cover
Contact Name
Fu'ad Kautsar
Contact Email
fuad.kautsar@unmer.ac.id
Phone
+6281805098762
Journal Mail Official
jiv@unmer.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik Lantai 2 Jalan Taman Agung 1 Pisang Candi Kecamatan Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial View
ISSN : 27230414     EISSN : 26853159     DOI : https://doi.org/10.26905/jiv.v2i1.4209
Journal of Industrial View (JIV),is a scientific periodical of the Faculty of Engineering, University of Merdeka Malang, which includes a variety of research in the field of industrial engineering, or the analysis of actual case studies. Journal of Industrial View (JIV) is formed since 2019 and many of manuscript published until recent days. A Scientific periodical is intended as a means of scientific communication and a means of fostering, developing and strengthening knowledge in the field of industrial engineering. Academics, practitioners may submit his papers to the editor with the guidelines in writing. Coverage includes, but is not limited to manufacturing systems, management system, operation research, quality engineering and human factors engineering. Researchers in all industrial engineering fields are encouraged to contribute articles based on recent research.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): November 2020" : 5 Documents clear
ANALISA BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MESIN MENGGUNAKAN METODE NASA TLX DI PTJL Diana Chandra Dewi
Journal of Industrial View Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.104 KB) | DOI: 10.26905/4881

Abstract

Sumber daya manusia atau pekerja yang baik merupakan aset penting bagi perusahaan. Setiap pekerja memiliki tugas (job description) yang berbeda-beda, dan setiap pekerjaan akan menghasilkan beban kerja tersendiri. Pengukuran beban kerja sangat diperlukan untuk mengetahui sudah sesuai atau tepatkah beban kerja yang dibebankan pada pekerja tersebut. Beban kerja mental merupakan perbedaan antara tuntutan kerja mental dengan kemampuan mental yang dimiliki oleh pekerja yang bersangkutan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat beban kerja mental operator mesin, pada area mana yang memiliki tingkat beban mental paling tinggi pada operator mesin PTJL. Pengukuran beban kerja mental yang dirasakan pekerja dapat dilakukan dengan pendekatan metode NASA-TLX. Dimensi pengukuran sebagai variabel indikator kondisi pekerjaan yang dirasakan oleh pekerja antara lain berdasarkan kebutuhan mental (mental demand), kebutuhan fisik (physical demand), kebutuhan waktu (temporal demand), performansi (performance), tingkat frustasi (frustation level), dan tingkat usaha (effort). Beban kerja mental pada operator mesin di PTJL dengan metode NASATLX di dapatkan hasil skor akhir NASA-TLX bahwa area yang memiliki beban kerja mental paling tinggi pada operator mesin di BG Plant (BGP) PTJL adalah area Amine System sebesar 92,3. Dapat disimpulkan bahwa beban kerja mental pada area Amine System dirasakan sangat tinggi sehinga akan berpengaruh terhadap kinerja operator. Oleh karena itu perlu perhatian khusus dari kepala divisi Operation di BG Plant (BGP) PTJL untuk mengurangi beban kerja mental khususnya pada operator area Amine System
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA K3 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS DAN USULAN PENCEGAHAN DI UKM POWER SHUTTLECOCK Ika anggraeni khusnul khotimah; Mochammad Bagus Rahmandika
Journal of Industrial View Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.883 KB) | DOI: 10.26905/4937

Abstract

Identifikasi potensi bahaya merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap  bahaya yang dapat terjadi di suatu tempat atau aktivitas. Pemetaan risiko bahaya yang dapat terjadi sangatlah penting bagi sebuah perusahaan sebagai salah satu cara mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan meminimalisir kerusakan. Sehingga dari alasan inilah manajemen risiko terhadap bahaya yang mungkin terjadi menjadi penting untuk perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya K3 yang dapat terjadi menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan usulan pencegahan di UKM Power Shuttlecock. Penilaian FMEA dilakukan dengan wawancara kepada pemilik UKM power shuttlecock untuk mendapatkan nilai Risk Priority Number (RPN), berdasarkan nilai RPN tertinggi maka dapat menunjukan risiko bahaya yang dominan dapat terjadi untuk kemudian dilakukan perencanaan dan pengadaan alat dalam rangka pencegahan bahaya. Hasil penelitian berdasarkan analisis menggunakan metode FMEA menunjukkan risiko bahaya yang dominan dapat terjadi di UKM power shuttlecock adalah risiko bahaya kebakaran dengan nilai RPN tertinggi pada setiap proses yang ada di setiap stasiun kerja. Untuk usulan pencegahan potensi bahaya kebakaran  adalah dengan pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang mengacu pada PERMENAKERTRANS No. Per. 04 / MEN / 1980 untuk menentukan jenis, jumlah dan lokasi penempatan APAR. Maka dibutuhkan APAR ABC chemical powder sebanyak 5 unit, dengan perincian 3 unit APAR ABC chemical powder berukuran 6 kg dan 2 unit APAR ABC chemical powder berukuran 3 kg. Total biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan APAR sebesar Rp 1.674.000.
PERANCANGAN KEY PERFORMANCE INDICATORS SEBAGAI SISTEM PENILAIAN KINERJA DI PT. INTI ISAWIT SUBUR Imam Bayhaqi
Journal of Industrial View Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.128 KB) | DOI: 10.26905/4826

Abstract

Perkembangan dunia industri yang pesat mendorong perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat bertahan dan berkembang. Sistem penilaian kinerja merupakan alat untuk melakukan evaluasi internal dan penilaian strategis. PT. Inti Isawit Subur mengukur kinerja perusahaannya hanya berdasarkan aspek keuangan saja sehingga tidak menggambarkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Metode yang akan digunakan dalam merancang sistem penilaian kinerja di PT Inti Isawit Subur adalah Balanced Scorecard, karena metode ini menetapkan kriteria yang diukur menjadi empat perspektif yaitu Keuangan, Pelanggan, Proses Internal, dan Pembelajaran dan Pertumbuhan. Hasil perancangan sistem penilaian kinerja diperoleh 11 Key Performance Indicators kinerja utama. Perspektif keuangan terdiri dari 2 indikator, perspektif pelanggan terdiri dari 3 indikator, perspektif proses internal terdiri dari 3 indikator, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan terdiri dari 3 indikator. Untuk melihat keterkaitan masing-masing perspektif, perusahaan dapat melihat peta strategi yang dapat memberikan gambaran untuk meningkatkan laba perusahaan.Kata kunci: Balanced Scorecard, Key Performance Indicators, Kinerja
ANALISIS TINGKAT KELELAHAN PADA PEMBATIK BATIK TULIS MENGGUNAKAN SOFI (SWEDISH OCCUPATIONAL FATIGUE INDEX) Sony Haryanto; Renny Septiari; Mochammad Rofieq
Journal of Industrial View Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.32 KB) | DOI: 10.26905/4879

Abstract

Setiap kelelahan yang terjadi berpengaruh secara berbeda terhadap masing-masing orang sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan, baik berpengaruh secara mental maupun fisik. Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan agar tubuh terhindar dari kerusakan yang lebih lanjut, sehingga dibutuhkan waktu untuk istirahat agar terjadi pemulihan pada kondisi tubuh yang lelah. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tingkat kelelahan, produktivitas, serta hubungan antara keduanya pada pembatik batik tulis. Penelitian ini dilakukan di UKM Batik Erna di Mojokerto. Objek dalam penelitian ini yaitu pembatik batik tulis yang bekerja lebih dari 5 tahun di UKM batik Erna. Uji statistik yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, dan uji Korelasi. Pengukuran tingkat kelelahan menggunakan kuesioner Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI) .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berpengaruh signifikan antara tingkat kelelahan dengan produktivitas yang dialami oleh para pembatik batik tulis menurut uji korelasi yang dilakukan dengan hasil 0.993. Sehingga semakin tinggi tingkat kelelahan yang dialami maka semakin menurun produktivitas yang dihasilkan.
ANALISIS RESIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE HIRARC PT.SPI Abdul Wahid; Misbah Munir; Achmad Rofiq Hidayatulloh
Journal of Industrial View Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.853 KB) | DOI: 10.26905/4880

Abstract

PT.SP Imerupakan sebuah perusahaan yang memproduksi material sandwich panel. Para kontraktor, dan para penggiat infrastruktur lainnya cukup menikmati penggunaannya pada saat ini, dikarenakan dapat menghasilkan banyak keuntungan. Namun, dalam proses produksi di PT.SPI, masih ada beberapa pekerjaan yang masih manual dalam proses pengerjaannya. Sehingga mungkin dapat menyebabkan terjadinya resiko kecelakaan kerja. Karena setiap pekerjaan mempunyai resiko terjadinya kecelakaan  yang disebabkan karna kelalaian atau karena kurangnya penerapan dalam keselamatan  dalam  bekerja.  Penggunaan manajemen K3 sangat berpengaruh terhadap penelitian ini. Manajemen K3 merupakan sebuah upaya  untuk mencegah  terjadinya  resiko yang ada dalam aktivitas perusahaan yang dapat mengakibatkan cidera pada manusia, kerusakan atau gangguan terhadap perusahaan. Metode HIRARC merupakan manajemen resiko dan yang menentukan arah  penerapan K3 dalam perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan bahwa metode HIRARC ini, dapat menganalisis resiko keselamatan kerja dalam mengetahui tingkat resiko keselamatan kerja di PT.SPI. Penelitian menunjukkan bahwa sikap pekerja sangat berpengaruh terhadap penerapan kesehatan dan keselamatan kerja pada saat terjadinya kecelakaan kerja. Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam bekerja digunakan untuk melindungi dan menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Kemudian faktor yang berpengaruh terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja yaitu: faktor manusia, faktor standarisasi, faktor lingkungan kerja, faktor sarana prasarana yang meliputi alat pelindung diri, dan faktor cuaca. Saran dari penelitian ini adalah perusahaan segera mewujudkan Kebijakan atau Standart Operasional Prosedur (SOP), memperhatikan faktor penyebab kecelakaan kerja, dan menambahkan variabel produktivitas untuk penelitian selanjutnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5