cover
Contact Name
Junaidi
Contact Email
sosiologifisip@fisip.unila.ac.id
Phone
+6285251738890
Journal Mail Official
sosiologifisip@fisip.unila.ac.id
Editorial Address
Jln. Sumantri Brojonegoro No 1, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 4110040     EISSN : 25497235     DOI : -
SOSIOLOGI merupakan Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya. Diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung berisikan makalah ilmiah dan hasil-hasil Penelitian. Terbit pertama kali pada tahun 1999 dan telah memiliki p-ISSN 1411-0040 dan e-ISSN 2549-7235.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya" : 7 Documents clear
TRADISI LARANGAN MENIKAH NGALOR-NGULON Dwi Krisma wati; Sugeng Harianto
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.196

Abstract

ABSTRAK Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang Fenomenologi tradisi larangan menikah ngalor-ngulon. Penelitian ini menjelaskan motif sebab dan motif tujuan yang mendasari keluarga masih menggunakan tradisi larangan menikah ngalor-ngulon sebagai syarat perhitungan yang dijadikan tolak ukur penentuan jodoh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai tradisi larangan menikah ngalor-ngulon, menganalisis motif sebab dan tujuan keluarga dalam menggunakan tradisi larangan menikah ngalor-ngulon. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori fenomenologi because motif dan in order to motive yang digagas oleh Alfred Schutz . Penelitian ini sendiri menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dalam memperoleh data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sosialisasi tradisi larangan menikah ngalor-ngulon dilakukan oleh dua agen yakni primer dan sekunder yaitu keluarga dan lingkungan sekitar. Adapun motif sebab yang mendasari menggunakan tradisi ngalor-ngulon seperti rasa saling menghormati tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur, menyakini atas tradisi itu sudah ada sejak dulu dan berada pada lingkungan Jawa. Sedangkan motif tujuanya, para keluarga di Desa Sukorejo menggunakan tradisi menikah ngalor-ngulon adalah ingin mendapatkan kelancaran dan keselamatan, serta enggan dianggap melupakan tradisi lelulur oleh lingkungan sekitar. Kata Kunci : Masyarakat desa, tradisi ngalor-ngulon, pernikahan, motif sebab, motif tujuan. ABSTRACT The article is the result of research on the phenomenology of the tradition of prohibing marriage from ngalor-ngulon. This study explains the cause and motive motives that underlie the family still using the tradition of prohibiting ngalor-ngulon marriage as a calculation requirement that is used as a benchmark for determining a mate. The purpose of this study is to describe the tradition of prohibiting ngalor-ngulon marriage, to analyze the motives of the causes and goals of the family in using the tradition of prohibiting ngalor-ngulon marriage. The theory used in this research is the theory of phenomenology because motive and in order to motive which were initiated by Alfred Schutz. The theory is used as an analysis in answering the problem formulation. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach proposed by Alfred Schutz. Data collection in this study was carried out by means of observation, interviews, and literature studies. The results of this study indicate that the socialization of the tradition of prohibiting ngalor-ngulon marriage is carried out by primary and secondary socialization agents, namely the family and the surrounding environment. The motive underlying the families in Sukorejo Village using the ngalor-ngulon tradition is a sense of respect for the traditional values ​​inherited from their ancestors, believing in the truth of the tradition, and being in the Javanese community. While the motive for the purpose, the families in Sukorejo Village use the tradition of marrying ngalor-ngulon to get smoothness and safety, and are reluctant to be considered forgetting the ancestral tradition by the surrounding environment. Keywords: Village community, ngalor-ngulon tradition, marriage, cause motive, purpose motive.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI MASA PANDEMI COVID-19 Dewi Ayu Hidayati; Siti Habibah; Yuni Ratnasari
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.234

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang perubahan sosial ekonomi pedagang pasar tradisional Koga dan strategi bertahan hidup yang dilakukan dimasa pandemi Covid-19. Ditengah adanya pandemi Covid-19 yang memberikan dampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi. Kalangan yang juga merasakan dampak pandemi adalah pelaku sektor informal salah satunya pedagang kecil di pasar tradisional. Pasar tradisional masih menjadi perhatian utama ditengah perkembangan pasar modern dan marketplace yang juga semakin maju. Eksistensi pedagang dalam bertahan ditengah perubahan akibat pandemi menjadi sangat penting untuk diteliti. Hal ini berkaitan dengan keberlangsungan usaha sektor informal yang sampai saat ini masih menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, pengamatan dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang dipakai yaitu reduksi data, triangulasi, membercheck, dan peer review.
STRATEGI PENCEGAHAN EIGENRECHTING DI LINGKUNGAN MASYARAKAT Kasmanto Rinaldi; Fajar Azhari; Ikhsan Alwafi; Novita Sari; Rezky Nugraha; Sherly Andrika Putri; Ucok Matsudi; Hilda Mianita
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.237

Abstract

Orang Indonesia pada umumnya mengenali perilaku main hakim sendiri sebagai suatu tindakan sewenang-wenang yang dilakukan terhadap individu atau sekelompok orang, dilakukan dengan cara menyakiti, menyusahkan, menumpas dan lain sebagainnya. Jika dilihat dari asalnya, perilaku main hakim sendiri di dunia internasional dimaknai sebagai perampasan yang dilakukan secara sengaja dan kejam terhadap hak dasar yang mana hal itu bertentangan dengan hukum internasional dengan alasan identitas kelompok. Tindakan main hakim sendiri meruntuhkan moral masyarakat. Di Indonesia sendiri, ada Undang-Undang yang mengatur tentang eigenrecthting atau tindakan main hakim sendiri ini. Eigenrecthing merupakan perbuatan melanggar hukum dan juga bertentangan dengan hak asasi manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif , yang mana pada tahap ini penulis melakukan wawancara kepada narasumber terkait. Hasil penelitian ini yaitu kasus eigenrechting sering terjadi di Kabupaten Kampar, Ada beberapa strategi pencegahan terhadap perilaku eigenrechting, antara lain yaitu memberikan edukasi atau pemahaman kepada masyarakat sekitar terkait proses peradilan pidana dengan tujuan meminimalisir perilaku eigenrechting pada masyarakat. Kata Kunci: Strategi Pencegahan, Masyarakat, Eigenrechting
TRANSFER OF KNOWLEDGE: BUKTI EKSISTENSI ADAT BEKUDUNG SUKU DAYAK GA’AI KAMPUNG TUMBIT DAYAK KABUPATEN BERAU Muhammad Fauzan Akbar; Mustangin Mustangin
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.240

Abstract

Upacara Bekudung Betiung merupakan bentuk upacara adat masyarakat Dayak Ga’ai yang ada sampai saat ini karena adanya transfer pengetahuan lokal dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transfer pengetahuan upacara adat bekudung betiung masyarakat suku dayak ga’ai dari generasi ke generasi di Kampung Tumbit Dayak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitataif dengan jenis penelitian deskriptif karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan proses transfer pengetahuan upacara adat bekudung betiung masyarakat suku dayak ga’ai. Subjek data wawancara berupa narasumber pada penelitian ini yaitu kepala suku dayak ga’ai, orang tua sebagai pemberi ilmu pengetahuan, dan anak muda. Subjek data observasi berupa tindakan secara langsung ke Kampung Tumbit Dayak untuk mengamati proses transfer pengetahuan pada upacara adat bekudung betiung. Subjek data studi dokumentasi berupa foto proses upacara adat bekudung betiung. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transfer pengetahuan upacara adat bekudung betiung dari generasi ke generasi dilakukan dengan cara bercerita dari orang tua ke generasi selanjutnya dan melibatkan generasi selanjutnya dalam pelaksanaan upacara adat bekudung betiung di Kampung Tumbit Dayak Kabupaten Berau.
INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA SEKOLAH (STUDI PADA SMKN 2 MATARAM) Nurlaili Handayani; Basariah Basariah
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola internalisasi pendidikan karakter yang berbasis budaya sekolah, dan memetakan nilai-nilai karakter yang dikembangkan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan naturalistik. Teknik Pengumpuln data yang digunakan pada penelitian ini yaitu, observasi; wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik tringulasi. Untuk menganalisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu: data reduction, data display, dan conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai karakter kepada siswa dilakukan melalui berbagai cara, yaitu internalisasi pada kegiatan belajar mengajar, dan terintegrasi ke dalam seluruh mata pelajaran; proses internalisasi nilai karakter dapat dilakukan melalui pemanfataan nilai-nilai dasar dari budaya sekolah yang telah menjadi habit oleh seluruh warga sekolah. Budaya sekolah tersebut merupakan salah satu kekuataan dan ciri khas yang dimiliki sekolah, sehingga internalisasi nilai karakter menjadi lebih bermakna. Budaya sekolah yang diterapkan tercermin pada program sekolah 6K yaitu; a) keimanan, b) ketaqwaan, c) kedisiplinan, d) ketertiban, e) keamanan, f) kebersihan. Sementara itu, SMK Negeri 2 Mataram mengembangkan nilai karakter sebagai berikut: religius, disiplin, berprestasi, peduli lingkungan, mandiri, toleransi, kompetitif, saling menghargai. Nilai- nilai karakter ini yang berusaha untuk terus ditanamkan kepada seluruh warga sekolah, sehingga tujuan dari pembentukan karakter siswa dapat terwujud. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan pihak sekolah seluruhnya diintegrasikan pada semua program-program dan kebijakan sekolah, baik dalam bentuk peraturan, tata tertib, kegiatan intrakurikuler dan ektrakulikuler, sehingga menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan karakter.
ANALISIS STIGMA SOSIAL TERHADAP PENYINTAS COVID – 19 DI KABUPATEN KLATEN Veronica Anggun Prastika; Abdul Rahman; Yosafat Hermawan
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.246

Abstract

Penelitian stigma sosial terhadap penyintas Covid-19 di Kabupaten Klaten bertujuan untuk mengkaji perkembangan stigma dan dampak stigma sosial yang dialami oleh penyintas Covid-19. Dengan pendekatan studi kasus dan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan melibatkan 20 informan yang dipilih secara purposive sampling. Teori stigma Erving Goffman digunakan sebagai pisau analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penyintas Covid-19 dan keluarganya mengalami variasi bentuk stigma sosial. Pertama, setelah dinyatakan positif covid-19, mereka dilabeli sebagai penyebar dan penular virus Covid-19. Kedua, muncul massive stereotype yang menghakimi mereka sebagai individu berbahaya, menakutkan, dan terus menularkan virus. Ketiga, mereka telah dikucilkan secara terencana dan terpisahkan dalam interaksi sosial. Keempat, berkembang juga tindakan diskriminatif dalam kegiatan sosial dan pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari. Kelima, stigma sosial telah menjadi penyebab utama para penyintas Covid-19 telah mengidap stress, cemas, khawatir, sakit hati, emosi tinggi, dan trauma. Tindakan stigma sosial kepada penyintas Covid-19 dan dampaknya perlu segera dihentikan agar masyarakat bangkit menjalani kehidupan keluarga yang harmonis dan interaksi sosial yang normal. Kata Kunci: Stigma Sosial, Penyintas Covid-19, Dampak, Erving Goffman
PENDEKATAN SISTEMIK UNTUK ANALISIS DAN TRANSFORMASI KONFLIK: STUDI KASUS KONFLIK SOSIAL DI DESA BALINURAGA Susetyo Susetyo; Ikram Ikram; Anita Damayantie
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan pemahaman konflik yang lebih dalam dengan menggunakan teori kompleksitas dan transformasi konflik sebagai panduan teoritis, dan juga mengajukan cara hipotetis untuk memulai usaha peace building menurut teori transformasi konflik. Jenis penelitian yang akan diterapkan yaitu penelitian kualitatif eksploratif berdasarkan studi kasus ilustratif tunggal. Penelitian ini akan bergantung sepenuhnya pada data sekunder. Pendekatan analisis sistemik terdiri dari dua bagian; salah satunya adalah pemetaan konflik, atau analisis konflik itu sendiri, dan yang kedua menggunakan analisis ini untuk menyusun strategi proses transformasi merupakan lensa dalam penelitian ini. Analisis sistemik, sebuah metode yang menekankan pentingnya hubungan dan efek yang dimiliki masing-masing pihak terhadap semua subsistem yang berbeda. Studi ini telah menunjukkan analisis tentang multiple sistem mengenai konflik di Balinuraga melalui lensa transformasi konflik dan teori kompleksitas. Temuan-temuan menunjukkan bahwa transformasi konflik dapat membawa suatu wilayah, kelompok menjadi maju, menuju demokrasi, pembangunan dan perdamaian. Ini membutuhkan implementasi yang hati-hati dan pemantauan sistematis serta komitmen dari semua pemangku kepentingan yang berkonflik dan bantuan eksternal potensial. Transformasi konflik, termasuk rekonsiliasi, perubahan tata kelola, transformasi sikap dan perilaku serta pembangunan kepercayaan adalah proses untuk mengungkap dalam waktu yang cukup lama, bahkan puluhan tahun dan orang seharusnya tidak mengharapkan hasil segera.

Page 1 of 1 | Total Record : 7