cover
Contact Name
Lukita Purnamayati
Contact Email
lukita.purnamayati@live.undip.ac.id
Phone
+6285753079256
Journal Mail Official
jitpi.thp.fpik@live.undip.ac.id
Editorial Address
Laboratory of Fish Processing Technology Department of Fisheries, Faculty of Fisheries and Marine Science Diponegoro University, Indonesia Telp. +6224-7474698 Fax. +6224-7474698 Email : jitpi.thp.fpik@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26853701     DOI : -
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan menyajikan artikel hasil penelitian yang mencakup penerapan ilmu-ilmu perikanan(biologi perikanan, menejemen sumberdaya perikanan, budidaya perikanan) dan teknologi produk hasil perikanan yang berkaitan dengan penanganan hasil perikanan, penerapan teknologi tradisional dan baru, pendinginan dan pembekuan, pengemasan dan penyimpanan, keamanan produk hasil perikanan, dan pemanfaatan limbah hasil perikanan, serta ilmu-ilmu perikanan.
Articles 48 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN NANOKALSIUM TULANG IKAN YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK BERAS ANALOG UMBI GEMBILI (Dioscorea esculenta) DAN RUMPUT LAUT Eucheuma spinosum Pitaloka Dwi Anggraeni; Yudhomenggolo Sastro Darmanto; Akhmad Suhaeli Fahmi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.5250

Abstract

Tulang ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium dengan mengubahnya menjadi nanokalsium dengan agar penyerapan pada tubuh lebih maksimal. Penambahan nanokalsium dapat dilakukan pada beras analog sebagai salah satu pangan fungsional. Tepung umbi gembili dan rumput laut yang menjadi bahan baku diharapkan dapat menambah serat dari beras analog yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan nanokalsium jenis tulang ikan berbeda pada beras analog terhadap kandungan proksimat, kalsium, serat, dan asam amino. Materi penelitian adalah tepung umbi gembili, tepung rumput laut Eucheuma spinosum, dan nanokalsium tulang ikan Kurisi (Nemipterus nematophorus), Payus (Elops hawaiensis) dan Patin (Pangasius hypohtalmus). Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dengan ulangan tiga kali. Data nonparametrik dianalisis dengan Kruskal-Wallis dan data parametrik dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras analog dengan penambahan nanokalsium berpengaruh nyata terhadap kandungan proksimat, kalsium, serat, dan asam amino. Beras analog terbaik yang dihasilkan yaitu dengan penambahan tulang ikan payus (5%) dengan nilai tertinggi pada protein 7,93±0,05%, lemak terendah 0,32±0,02%,  kalsium 1,52±0,03%, serat pangan 23,82 ±0,08%, dan nilai hedonik terbaik dengan selang kepercayaan 3,78 <μ< 4,13.
PENAMBAHAN GUM ARAB DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA VOLATIL BUBUK RUSIP IKAN TERI (Stolephorus sp.) Susianti Susianti; Ulfah Amalia; Laras Rianingsih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.8083

Abstract

Rusip merupakan produk fermentasi ikan dengan menggunakan bahan baku ikan yang berukuran kecil seperti ikan teri  dan memiliki aroma manis khas yang berfungsi sebagai bumbu masakan. Pengolahan rusip menjadi bubuk mengakibatkan komponen senyawa volatil dapat hilang sehingga diperlukan bahan untuk melindunginya salah satunya gum arab. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan gum arab terhadap senyawa volatil bubuk rusip dan mengetahui kandungan senyawa volatil yang terdapat pada bubuk rusip. Penelitian ini bersifat experimental laboratories model Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi gum arab yang berbeda yaitu 0%, 2,5%, 5% dan 7,5% dengan 3 kali pengulangan. Data parametrik (kadar asam glutamat, kadar protein dan kadar air) dianalisa menggunakan Anova BNJ, sedangkan data non parametrik (hedonik) menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil Anova BNJ menunjukkan gum arab berpengaruh terhadap bubuk rusip (P<5%) terhadap kadar asam glutamat, kadar protein dan kadar air. Penambahan gum arab terhadap senyawa volatil bubuk rusip berpengaruh terhadap kemunculan puncak dan area terbesar yaitu 62,51%. Senyawa volatil bubuk rusip dengan penambahan gum arab memberikan hasil yang lebih tinggi dengan kandungan senyawa volatil yang berasal dari golongan hidrokarbon, ester dan beberapa golongan lain seperti nitrogen. Hasil pada bubuk rusip dengan penambahan gum arab 5% merupakan perlakuan terbaik dengan kadar asam glutamat 13,44±0,06 mg, kadar protein 27,29±0,28% dan kadar air 8,24±0,03%. Tingkat penerimaan panelis terhadap bubuk rusip paling disukai pada konsentrasi 5% dengan rata-rata 8,10±0,48.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KARAGENAN PADA KARAKTERISTIK BAKSO KERANG DARAH (Anadara granosa) Aryandi Faddilah Nurwin; Eko Nurcahya Dewi; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.6745

Abstract

Kerang darah merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat. Pemanfaatan kerang darah dengan menggunakannya sebagai bahan pembuatan bakso merupakan salah satu solusi dan meningkatkan value dari produk ini sendiri. Karagenan adalah polimer polisakarida bersifat hidrofilik yang dapat di ekstrak dari rumput laut merah (Rhodophyceae) dengan jenis Euchema cottonii. Rumput laut dengan jenis E. cottonii banyak ditemukan di Indonesia. Penelitian Penambahan karagenan sebagai bahan pembuat gel untuk di aplikasikan ke pembuatan bakso berbahan yang bukan berasal dari ikan dengan metode penelitian menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 3 konsentrasi karagenan yang berbeda (4%, 6%, dan 8%) dan 3 kali pengulangan. Data parametrik dianalisis menggunakan uji analisa sidik ragam (ANOVA) dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Data non parametrik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi garam menyebabkan perbedaan nyata (p<0,05) terhadap nilai kekuatan gel, kadar air, dan uji lipat, Konsentrasi karagenan yang semakin tinggi menjadikan nilai kadar air dan kekuatan gel semakin tinggi. Perlakuan konsentrasi terbaik terdapat pada bakso kerang darah dengan konsentrasi garam 8% yang menunjukkan nilai kekuatan gel yang rendah yaitu sebesar 802,55 gf.cm dan kadar airsebesar 64,75% Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi karagean mempengaruhi proses pembentukan geldan konsentrasi garam terbaik ialah sebesar 8% berdasarkan nilai kekuatan gel pada bakso kerang darah.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK PEWARNA ALAMI RUMPUT LAUT (Sargassum sp.) TERHADAP MUTU WARNA KAIN KATUN BATIK Farisan Hilmana Ramadhan; Eko Nurcahya Dewi; Apri Dwi Anggo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9639

Abstract

Pewarna sintetis dapat menimbulkan beberapa masalah lingkungan terutama pada limbah cair yang dihasilkan selama proses pembuatan batik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai pewarna kain batik adalah rumput laut (Sargassum sp.). Ekstraksi zat warna dari rumput laut (Sargassum sp.) diberikan tiga macam perlakuan ektraksi dengan konsentrasi rumput laut : air yaitu 1:15, 1:10, dan 1:5. Bahan pewarna untuk kontrol yaitu menggunakan ekstrak pewarna dari mangrove (Rhizophora sp.). Konsentrasi yang digunakan pada kontrol yaitu 1:10 sesuai standar dalam pembuatan batik pewarna alam. Hasil pengujian beda warna kain menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi zat pewarna Sargassum sp. berpengaruh terhadap nilai kecerahan dan arah warna kain. Perbedaan konsentrasi zat warna berpengaruh terhadap tingkat ketuaan kain namun pada konsentrasi lebih tinggi, kain mengalami kejenuhan untuk menyerap zat warna sehingga perubahan warna perlakuan B dengan C tidak berbeda nyata. Hasil pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan kering menunjukkan pada semua perlakuan memberikan hasil nilai Staining Scale (SS) 4-5 dan pada gosokan basah menunjukkan nilai A yaitu 4-5, B dan C yaitu 4 yang artinya semua perlakuan dalam kategori baik. Hasil pengujian tahan luntur warna terhadap sinar matahari menunjukkan nilai nilai Grey Scale (GS) A yaitu 3-4 yang artinya cukup baik, sedangkan B, dan C yaitu 4 yang artinya nilai tersebut dalam kategori baik.
APLIKASI GELATIN SISIK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SEBAGAI PENGENTAL SIRUP NANAS Arief Andika Dewantoro; Retno Ayu Kurniasih; Slamet Suharto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.5246

Abstract

Pemanfaatan gelatin telah banyak diterapkan terutama pada minuman salah satunya sirup karena berkaitan dengan pengemulsi, penstabil dan pengental. Gelatin adalah protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan gelatin dari sisik ikan nila terhadap sirup nanas meliputi viskositas, kestabilan, hedonik, warna, dan pH sirup nanas serta mengetahui sirup nanas terbaik. Metode penelitian experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian adalah penambahan gelatin sisik ikan nila dengan kosentrasi yang berbeda yaitu 0%, 3%, 5%, 7%, masing-masing dengan tiga kali ulangan. Berdasarkan analisis sidik ragam dan Duncan menunjukkan tingkat kosentrasi gelatin dari sisik ikan nila terhadap sirup nanas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap viskositas, warna, pH dan tidak berpengaruh nyata terhadap kestabilan dan kenampakan. Rasa sirup nanas dengan penambahan gelatin sisik ikan 3% lebih disukai oleh panelis jika dibandingkan sirup nanas tanpa penambahan gelatin dan dengan penambahan gelatin pada kosentrasi yang lebih tinggi. Sirup nanas dengan gelatin 3% memiliki viskositas 10,54 cP, pH 5,76, kestabilan 100%, warna L sebesar 30,00 dan uji hedonik dengan selang kepercayaan 3,92 < µ < 5,24.
PENGARUH SUHU EKSTRAKSI PADA METODE DRY RENDERING TERHADAP KUALITAS MINYAK KASAR HATI IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) Sindi Clarista Efendi; Apri Dwi Anggo; Ima Wijayanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.8090

Abstract

Suhu ekstraksi pada pengolahan minyak hati ikan manyung akan mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu ekstraksi terhadap kualitas minyak hati ikan manyung yang dihasilkan. Penelitian bersifat experimental laboratories dengan model rancangan acak lengkap (RAL).  Faktor perlakuan yaitu perbedaan suhu ekstraksi (60˚C, 70˚C dan 80˚C) dengan lama pemanasan 20 menit dan ulangan sebanyak tiga kali. Metode ekstraksi minyak menggunakan metode dry rendering dengan parameter yang diamati berupa rendemen, angka iod, bilangan penyabunan, kadar lemak dan sensori. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan perbedaan suhu ektraksi telah memberikan pengaruh nyata terhadap parameter rendemen minyak yang dihasilkan, angka iod, bilangan penyabunan, kadar lemak dan nilai sensorinya. Suhu ekstraksi terbaik bagi minyak hati ikan manyung adalah 70oC selama 20 menit dengan kriteria rendemen sebanyak 3,27±0,57%, angka iodine sebesar 113,13±0,59 mg/g, bilangan penyabunan sebesar 135,21±0,61 mg.KOH/g, kadar lemak 93,03±0,74% dan rata-rata nilai sensori sebesar 56±0,3. Semakin naik suhu ekstraksi maka parameter angka iod, bilangan penyabunan dan sensori semakin menurun, sedangkan kadar lemak dan rendemennya meningkat.
PENINGKATAN GIZI DAN KARAKTERISTIK KERUPUK PANGSIT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Joko Sumbodo; Ulfah Amalia; Lukita Purnamayati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.5242

Abstract

Tulang ikan nila masih menjadi masalah bagi produsen. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah limbah tulang ikan nila adalah mengolahnya menjadi tepung tulang.Kerupuk pangsit merupakan bahan pangan yang digemari namun masih kecil kandungan nutrisinya dan dibutuhkan peningkatan kerenyahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah penambahan tepung tulang ikan nila mampu mempengaruhi karakteristik kerupuk pangsit. Bahan yang digunakan meliputi tulang ikan nila, tepung terigu, telur, air, mentega, bubuk bawang putih, gula dan garam. Penelitian ini bersifat experimental laboratories model rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu konsentrasi tepung tulang ikan nila (0%, 10%, 20% dan 30%) dengan 3 kali pengulangan. Tepung tulang ikan nila diuji rendemen, kadar kalsium dan ukuran partikel. Karakteristik kerupuk pangsit dilihat berdasarkan uji hedonik, kerenyahan, citra mikroskopi (SEM), kadar air dan kadar kalsium. Data parametrik dianalisis dengan ANOVA, sedangkan data non parametrik menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penambahan tepung tulang ikan nila dalam adonan kerupuk pangsit berpengaruh terhadap kerupuk pangsit dengan penambahan tepung tulang 10% menjadi yang paling disukai dengan nilai hedonik 7,418 < µ < 7,632, kerenyahan 350,56 ± 19,65 gf, citra mikroskopi menunjukkan berkurangnya gelembung udara, kadar air 2,70 ± 0,06% dan kadar kalsium 122,74 ± 0,96 mg/100 g. Penambahan tepung tulang ikan nila mampu mempengaruhi karakteristik kerupuk pangsit.
KINERJA SEDIMENT MICROBIAL FUEL CELL PENGHASIL LISTRIK DENGAN NUTRIEN LIMBAH INDUSTRI FILET IKAN Umi Nur Safitri; Apri Dwi Anggo; Akhmad Suhaeli Fahmi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.8084

Abstract

Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) merupakan teknologi yang mampu merubah energi kimia menjadi energi listrik melalui proses degradasi nutrien oleh mikroba. Sedimen yang diambil dari dasar tambak ikan ditambahkan sebagai sumber mikroba, sedangkan limbah padat industri filet ikan berupa kepala; sisa daging; jeroan dan tulang ikan digunakan sebagai sumber nutrien bagi mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi limbah industri filet ikan sebagai nutrien SMFC. Metode penelitian bersifat experimental laboratories. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan komposisi nutrien dan waktu pengamatan. Nutrien dibuat dari hasil perebusan 100 gram (A), 200 gram (B), dan 300 gram (C) limbah padat industri filet ikan dengan tambahan air hingga volume 600 ml. Pembuatan alat SMFC dilakukan dengan mengisi bejana dengan 400 ml sedimen serta 600 ml nutrien, anoda diletakkan di bawah permukaan sedimen sedangkan katoda diletakkan pada fase nutrien untuk dilakukan pengukuran listrik. Eksperimen dilakukan selama 30 hari dengan mengukur BOD, COD dan TPC pada hari ke-0 dan hari ke-30; serta pengukuran tegangan dan kuat arus listrik setiap 24 jam sekali. Nilai BOD, COD dan TPC dilakukan uji ANOVA dan BNJ; sedangkan nilai tegangan dan kuat arus ditampilkan dalam bentuk grafik time series. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perbedaan komposisi limbah cair memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kinerja SMFC. Pengaruh terbesar terjadi pada perlakuan C dengan penurunan BOD sebesar 69,02 %; penurunan COD sebesar 77,92 %, serta produksi listrik terbesar yaitu 0,55 V dan 0,2 mA. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi komponen limbah padat maka kinerja SMFC akan semakin meningkat.
KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA BAKSO IKAN RUCAH DENGAN PENAMBAHAN TRANSGLUTAMINASE PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA Herbudhi Cahyo Nugroho; Ulfah Amalia; Laras Rianingsih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.6746

Abstract

Banyak industri skala kecil menggunakan daging ikan campuran untuk menekan biaya produksi dalam pembuatan bakso ikan. Penggunaan daging ikan campuran akan menghasilkan kualitas bakso ikan yang bervariasi tergantung pada jenis daging yang digunakan. Penambahan bahan tambahan pangan yang sesuai diharapkan dapat meningkatkan karakteristik dari bakso ikan yang dihasilkan. Salah satunya adalah penggunaan transglutaminase (TGase). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi transglutaminase terhadap karakteristik fisiko kimia bakso ikan dari ikan rucah. Konsentrasi transglutaminase yang digunakan adalah 0%, 0,3%, 0,6%, dan 0,9%. Pengujian bakso ikan yang dilakukan meliputi uji hedonik, kadar air, kekuatan gel, mikrostruktur bakso ikan, dan sodium dodecyl sulfate-polyacrylamide gel electrophoresis. Penelitian ini bersifat experimental laboratories dengan model rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan konsentrasi transglutaminase yang berbeda dan dilakukan tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan analysis of variance dan dilakukan uji beda nyata jujur jika ada interaksi antara perbedaan konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik penambahan TGase adalah penambahan TGase 0,9%, menghasilkan bakso ikan yang memiliki kadar air sebesar 64,68% dan paling disukai panelis dengan nilai kekuatan gel yang dihasilkan sebesar 750,734 g.cm. Pengamatan mikrostruktur bakso ikan menunjukkan semakin tingginya konsentrasi trangslutaminase yang ditambahkan, porositas pada bahan semakin berkurang. Pengujian sodium dodecyl sulfate-polyacrylamide gel electrophoresis menunjukkan protein utama yang terdapat dalam bakso ikan adalah aktin dan Myosin Heavy Chain dengan berat molekul masing-masing 43 kDa dan 205 kDa. Penambahan transglutaminase dengan konsentrasi yang berbeda pada bakso ikan rucah memberikan pengaruh terhadap hedonik, kadar air, mikrostruktur, dan meningkatkan kekuatan gel.
PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN CUKA (ASAM ASETAT) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP RESIDU FORMALIN PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) Nur Ikhsan Maulidani; Fronthea Swastawati; Slamet Suharto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9640

Abstract

Udang merupakan komoditas utama bagi perikanan Indonesia. Pendeknya daya simpan udang dan mudahnya udang mengalami penurunan mutu menyebabkan beberapa oknum menggunakan formalin untuk mengawetkan udang dengan cara ilegal. Formalin dapat direduksi dengan menggunakan asam, salah satunya adalah asam asetat. Penggunaan asam asetat diharapkan dapat mengurangi konsentrasi formalin pada udang vaname. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi asam asetat dan konsentrasi asam asetat yang paling efektif untuk mengurangi residu formalin pada udang vaname. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan percobaan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan tiga kali ulangan dengan faktor utama yaitu konsentrasi larutan asam asetat 6%, 8% dan 10%. Sampel udang vaname direndam dalam formalin 0,5% selama 60 menit, kemudian sampel direndam ke dalam larutan cuka dengan konsentrasi 6%, 8%, 10% serta kontrol tanpa perendaman asam asetat selama 60 menit. Parameter pengujian yang dilakukan adalah uji kuantitatif formalin, TVBN, pH, kadar air, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang vaname yang direndam dengan larutan cuka asam asetat 10% berpengaruh nyata terhadap nilai kuantitas formalin, TVBN, pH, kadar air, dan organoleptik dengan hasil kuantitas formalin (0,02±0,00), TVBN (13,74±1), pH (5,49±0,04), kadar air (80,08±0,2), dan organoleptik (kenampakan 7,30±0,46, bau 7,37±0,55, tekstur 7,33±0,47). Perendaman larutan cuka asam asetat 10% lebih efektif untuk menurunkan residu formalin pada udang vaname.