cover
Contact Name
Rina Darojatun
Contact Email
rina.darojatun@uinbanten.ac.id
Phone
+6282116610809
Journal Mail Official
jurnaladzikra@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Ciceri, Kota Serang Provinsi Banten Kode Pos 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
AdZikra: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 20878605     EISSN : 27465446     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/adzikra.v10i1
Jurnal AdZikra merupakan jurnal unggulan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jurnal AdZikra menyediakan artikel ilmiah hasil penelitian empiris dan analisis reflektif dari para akademisi dan praktisi untuk pengembangan teori dan pengenalan konsep-konsep baru di bidang Komunikasi dan Dakwah.
Articles 48 Documents
AKULTURASI ETNIS BUGIS BANTEN PADA TRADISI TUDANG PENI DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA Agung Fajar Risnanto; Samian Hadisaputra
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/adzikra.v10i2.3862

Abstract

Komunikasi antarbudaya adalah proses negosiasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok. Kampung baru Bugis adalah kampung yang terletak di karangantu, kelurahan banten kecamatan kasemen kota serang. Dilihat dari aspek kesukuannya, fenomena kependudukan di Kelurahan Banten sangat heterogen. Suku Jawa, Madura, Sunda, China, Batak dan Populasi Mayoritas adalah suku Bugis. ini mengakibatkan pencampuran budaya di dalam kehidupan suatu daerah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antarbudaya etnis bugis dengan masyarakat banten. Untuk mengetahui cara Etnis Bugis Mempertahankan dan memeilihara identitas mereka.Metode yang digunakan daam penelitian ini adalah metode etnografi yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa; Pola Komunikasiantarbudaya Etnis Bugis dengan masyarakat banten memnggunakan beberapa pola komunikasi seperti komunikasi primer, sirkular dan liniar dan pada pola komunikasi dinamis. Akan tetapi, komunikais antarbudaya etnis bugis dengan masyarakat banten cenderung menggunakan pola komunikasi dinamis dan liniar karena menyatukan perpaduan antarbudaya sehingga menghasilkan budaya baru. Etnis Bugis dalam mempertahankan dan memelihara kebudayaannya dengan cara melestarikan dalam setiap moment atau setiap aktifitas keseharian.
DAKWAH MELALUI STAND UP COMEDY Juanda Juanda; A M Fahrurrozi
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/adzikra.v10i1.3800

Abstract

Dakwah pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh umat Islam untuk menyebarluaskan dan menyiarkan ajaran Islam. Seiring perkembangan zaman, dakwah melalui televisi sangatlah cepat diterima. Hampir semua kalangan masyarakat saat ini mempunyai televisi dan memilih program yang mereka suka sebagai hiburan, wawasan maupun tambahan ilmu pengetahuan umum dan agama. Program variety show merupakan program acara televisi yang memadukan antara berbagai jenis hiburan, panggung televisi seperti lawak, lagu dan drama. Stand up comedy merupakan salah satu bentuk dari program acara variety show yang populer di Indonesia. Secara umum stand up comedy adalah lawakan atau komedi yang dilakukan diatas panggung oleh seseorang yang melontarkan serangkaian lelucon yang berduraasi 10 menit sampai 45 menit. Rumusan penelitian ini 1) Apa Pesan dakwah yang disampaikan dalam stand up comedy UIN SMH Banten? 2) Bagaimana efek dakwah dalam stand up comedy UIN SMH Banten?. Tujuan penelitian ini 1)Untuk mengetahui Apa Pesan dakwah yang disampaikan dalam stand up comedy UIN SMH Banten. 2) Untuk mengetahui Bagaimana efek dakwah dalam stand up comedy UIN SMH Banten. Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskripptif kualitatif. Untuk mendapatkan data yang valid, penulis menggunakan metode menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi wawncara dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
WILAYAH PENELITIAN ILMU DAKWAH Purwanti, Eneng
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2012): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang ini, agama dihadapkan pada problematika zamanbaik sosial atau lingkungan seperti saat ini, yang disinyalir sebagaikrisis global, dalam era dunia yang serba absurd dan tidak menentu,dengan segala kompleksitas permasalahannya terutama bidang bioteknologi,dibutuhkan da’i yang “tercerahkan” yang mampumenampilkan Islam secara kaffah (prima) baik dalam segi eksoterismaupun esoterisnya. Seorang da’i yang mempunyai kualifikasi ululalbab, mengenali sasaran dakwah, memahami materi dakwah, mampumemanfaatkan media dakwah, menguasai metode dakwah, dan tidakmengabaikan efek dakwah.
MEDIA DAN REALITAS SOSIAL ISLAM Afidatul Asmar
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/adzikra.v10i2.4234

Abstract

Berita mengenai aksi terorisme telah mewarnai banyak media massa baik media cetak maupun media elektronik beberapa saat bahkan sampai beberapa pekan semenjak terjadinya BOM Sarinah di kawasan Jalan MH. Thamrin Jakarta. Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil. Terjadinya bom bunuh diri juga sebagai bentuk penolakan terhadap realitas sosial yang kemudian di kembangkan melalui media. Mereka menganggap bahwa sistem hukum di negara Indonesia adalah hasil dari pemikiran barat. juga memiliki sistem Thagut (Berhala) dan tidak menggunakan hukum syariat Islam. Hal ini ditunjukan dengan doktrin-doktrin yang mereka berikan sehingga terinternalisasi menjadi sebuah pegangan hidup dan diterima sebagai suatu kebenaran, kemudian disucikan dalam bentuk dogma, yang hanya kematian yang dapat memisahkan keyakinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Disisi lain bentuk kekerasan aktual adalah kekerasan yang nyata, transparan dan terjadi secara sungguh-sungguh, sedangkan kekerasan simbolik adalah kekerasan yang terjadi melalui simbol-simbol, bisa berupa bahasan di media lisan, tulisan maupun elektronik. Dalam realitas sosial ada tiga corak kekerasan agama, yaitu: pertama, kekerasan fisik yang terjadi antar umat beragama, seperti kekerasan pada jemaat Ahmadiyah di kampus Mubarok. Kedua, Kekerasan wacana yang biasanya terjadi di kalangan penganut salah satu agama, seperti wacana yang dikembangkan oleh Jaringan Islam Liberal yang menghasilkan kekerasan terhadapnya. Ketiga, kekerasan agama yang bercorak halus yang biasanya menggunakan medium seni atau sastra, ini dilakukan pada tayangan-tayangan perfilman contohnya karya Panji Kusmin yang berjudul "langit Makin Mendung", Salman Rushdi tentang " Satanic Verses".
STRATEGI DAKWAH LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK) DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS MAHASISWA Herlina Widiati; Endad Musaddad
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/adzikra.v10i1.3799

Abstract

Penyebaran ilmu agama Islam oleh mahasiswa atau lebih dikenal dengan dakwah kampus adalah merupakan sebuah tahapan dakwah terpenting dalam dakwah mahasiswa. Begitu pula dalam dakwah di kampus, seorang yang disebut dengan aktivis dakwah kampus harus memahami tentang dakwah itu sendiri dan tentunya tentang lembaga dakwah kampus. Lembaga Dakwah Kampus salah satunya berfungsi sebagai sebuah wadah para aktivis dakwah mahasiswa yang memiliki jiwa dan komitmen terhadap dakwah yang militan. Penelitian ini meneliti tentang 1) Bagaimana strategi dakwah lembaga dakwah kampus (LDK) babussalam UNTIRTA dalam meningkatkan religiusitas mahasiswa? 2) Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan religiusitas mahasiswa. Tujuan Penelitian ini 1) untuk mengetahui strategi dakwah LDK Babussalam UNTIRTA dalam meningkatkan religiusitas mahasiswa. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan religiusitas mahasiswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan memakai metode deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data yang valid, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Kesimpulan: 1)Strategi dakwah yang dilakukan oleh lembaga dakwah kampus Babussalam meliputi pengembangan dakwah berbasis materi dan pengembangan dakwah berbasis media ini masuk ke dalam bentuk strategi rasional (al-manhaj al aqli) sedangkan pengembangan dakwah dalam pembina kader dengan metode halaqoh dan pengembangan dakwah berbasis peduli terhadap sesama masuk ke dalam bentuk strategi sentimentil (al-manhaj al -athfi). Jadi, kegiatan-kegiatan yang dilakukan LDK Babussalam yaitu meliputi kegiatan keagamaan, kegiatan sosial dan kegiatan masyarakat. Dengan melalui kajian-kajian dan pelatihanppelatihan yang ada di LDK agar dapat disalurkan lingkungan sekitar. 2)Faktor pendukung yaitu rasa tanggung jawab dan loyalitas dari pengurus, adanya semangat dan respon positif potensi yang dimiliki oleh pengurus dan susunan kepengurusan LDK Babussalam yang sesuai dengan kemampuan. yang menjadi faktor penghambat yaitu minimnya dana, kurangnya sosialisasi, kurangnya SDM Pengurus dan menyurutnya semangat anggota.
PROBLEMATIKA KOMUNIKASI DAKWAH DAN HAMBATANNYA Hadisaputra, Samian
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2012): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan dan tantangan dalam melaksanakan komunikasi dakwahadalah merupakan sebuah sunatullah yang mesti dihadapi oleh setiappendakwah. juru dakwah harus memiliki jiwa yang totalitas tidaksetengah-setengah, tidak menjadikan profesi dakwah hanya pekerjaansampingan, diperlukan kesiapan mental dan material, sehinggamelaksanakan dakwah bukan untuk mencari penghidupan sematamelainkan benar-benar menjalankan tugas suci dari Allah Swt.Disamping harus memahami beberapa prinsip metodologi dakwahyang harus dijadikan pertimbangan, para juru dakwah juga dituntutuntuk terlebih dahulu memahami dan mengantisipasi beberapa faktoryang menjadi hambatan komunkasi dakwah.
PESAN DAKWAH MELALUI VIDEO INSTAGRAM Rifki Rifa'i; Muhibuddin Muhibuddin
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/adzikra.v10i2.4235

Abstract

Saat ini telah berkembang beragam situs media sosial di Internet, seperti Instagram, Facebook, Twitter, myspace, youtube, whatsapp, google plus dan lain sebagainya. Keunggulan dari situs atau aplikasi media sosial adalah desain multi paltform, yaitu dapat diakses dan terhubung di berbagai perangkat digital. Sebagai ruang sosial baru, internet memiliki peluang yang sama dalam memfasilitasi gerakan-gerakan sosial, termasuk gerakan sosial keagamaan seperti berdakwah. Saat ini mendengarkan dan menyebarkan dakwah melalui media sosial sangat diminati oleh kebanyak masyarakat, karena sekarang ini masyarakat tidak perlu datang ke majelis atau tempat-tempat dakwah untuk mendapatkan ceramah agama, cukup membuka smartphone dan mencari video-video dakwah yang dibutuhkan masyarakat sudah bisa mendengarkan ceramah agama. Untuk orang-orang yang memiliki kesibukan begitu padat, sosial media seperti ini sangat membantu dan bermanfaat untuk mendapatkan informasi dalam hal ini aktifitas dakwah. Salah satu media sosial yang mengirimkan video dakwah ialah akun instagram@nunuzoo.
ETIKA KOMUNIKASI DAKWAH DALAM PERSPEKTIF AKSIOLOGI KOMUNIKASI Samian Hadisaputra
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/adzikra.v10i1.3798

Abstract

Etika komunikasi dalam aksiologi komunikasi dakwah merupakan salah satu kajian yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dakwah. Fenomena dalam komunikasi dakwah senantiasa menemukan masalah pada tatanan etika dan estetika berdasarkan kondisi sosiologis dari keberagaman dan pluralitas sosial masyarakat. Fran Magnis Suseno menyatakan bahwa yang menjadi objek etika adalah pernyataan moral pada dasarnya berkaitan tentang pernyataan tentang tindakan manusia dan pernyataan tentang manusia dan unsur-unsur kepribadian manusia, seperti motif,maksud dan watak. dalam kajian ini lebih membahas kajian etika dakwah dan prinsip etika dakwah.
EFEK MEDIA MASSA TERHADAP KHALAYAK Widowati, Dewi
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2012): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang amat pesat disebut dengan“mediamorfosis”, media terus berkembang sesuai dengan perubahanzaman. Mediamorfosis sebagai transformasi media komunikasi,biasanya sebagai akibat dari hubungan timbal balik yang rumit antaraberbagai kebutuhan yang dirasakan, tekanan persaingan dan politik,serta berbagai inovasi sosial dan teknologis. anak-anak menjadisasaran dari dampak kuat teknologi komunikasi. Apalagi usia anakanakmerupakan usia yang masih memiliki kemampuanduplikasi/meniru yang tinggi, sehingga apapun yang ditontonnyacenderung akan diterima mentah-mentah tanpa di”filter” lebih dahulu.Pertimbangan inilah yang kemudian menjadi awal untuk mencarijalan keluar menangani masalah ini. Berbagai cara terus dijalankanoleh pihak stasiun televisi untuk setidaknya mengurangi dampaknyaterhadap anak-anak, sebab antara aturan dan kenyataan tidak sejalan,sebab tayangan yang muncul di media massa khususnya televisisebagian besar menayangkan tayangan yang cenderung bersifatkekerasan, pornografi, bahkan pornoaksi. Ini sesuai dengan hasilpenelitian yang dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)terhadap acara-acara yang ditayangkan oleh media televisi diIndonesia.
PRINSIP-PRINSIP POLITIK DAN EKONOMI DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MUSLIM MEMBANGUN MASYARAKAT MUSLIM Mahfudz, A
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2012): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Islam, tidak ada pemisahan antara agama dengan politik(negara). Keduanya secara organis berhubungan, bahkan juga integraldengan struktur ekonomi suatu negara Islam. Agama dan politikkeduanya saling berkaitan, bahkan keduanya saling membutuhkan.Ketika Islam datang, masalah pertama yang dihadapinya adalahpolitik. Tanpa peranan politik, tentu Islam tak akan berkembang sepertisaat ini. Oleh sebab itu, Islam harus memiliki kekuasaan demikelancaran mekanisme pengembangan agama. Prinsip-prinsipkekuasaan dalam Islampun harus menjadi landasan utama dalampolitik Islam. Keterbelakangan ekonomi yang dihadapi negeri-negeriMuslim, memang tidak semata-mata faktor ekonomi, dan, kemajuanmaterial hanyalah salah satu sisi yang tidak akan memuaskan aspek-aspekspiritual manusia; akan tetapi, kehampaan spiritual bisa menjadifaktor dominan. Jiwa manusia, yang terdapat dalam tubuh materialyang fana, merupakan unsur yang paling murni yang dikaruniakanAllah kepada manusia. Oleh karena itu, upaya-upaya pembangunanyang tidak mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan spiritualmanusia, niscaya menyebabkan manusia merana