cover
Contact Name
Dwi Sukma Donoriyanto
Contact Email
sukmadewi2004@gmail.com
Phone
+6289360133423
Journal Mail Official
juminten@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya Gunung Anyar, Rungkut, Surabaya, (60294) Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Juminten : Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 27214079     DOI : https://doi.org/10.33005/juminten.v2i2
Journal of Management Industry and Technology , National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the publication of this journal on Industrial Engineering and Management research includes: · Reverse Logistics Management · Global Supply Chain Management · Human Factors Engineering/Industrial Ergonomics · Risk Management · Operation Research/Optimization/Metaheuristics · Production Planning and Scheduling · Sustainable Manufacturing Systems · Management of Technology and Innovation · Quality Control and Management · Product Design and Development · Service Design and Management · Healt and Safety management · Cost Analysis Management/Financial Engineering · Business Process Engineering · Facility Design and Layout · Transportation Management · Information Management and Technology · Warehouse Management · Customer Relation Management
Articles 196 Documents
Penjadwalan Proyek Pembuatan Lambung Kapal Cepat Rudal dengan Critical Path Method di Divisi Kapal Perang PT. XYZ Aiful Firmansyah; Enny Aryanny
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.1

Abstract

Dalam suatu pekerjaan proyek, perlu menyusun rangkaian kegiatan yang sesuai agar tidak terjadi keterlambatan dalam pekerjaan yang mengakibatkan pertambahan biaya. PT. XYZ merupakan salah satu BUMNIS yang bergerak di industri galangan kapal yang merupakan suatu industri manufaktur tempat kapal dibangun, dikonstruksi atau dirakit. Selain itu PT. XYZ juga memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan kebutuhan klien. Sebagai perusahaan yang melakukan produksi berdasarkan pesanan konsumen, PT. XYZ dituntut untuk dapat melakukan produksi tepat waktu dan keterlambatan proses pengerjaan dapat menghambat kinerja produksi dan menambah waktu kerja. Dengan adanya permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian optimasi waktu pembuatan lambung Kapal Cepat Rudal dengan menggunakan CPM dengan harapan agar penyerahan kapal ke konsumen sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk dilakukan optimasi terhadap waktu produksi kapal terutama bagian lambung kapal. Metode yang digunakan adalah Critical Path Method (CPM). Proses produksi lambung kapal yang dilakukan perusahaan membutuhkan waktu selama 101 hari dengan total biaya sebesar Rp 35.644.943.000,-. Setelah dilakukan Crash Program maka pelaksanaan proyek berkurang menjadi 80 hari dengan pengurangan waktu selama 21 hari total biaya sebesar Rp 35.229.389.000,- sehingga terjadi pengurangan biaya sebesar Rp 415.554.000,- dibandingkan biaya awal.
Analisis Line Balancing Menggunakan Metode Largest Candidate Rule, Killbridge and Western Method, dan Ranked Positional Weights Method di PT. XYZ Masdani Irfan Prakoso Karmawan; Farida Pulansari; Dwi Sukma Donoriyanto
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.10

Abstract

PT. XYZ berdiri pada tahun 2015 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang prasarana lalu lintas yang memiliki produk berupa Tiang RPPJ (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan). Pada lini produksi sering terjadi bottleneck pada proses pengelasan lantai tiang terhadap tiang utama sehingga mengakibatkan ada beberapa work station yang mengalami idle time yang signifikan dalam setiap proses produksi yang dilakukan. Penyelesaian masalah bottleneck menggunakan line balancing dengan membandingkan tiga metode yaitu Largest Candidate Rule, Killbridge and Western Method, dan Ranked Positional Weights yang akan dibandingkan. Mas-ing-masing dari ketiga metode tersebut akan menghasilkan line efficiency, balance delay, dan smoothness index. Metode yang memiliki line efficiency tertinggi akan dipilih sebagai metode yang direkomendasikan. Jika terdapat dua metode yang memiliki hasil line efficiency sama besarnya maka metode yang direkomendasikan dilihat dari nilai smoothness index yang paling mendekati 0 dari kedua metode tersebut. Dari hasil pengolahan data, dipilih metode Ranked Positional Weights sebagai metode rekomendasi yang mendapatkan line efficiency 90,27%, balance delay 9,72%, dan smoothnes index sebesar 19,56936
Pengukuran Kinerja dengan Metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) Aji Setiawan; Farida Pulansari; Sumiati Sumiati
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.14

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi resin. Selama ini perusahaan tersebut telah menerapkan konsep SCM pada semua produk resin untuk mengatur aliran barang mulai dari supplier hingga sampai ke tangan konsumen akhir. Akan tetapi, supply chain perusahaan mengalami permasalahan pada produk resin acryic yang berkaitan dengan meningkatnya jumlah Costumer Complaint pada tahun 2019. Peningkatan jumlah tersebut mungkin diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya spesifikasi dan jumlah produk yang tidak sesuai sampai keterlambatan pengiriman. Maka dibuatlah penelitian untuk mengukur kinerja perusahaan dengan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR). Dari pengukuran tersebut didapatkan hasil kinerja yang akan mengarahkan perusahaan dan memberikan keuntungan, baik itu untuk perusahaan itu sendiri, supplier maupun konsumen. Dari hasil pengukuran performansi supply chain PT. XYZ maka dapat diketahui bahwa nilai performansi supply chain di PT. XYZ pada bulan April 2018 sampai Maret 2019 dikategorikan baik karena nilai rata-rata performansi yang dihasilkan adalah 80,88 (baik). Dengan nilai performansi terendah pada bulan Maret 2019 yaitu 66,04 dan nilai indikator KPI yang terendah berasal dari dimensi Make yaitu Drumming Production Time dengan skor 49,17.
Analisis Kualitas Pelayanan dengan Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA) di PT. XYZ Muhammad Jazuli; Didi Samanhudi; Handoyo Handoyo
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.16

Abstract

Saat ini perkembangan jasa pengiriman barang mengalami kemajuan dengan pesat. Banyaknya perusahaan jasa pengiriman barang mengakibatkan persaingan yang semakin ketat sehingga menuntut perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sebaik mungkin. Salah satu perusahaan jasa pengiriman barang yaitu PT. XYZ yang telah memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia. Pada proses pelayanannya masih menerima komplain. Metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas pelayanan adalah service quality, sedangkan untuk menentukan atribut pelayanan yang perlu ditingkatkan menggunakan metode importance performance analysis. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan metode servqual terhadap lima dimensi kualitas pelayanan menunjukkan terdapat 3 atribut yang menjadi masalah yaitu terjadi kesenjangan antara persepsi dan harapan konsumen yang ditunjukkan dengan nilai gap atribut negatif. Kualitas pelayanan yang diberikan PT. XYZ berdasarkan kelima dimensi service quality diperoleh nilai gap positif. Dari nilai tersebut dapat dilihat bahwa pelayanan yang diberikan sebagai kualitas ideal. Adapun atribut layanan yang dapat diusulkan menjadi prioritas untuk ditingkatkan berdasarkan grafik importance perfomance analysis yaitu pada atribut Ketersediaan brosur tentang spesifikasi layanan, Karyawan selalu menindak lanjuti setiap gangguan dengan cepat, tepat, dan cermat dan Keamanan barang dari kerusakan yang dikirim saat sampai ke tangan konsumen.
Penggukuran Kinerja Rantai Pasok Berbasis Lean dan Green dengan Perspektif Balance Scorecard di PT. XYZ Rianda Cakasana; Sunardi Sunardi
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.17

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. PT. XYZ memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenali luas, seperti sampoerna kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta “Raja kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Belum ada tindakan yang mengevaluasi kinerja rantai pasok selama ini maka akan dilaksanakan pengukuran kinerja rantai pasok untuk mengetahui bagaimana kinerja rantai pasok di PT. XYZ .Guna menciptakan rantai pasok yang lebih efektif dan lebih efisien dari segi biaya dan dampak lingkungan. Perancangan model pengukuran kinerja rantai pasok berbasis Lean dan Green dengan menggunakan pendekatan perspektif Balance Scorecard. Penggunakan konsep Lean dan Green pada sistem rantai pasok dapat menjadi suatu keunggulan kompetitif bagi PT. XYZ guna menciptakan sebuah strategi rantai pasok yang lebih efektif dan efisien dari segi biaya dan dampak lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di PT. XYZ Penelitian ini telah menghasilkan sekumpulan Key Performance Indicator (KPI) yang diperoleh dari integrasi konsep Lean and Green pada aktivitas kinerja rantai pasok dengan perspektif Balance Scorecard. Penentuan prioritas KPI secara keseluruhan dilakukan dengan mengurutkan KPI mulai dari yang memiliki bobot yang paling tinggi hingga KPI yang memiliki bobot paling terrendah. KPI yang memiliki prioritas tertinggi itu artinya KPI ini merupakan KPI yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kinerja rantai pasok perusahaan. Pada penelitian ini, perspektif Customer merupakan prioritas yang paling membuktikan dari 3 KPI tertinggi bobotnya pada model penilaian kinerja rantai pasok yang dirancang. Yaitu, Key Performance Indicator (KPI) Market Share dengan bobot (0,161), Key Performance indicator (KPI) Tingakat Kepuasan Pelanggan dengan bobot (0,112), Dan yang terakhir Key Performance Indicator (KPI) Jumlah Pelanggan dengan bobot (0,081).
Perencanaan Interval Perawatan Mesin HD 102 dengan Metode Realibility Centered Maintenance (RCM ) II di PT. XYZ Rizky Hari; Iriani Iriani
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.19

Abstract

PT. XYZ merupakan bagian dari Jawa Pos Group yang bergerak di bidang jasa percetakan dan packaging . Saat ini PT. XYZ memproduksi packaging seperti packaging kebab, packaging deka choconut , packaging coco roll dan packaging better merupakan hasil dari mesin HD 102. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah adanya Breakdown mesin dan belum adanya interval waktu perawatan mesin sehingga hal tersebut menyebabkan adanya kegiatan corrective maintenance yang dapat menimbulkan downtime, berhentinya proses produksi dan biaya untuk perbaikan yang tinggi.Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance II dengan memadukan analisis kualitatif yang meliputi FMEA ( Failure Mode and Effect Analyze ). Dari hasil analisis interval perawatan mesin di PT. XYZ maka dapat diketahui bahwa interval perawatan mesin HD 102 di PT. XYZ pada bulan Januari 2018 sampai Desember 2018 diperoleh untuk interval waktu perawatan yang tepat pada komponen Console & Panel selama 7682,93 jam, Chiller & Dampening selama 1377,32 jam, Delivery selama 2376,60 jam, Coating 1317,11 jam, Unit 2 selama 7077,95 jam, dan Unit 4 selama 4081,96 jam.
Analisis Peningkatan Kualitas Pelayanan Menggunakan Metode Service Quality dan Triz Aland Nagara Yanottama; Erlina Purnamawati; Akmal Suryadi
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.2

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan pengunjung Cafe dan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Servqual (service quality) metode ini digunakan untuk mengidentifikasikan kepuasan pelanggan. Dimensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tangibles, reliability, responsiveness,assurance, empaty. Dan metode Triz ((Theoryof Inventive Problem Solving) metode ini digunakan untuk membangkitkan inovasi ide dan solusi untuk pemecahan masalah. Kuesioner dibagi kepada 56 responden pengunjung Cafe di Surabaya dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik sampling proposive. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggan 84,17% sangat puas akan pelayanan yang diberikan oleh Cafe, namun masih perlu melakukan perbaikan kualitas karena dalam perhitungan nilai Servqual gap keseluruhan masih menunjukkan nilai negatif -0,104 terhadap pelayanan yang diberikan oleh Cafe
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Woven Bag dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) Untuk Mengurangi Biaya Produksi pada PT. XYZ Fahmi Ali; Rusindiyanto Rusindiyanto
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.25

Abstract

Persediaan merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam operasi bisnis, sehingga perusahaan perlu melakukan manajemen persediaan proaktif, artinya perusahaan harus mampu mengantisipasi keadaan maupun tantangan yang ada dalam tata kelola persediaan untuk meminimalisasi total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Permasalahan yang timbul di PT XYZ adalah perusahaan mengabaikan masalah pemesanan bahan baku. Tidak adanya sebuah metode yang sudah baku dalam hal pemesanan bahan baku. Dalam pemesanan bahan baku, perusahaan hanya berdasarkan pada pengalaman sebelumnya. Material Requirement Planning (MRP) adalah suatu metode yang digunakan untuk mengendalikan persediaan bahan baku pada perusahaan. Hasil penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa perencanaan kebutuhan bahan baku dengan metode perusahaan didapatkan total cost sebesar Rp 3.556.258.241,-, sedangkan metode MRP didapatkan total cost sebesar Rp 3.003.026.414,-. Maka dapat disimpulkan telah terjadi penurunan total cost seluruh bahan baku sebesar 15,5%. Hal ini membuktikan bahwa metode MRP lebih efisien daripada metode PT XYZ. Oleh karena itu untuk mendapatkan total cost yang minimum, metode MRP diterapkan pada tahun 2019/2020 sehingga didapatkan total cost sebesar Rp 2.050.494.949,-.
Analisis Pengendalian Kualitas Menggunakan Metode Six Sigma dan Perbaikan dengan Kaizen Khusnun Nabila; Rr Rochmoeljati
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.27

Abstract

Pengendalian kualitas produk dapat meningkatkan produktivitas perusahaan yang berdampak pada kepuasan pelanggan. Permasalahan di PT. XYZ terkait kualitas produk yang diakibatkan oleh defect dengan rata-rata defect sebesar 8,77% pada bulan Januari 2019 sampai Juli 2019. Sedangkan perusahaan memiliki batas tolerir 5%. Six sigma diusulkan untuk diimplementasikan dalam upaya mengatasi defect yang ada. CTQ yang teridentifikasi di PT. XYZ adalah permukaan tidak rata, bentuk tidak sempurna, bintik,, dekok dan tidak glossi. Setelah dilakukan analisis, defect tertinggi terjadi pada defect jenis permukaan tidak rata dengan persentasi defect sebesar 36,170%. Pada bulan Januari 2019 sampai Juli 2019 diketahui defect tertinggi terjadi pada bulan Maret sebesar 1.198 batang dengan jumlah produksi sebesar 14.099 batang. Sehingga diperoleh DPMO rata-rata sebesar 17.531,93 dengan nilai sigma sebesar 3,61. Dari hasil DPMO dan nilai sigma tersebut dapat diketahui ada lima jenis factor yang mempengaruhi kecacatan, yaitu faktor man, milleu, machine, method, dan materials. Berdasarkan pemasalahn di tiap factor maka dlakukan continues improvement dengan metode Kaizen Five M-Checklist dan Five Step Plan atau 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) yang digunakan rekomendasi perbaikan untuk menyelesaikan kelima faktor penyebab defect tersebut.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Menggunakan Metode Green Score di PT. XYZ Dodo Zulfikar; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kinerja supply chain di PT. XYZ apabila diukur dengan menggunakan model green scor. PT. XYZ adalah perusahaan dengan memproduksi bahan aktif kimia untuk pertanian dan perkebunan. Permasalahan yang dialami perusahaan adalah perusahaan mulai mengembangkan tidak hanya produk yang ramah lingkungan tetapi juga management serta supply chain yang ramah lingkungan yang akan dimulai dari produk Guela. Setelah dilakukan verifikasi dari 18 indikator yang diajukan, melalui sesi wawancara diperoleh 14 indikator yang terverifikasi dan bisa dijadikan KPI. Pembobotan pada tiap KPI dilakukan dengan menggunakan metode AHP. Selanjutnya dilakukan pengukuran kinerja atau scoring dengan menggunakan metode Green Supply Chain Operation Reference (GSCOR) dan mengevaluasi dengan menggunakan metode traffic light system (TLS). Berdasarkan tabel 4.67 dapat diketahui bahwa dari 14 KPI, 3 KPI yang masuk dalam kategori warna kuning, 1 KPI yang masuk kategori warna merah dan 10 KPI yang masuk kategori warna hijau. Nilai total pengukuran kinerja green supply chain pada PT. XYZ didapatkan sebesar 72,64 (Good). Dari angka tersebut dapat diketahui bahwa kinerja green supply chain pada PT. XYZ berada pada warna hijau yang artinya kinerja supply chain sudah baik tetapi perlu dilakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan performansi green supply chain PT. XYZ.

Page 1 of 20 | Total Record : 196