cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
qathruna@uinbanten.ac.id
Phone
+628121907168
Journal Mail Official
qathruna@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No. 30 Panancangan Cipocok Jaya, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Qathrun Jurnal Keilmuan dan Pendidikan Islam
ISSN : 2406954X     EISSN : 27765563     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/qathruna
Core Subject : Education,
QATHRUNÂ: Jurnal Keilmuan dan Pendidikan Islam invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies in the areas of Islamic Education, which cover the following research focuses: Learning strategy of Islamic education Development of Islamic education curriculum Curriculum implementation of Islamic Education Development of learning media and resources of Islamic education Islamic education learning evaluation Practices of Islamic education learning in school Inclusive education in Islamic education Action research in Islamic education
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018" : 7 Documents clear
MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI ISLAM DAN PERGURUAN TINGGI UMUM Atiyah Atiyah
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam adalah suatu proses kegiatan penyusunan, pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum pendidikan agama Islam. Ada empat asas dalam pengembangan kurikulum yaitu asas filosofis, sosiologis, organisatoris dan psikologis. Selain itu, terdapat empat pendekatan dalam pengembangan kurikulum di antaranya, yaitu pendekatan subjek akademik, pendekatan humanistic, pendekatan teknologi, dan pendekatan rekonstruksi social. Untuk meningkatkan mutu PTAI, maka kurikulum yang diterapkan perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan asas-asas pengembangan kurikulum di atas. Pengembangan kurikulum PTAI harus berbasis kompetensi, agar lulusannya memiliki kompetensi handal sesuai bidang garapannya. [1]Pemerintah menempatkan pendidikan agama sebagai khasanah bangsa yang harus dilestarikan dan ditumbuhkembangkan di kalangan generasi muda. Dalam setiap jenjang pendidikan, agama menjadi mata pelajaran wajib tanpa kecuali. Tuntunan ke arah itu cukup beralasan. Pemahaman tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah/ perguruan Tinggi dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu PAI sebagai aktivitas dan PAI sebagai fenomena. Pada domain yang pertama dimaksudkan bahwa PAI sebagai upaya yang dilakukan secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup dan kehidupannya, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental dan sosial yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam. Sedangkan PAI sebagai fenomena merupakan peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih dan/atau penciptaan suasana yang dampaknya kepada berkembangnya suatu pandangan hidup yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran-ajaran Islam, yang diwujudkan dalam sikap hidup serta keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak.
KURIKULUM KULLIYATUL MU’ALLIMIN AL-ISLAMIYAH (KMI) GONTOR DAN DISIPLIN PONDOK PENUMBUHKEMBANG KARAKTER SANTRI Muhajir Muhajir; Abdul Mufid Setia Budi
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UU Sisdiknas No. 20 th 2003 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Fenomena yang kita saksikan di sekitar kita, kondisi masyarakat kita, seakan jauh dari nilai-nilai karakter yang digariskan oleh agama Islam dan bangsa Indonesia. Krisis moral ini seakan melanda seluruh lini dari kehidupan kita, baik, ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Krisis multidimensi ini telah menembus seluruh bidang kehidupan termasuk karekter, moral, etika, norma dan tata nilai. Terjadinya kejahatan di mana-mana, semakin maraknya pornografi dan pornoaksi, penyebaran narkoba dan psikotropika yang seakan tidak bisa dibendung lagi, tawuran pelajar, hilangnya rasa tanggung jawab terhadap masa depan. Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam berjiwa Pesantren, dengan Kyai sebagai sentral figurnya, dan masjid sebagai titik pusat yang menjiwainya. Dilaksanakan di dalamnya totalitas kehidupan kampus yang dinamis dengan disiplin dalam semua aspeknya. Inilah yang mendorong penulis untuk menulis tentang Kurikulum KMI dan Disiplin Pondok dalam pengembangan karakter santri. Tujuannya adalah mendiskripsikan Kurikulum KMI, disiplin pondok dan karakter santri. Kurikulum Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), disiplin dan karakter santri dipengaruhi oleh 14 kualifikasi pemimpin ala Gontor, pengarahan dan pemberian tugas sebagai upaya aplikatif membangun kesadaran disiplin dan karakter. Pelaksanaan kurikulum Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dan disiplin dalam rangka pengembangan karakter santri diterapkan dalam kegiatan yang sudah terpola, secara harian, mingguan, semesteran, dan tahunan.
PERTUMBUHAN MADRASAH Syahid Syahid
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat paparan sejarah yang komprehensip, maka dapat diklasifikasikan perkembangan lembaga pendidikan Islam, yaitu lembaga pendidikan Islam sebelum madrasah, lembaga pendidikan Islam madrasah sebelum munculnya madrasah Nidhamiyah, dan madrasah Nidhamiyah itu sendiri. Sebelum munculnya madrasah, terdapat variatif lembaga pendidikan Islam. Setelah munculnya lembaga pendidikan madrasahpun, cukup banyak madrasah yang munncul saat itu, seperti madrasah Qait Bey, madrasah Miyan Dahiyah, madrasah Ursufiyah dan lain-lain. Madrasah-madrasah yang muncul sebelum muculnya madrasah Nidhamiyah memang tidak ada yang sebesar madrasah Nidhamiyah, dan tidak ada madrasah yang semasyhur madrasah Nidhamiyah. Periode awal sebelum munculnya madrasah Nidhamiyah, banyak madrasah yang muncul, namun tidak sebesar dan semasyhur madrasah Nidhamiyah. Dan siklus madrasah saat itu sangat silih berganti, karena madrasah dari kecil dibesarkan, setelah besar hancur lagi dan muncul madrasah baru lagi, begitu seterusnya. Kemudian muncul madrasah Nidhamiyah, yang besar dan masyhur, kenapa masyhur dan besar, karena didukung oleh pemerintah, dan secara politis memang sebagai kendaraan politik pemerintah. Madrasah sebelum madrasah Nidhamiyah kebanyakan dididrikan oleh para dermawan dermawati non hijazi, sehingga ketika madrasah itu bangkrut, maka gulung tikar, dan gedungnya dijual kemudian dijadikan pemondokan haji.
TUJUAN KURIKULUM PAI DALAM UNGANG-UNDANG PENDIDIKAN Uswatun Hasanah
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the independence of Indonesian Republic until now , Islamic education continues to evolve with the times, Accommodation madrassah into the national education system became the forerunner of Islamic madrassah as education providers who are subject to the national education system, madrassah eventually modified into distinctively Islamic. At least three periods of the implementation of the National Education System Law in Indonesia since 1950 until now. Educational objectives formulated in the National Education Act, both Law No. 4 Year 1950 jo Law No. 12 of 1954 which created the human being educated Indonesia as "Humans are capable and democratic decency and responsibility about the welfare of society and the homeland" or Law No. 2 1989 idealize Indonesian fully human beings, the "man who is faithful and devoted to God Almighty and noble character, physically and mentally healthy, have the knowledge and skills, personality steady and independent and have a sense of civic responsibility and nationality", and the latter Act No. 20 of 2003 which aspires "man who is faithful, pious and noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and become citizens of a democratic and responsible". Among the goals of education in education law in 1950, 1989 and 2003, there is a clear shift towards improvement.
LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBELUM MADRASAH Sukhoiri Sukhoiri
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan Islam sebelum madrasah merupakan catatan sejarah yang cukup mengesan dalam Sejarah Pendidikan Islam. Mengapa demikian, karena secara definitive, lembaga tersebut belum memenuhi syarat sebagai lembaga pendidikan, tetapi sangat mewarnai sejarah. Lembaga pendidikan ini sangat variatif dan banyak, serta mewakili dari seluruh jejang pendidikan yang ada. Lembaga pendidikan tersebut meliputi; masjid, kuttab, ribbath, halaqah, syuffah, majelis, baik melejis muhadharah maupun mejelis munadharah, sollun, al-bimaristan dan lain-lain. Lembaga pendidikan ini mewakili semua jenjang, baik untuk tingkat anak, remaja, maupun dewasa. Bahkan tidak hanya itu, ada yang bersifat syar’i, theologis, sufistik dan akademik. Lembaga-lemabaga penndidikan ini merupakan tonggak sejarah dalam pendidikan Islam klasik sebelum munculnya madrasah. Dari sisi manajemen, mungkin lembaga pendidikan ini belum tersentuh oleh manajemen modern, tetapi fondasi menuju ke arah maju sangat kelihatan.
MEMBACA PERMULAAN UNTUK ANAK PAUD DAN SD/MI KELAS AWAL Fahmi Fahmi
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca permulaan merupakan sesuatu yang sangat penting sekali untuk anak usia dini yang baru mengenal membaca, baik anak di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) atau anak sekolah dasar (SD/MI) kelas awal yaitu kelas 1 dan 2. Membaca permulaan harus dikenalkan sebelum masuk sekolah dasar baik di lingkungan keluarga oleh kedua orang tuanya dan di lingkungan lembaga pendidikan anak usia dini oleh gurunya agar ketika anak memasuki belajar sekolah dasar telah mengenal dan memiliki pengalaman tentang pembelajaran membaca permulaan. Kemampuan membaca permulaan sebagai salah satu ukuran anak dapat mengikuti kegiatan belajar membaca di sekolah dasar di kelas 1. Jika anak belum memiliki kemampuan membaca permulaan maka kegiatan belajar membaca akan merasa kesulitan. Jika anak di semeseter kedua belum memiliki kemampuan membaca permulaan dengan baik maka bisa jadi anak tidak naik kelas 2 karena salah satu syarat untuk naik ke kelas 2 anak telah memiliki kemampuan membaca permulaan dengan baik. Jika dipaksakan anak naik ke kelas 2 maka anak akan merasa terbebani mengikuti kegiatan belajar.
PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWATERHADAP PRESTASI BELAJAR PAI Hunainah Hunainah; Dede Fatchuroji
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukan beberapa siswa yang memperoleh prestasi belajar yang baik, sementara latar belakang pendidikan dan kecerdasan emosionalnya kurang, sebaliknya ada siswa yang memiliki orang tua dengan kecerdasan emosional yang baik, dimana orang tuanya juga memiliki latar belakang tingkat pendidikan yang tinggi, tetapi hasil belajarnya rendah. Selain itu terdapat suatu kenyataan bahwa siswa yang memiliki orang tua yang berlatar belakng penidikan rendah atau tidak berpendidikan ternyata siswa tersebut mampu meraih prestasi belajar yang baik. Sebaliknya keluarga yang berpendidikan tinggi ternyata kurang berhasil dalam mendidik anaknya sehngga mendapatkan prestasi belajar yang rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah terdapat pengaruh latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar PAI siswa Kelas XI di SMKN 1 Kragilan? (2) Apakah terdapat pengaruh kecerdasan emosinal siswa terhadap prestasi belajar PAI siswa Kelas XI di SMKN 1 Kragilan? (3) Apakah latar belakang pendidikan orang tua dan kecerdasan emosional siswa secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar PAI siswa Kelas XI di SMKN 1 Kragilan? Penelitian ini bertujuan: Untuk Mengetahui adanya pengaruh latar belakng pendidikan orang tuadan kecerdasan siswa terhadap prestasi belajar PAI. Metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi 440 siswa kelas XI dari 13 rombel kemudian diambil sampel secara acak 44 siswa, dengan sumber data primer diperoleh dari tes dan koesioner sebanyak 20 soal, Pengolahan data menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian terdapat pengaruh latar belakang pendidikan orang tua X1 dan kecerdasan emosional X2 terhadap prestasi belajar PAI siswa Y secara sendiri-sendiri X1 terhadap Y sebesar 12,9% dalam katagori sangat rendah, X2 terhadap Y sebesar 40,6% dalam katagori sedang. Sedangkan secara bersama-sama X1 dan X2 terhadap Y sebesar 50,6% masuk dalam sedang, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dari pengolahan data diperoleh persamaan regresi yang terbentuk anatar X1, X2 dan Y adalah = 11.562 + 1.038 X1 + 0, 557 X2 artinya jika X1, dan X2 diabaikan maka Y sebesar 11.562 Dan setiap penambahan 1 point pada X1 akan memberikan tambahan Y sebesar 1.038 dan setiap penambahan 1 point pada X2 akan memberikan tambahan Y sebesar 0,557 Persamaan regresi ini signifikan pada X1 dengn nilai signifikansi 0,00 < 0,05, dan signifikan pada X2 dengan nilai sig 0,00 < 0,05.

Page 1 of 1 | Total Record : 7