukung oleh keberadaan referensi budaya karena rezim orde baru melarang segala bentuk literasi dan budaya Tionghoa. Akan tetapi, para perupa visual tetap bisa memainkan imajinasinya dengan kehadiran film-film silat Hong Kong produksi Shaw Brothers di Bioskop. Karena keterbatasan akses informasi, para perupa komik silat hanya mendapatkan referensi dari penerbit berupa poster dan iklan film dari majalah-majalah film. Dengan menggunakan analisis konten dan wawancara yang ada pada metode penelitian kualitatif, serta menggunakan pendekatan kritik seni, tulisan ini akan mengajak kita untuk melihat proses kreasi para perupa komik dan cerita silat dalam berkarya dan menelaah sejauh mana visualisasi poster-poster film Shaw Brothers menjadi referensi dan inspirasi mereka dalam berkarya.
ANASIR SUFISTIK DI DALAM WUJUD SI CEPOT GIRI HARJA 3 Partawijaya, Lingga Agung
KalaTanda Vol 1 No 1 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i1.1364

Abstract

Si Cepot Giri Harja 3 memiliki anasir sufisme yang tersublimasikan melalui wujudnya. Anasir sufisme ini menjadi bagian yang imanem di dalam profanitas wayang golek purwa sebagai sebuah paradoks yang mempertahankan dualitas keseniannya sebagai sebuah tontonan dan tuntunan. Anasir sufisme si Cepot Giri Harja 3 merupakan sebuah entitas yang tercipta dari pelbagai macam konsep sufi yang ada di dalam jagat mistikisme Islam. Akan tetapi, di dalamnya terdapat pula perkelidanan antara bentuk-bentuk kebudayaan lokal: sinkretisme. Hal tersebut dijelaskan melalui konsep wacana, pengetahuan, dan kekuasaan Michel Foucault, karena anasir sufisme si Cepot tersebut melahirkan sebuah pengetahuan baru yang terbentuk dari pelbagai macam entitas di atas. Foucault menyebutnya sebagai Arkeologi Pengetahuan. Anasir sufisme si Cepot secara khusus dianalisis dengan menggunakan teori hermeneutik Paul Ricouer yang menganalisis pelbagai simbol di dalam wujudnya. Dari analisis yang dilakukan, anasir sufisme si Cepot bersifat relasional karena terbentuk dari pelbagai macam konsep sufi dan mistisme Sunda juga Jawa. Sehingga secara eksistensialis,hal-hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena secara fundamen menghadirkan anasir sufisme yang tersebar di di dalam maujud dan wujudnya.
FENOMENA KOMUNITAS FILM Barry, Syamsul
KalaTanda Vol 1 No 2 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i2.1374

Abstract

Era kebangkitan industri film nasional pada medio awal abad 21 membawa demam perfileman di tanah air. Teknologi terkini di bidang perfileman dengan cepat diadopsi sejalan dengan perkembangan teknologi baik teknologi kamera maupun telepon seluler dengan fasilitas dan aplikasinya. Perkembangan ini diikuti pula dengan maraknya pertumbuhan komunitas film di Indonesia, sehingga menyebabkan banyaknya produksi film. Praktek produksi pembuatan film di komunitas berbeda dengan apa yang dijalankan di lingkungan civitas akademik. Pada praktek produksi di komunitas dirasa lebih fleksibel mulai dari kegiatan perencanaan hingga proses perwujudan, dan semuanya mengikuti pada permasalahan yang akan dibuat sehingga dapat dikatakan relatif efisien. Sedangkan di lembaga pendidikan prosesnya berlangsung dengan mengikuti atau berbasis teori pengetahuan perfilman yang telah ada (baku) dan terkesan kaku. Selain memproduksi film, komunitas menyelenggarakan aktivitas berupa pemutaran, dan diskusi/workshop. Bahkan beberapa komunitas mempunyai jurnal yang di publikasikan pada situs di internet. Komunitas-komunitas ini juga membentuk semacam proyek wirausaha berupa melayani jasa pembuatan video program televisi, company profile perusahaan dan jasa dokumentasi hajatan (perkawinan, sunatan) dengan tujuan membiayai jalannya kegiatan di komunitas sekaligus kesejahteraan anggotanya. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan survei dan wawancara tidak terstruktur pada narasumber penggiat perfileman di komunitas untuk menemukan sumber ide penciptaan mereka, hingga proses bagaimana mereka berkarya. Data yang terkumpul akan dianalisis dengan secara deskriptif dengan tujuan bisa menjelaskan fenomena ini yang berasal dari bawah.
BUKU PANDUAN WISATA BUDAYA KABUPATEN KLATEN Wibowo, Eko Cahyo Kusumo; Aditia, Patra; Swasty, Wirania
KalaTanda Vol 1 No 1 (2016): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v1i1.1368

Abstract

Klaten sebagai kabupaten sangat kaya potensi budaya. Potensi harus mampu membuat Klaten menjadi salah satu tujuan wisata budaya selain Solo dan Yogyakarta. Informasi tentang potensi pariwisata budaya kurang disajikan, sehingga banyak informasi menjadi kurang menarik bagi wisatawan. Hal ini tentu mempengaruhi penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan potensi wisata baik warisan budaya maupun kerajinan. Selain itu, minat masyarakat tentang potensi budaya masih rendah dilihat dari wisatawan yang berkunjung ke wisata budaya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merancang buku panduan wisata yang dapat meningkatkan daya tarik Klaten yang memiliki potensi budaya lokal yang lebih menarik bagi publik. Untuk mengatasi permasalahan di atas, penulis mengumpulkan data yang diperlukan dengan menggunakan metode observasi lapangan, studi literatur, dan wawancara terkait sumber. Setelah mengumpulkan data, penulis merancang buku panduan budaya dan media yang mendukung buku panduan mencakup peta wisata, belly binding, kartu pos, dan kemasan buku. Mudah-mudahan, hal ini akan dapat membantu Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten dalam memperkuat citra pariwisata serta merancang media yang tepat untuk menyampaikan informasi untuk menarik kesadaran masyarakat terhadap keberadaan pariwisata budaya.

Page 1 of 3 | Total Record : 21