cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
jurnalyakpermas@gmail.com
Phone
+62281-6596816
Journal Mail Official
jurnalyakpermas@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Jl. Raya Jompo Kulon Sokaraja, Dusun II Jompo Kulon, Jompo Kulon, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53181
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas
ISSN : -     EISSN : 25021524     DOI : https://doi.org/10.52488/
Core Subject : Health,
Jornal of Nursing and Health (JNH) is a peer-reviewed, open access scholarly journal publishes high-quality manuscripts on innovative research covering all aspects of nursing and health science core The scope is in the fields of health (basic nursing, medical/surgical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, women nursing, community health nursing, pediatric nursing, family nursing, emergency nursing, mental nursing, gerontic nursing, education in nursing, public health, and also nursing management).
Articles 97 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN PEMBERIAN TERAPI OKSIGENASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN GANGGUAN POLA NAFAS PADA ASMA BRONCHIAL DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Riyadi, Arif Sugeng; Indriyani , Puji; Pertiwi, Yatimah Ratna
Journal of Nursing and Health Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v4i2.132

Abstract

Latar Belakang : Asma merupakan kondisi darurat dan seringkali penanganannya kurang berhasil sehingga memicu jalan napas terganggu dan menyebabkan diagnose ketidakefektifan bersihan jalan nafas (Hodder et al, 2010). Tujuan : Mendeskripsikan asuhan keperawatan pemenuhan oksigenasi pada anak dengan asma bronchial. Metode : Desain yang digunakan yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan fokus intervensi Hasil : Kedua responden terdapat adanya perubahan pada saturasi oksigen yang bertambah setiap harinya dan berkurangnya keluhan tentang sesak nafas dan kedua responden mengguanakan nasal kanul yang sudah diberikan terapi oksigen dengan aliran 3 liter/menit. Kesimpulan : Terapi oksigen dengan aliran 3 liter/menit untuk mempertahankan kebutuhan tubuh dan mendapatkan hasil yang baik dari kedua responden tersebut terdapat adanya perubahan saturasi oksigen, irama dan perubahan pola nafas pada pasien. Kata Kunci : Asma Bronchial, Terapi Oksigenasi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. N DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG SADEWA RSUD BANYUMAS Pujiasih, Nurhani; Priyatin, Wiwik; Purnomo, Roni
Journal of Nursing and Health Vol. 1 No. 2 (2016): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v1i2.125

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data RSUD Banyumas klien dengan gangguan jiwa pada bulan januari 2009 di temukan sebanyak 62 kasus (68%) alasan masuk klien yaitu dengan perilaku kekerasan. Tindakan kekerasan itu akan menimbulkan penderita cenderung mempunyai sikap perusak, marah dan mengakibatkan penderita muncul perilaku kekerasan jika tidak bisa dikontrol. Tujuan : Asuhan Keperawatan Pada Tn. N Dengan Masalah Utama Resiko Perilaku Kekerasan di Ruang Sadewa RSUD Banyumas. Metode : Metode yang digunakan oleh penulis dalam mengumpulkan data adalah dengan wawancara dengan pasien dan keluarga pasien, mengobsevasi keadaan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap Head to toe, membaca buku status pasien serta mencari informasi tentang pasien dari perawat yang ada diruang Sadewa RSUD Banyumas. Hasil : Diagnosa yang muncul pada pasien adalah resiko perilaku kekerasan sebagai Core Problem, gangguan persepsi sensori: halusinasi sebagai Caussa, dan isolasi sosial sebagai Effect. Pada diagnosa ke dua dan ke tiga yaitu perilaku kekerasan dan gangguan persepsi sensori: halusinasi penulis tidak memunculkan di implementasi karena waktunya terbatas, maka dari itu penulis hanya fokus pada diagnosa yang pertama yaitu resiko perilaku kekerasan. Kesimpulan : Evaluasi yang telah dilakukan oleh penulis dengan evaluasi formatif, evaluasi pada tahapan akhir dapat disimpulkan bahwa evaluasi yang dilakukan tercapai dan berhasil, pasien mampu melakukan serta menerapkan implementasi yang telah dilatih pasien. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Resiko Perilaku Kekerasan
LITERATUR REVIEW: PENGARUH TERAPI DISTRAKSI AUDIOVISUAL PADA SAAT PROSEDUR INJEKSI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH SAAT HOSPITALISASI Adi Mulyono; Puji Indriyani; Rahaju Ningtyas
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v5i2.124

Abstract

Latar belakang: Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja (Hidayat, 2009). Anak yang sedang sakit mempunyai respon berbeda, salah satunya yaitu anak akan mengalami kecemasan serta tidak bisa berinteraksi dengan orang lain, hal ini disebabkan karena anak harus menjalani proses perawatan di rumah sakit yang dikenal dengan proses hospitalisasi. Kecemasan merupakan perasaan yang paling umum dialami oleh pasien anak dengan hospitalisasi. Distraksi adalah metode untuk menghilangkan stress dan kecemasan dengan cara mengalihkan perhatian pada hal-hal lain sehingga pasien akan lupa terhadap cemas yang dialami. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran tentang pengaruh terapi distraksi audiovisual pada saat prosedur injeksi pada anak usia prasekolah saat hospitalisasi. Metode: Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, sumber data yang diperoleh dari data sekunder dimana peneliti memperoleh sumber utama hasil literatur- literatur yang berkaitan dengan fokus kajian dari tahun 2015- 2020, dengan menggunakan 4 jurnal dan buku- buku yang membahas konsep keperawatan anak yang dijadikan sebagai referensi tetapi hanya 2 jurnal yang dijadikan sebagai landasan teori. Hasil: Dari kedua jurnal memberikan hasil bahwa terapi distraksi audiovisual sangat berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan dan tingkat nyeri pada anak usia prasekolah pada saat prosedur injeksi. Kesimpulan: Terapi distraksi audiovisual sangat berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan dan tingkat nyeri pada anak usia prasekolah pada saat prosedur injeksi. Kata kunci : Anak usia prasekolah, Hospitalisasi, Terapi Distraksi, Kecemasan, Tingkat nyeri
DETERMINASI PENYEBAB STUNTING PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DI DISTRIK AIFAT UTARA KABUPATEN MAYBRAT Ola , Anna M. Benga; Pademme , Dirgantari; Manoppo , Inggerid A.
Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Nursing & Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi utama yang dialami oleh balita di dunia. Secara internasional, 149 juta balita di dunia mengalami stunting pada tahun 2018. Kejadian stunting di Indonesia tahun 2019 adalah 27,7%. Jumlah stunting di Papua Barat tahun 2019 adalah 24,6%. Sedangkan di Kabupaten Maybrat kejadian stunting pada tahun 2019 sebesar 44,83%. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Distrik Aifat Utara Kabupaten Maybrat. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi case control dengan perbandingan 1 : 1 yaitu 44 kasus dan 44 kontrol. Populasi penelitian ini adalah balita usia 24-60 bulan di Distrik Aifat Utara sebanyak 111 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, buku KIA, register kunjungan ANC dan imunisasi Puskesmas. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan logistic regression. Hasil penelitian: hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah riwayat kunjungan ANC (p-value=0,000 OR=13,571, 95% CI= 4,658-39,545), riwayat asupan nutrisi ibu saat hamil (p-value = 0,000), pemberian MP-ASI dini (p-value=0,002 OR=4,259, 95% CI=1,661-10,921), dan riwayat kelengkapan imunisasi dasar (p-value=0,005 OR=3,600, 95% CI=1,457-8,893). Hasil anasilis multivariat menunjukkan riwayat kunjungan ANC (p=0,009, OR=5,129).dan pola makan ibu (p=0,006, OR=3,598) memiliki hubungan yang relevan dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Riwayat kunjungan ANC merupakan faktor yang paling dominan dalam hubungannya dengan kejadian stunting. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah riwayat pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,199. Keyword : Stunting, Kunjungan ANC, ASI eksklusif, Pola makan ibu, MP-ASI, Imunisasi
PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA LANSIA DENGAN STROKE Astri Pradesti; Puji Indriyani
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v5i2.122

Abstract

Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius dalam kehidupan modern saat ini. Menuru World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa stroke merupakan penyebab kematian utama secara global. Diperkirakan 17.7 juta orang meninggal karena stroke pada tahun 2015 mewakili 31% dari semua kematian global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Latihan Range Of Motion (Rom) Pasif Terhadap Peningkatkan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik. Metode penelitian ini menggunakan metode Literatur Riview antara jurnal satu dengan jurnal lainnya. Hasil penelitian diketahui bahwa kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik sebelum dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) pasif memiliki tingkat kekuatan otot yang sangat kecil, kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik sesudah dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) pasif, terjadi perbaikan atau peningkatan. Adanya pengaruh yang signifikan antara sebelum dilakukan latihan Range of Motion (ROM) pasif, terjadi perbaikan atau peningkatan dan adanya pengaruh yang signifikan antara sebelum dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) pasif dan setelah tujuh hari pemberian latihan Range Of Motion (ROM) pasif. Kata Kunci: stroke, kekuatan otot, ROM
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Winda Setianingsih Soeparno; Sulistyowati Sulistyowati; Eko Sari Ajiningtyas
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v5i2.120

Abstract

Kompres hangat sangat mudah dilakukan sehingga perawat dapat memberdayakan keluarga atau pendamping persalinan dalam usaha pemenuhan kenyamanan (bebas nyeri) pada ibu selama proses persalinan,efek dari pemberian kompres hangat ini akan terjadi pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah ke bagian nyeri yang dirasakan oleh ibu pada saat ibu bersalin, menurunkan ketegangan otot, mengurangi nyeri akibat spasme atau kekakuan otot. Pengurangan rasa nyeri pada fundus (perut) atau punggung bawah dapat di kurangi dengan dilakukannya kompres hangat dan meletakkan pada daerah nyeri seperti daerah fundus (perut) atau daerah punggung bawah, keunggulan kompres hangat dibandingkan dengan metode pengurangan rasa nyeri lainnya adalah metode ini dapat dilakukan tanpa harus memiliki keahlian yang secara khusus.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif, untuk mengidentifikasi tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat, dan untuk mengidentifikasi jumlah penurunan terhadap nyeri. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, waktu 28 Januari 2020 sampai 02 Juli 2020, sumber data 2 jurnal 1 buku, metode pengumpulan data dokumentasi, metode analisis deskriptif, organize, synthesize, identity.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif pada skala nyeri sedang-berat.Sebelum dilakukan pemberian kompres hangat tingkat nyeri ibu bersalin antara nyeri sedang-berat dan setelah dilakukan pemberian kompres hangat selama 15-20 menit intensitas nyeri ibu bersalin menjadi ringan-sedang. Kata kunci:Persalinan; Kala I Fase Aktif; Intensitas Nyeri; Kompres
HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PERSALINAN KALA 1 DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN Selfi Indah Mayangsari; Sulistyowati Sulistyowati; Eko Sari Ajiningtyas
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v5i2.119

Abstract

Di Indonesia terdapat 107.000 (28,7%) ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan. Pada saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih sangat tinggi. Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2014 menyebutkan Angka Kematian Ibu 228 per 100.000 kelahiran hidup. Indonesia menduduki nomor 3 tertinggi di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara untuk jumlah AKI. Indonesia sebagai salah satu Negara dengan AKI tertinggi Asia. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui hubungan suami terhadap tingkat kecemasan ibu persalinan kala 1 dalam menghadapi proses persalinan. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, waktu 22 November 2019 sampai 02 Juni 2020, sumber data 2 jurnal 1 buku, metode pengumpulan data dokumentasi, metode analisis deskriptif, organize, synthesize, identity. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu persalinan kala 1 dalam menghadapi proses persalinan dimana dampingan suaminya baik mengalami tingkat kecemasan ringan jika pendampingan suaminya kurang mengalami tingkat kecemasan berat Kata kunci : Persalinan; Tingkat Kecemasan; Pendampingan Suami
GAMBARAN PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK UNTUK MENGATASI NYERI PADA PASIEN POST OPERASI HERNIA DI RSUD BARNJARNEGARA Rivana Dian Imanda; Eko Julianto; Eko Sari Ajiningtyas
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v5i2.118

Abstract

Latar belakang : Pasien post operasi hernia yang mengalami nyeri yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Terapi musik memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk relaksasi yang sempurna,seluruh sel dalam tubuh akan mengalami penyembuhan alami dan produksi hormon tubuh diseimbangkan dan pikiran mengalami penyegaran.Tujuan : Untuk menggambarkan asuhan keperawatan dengan terapi musik klasik untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi hernia.Hasil : Selama 3 hari, telah dilakukan asuhan keperawatan dengan melakukan terapi musik klasik pada pasien post operasi hernia, nyeri yang dirasakan pasien menurun. Untuk skala nyeti rata rata 1-3 nyeri ringan, 4-6 nyeri sedang, 7-10 nyeri akut.Kesimpulan : Terapi musik klasik dapat mengatasi nyeri pada pasien post operasi hernia. Teknik terapi musik klasik dapat menjadi alternatif untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi hernia Kata kunci : music klasik; nyeri, post operasi hernia
PENGARUH PENERAPAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN KEJANG DEMAM DENGAN HIPERTERMI Febriawan, Galih Tulus; Indriyani, Puji; Ningtyas, Rahaju
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v5i1.117

Abstract

Latar belakang:Kejang demam/Step adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu rectal di atas 38C) yang disebabkan oleh suatu proses ektrakranium (di luar rongga tengkorak). Kejang tersebut biasanya timbul pada suhu badan yang tinggi (demam).Demamnya sendiri dapat disebabkan oleh berbagai sebab, tetapi yang paling utama adalah infeksi, Demam yang disebabkan oleh imunisasi juga dapat memprovokasi terjadinya kejang demam. Pada keadaan demam kenaikan suhu 10C akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 10-15% dan kebutuhan oksigen akan meningkat 20%.World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam di seluruh dunia mencapai 16 – 33 juta dengan 500 – 600 ribu kematian tiap tahun. (Setyowati, 2013). Profil Kesehatan Indonesia tahun (2013) menggungkapkan bahwa jumlah penderita demam yang disebabkan oleh infeksi dilaporkan sebanyak 112.511 kasus demam,dengan jumlah kematian 871 orang. Jumlah kasus demam meningkat dibandingkan tahun 2012 dengan angka 90.245 kasus demam infeksi pada anak di Indonesia. Dari angka kejadian hipertermi tahun 2010 di wilayah Jawa Tengah sekitar 2%-5% terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun disetiap tahunnya. Kata kunci: World Health Organization (WHO), Kejang, imunisasi
PENGARUH TERAPI STORY TELLING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK PRASEKOLAH DENGAN HOSPITALISASI Purnama, Bayu Aji; Indriyani, Puji; Ningtyas, Rahaju
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v5i1.116

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Dalam pertumbuhan dan perkembanganya anak membutuhkan kasih sayang yang lebih dari kedua orang tua dan juga lingkunganya, dengan demikian anak akan merasa lebih nyaman. Kemudian juga seorang anak memiliki imunitas yang lemah, sehingga anak lebih mudah terserang sakit, dan tidak menutup kemungkinan mengharuskan anak untuk dirawat di Rumah Sakit serta hospitalisasi. Jumlah anak usia prasekolah di Indonesia sebesar 20,72% dari jumlah total penduduk Indonesia, berdasarkan data tersebut diperkirakan 35 per 100 anak menjalani hospitalisasi dan 45% diantaranya mengalami peningkatan kecemasan. Tujuan :untuk mengetahui pengaruh dari terapi Story Telling (bercerita) terhadap tingkat kecemasan pada anak prasekolah dengan hospitalisasi. Metode penelitian : desain penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest- posttes Hasil penelitian : menurut jurnal 1 Sebelum dilakukannya story telling sebagian besar anak 56. 4 % ( 22 responden) berada pada tingkat kecemasan sedang. Setelah diberikannya story telling sebagian besar anak 53. 8 % ( 21 responden) berada pada tingkat kecemasan ringan.. Melalui uji perbedaan paired sampel T-test, terbukti ada perbedaan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak prasekolah sebelum dan sesudah diberikan story telling. Menurut jurnal 2 Dari hasil penelitian setelah diberikan terapi pada kedua kelompok dapat dilihat pada hasil postest ke 5 antara terapi Story telling dan terapi menonton animasi kartun didapatkan nilai rata-rata 2,04 dan 8,02. Semakin kecil hasil nilai rerata pada kedua kelompok setelah intervensi menunjukkan semakin menurunnya kecemasan pada anak. artinya ada perbedaan yang signifikan rerata anak usia sekolah yang mengalami hospitalisasi setelah diberikan intervensi terapi Story telling. Kata kunci : Pemberian Story Telling, Hospitalisasi, Tingkat kecemasan

Page 1 of 10 | Total Record : 97