cover
Contact Name
Anita Heru Kusumorini
Contact Email
pekalongankota.bappeda@gmail.com
Phone
+62285423223
Journal Mail Official
pekalongankota.bappeda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sriwijaya No. 44, Podosugih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah 41111
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Litbang Kota Pekalongan
ISSN : 20850689     EISSN : 25030728     DOI : -
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kota Pekalongan merupakan laporan penelitian atau penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan jurnal dilaksanakan oleh Dewan Redaksi sebagai wahana untuk mendokumentasikan laporan penelitian dalam bentuk jurnal yang dapat dibaca sebagai bahan referensi dalam mendukung pengambilan keputusan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15 (2018)" : 10 Documents clear
KAJIAN NILAI GIZI DAN ORGANOLEPTIK COKELAT MANGROVE DARI BUAH SONNERATIA ALBA Wintah, Wintah; Heriyanti, Andhina Putri; Kiswanto, Kiswanto
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.612 KB)

Abstract

Pekalongan mempunyai potensi sumber daya alam berupa buah mangrove salah satunya jenis Sonneratia alba atau buah pedada. Buah pedada belum dimanfaatkan secara maksimal oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan buah pedada sebagai bahan olahan makanan berupa cokelat mangrove. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) Mengetahui nilai gizi yang terkandung pada cokelat mangrove. (2) Mengetahui nilai rating hedonik (kesukaan) pada cokelat mangrove. Metode analisis proksimat secara deskriptif dengan mengetahui kandungan gizi cokelat mangrove. Parameter yang diukur yaitu kandungan protein, Vitamin C, lemak, air, abu, dan karbohidrat. Uji organoleptik cokelat mangrove untuk menilai hasil olahan coklat mangrove melalui organ indra berupa rasa, warna, aroma, dan tekstur. Uji organoleptik yang digunakan adalah uji rating hedonik (kesukaan). Hasil uji organoleptik menunjukkan cokelat mangrove yang sangat disukai adalah perlakuan P2 (Mangrove 30%:Tepung 20%). Nilai gizi pada cokelat mangrove untuk 100gr mengandung protein 5,56%, vitamin C 0,88%, lemak 29,85%, air 10,3%, kadar abu 0,5%, dan karbohidrat 53,7%. Pencantuman kandungan gizi pada produk olahan mangrove dapat memberikan informasi bahwa selain nikmat untuk dikonsumsi, mangrove baik untuk kesehatan karena mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa warna, rasa, aroma, dan tekstur berpengaruh terhadap cokelat mangrove. Kata Kunci: Sonneratia alba, Cokelat mangrove, Nilai gizi, Nilai hedonik.
TAHAP DEFINE DAN DESIGN BAHAN AJAR MATEMATIKA SMP DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENANAMKAN NILAINILAI BUDAYA PEKALONGAN Mardhiyana, Dewi; Nasution, Nur Baiti; ‘Adna, Syita Fatih
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.837 KB)

Abstract

Kota Pekalongan terkenal dengan julukan “kota kreatif” yang kaya akan tradisi dan budaya. Tradisi dan budaya tersebut perlu dilestarikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke ranah pendidikan, khususnya bahan ajar matematika. Hal ini disebakan karena matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit bagi siswa SMP. Materi matematika akan lebih mudah dipelajari oleh siswa jika berisi masalah kontekstual (Realistic Mathematic Educatioan) yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun, permasalahan yang dihadapi guru saat ini adalah kurangnya atau belum tersedianya bahan ajar SMP yang isinya terintegrasi budaya lokal, khususnya budaya di Kota Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar matematika SMP dengan pendekatan Realistic Mathematic Educatioan (RME) berbasis budaya lokal untuk menanamkan nilai-nilai budaya Kota Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D), yang memuat 4 tahapan, yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Artikel ini hanya membahas tahap define dan design pada pengembangan bahan ajar matematika berbasis budaya lokal Pekalongan. Pada tahap define, dilakukan analisis kebutuhan berupa survei ke siswa SMP di Pekalongan dengan melakukan pembelajaran matematika dengan memberikan lembar kerja yang berisi tentang budaya lokal Pekalongan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bahan ajar yang dibutuhkan oleh sisa. Selain itu juga dilakukan wawancara ke guru matematika SMP yang familiar dengan materi matematika SMP dan budaya lokal Pekalongan. Hasil survey ke siswa SMP menunjukkan bahwa semua siswa belum pernah melihat lembar kerja yang mengintegrasikan unsur budaya. Mereka juga menyatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan lebih menarik dan mengesankan, karena memuat masalah konteks berupa batik yang biasa mereka jumpai. Hasil wawancara dengan guru matematika SMP menyatakan bahwa pengintegrasian nilai budaya Pekalongan perlu dimasukkan ke dalam mata pelajaran matematika agar lebih menarik untuk dipelajari siswa. Hasil tahap define menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan harus memuat budaya lokal Pekalongan, memuat banyak gambar ilustrasi, memiliki jumlah soal yang cukup, dan relevan dengan materi matematika SMP sesuai kurikulum yang berlaku. Selanjutnya, dilakukan tahap design bahan ajar. Tahap ini dimulai dengan analisis kurikulum berupa analisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Selanjutnya menentukan kerangka bahan ajar yang meliputi penentuan cara penyajian materi yang meliputi narasi awal, materi, kesimpulan, latihan soal, dan tokoh matematika. Dari tahap perancangan diperoleh bahwa beberapa budaya Pekalongan yang dapat dikaitkan dengan materi matematika SMP adalah budaya lopisan, balon udara, krupuk usek, dan batik udan liris. Kata Kunci: Tahap define dan design, Pengembangan bahan ajar, Budaya lokal Pekalongan, RME
PENCEGAHAN DAN EDUKASI MASYARAKAT DALAM PENANGANAN ENDEMIK PENYAKIT BERBASIS WEB UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA PEKALONGAN Setiawan, Tri Agus; Ilyas, Agus; Wibowo, Ari Putra
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.851 KB)

Abstract

Kota Pekalongan memiliki iklim heterogen yang berpotensi untuk penyebaran persebaran berbagai jenis penyakit baik menular maupun tidak menular, salah satu penyakit yang menjadi endedmik di Kota Pekalongan adalah Kaki Gajah (Filariasis), kasus penyakit Filariasis di Kota Pekalongan tertinggi di Jawa Tengah sebanyak 442 kasus tersebar di 11 kelurahan. Adapun tujuan dari penelitian ini agar terwujud aplikasi pencegahan dan edukasi masyarakat dalam penanganan endemik penyakit berbasis web untuk peningkatan kesehatan masyarakat di Kota Pekalongan. Metode pengembangan system yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Waterfall (Roger S. Pressman). Dengan adanya Sistem Informasi Pencegahan dan Edukasi Masyarakat dalam Penanganan Endemik penyakit. Menular dan tidak Menular Berbasis Web untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Kota Pekalongan ini nantinya dapat mengumpulkan, mengelola, dan memvisualisasikan data dan informasi dalam bentuk Web pada masyarakat tentang pengetahuan penyakit menular dan tidak menular (mengedukasi) penyebab, cara penularan dan cara penccegahannya serta pemetaan Lokasi Puskesmas di Kota Pekalongan. Kata Kunci: Website, Endemik, Penyakit menular dan tidak menular
KAJIAN PRA REVITALISASI PASAR BERORIENTASI KESEJAHTERAAN, KENYAMANAN DAN KEINDAHAN (Kasus Revitalisasi Pasar Banjarsari Kota Pekalongan) Nurhayati, Siti; Suryani, Suryani; Rismawati, Shinta Dewi; Christianto, P. A.; Latief, Vita Nur; Mujiyono, Mujiyono; Imtikhanah, Sobrotul
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.707 KB)

Abstract

Salah satu sarana perdagangan besar yang ada di Kota Pekalongan adalah Pasar Induk Banjarsari yang terletak di Jalan Sultan Agung, Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Pasar induk ini lokasinya menjadi satu dengan Mall Borobudur dan Swalayan Giant. Pasar Banjarsari memiliki 3 lantai dan terdiri dari 1.156 kios, 171 toko dan 2.701 los. Lantai pertama sebagian besar ditempati oleh pedagang tekstil, lantai kedua dan ketiga ditempati berbagai macam jenis dagangan, baik kuliner, sayur, daging, maupun toko kelontong. Kondisi ini berubah total setelah terjadi kebakaran Pasar Banjarsari pada Senin, 26 Februari 2018 dan baru bisa padam total setelah 30 jam dari kejadian. Pasca terjadi kebakaran, kegiatan ekonomi yang tadinya terpusat di Pasar Induk Banjarsari untuk sementara waktu di relokasi ke Jalan Patiunus dan sekitarnya di mana para pedagang ditampung pada barak-barak yang sifatnya sementara dan bentuknya semi permanen. Kondisi di lokasi penampungan sementara tentu saja mengalami berbagai kendala dalam pelaksanaan transaksi perdagangan seperti panas, berjubel, pedangan dan pembeli kurang nyaman, serta mengganggu kioskios buah yang sudah ada sebelumnya di Jalan Patiunus. Kondisi ini harus segera ditindaklanjuti dengan kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan untuk melakukan revitalisasi pembangunan kembali Pasar Iduk Banjarsari pasca kebakaran. Untuk mendukung upaya revitalisasi Pasar Induk Banjarsari maka melalui kegiatan penelitian akan dilakukan kajian pra revitalisasi Pasar Induk Banjarsari, sehingga dapat memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Pekalongan terkait dengan kebutuhan dan bentuk bangunan, ketersediaan sarana sosial, pemeliharaan lingkungan, serta kenyamanan bagi pedagang dan pembeli dalam bertransaksi. Kata Kunci: Pasar Banjarsari, Pemkot Pekalongan, Pra revitalisasi, Rekomendasi
ANALISIS PENGETAHUAN AWAL MAHASISWA MENGENAI MASALAH INTRUSI AIR LAUT DAN ROB Nasution, Nur Baiti; Karimah, Sayyidatul; As’ari, Hasyim
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.992 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan sebagian hasil penelitian pengembangan bahan ajar matematika berbasis masalah intrusi air laut. Bahan ajar tersebut perlu dikembangkan karena masalah intrusi air laut dan rob dinilai merupakan masalah yang dekat dengan warga Pekalongan, sehingga masalah intrusi air laut dan rob dapat digunakan sebagai pengantar pada pembelajaran matematika. Akan tetapi, sebelum dilakukan pengembangan bahan ajar, terlebih dahulu perlu diketahui pengetahuan awal siswa/mahasiswa mengenai masalah intrusi air laut dan rob. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan awal mahasiswa mengenai fenomena intrusi air laut dan rob. Pengetahuan awal yang dimaksud antara lain adalah pengertian intrusi air laut, pengertian rob, penyebab rob, dampak rob, dan cara menanggulangi rob. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil analisis diperoleh bahwa sebanyak 73% responden belum pernah mendengar istilah intrusi air laut. Fakta lain yang diperoleh adalah bahwa sebanyak 73,38% responden familier dengan istilah rob tetapi hanya sebanyak 24% yang dapat memberikan definisi yang tepat tentang rob. Secara umum, mahasiswa responden juga belum mengetahui sepenuhnya penyebab, dampak, dan cara meminimalisir dampak rob. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan mahasiswa mengenai intrusi air laut dan rob masih kurang.
ANALISIS PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN MELALUI BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN ( BPSK ) Dwirainaningsih, Yustiana
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.314 KB)

Abstract

Secara faktual bahwa sengketa konsumen akan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari, dalam proses penyelesaian sengketa konsumen dapat dilakukan dengan dua jalur yaitu penyelesaian menggunakan jalur litigasi (melalui pengadilan) dan non litigasi di mana penyelesaiannya dilakukan oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dengan cara mediasi, konsolidasi dan abritase. Penelitian ini dilakukan pada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang berkedudukan di Kota Pekalongan dengan menggunakan jenis dan pendekatan yuridis normatif. Penulis melakukan penelaahan literatur hukum seputar perlindungan konsumen serta penyelesaian sengketa konsumen terhadap undangundang perlindungan konsumen yang kemudian dikumpulkan dan diklasifikasikan dengan catatan secara rinci, sistematis dan terarah mengenai dokumen/kepustakaan. Selanjutnya penulis menganalisa data secara deskriptif, sehingga diperoleh gambaran yang menyeluruh tentang permasalahanpermasalahan seputar penyelesaian sengketa konsumen di BPSK Kota Pekalongan. Hasil dari penelitian yang penulis lakukan ini mengemukakan peran BPSK Kota Pekalongan dalam upaya penyelesaian sengketa konsumen ditinjau berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dapat ditempuh dengan 3 (tiga) metode/cara yaitu konsiliasi, mediasi dan arbitrase atas dasar pilihan dan persetujuan para pihak yang bersengketa. Bentuk putusan dengan metode konsiliasi dan mediasi bersifat final dan mengikat, tanpa harus dimintakan fiat eksekusi ke Pengadilan Negeri setempat, sedangkan bentuk putusan yang ditempuh dengan metode arbitrase harus dimintakan fiat eksekusi ke Pengadilan Negeri setempat agar putusan arbitrase tersebut mempunyai kekuatan eksekutorial. Kata Kunci: Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, Sengketa Konsumen, Penyelesaian Sengketa
EKSPLORASI POTENSI EKSTRAK CAIR DAUN KECOMBRANG YANG MENGANDUNG ANTIOKSIDAN SEBAGAI PENETRALISIR RADIKAL BEBAS DALAM DARAH PETUGAS SPBU Fadiyah, Azzah Farah; Wardhani, Resi Mukti; Rahmatika, Nurmei; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.17 KB)

Abstract

ABSTRAK Pekerjaan sebagai petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memiliki risiko akibat paparan radikal bebas di lingkungan SPBU yang dapat menyebabkan modifikasi lipid, DNA, dan protein pada berbagai jaringan tubuh. Untuk menetralisir radikal bebas tersebut tubuh memiliki antioksidan alami yaitu Superoksida Dismutase (SOD). Daun kecombrang memiliki kandungan antioksidan terutama flavonoid yang mampu menetralisir radikal bebas. Oleh karena itu, bertujuan mengeksplorasi potensi ekstrak cair daun kecombrang sebagai penetralisir radikal bebas dalam darah. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang diujikan pada tikus. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain pembuatan ekstrak daun kecombrang, perlakuan terhadap hewan uji dan pemeriksaan kadar SOD serum darah hewan uji. Hewan uji berupa tikus jantan galur Wistar sebanyak 16 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif yang diinduksi CCL4 1mL/KgBB dan placebo berupa Na-CMC 1%, kelompok perlakuan 1 yang diinduksi CCL4 1mL/KgBB dan ekstrak daun kecombrang 100mg/KgBB, kelompok perlakuan 2 yang diinduksi CCL4 1mL/KgBB dan ekstrak daun kecombrang 150mg/KgBB, dan kelompok perlakuan 3 yang diinduksi CCL4 1mL/KgBB dan ekstrak daun kecombrang 200mg/KgBB. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Berdasarkan hasil eksperimen pengukuran kadar SOD didapati hasil bahwa ekstrak daun kecombrang dapat meningkatkan kadar SOD serum darah tikus yang diinduksikan CCL4 sebagai radikal bebas. Berdasarkan hasil eksperimen juga diketahui bahwa dosis optimal ekstrak cair daun kecombrang untuk meningkatkan kadar SOD serum darah pada subjek penelitian adalah 150mg/KgBB. Dari penelitian ini diketahui bahwa ada potensi untuk mengembangkan ekstrak cair daun kecombrang sebagai penetralisisr radikal bebas. Kata Kunci: Ekstrak cair daun kecombrang, Radikal bebas, Antioksidan, SOD, In Vivo
KORELASI ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN KETERAMPILAN PRESENTASI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS PEKALONGAN Hayati, Rizka; Dewi, Desyarini Puspita
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.89 KB)

Abstract

Ketrampilan presentasi adalah ketrampilan yang penting untuk dimiliki oleh mahasiswa jurusan pendidikan bahasa inggris. Sebagai seorang calon guru, mahasiswa bahasa inggris tentunya dituntut untuk memiliki kemampuan menjelaskan yang baik dan jelas. Akan tetapi tidak semua mahasiswa pendidikan bahasa inggris Universitas Pekalongan memiliki ketrampilan presentasi yang baik. Menurut berbagai penelitian sebelumnya, banyak faktor yang mempengaruhi ketrampilan presentasi, salah satunya adalah motivasi berprestasi. Motivasi sebagai suatu dorongan kuat dari dalam diri seseorang akan memunculkan semangat untuk maju dan berhasil. Dari alasan tersebut diatas, maka peneliti akan melakukan studi korelasi antara ketrampilan presentasi dan motivasi berprestasi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedua variable tersebut, serta mencari tau seberapa kuat hubungan kedua variable tersebut. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi korelasi. Variable yang dianalisis adalah ketrampilan presentasi dan motivasi berprestasi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNIKAL. instrument yang digunakan adalah skala motivasi berprestasi dan tes kemampuan presentasi. Hasil analisis menyatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara motivasi berprestasi dan ketramnpilan berprestasi. hal ini dapat dilihat dari nilai r sebesar 0.413. nilai r tersebut menunjukkan kekutan hubungan yang sedang. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi postif antara kedua variable yang berarti semakin tinggi motivasi berprestasi, semakin tinggi ketrampilan presentasi yang dimiliki. Kata Kunci : Korelasi, ketrampilan berprestasi, motivasi berprestasi
KEMASAN MAKANAN KULINER TRADISIONAL “MEGONO” SEBAGAI UPAYA MEMPERPANJANG WAKTU SIMPAN DAN DAYA SAING PRODUK Widowati, Indar; Hartati, Hartati; Amirudin, Zaenal
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.272 KB)

Abstract

Bergesernya pola hidup masyarakat tradisional ke pola hidup masyarakat modern, mendorong masyarakat lebih memilih makanan siap saji dan siap santap dengan tetap mempertimbangkan pentingnya kesehatan, yang menyebabkan kebutuhan akan produk makanan/minuman diharapkan mampu berfungsi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, aman dikonsumsi serta praktis dalam penyajiannya. Megono merupakan salah satu makanan kuliner tradisional berasal dari Kota Pekalongan memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan potensi makanan kuliner tradisional megono menjadi produk inovatif makanan megono dalam kemasan; 2) Menganalisis jenis kemasan yang sesuai untuk makanan megono, 3) Menganalisis kandungan gizi pada produk megono dalam kemasan. Metode penelitian ini meliputi: metode engginering untuk pembuatan megono, metode ekspreimen untuk pengalengan, metode organoleptik untuk menentukan formula terpilih, metode laboratorium untuk menguji kandungan gizi (proksimat), metode eksperimen untuk uji waktu simpan produk. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahap, yaitu tahap pembuatan megono, tahap pengalenhan, tahap uji kandungan gizi (proksimat), tahap uji waktu simpan produk. Hasil dari uji organoleptik membuktikan bahwa megono kaleng yang paling banyak dipilih oleh responden yaitu megono B (MGN 0,5) sebanyak (84%) dengan metode pengukusan setengah matang sebelum proses pengalengan. Hasil uji MANOVA diperoleh  value sebesar 0,00
URGENSI PENERAPAN MUATAN LOKAL BATIK PADA SISWA TUNA RUNGU WICARA Ulya, Inayatul
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.305 KB)

Abstract

SMALB PRI Pekalongan (Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Persatuan Rakyat Indonesia) menerapkan muatan lokal Bahasa Jawa pada siswa tuna rungu wicara. Sebagaimana diketahui bahwa Siswa tuna rungu wicara mempunyai keterbatasan dalam mendengar dan berkomunikasi, sehingga perlu diteliti apakah penerapan muatan lokal tersebut sesuai untuk mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi permasalahan-permasalahan pada penerapan muatan lokal Bahasa Jawa pada siswa Tuna Rungu Wicara, 2) mendeskripsikan urgensi penerapan muatan lokal Batik pada siswa Tuna rungu wicara. Peneliti menggunakan desain deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan memberikan angket kepada kepala sekolah, guru muatan lokal Bahasa Jawa, dan siswa tuna rungu wicara. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) guru muatan lokal Bahasa Jawa menghadapi permasalahan dalam proses belajar mengajar dikerenakan tidak tersedianya buku muatan Lokal Bahasa Jawa yang dibuat khusus untuk anak tuna rungu wicara. Selain itu, keterbatasan pendengaran dan tidak mampu berbicara menjadikan siswa sangat terbatas untuk menggunakan kosa kata Bahasa Jawa, 2) muatan Lokal Batik sangat penting untuk diterapkan dengan pertimbangan bahwa lokasi sekolah berada di Kota Pekalongan dengan batik sebagai salah satu kearifan lokal. Selain itu, keterampilan siswa tuna rungu wicara perlu untuk dikembangkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan muatan Bahasa Jawa kurang tepat diberikan kepada siswa tunarungu wicara, sedangkan muatan lokal batik dapat dijadikan salah satu pilihan untuk diterapkan. Dengan diterapkannya muatan lokal batik, diharapkan pada saat siswa lulus, mereka memiliki ketrampilan membatik dan dapat dijadikan sumber perekonomian mereka. Tentunya penerapan muatan lokal batik perlu adanya dukungan dari pemerintah kota Pekalongan dengan disedikannya fasilitas berupa ruang workshop batik dan peralatan proses pembuatan batik serta galeri batik untuk memasarkan batik hasil buatan mereka. Kata Kunci: Urgensi, Batik, Muatan lokal

Page 1 of 1 | Total Record : 10