cover
Contact Name
M. Habib Husnial
Contact Email
hasanadi76@gmail.com
Phone
+62 81918315372
Journal Mail Official
jurnalirfani21@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir (IAT) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL KAMAL NW KEMBANG KERANG Jl. Parawisata Kembang Kerang Aikmel Lombok Timur, NTB, (83653), Indonesia email address: jurnalirfani21@gmail.com
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al Irfani Journal of Quranic and Tafsir (JQT)
ISSN : 20886829     EISSN : 27461025     DOI : https://doi.org/10.51700/irfani.v1i02
The aims of journal Al Irfani was published by STAI Darul Kamal is one of the journals of Al Quran and Tafsir Science study program. This journal aims to publish articles from research results in the study area of the Quran and Tafsir and al Hadith. Published articles are used as references and references in solving various problems related to the disciplines of the Koran and Tafsir and hadith, both text, contextual, and implementation in everyday society. This journal is published twice a year. The scope of study includes themes on issues around classical interpretation, contemporary hermeneutics, living Quran dircursus, Al Quran manuscripts, gender Interpretation, relation of the Koran and Pop Culture, digital Al Quran and translate about Al Quran and about hadist.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir" : 10 Documents clear
KAJIAN KITAB HADIS: Metode Kesahihan Hadis Dalam Kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini Muhyidin Azmi
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i01.2

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bagaimana metode kesahihan hadis dalam kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini, yang merupakan karya dari Abu Abdullah Muhammad bin Hamdawiyah bin Nu’aim bin al-Bayyi’ al-Dhabbi alThahmani al-Naysaburiy dalam kajian hadis. Kitab alMustadrak ‘Ala al-Sahihaini merupakan kitab yang ia susun mulai sejak tahun 373 H, yang secara implisit dapat dikatakan bahwa, inisiatif dalam penulisan kitab alMustadrak ‘Ala al-Sahihaini berawal dari faktor internal, ialah asumsi dari al-Hakim yang berpendapat masih banyak terdapat hadis-hadis sahih yang berserakan. Tulisan ini diharapkan dapat mengembalikan kita pada pemahaman dan pengetahuan yang menyeluruh tentang bagaimana para ulama’ hadis menjelaskan dan membedakan antara hadis yang ma’mul bih dan gair ma’mul bih
HADIS TENTANG ARAH KIBLAT: KRITIK PEMIKIRAN ALI MUSTAFA YAQUB Muhammad Yunus
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i01.3

Abstract

Dua hal penting yang dikaji dalam artikel ini: (1) pendapat-pendapat mengenai penetuan arah kiblat dan (2) pendapat Ali Mustofa Yaqub tentang penentuan arah kiblat. Pada dasarnya, penentuan arah kiblat mempunyai metode dan caranya sendiri. Secara geografis, Indonesia adalah wilayah yang jauh dari Masjid Al-Haram tempat dimana masyarakat Muslim diwajibkan untuk menghadap ke sana ketika melakukan ritual shalat. Letak geografis inilah yang mengharuskan masyarakat Muslim Indonesia harus jeli dan cermat dalam menentukan arahnya kiblatnya tersebut. Salah seorang pemikir Muslim asal Indonesia, Ali Mustafa Yaqub mempunyai pendapat yang berbeda dari pendapat umum yang dipahami selama ini. menentukan arah kiblat cukup dengan mengetahui empat penjuru angin; barat, timur, utara dan selatan. Sehingga untuk menentukan kiblat cukup hanya dengan mengetahui atau bertanya tentang empat penjuru angin. Untuk memahami konteks pemikiran Ali Mustafa Yaqub tersebut, maka digunakan teori analisis wacana yang menekankan kepada penelusuran pengaruh dan teks-teks yang melarbelakangi tercetusnya hasil suatu pemikiran
AKULTURASI BUDAYA LOKAL DAN AGAMA ISLAM DALAM MENYAMBUT RAMADHAN: Studi Kasus Tradisi Mersik di Kebon Daya, Masbagik Timur YUSRI HAMZANI
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i01.6

Abstract

Kebon Daya community in East Masbagik Village has a unique tradition ofwelcoming Ramadhan. Tradition inherited through the ages named mersik whichmeans cleaning. This ritual consists of two stages of cleansing which are mersikzahir and mersik bathin. The first stage is specially for cleansing house of worshipand along the path to it. Meanwhile, mersik bathin is about sanctification of heartand spiritual. This reality is analyzed by examining the acculturative religiousexpression between religion (Qur’an verses and hadith) with cultural rules binding(customs and traditions). In the study of diversity, the scope of this discussion isincluded in the category of living Qur'an and living hadith that examine aspects ofreligious expression based on the Qur'an and hadith. Basically, the study of theliving Qur'an and living hadith are based on aspects of the validity of the text,interpretations of the text, and the extent to which the text influences theanthropological ritual patterns of the people affected by the text.
ISLAM DI TENGAH PERDEBATAN FAHAM LIBRALISME, DAN FUNDAMENTALISME, DAN MODERATISME Ahmad Zaini Dahlan
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i01.7

Abstract

Pada dasawarsa akhir-akhir ini, berbicara Islam sangat menarik perhatianberbagai kalangan baik dari kalangan Islam sendiri, maupun kalangan non-Islam.Ketertarikan terhadap Islam sebagai sebuah institusi bagi para peneliti, terutama paraorientalis, ada yang motivasinya untuk menjatuhkan Islam dari dalam, seperti yang dilakukanoleh Snouck Hourgrounje, maupun ada yang berkeinginan untuk menggali Islam sebagaisebuah peradaban, sebagaimana yang dilakukan oleh H.A.R Gibb, dengan menghasilkanyang spektakuler berjudul Whither Islam menyatakan: Islam is indeed much more then asystem of theology, it is complete civilazition ( Islam sesungguhnya lebih dari sekedar sebuahagama, ia adalah sebuah peradaban yang sempurna). Sampai saat ini, Islam terusmenunjukkan dinamika dan keberagaman eksperesinya. Tema-tema dominan dalam Islamadalah revivalisme Islam. Suatau dampak yang lebih nyata pada kehidupan kaum Muslimdapat disaksikan diberbagai belahan dunia Islam, entah itu berupa pakaian busana muslimahdi Negara-negara sekuler seperti Amirika Serikat, atau dalam kehidupan politik kaum Muslimmulai dari Tunisia sampai Mindano. Dalam bidang ekonomi telah diperkenalkan Bank-bankIslam di Negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim seperti Indonesia.
ISTINBAT AT TAFSIR: Wacana Istinbat Ayat Hukum Dalam Teori Penelitian Tafsir Syamsul Wathani
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i01.8

Abstract

Sejarah tafsir memperlihatkan karya tafsir yang memiliki genre fiqhi dengan pola penafsiran yang memainkan analisis istinbat dalam mengeluarkan hukum dari sebuah teks/ayat. Pola pemaknaan seperti ini melahirkan sebuah produk hukum yang menjadi rujukan sebuah madzhab dalam fuqaha’. Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya al-Qurtubi adalah tafsir yang memainkan genre ini. Tafsir ini memiliki genre tahlili-fiqhi bermadzhab Maliki. Artikel ini menggabungkan pola analisis penelitian tafsir dan usul alfiqh untuk mengkaji pemikiran al-Qurtubi. Kajian terhadap tafsir al-Qurtubi menghasilkan beberapa kesimpulan, (a) Istinbat at-Tafsir berarti mengkonstruksi paradigma tafsir fiqhi sebagai metode Istinbat dalam memahami dan merumuskan hukum Islam dari sebuah teks/ayat. Istinbat at Tafsir juga bermakna merumuskan metodologi interpretasi yang digunakan mufassir dalam membentuk pemikiran akidah dan amal syariat. (b) Interpretasi sebagai alat istinbat diaplikasikan oleh al-Qurtubi secara baik dalam tafsirnya, ia menggariskan metodologi interpretasi secara sistematis (c) Istinbat at-Tafsir dalam tafsir al-Qurtubi terhadap QS. An-Nisa’: 3menghasilkan kebolehan hukum poligami, ia menggunakan istinbat lafzi pada lafadz fankihu sebagai sebuah kebolehan dan perintah
KAJIAN KITAB HADIS: Metode Kesahihan Hadis Dalam Kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini Azmi, Muhyidin
AL IRFANI: Ilmu Al Qur'an dan Tafsir [JQT] Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i1.2

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bagaimana metode kesahihan hadis dalam kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini, yang merupakan karya dari Abu Abdullah Muhammad bin Hamdawiyah bin Nu’aim bin al-Bayyi’ al-Dhabbi alThahmani al-Naysaburiy dalam kajian hadis. Kitab alMustadrak ‘Ala al-Sahihaini merupakan kitab yang ia susun mulai sejak tahun 373 H, yang secara implisit dapat dikatakan bahwa, inisiatif dalam penulisan kitab alMustadrak ‘Ala al-Sahihaini berawal dari faktor internal, ialah asumsi dari al-Hakim yang berpendapat masih banyak terdapat hadis-hadis sahih yang berserakan. Tulisan ini diharapkan dapat mengembalikan kita pada pemahaman dan pengetahuan yang menyeluruh tentang bagaimana para ulama’ hadis menjelaskan dan membedakan antara hadis yang ma’mul bih dan gair ma’mul bih
HADIS TENTANG ARAH KIBLAT: KRITIK PEMIKIRAN ALI MUSTAFA YAQUB Yunus, Muhammad
AL IRFANI: Ilmu Al Qur'an dan Tafsir [JQT] Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i1.3

Abstract

Dua hal penting yang dikaji dalam artikel ini: (1) pendapat-pendapat mengenai penetuan arah kiblat dan (2) pendapat Ali Mustofa Yaqub tentang penentuan arah kiblat. Pada dasarnya, penentuan arah kiblat mempunyai metode dan caranya sendiri. Secara geografis, Indonesia adalah wilayah yang jauh dari Masjid Al-Haram tempat dimana masyarakat Muslim diwajibkan untuk menghadap ke sana ketika melakukan ritual shalat. Letak geografis inilah yang mengharuskan masyarakat Muslim Indonesia harus jeli dan cermat dalam menentukan arahnya kiblatnya tersebut. Salah seorang pemikir Muslim asal Indonesia, Ali Mustafa Yaqub mempunyai pendapat yang berbeda dari pendapat umum yang dipahami selama ini. menentukan arah kiblat cukup dengan mengetahui empat penjuru angin; barat, timur, utara dan selatan. Sehingga untuk menentukan kiblat cukup hanya dengan mengetahui atau bertanya tentang empat penjuru angin. Untuk memahami konteks pemikiran Ali Mustafa Yaqub tersebut, maka digunakan teori analisis wacana yang menekankan kepada penelusuran pengaruh dan teks-teks yang melarbelakangi tercetusnya hasil suatu pemikiran
AKULTURASI BUDAYA LOKAL DAN AGAMA ISLAM DALAM MENYAMBUT RAMADHAN: Studi Kasus Tradisi Mersik di Kebon Daya, Masbagik Timur HAMZANI, YUSRI
AL IRFANI: Ilmu Al Qur'an dan Tafsir [JQT] Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i1.6

Abstract

Kebon Daya community in East Masbagik Village has a unique tradition ofwelcoming Ramadhan. Tradition inherited through the ages named mersik whichmeans cleaning. This ritual consists of two stages of cleansing which are mersikzahir and mersik bathin. The first stage is specially for cleansing house of worshipand along the path to it. Meanwhile, mersik bathin is about sanctification of heartand spiritual. This reality is analyzed by examining the acculturative religiousexpression between religion (Qur’an verses and hadith) with cultural rules binding(customs and traditions). In the study of diversity, the scope of this discussion isincluded in the category of living Qur'an and living hadith that examine aspects ofreligious expression based on the Qur'an and hadith. Basically, the study of theliving Qur'an and living hadith are based on aspects of the validity of the text,interpretations of the text, and the extent to which the text influences theanthropological ritual patterns of the people affected by the text.
ISLAM DI TENGAH PERDEBATAN FAHAM LIBRALISME, DAN FUNDAMENTALISME, DAN MODERATISME Dahlan, Ahmad Zaini
AL IRFANI: Ilmu Al Qur'an dan Tafsir [JQT] Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i1.7

Abstract

Pada dasawarsa akhir-akhir ini, berbicara Islam sangat menarik perhatianberbagai kalangan baik dari kalangan Islam sendiri, maupun kalangan non-Islam.Ketertarikan terhadap Islam sebagai sebuah institusi bagi para peneliti, terutama paraorientalis, ada yang motivasinya untuk menjatuhkan Islam dari dalam, seperti yang dilakukanoleh Snouck Hourgrounje, maupun ada yang berkeinginan untuk menggali Islam sebagaisebuah peradaban, sebagaimana yang dilakukan oleh H.A.R Gibb, dengan menghasilkanyang spektakuler berjudul Whither Islam menyatakan: Islam is indeed much more then asystem of theology, it is complete civilazition ( Islam sesungguhnya lebih dari sekedar sebuahagama, ia adalah sebuah peradaban yang sempurna). Sampai saat ini, Islam terusmenunjukkan dinamika dan keberagaman eksperesinya. Tema-tema dominan dalam Islamadalah revivalisme Islam. Suatau dampak yang lebih nyata pada kehidupan kaum Muslimdapat disaksikan diberbagai belahan dunia Islam, entah itu berupa pakaian busana muslimahdi Negara-negara sekuler seperti Amirika Serikat, atau dalam kehidupan politik kaum Muslimmulai dari Tunisia sampai Mindano. Dalam bidang ekonomi telah diperkenalkan Bank-bankIslam di Negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim seperti Indonesia.
ISTINBAT AT TAFSIR: Wacana Istinbat Ayat Hukum Dalam Teori Penelitian Tafsir Wathani, Syamsul
AL IRFANI: Ilmu Al Qur'an dan Tafsir [JQT] Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i1.8

Abstract

Sejarah tafsir memperlihatkan karya tafsir yang memiliki genre fiqhi dengan pola penafsiran yang memainkan analisis istinbat dalam mengeluarkan hukum dari sebuah teks/ayat. Pola pemaknaan seperti ini melahirkan sebuah produk hukum yang menjadi rujukan sebuah madzhab dalam fuqaha’. Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya al-Qurtubi adalah tafsir yang memainkan genre ini. Tafsir ini memiliki genre tahlili-fiqhi bermadzhab Maliki. Artikel ini menggabungkan pola analisis penelitian tafsir dan usul alfiqh untuk mengkaji pemikiran al-Qurtubi. Kajian terhadap tafsir al-Qurtubi menghasilkan beberapa kesimpulan, (a) Istinbat at-Tafsir berarti mengkonstruksi paradigma tafsir fiqhi sebagai metode Istinbat dalam memahami dan merumuskan hukum Islam dari sebuah teks/ayat. Istinbat at Tafsir juga bermakna merumuskan metodologi interpretasi yang digunakan mufassir dalam membentuk pemikiran akidah dan amal syariat. (b) Interpretasi sebagai alat istinbat diaplikasikan oleh al-Qurtubi secara baik dalam tafsirnya, ia menggariskan metodologi interpretasi secara sistematis (c) Istinbat at-Tafsir dalam tafsir al-Qurtubi terhadap QS. An-Nisa’: 3menghasilkan kebolehan hukum poligami, ia menggunakan istinbat lafzi pada lafadz fankihu sebagai sebuah kebolehan dan perintah

Page 1 of 1 | Total Record : 10