cover
Contact Name
M. Habib Husnial
Contact Email
hasanadi76@gmail.com
Phone
+62 81918315372
Journal Mail Official
jurnalirfani21@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir (IAT) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL KAMAL NW KEMBANG KERANG Jl. Parawisata Kembang Kerang Aikmel Lombok Timur, NTB, (83653), Indonesia email address: jurnalirfani21@gmail.com
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al Irfani Journal of Quranic and Tafsir (JQT)
ISSN : 20886829     EISSN : 27461025     DOI : https://doi.org/10.51700/irfani.v1i02
The aims of journal Al Irfani was published by STAI Darul Kamal is one of the journals of Al Quran and Tafsir Science study program. This journal aims to publish articles from research results in the study area of the Quran and Tafsir and al Hadith. Published articles are used as references and references in solving various problems related to the disciplines of the Koran and Tafsir and hadith, both text, contextual, and implementation in everyday society. This journal is published twice a year. The scope of study includes themes on issues around classical interpretation, contemporary hermeneutics, living Quran dircursus, Al Quran manuscripts, gender Interpretation, relation of the Koran and Pop Culture, digital Al Quran and translate about Al Quran and about hadist.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021" : 5 Documents clear
DIALOG ISLAM-BUDAYA: Merumuskan Sikap Islam Atas Budaya Lokal Khaerul Paizin
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v2i2.311

Abstract

This study aims to examine the interaction of Islam and Arab culture; in this case, the response of the Prophet saw with the culture of the Arab community. As uswah hasanah for his ummah, the variety of responses of Rasulullah saw contained in the hadith and historical records will be identified and then lessons will be taken from it. The background of this paper stems from the anthropological fact that society, including the Arab society before the advent of Islam, is not a society empty of culture or sterile from the influence of religion, customs, morals, and rules of life that have existed among them. As soon as Islam came with all the norms that were in it, then Islam interacted with it and became a filter for the culture, customs, and beliefs that already existed among the pre -Islamic Arab society. The question is how did Muhammad saw respond to that tradition? This study is based on a study of historical literature that contains the Prophet's response to the traditions of the Arab community. There are four important findings that can be noted regarding the Prophet's response to the jāhiliyyah tradition. First, the tradition is fully accommodated (total accommodation). Second, traditions that are totally rejected or totally corrected (total refuse or total correction). Third, traditions that are partly adopted but partly rejected (particular accommodation). Fourth, the tradition is in principle preserved with a little modification here and there (synchronization and modification).
Objek dan Ruang Lingkup Kajian Hadis Masa Klasik dan Kontemporer Muhammad Anshori
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v2i2.312

Abstract

This paper seeks to map and format new typologies in the study of hadith, ranging from the classical period to the present. As the second source or teaching of Islam after the Qur'an, hadith has an important position in the lives of Muslims. From time to time, traditions continue to be studied with a variety of methods and approaches. The hadith which was originally shaped "the sunnah of the Prophet (living traditions)" began to be studied massively at the beginning of the second century of hijriah, and reached its peak in the 3rd century hijriah. This happened after there was official instruction from the eighth Caliph of the Umayyad Dynasty, namely ‘Umar bin‘ Abdul ‘Azīz (d. 101 H), to several state officials and local hadith scholars. In addition to carrying out the codification (tadwīn) of hadith, previous scholars also wrote literature related to the traditions of hadith. There are two forms or models of the study of hadith science, namely the science of hadith riwāyah and hadith science dirāyah. As time goes by, dirāyah hadith or what is commonly called the science of muṣṭalaḥ al-ḥadīṡ, receives enormous attention from the scholars of hadith. From these two branches of the science of hadith, scholars develop their studies more broadly. The object of the study of hadith which initially consisted of sanad and matan, is now beginning to be studied in a more interesting form after the emergence of thinkers from the Western world or among orientalists. Even including Muslim scholars who are critical of the study of hadith. There are at least four objects and the scope of the hadith study that needs to be studied further, namely the Sanad/Figure Study, Text/Matan Study, Hadith Book Study, and Regional Study. Of the four things, it certainly can be expanded into several separate and detailed studies.
Rasionalitas Perintah Ayat Poligami: Kajian Pemikiran Tafsir Muhammad Abduh Supiatul Aini; Abdurrahman Abdurrahman
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v2i2.313

Abstract

Al-Qur’an membicarakan asal mula penciptaan manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam penciptaannya, Allah SWT telah melengkapi manusia dengan nafsu syahwat, yaitu keinginan untuk menyalurkan keinginan bioligis. Dalam rangka itu, Allah SWT menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini dengan berpasang-pasangan, ada siang ada malam, ada besar ada kecil, ada langit ada bumi, ada surga ada neraka, dan ada laki-laki ada perempuan. Semua itu diciptakan untuk menjadikan ketenteraman hati terhadap manusia. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu bagaimana bentuk rasionalitas penafsiran Muhammad Abduh dan bagaimana penafsiran Muhammad Abduh dalam memahami perintah ayat poligami. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), menggunakan metode pendekatan hermeneutika, yaitu pendekatan untuk memahami teks dengan cara mengungkapkan pemikiran melalui kata-kata sebagai medium penyampaian, menerjemahkan, dan bertindak sebagai penafsir. Berdasarkan penelitian ini, bentuk rasioanalitas Muhammad Abduh dapat dilihat dari caranya menafsirkan ayat poligami, dia mampu mempersempit ruang gerak poligami dengan menafsirkan kata adil. Menurutnya tidak ada seorang suami yang bisa berbuat adil terhadap istri-istrinya dalam segala hal, termasuk hal lahiriyah dan bathiniyah. Firman Allah menyatakan bahwa manusia tidak akan mampu berlaku adil di antara istri-itrinya meskipun ia sangat menginginkannya. Jika dihubungkan antara surah an-Nisa ayat 3 dengan ayat 129, maka pesan sesungguhnya yang ingin disampaikan al-Qur’an adalah bukan tentang kebolehan berpoligami sebagai aturan yang berlaku umum, melainkan bahwa poligami merupakan kebolehan yang sangat terbatas.
Studi Tafsir Al-Qur’an: Analisis ragam metode dan pendekatan tafsir modern Ramli Ramli
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v2i2.314

Abstract

Al-Qur’an adalah firman Alloh SWT sebagai hudan (al Baqorah, 2:2) bagi kehidupan umat manusia dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya (taqwa) sekaligus dalam memahami ciptaan-Nya. Untuk memahami isi nilai-nilai al Qur’an berbagai metode tafsir yang telah diterapkan oleh para mufassir dengan latar disiplin ilmu yang berbeda. Namun demikian, adanya syarat dan ketentuan yang harus dimiliki oleh para mufassir sangat ketat sehingga tidak semua orang bisa melakukan praktik tafsir al Qur’an itu sendiri. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana praktik tafsir yang diterapkan di kalangan para intelektual Islam dalam memahami nilai-nilai yang terkadung dalam al Qur’an. Dengan pendekatan library research, data yang relevan dikumpulkan melalui Teknik dokumentasi. Sedangkan analisis mengikuti tiga tahap yaitu reduksi data, display dan menarik kesimpulan. Hasilnya adalah bahwa metode dan pendekatan penafsiran al Qur’an merupakan cara yang ditempuh oleh para mufasir dalam mengungkap makna-makna al-Qur’an, yang dibagi ke dalam lima bentuk, yaitu: pendekatan berbasis linguistik, historis, simantik dan hermeneutika. Sementara itu, metode penafsiran al-Qur’an merupakan cara yang digunakan penafsir untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, antara lain ijmali, tahlili, muqarin dan maudhu’i.
Pendekatan Historiografi dalam Studi Hadist: Analisis al-Kutub as-Sittah Amalia Taufik
Journal al Irfani: Ilmu al Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v2i2.315

Abstract

Salah satu sumber hukum Islam yang otentik adalah hadist. Dalam catatan sejarah ditemukan berbagai karya hadist dari para ahli hadist (Imam Bukhari (194-252 H), Imam Muslim (204-261 H), Abu Dawud (202-275 H), al-Nasa’I (215-303 H), al-Tirmiza (200-279 H), dan ibn Majah (207-273 H) yang bisa diakses dan menjadi rujukan umat Islam sampai saat ini, salah satunya yaitu al-Kutub as-Sittah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsi al kuttub as-sittah dengan pendekatan studi histriografi. Data dikumpulkan menggunakan Teknik dokumentasi baik dalam bentuk referensi atau kitab maupun artikel jurnal atau hasil research. Analisis menggunakan prosedur Huberman yaitu reduksi data, display dan menarik kesimpulan, juga menggunakan analisis komparasi. Untuk memperoleh pemahaman yang holistic tentang kualitas hadist ketika diposisikan sebagai sumber hujjah dari karya-karya para ahli hadist terdahulu, maka sangat diperlukan kajian dari berbagai perspektif pendekatan salah satunya yaitu pendekatan historiografi. Selain itu, aspek sosiologis juga bisa menjadi variable yang berpengaruh terhadap seseorang dalam menulis sebuah karya seperti kitab hadist.

Page 1 of 1 | Total Record : 5