cover
Contact Name
Junaidi
Contact Email
sosiologifisip@fisip.unila.ac.id
Phone
+6285251738890
Journal Mail Official
sosiologifisip@fisip.unila.ac.id
Editorial Address
Jln. Sumantri Brojonegoro No 1, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 4110040     EISSN : 25497235     DOI : -
SOSIOLOGI merupakan Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya. Diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung berisikan makalah ilmiah dan hasil-hasil Penelitian. Terbit pertama kali pada tahun 1999 dan telah memiliki p-ISSN 1411-0040 dan e-ISSN 2549-7235.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya" : 6 Documents clear
IMPLEMENTASI ASEAN-AUSTRALIA-NEW ZEALAND FREE TRADE AGREEMENT (AANZFTA) DALAM HUBUNGAN PERDAGANGAN INDONESIA-AUSTRALIA DAN INDONESIA-NEW ZEALAND TAHUN 2013-2017 Riska Nurhafizhah; Agus Hadiawan; Tety Rachmawati
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i1.34

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA) dalam hubungan perdagangan Indonesia-Australia dan Indonesia-New Zealand pada tahun 2013-2017 dengan menggunakan konsep kepentingan nasional, teori perdagangan bebas, teori keunggulan komparatif, serta BAB II Trade in Goods sebagai inti AANZFTA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi AANZFTA, situs resmi Pemerintah Indonesia, Australia, dan New Zealand, dan penelitian sejenis terdahulu. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan kajian dokumen, dan penelitian kepustakaan. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan verifikasi dengan teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori. Penelitian berfokus pada implementasi kebijakan penyeragaman tarif dan kebijakan spesialisasi produksi di antara Indonesia-Australia dan Indonesia-New Zealand. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi kebijakan penyeragaman tarif berupa pengurangan atau penghapusan tarif yang ditetapkan sesuai dengan perjanjian dan menguntungkan Indonesia dari jumlah komoditas HS 2012 yang masih ditetapkan tarifnya dibandingkan penetapan tarif oleh Australia dan New Zealand. Sedangkan implementasi kebijakan spesialisasi produksi Australia dan New Zealand memiliki pola yang sama, yaitu produk keduanya didominasi komoditas jadi, sementara produk Indonesia didominasi komoditas mentah dan setengah jadi. Namun, Indonesia terbukti melanggar pasal 8 terkait lisensi impor BAB II Trade In Goods, AANZFTA dalam kasus WTO DS477.
PROSES DAN MEKANISME PERGERAKAN MASSA PADA KEJADIAN KONFLIK SOSIAL BALINURAGA Ikram ,; Susetyo ,; Anita Damayantie; Yuni Ratnasari
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i1.35

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini dilakukan analisis konflik dengan melihat pembentukan aktor sebelum terjadinya konflik dan penyerangan dan menganalisis mekanisme pergerakan massa dalam menyerang dan atau saling menyerang pada saat terjadi konflik. Studi kasus menjadi pilihan dalam mendalami permasalahan ini mengingat kompleksitas permasalahan yang akan diteliti. Lokasi atau setting yang diambil berada pada Desa Agom dan Balinuraga, Kabupaten Lampung Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kekerasan selalu dianalogikan sebagai dangkal. Rangkaian model analisis ini, pada akhirnya bermuara pada pengabaian bahwa terdapat proses yang kompleks didalam kasus kekerasan. Memandang kekerasan sebagai suatu pristiwa dirasa kurang tepat dikarenakan kekerasan sesungguhnya adalah konsekuensi dari suatu proses yang kompleks. Demikian juga dengan mudahnya pergerakkan massa dikarenakan banyaknya bermunculan atau dimunculkan orang kuat desa yang mampu mempengaruhi banyak orang untuk memenuhi kepentingan orang kuat desa.
KONSTRUKSI MAKNA TEOLOGIS FESTIVAL ABDA’U Yunus Rahawarin
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i1.36

Abstract

ABSTRAK Festival Abda’u merupakan ritual tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. Selama bertahun-tahun, festival ini telah dirayakan dengan berbagai macam ekspresi sosial-budaya baik itu yang bersifat tradisional hingga modern. Persoalannya, makna teologis pelaksanaan festival itu kurang dikenal akibat kurangnya minat terhadap penelitian dan kajian-kajian nilai sosial-budaya di Maluku Tengah. Kurangnya pemahaman makna teologis ini menyebabkan ritual Festival Abda’u mengalami pergeseran makna. Penelitian ini dilakukan untuk memahami konstruksi makna teologis pelaksanaan Festival Abda’u di Tulehu, Maluku Tengah. Berdasarkan landasan masalah dan tujuan penelitian, peneliti menggunakan teori konstruksi sosial atas realitas Berger dan Luckman dan metode studi kasus berparadigma postpositivistik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam narasumber di Tulehu, Maluku Tengah. Teknik analisis data yang digunakan adalah kronologis dan keabsahan data berdasarkan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Abda’u memiliki konstruksi makna teologis yang sangat dalam, yaitu: pengakuan sebagai penghambaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai benteng moralitas umat Islam, sebagai ekspresi kemenangan umat Islam atas musuh-musuhnya, ungkapan syukur kepada Allah, dan sebagai aktualisasi ibadah syariah yang diwajibkan Allah pada umat Islam.
BENTUK PERILAKU KEKERASAN MASSA, FAKTOR PENYEBAB, SIKAP DAN PERILAKU APARAT KEPOLISIAN DALAM MENGHADAPI PERILAKU KEKERASAN MASSA DI KECAMATAN SEMAKA KABUPATEN TANGGAMUS Damar Wibisono; Abdulsyani ,; Pairulsyah ,; Suwarno ,
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i1.37

Abstract

ABSTRAK Perilaku kekerasan massa terhadap pelaku kejahatan tidak dapat ditinjau hanya dari satu segi, banyak sebab yang harus ditelaah. Kendatipun demikian, kekerasan ini harus segera dihentikan, sebelum melahirkan kekerasan- kekerasan lainnya yang dikendalikan. Menyadari fenomena di atas, maka permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah untuk bentuk dan modus operandi perilaku kekerasan massa; faktor-faktor yang menyebabkan maraknya tindak kekerasan massa; serta sikap dan perilaku aparat kepolisian dalam menghadapi perilaku kekerasan massa terhadap para pelaku tindak kejahatan. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan di atas, didasarkan pada dua pendekatan yaitu pendekatan yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris; sedangkan teknik analisis datanya adalah teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk perilaku kekerasan massa yang sering dilakukan terhadap pelaku kejahatan di Kecamatan Semaka adalah langsung menghakimi pada saat pelaku tindak kejahatan tertangkap basah sedang melakukan tindak kejahatan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan maraknya perilaku kekerasan massa adalah makin banyaknya tindak kejahatan yang tidak mampu ditanggulangi aparat keamanan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum, dan adanya provokasi dari pihak- pihak tertentu; sedangkan sikap dan perilaku aparat kepolisian dalam menghadapi perilaku kekerasan massa di lokasi penelitian ini secara umum bersifat ambigu (ragu-ragu).
EFEKTIVITAS SOSCAMP PADA MASA ORIENTASI MAHASISWA BARU (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Sosiologi Angkatan 2017) Rahmat Shandi Septiadi; Teuku Fahmi; Suwarno ,
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i1.38

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji dan menjelaskan tentang efektivitas SOSCAMP pada masa orientasi mahasiswa baru. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pengambilan data pada penelitian menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Responden penelitian sebanyak 82 orang, yaitu mahasiswa yang mengikuti kegiatan SOSCAMP, penentuan dilakukan menggunakan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik presentase dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukan: (1) Hasil analisis pada tingkat efektivitas secara keseluruhan adalah cukup efektif dengan hasil perhitungan sebesar 76,2%. Efektivitas mengacu pada tabel standar Litbang Depdagri. (2) Dari setiap indikator variabel keberhasilan program, kepuasan terhadap program, dan pencapaian tujuan menyeluruh diperoleh hasil yang cukup merata pada setiap indiaktornya. Inidikator keberhasilan program memperoleh hasil sangat efektif yang cukup dominan, sedangkan pada pencapaian tujuan menyeleruh memperoleh hasil yang seimbang, yaitu cukup efektif dan sangat efektif. Sedangkan dari beberapa indikator tersebut, hanya variabel kepuasan terhadap program yang indikatornya mendapat hasil tidak efektif, terdapat 3 indikator yang memperoleh hasil tidak efektif pada variabel kepuasan terhadap program. (3) hasil analisis diperoleh enam faktor yang mewakili seluruh indikator yang digunakan. Keenam faktor tersebut yaitu dampak kegiatan, target kegiatan, susunan kegiatan, keakraban, daya tarik kegiatan, dan kesolidaritasan. Faktor dampak kegiatan memiliki nilai pengaruh paling besar dengan total eigen values sebesar 4.677 dan nilai varianced explainded sebesar 24.61%.
KONFLIK ANTARWARGA DESA: Analisis Simon Fisher Melalui Studi Kasus Benjamin ,; Ikram ,; Susetyo ,; Yuni Ratnasari
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i1.39

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penulisan ini dari beberapa kejadian konflik di Kabupaten Lampung Selatan dimana penyebab konfliknya, yaitu adanya perseteruan antar siswa SMA, seorang pelajar SMP ditusuk di tempat organ tunggal, memperebutkan lahan parkir di pasar dan pelecehan sexual. Tujuan penulisan ini hendak mendeskripsikan dan menjelaskan tahapan konflik yang terjadi antar pihak-pihak yang berkonflik. Penulis menggunakan perspektif teoritis Simon Fisher tentang tahapan konflik, dan teori Johan Galtung tentang segitiga konflik sebagai landasan teoritis terkait proses tahap krisis, dimana sikap dipersepsikan oleh pihak-pihak berkonflik tentang isu pelecehan seksual. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif, khususnya studi kasus di mana informan-informan ditentukan dengan purposive teknik sampling yang meliputi tokoh formal, tokoh informal dan anggota masyarakat dari kedua belah pihak yang berkonflik. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi. Kesimpulan, bahwa konflik kekerasan sebagai insiden konflik yang tergolong besar terjadi antar warga dan antar desa di wilayah perdesaan yang hidup bertetangga antara warga Desa Agom Kecamatan Kalianda dengan warga Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan, dimana pihak warga Desa Agom dengan massa pendukungnya yang merasa sebatin, spontanitas berusaha menyerang dan menghancurkan pihak warga Desa Balinurga dan digambarkan berdasarkan skala waktu, urut-urutan kejadian konflik dan pemetaan konflik, serta adanya upaya penyelesaian konflik oleh kedua belah pihak yang berkonflik maupun oleh pihak ketiga yang memiliki otoritas dengan melalui: membangkitkan kepercayaan bagi para warga kedua belah pihak yang berkonflik, memfasilitasi dialog oleh pemerintah daerah, negosiasi, mediasi dan arbitrasi, ada deklarasi perdamaian pada tahap akibat serta pada tahap pascakonflik dilaksanakan sosialisasi maklumat perjanjian perdamaian.

Page 1 of 1 | Total Record : 6