cover
Contact Name
Junaidi
Contact Email
sosiologifisip@fisip.unila.ac.id
Phone
+6285251738890
Journal Mail Official
sosiologifisip@fisip.unila.ac.id
Editorial Address
Jln. Sumantri Brojonegoro No 1, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 4110040     EISSN : 25497235     DOI : -
SOSIOLOGI merupakan Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya. Diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung berisikan makalah ilmiah dan hasil-hasil Penelitian. Terbit pertama kali pada tahun 1999 dan telah memiliki p-ISSN 1411-0040 dan e-ISSN 2549-7235.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 1 (2017): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya" : 6 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKULIKULER TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU DELINKUEN Anisa Fajrin; Teuku Fahmi
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 19 No 1 (2017): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v19i1.25

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan antara siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler terhadap kecenderungan perilaku delinkuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode kausal. Jumlah sampel pada penelitian ini yakni sebanyak 72 orang responden yang berpartisipasi dan 72 orang tidak berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler. Uji hubungan pada penelitian ini menggunakan olahan data statistik Rank Spearman. Sedangkan Uji Beda variabel pada penelitian ini enggunakan olahan data Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler terhadap kecenderungan perilaku delinkuen dengan nilai koefisien korelasi -0.329 dan Sig. (2-tailed) sebesar 0,005. Selain itu, ada perbedaan antara siswa yang berpartisipasi dan tidak berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler terhadap kecenderungan perilaku delinkuen dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000.
“BELUM MAKAN KALAU BELUM MAKAN NASI”: PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN Bartoven Vivit Nurdin; Yeni Kartini
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 19 No 1 (2017): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v19i1.26

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang masalah-masalah sosial budaya dalam krisis ketahanan pangan di Indonesia. Masalah ketahanan pangan selama ini adalah isu sentral dalam pembangunan Indonesia, karena menyangkut kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Isu ketahanan pangan seringkali dikaitkan dengan teknologi dan peningkatan produksi pangan sebagai solusi dalam penanganannya, sehingga solusinya seringkali berupa pengendalian konversi lahan pertanian, menciptakan teknologi dan bahkan menciptakan infrastruktur baru. Padahal masalah sosial budaya merupakan isu penting dalam menanggulangi masalah ketahanan pangan. Ketahanan Pangan berkaitan dengan budaya makan masyarakat, dimana makanan bukan saja persoalan kebutuhan biologis namun merupakan persoalan kebiasaan, kebudayaan, kepercayaan dan keyakinan. Tulisan ini menganalisis sisi lain dari ketahanan pangan yang sering dilupakan para pengambil kebijakan dan peneliti, yakni perspektif sosial budaya dalam pembangunan ketahanan pangan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN WIRAUSAHA BERBASIS KEAHLIAN DAN TEKNOLOGI (STUDI PADA MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS LAMPUNG) Dewi Ayu Hidayati; Puji Lestari Ningsih
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 19 No 1 (2017): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v19i1.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang analisis motivasi mahasiswa berwirausaha yang mencakup bentuk wirausaha mahasiswa (berbasis keahlian dan teknologi) dan beragam hambatan yang ditemui mahasiswa dalam berwirausaha. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan model deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mahasiswa termotivasi untuk berwirausaha dikarenakan adanya motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsiknya yaitu: keinginan untuk mandiri, kebutuhan biaya dan menambah uang saku, dan mewujudkan cita-cita hidup. Adapun motivasi ekstrinsiknya yaitu berasal dari lingkungan keluarga, lingkungan teman sepermainan, pengetahuan akan kewirausahaan dari kampus, dan lingkungan tempat tinggal. Namun dalam menjalankan kegiatan wirausaha tersebut mahasiswa seringkali dihadapkan pada beberapa kendala atau hambatan, yaitu kurangnya modal dan promosi, tidak ada izin orang tua serta adanya persepsi tentang ketakutan akan resiko kegagalan. Ada berbagai macam kegiatan wirausaha yang dilakukan mahasiswa FISIP Universitas Lampung yaitu bisnis online tas dan sepatu, reseller pulsa, usaha kuliner dan warung sembako, reseller sepatu, serta usaha kue, dan lain sebagainya. Dari berbagai kegiatan wirausaha yang dilakukan tersebut para mahasiswa menggunakan ilmu dan teknologi yang mereka pelajari dan kuasai untuk menciptakan kemakmuran.
BEHIND CULTURAL LEGACY CONFLICT BETWEEN INDONESIA AND MALAYSIA Moh. Nizar
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 19 No 1 (2017): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v19i1.28

Abstract

Based on results of research, the background of cultural legacy conflict (2007-2009) between Indonesia and Malaysia contained two aspects: economy and socio-political ones. Firstly, with respect to economy, Malaysia started to develop its economy through tourism industry based on cultural legacy. In this case, the diversity of Malaysia culture economically disregarded before, was expanded for tourism industry by performing cultural shows, festivals and exhibitions. As Indonesia society know these developments, it became heated, due to almost all of cultural legacies in archipelago societies inherited by Indonesia ancestors, were claimed by Malaysia. Indonesia local and central governments, therefore, countered it by advancing the patent rights of their cultural legacy without delay. Secondly, in terms of socio-politics, in addition to tourism promotion, tourism advertisements are aimed to get sympathy of Malay ethnic following national election in 2008 and retain dominance of United Malays National Organization (UMNO) in Malaysian government. As Malaysian government under Prime Minister Abdullah Badawi (2004-2008) faced dissatisfaction of Malaysia society to UMNO that gave opportunity to Anwar Ibrahim as opposition figure to engage the succeeding election, UMNO found out the political campaign based on tourism industry to maintain its power and blocked Anwar involvement in the election. At the same time, political vested interests exploited the bilateral dispute to shake the elected Susilo Bambang Yudhoyono as Indonesia President for 2009-2014. Political arena in Indonesia, then, became heated as mass media all together published the Indonesia cultural legacy claimed by Malaysia. It caused Indonesia society angrier due to it watched on Malaysia plundering its cultural identity, so that bilateral relationship.
KONFLIK ETNIS DI XINJIANG: KEBIJAKAN MONOKULTURAL DAN KEPENTINGAN NEGARA CHINA TERHADAP KEUTUHAN WILAYAH Gita Karisma
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 19 No 1 (2017): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v19i1.29

Abstract

Tulisan ini fokus pada konflik Xinjiang sebagai salah satu kasus konflik internal yang terjadi di China. Sebagai negara maju, China masih tidak terlepas dari masalah konflik internal. Konflik Xinjiang ialah konflik antar etnis Uighur dan Han yang kemudian berkembang menjadi gerakan separatisme. Berdasarkan sejarahnya, maka konflik ini dipicu ketimpangan ekonomi, ketidakpuasan, ketidakadilan, dan kekerasan yang secara simultan bergulir di Xinjiang. Etnis Uighur merupakan etnis muslim mengalami perseteruan dengan pemerintah otoritas China. Pada perkembangannya, muncul beberapa gerakan separatisme di Xinjiang yang menyulut respon militer dari Pemerintah China. Pemerintah China bagaimanapun akan berupaya menjaga keutuhan wilayah dan tidak akan melepaskan Xinjiang. Keberlangsungan konflik ini salah satunya disebabkan oleh kepentingan negara China terhadap Xinjiang. Xinjiang merupakan wilayah potensial bagi China, baik secara geografi maupun ekonomi.
IT’S YOUR TURN, OFFICER!: THE INP’S NEW VISIBILITY THROUGH SOCIAL MEDIA (CASE STUDY OF EVANS’ BRIMOB FACEBOOK STATUS) Andi Windah
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 19 No 1 (2017): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v19i1.30

Abstract

History has proved that police have always had opposing view regarding sharing and disseminating information to the public, especially when their state of reputation, legitimacy and accountability are taken into account. Undoubtedly, media have always played important parts in the hurdle. The presence of media is inseparable with police institution, including the current media technologies, social media. The same condition also applies to The Indonesian National Police (INP) with the case of Evans BRIMOB Facebook’s status. The case is believed to present a new type of visibility to the INP’s institution. Utilizing documentary analysis as well as literature review as main methods in studying the case, this article aims to identify on how the case alter of the INP’s visibility and Facebook’s contribution during the process. Using the new visibility consept offered by Thompson, it is found that, Evans’s status had raised the INP’s visibility by exposing the exemplary of its member improper manner. Meanwhile, Facebook has lifted the INP’s visibility by facilitating greater exposure over the INP’s inadvertent performance. In conclusion, the case has alter not only the INP’s visibility to its public but also reinforce the institution to adopt Facebook as one of its information sharing platforms.

Page 1 of 1 | Total Record : 6