cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN READING COMPREHENSION MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IIS 2 SEMESTER GANJIL MAN 4 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2018-2019 SULISTIO, ANDI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.50

Abstract

Tujuan penelitian dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah siswa diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terhadap materi reading comprehension melalui penelitian tindakan kelas yang terdiri atas pre tindakan, tindakan siklus I dan tindakan siklus II. Data yang diambil dalam penelitian ini merupakan data hasil wawancara, observasi tindakan siklus I dan II serta data pendukung lainnya. Dari hasil penelitian diperoleh data telah terjadi peubahan tingkat pemahaman peserta didik menjadi lebih baik. Hal ini terlihat dari perubahan hasil nilai rata-rata kelas dari 54,97 pada pre tindakan menjadi 68,97 pada siklus I dan 81,94 pada siklus II. Sedangksn ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 8,2% sebelum adanya tindakan menjadi 79,41% diakhir tindakan pada siklus II. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstektual mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi reading comprehension pada mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas XI IIS 2 MAN 4 Kediri semester ganjil tahun pelajaran 2018-2019.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI JARINGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI LINTAS MINAT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH WIDIASTUTI, ASIH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.51

Abstract

Model pembelajaran Make A Match dalam penelitan ini diterapkan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan minat belajar biologi, bagaimana meningkatkan prestasi belajar Biologi serta meningkatkan prosentasi pencapaian nilai KKM dalam materi jaringan mata pelajaran Biologi kelas XI IIS 1 MAN Wonogiri di tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus yang setiap siklusnya melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada tindakan siklus I dengan menerapkan model Make A Match indikator pencapaiannya masih belum sesuai harapan peneliti sehingga perlu ditindak lanjuti ke siklus II sebagai hasil refleksi dari siklus I. Penerapan model Make A Match dalam hal ini sudah terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa yang mana di siklus I minat belajar amat baik = 26,67%, baik = 50% dan cukup = 23,33%, sedangkan pada siklus II, minat belajar amat baik = 53,33%, baik = 43,33% dan cukup = 3,33% sedangkan prestasi belajar siswa juga dapat ditingkatkan, dari siklus I yaitu nilai terendah 43 menjadi 58 pada siklus II. Nilai tertinggi siswa dapat ditingkatkan dari 92 di siklus I menjadi 100 pada siklus II. Nilai rata-rata kelas dari siklus I yaitu 72,83 menjadi 87,5 pada siklus II. Dan ketuntasan belajar siswa dari 60% di siklus I menjadi 88,50% pada siklus II.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SEKOLAH MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN PELET SUTERA DI SMPN 2 TALEGONG SUWANDANA, CUCU
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.52

Abstract

Tujuan dari penulisan best practices ini adalah untuk mengatasi masalah ketidakefektifan manajemen sekolah dengan melaksanakan model manajemen sekolah yang menekankan pada pelayanan yang Peduli dan Telaten serta memberikan Sugesti dan memelihara Tradisi, yang kemudian penulis menyebutnya dengan Manajemen Layanan Pelet Sutera (selanjutnya disingkat ML-Pelet Sutra). Pelet akronim dari Peduli dan telaten, Peduli berarti peduli atas dasar energi kesadaran dan kasih sayang. Sutra akronim dari sugesti, tradisi. Sugesti berarti saran, anjuran, pengaruh yang dapat menggerakkan orang dan sebagainya. Dalam kaitan ini sugesti diterapkan untuk memberikan pengertian, pemahaman dan pencerahan kepada guru dan karyawan, peserta didik, dan masyarakat warga sekolah di SMPN 2 Talegong untuk bersama-sama berusaha meningkatkan prestasi sekolah. Tradisi adalah adat kebiasaan turun-menurun (dari nenek-moyang) yang masih dijalankan di masyarakat; Tradisi juga berarti penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan cara yang paling baik dan benar. Metode penulisannya dengan cara mendeskripsikan apa yang telah dilakukan selama menjalankan ML-Pelet Sutera, mulai dari dilaksanakan program semangat pagi, program embun pagi, program “DUTA Mengaji”, program lesson study, program “SABER PUNGLI”(Sabtu Bersih Pungut Limbah), program salat berjamaah dan salat duha bersama, kegiatan IHT (In House Training) atau Workshoop, program supervisi pembelajaran, pengembangan kewirausahaan melalui penanaman pohon lada hasil susup batang dengan pohon melada, sampai dengan program pembelajaran budaya pemanfaatan bahan baku bambu yang biasanya hanya menjadi kayu bakar menjadi sesuatu yang bernilai artistik. Hasil yang dicapai setelah dilaksanakan ML-Pelet Sutera di SMPN 2 Talegong, di antaranya adalah bertambahnya Sarpras dan fasilitas, Terbangunnya ketertiban dan kedisiplinan dilandasi semangat kebersamaan, Kekeluargaan dan semangat berprestasi di kalangan guru dan siswa, Meningkatnya kepercayaan, Kepedulian dan partisipasi masyarakat, Meningkatnya profesionalitas guru/karyawan dan hal ini berdampak positif bagi peningkatan prestasi belajar peserta didik di sekolah, yang pada ujungnya meningkatnya pretasi sekolah.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MELAYANI PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI COVID-19 PURWANINGSIH, HENI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.53

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengambarkan tugas dan fungsi guru Bimbingan dan Konseling, dalam membantu kelancaran pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam kesempatan ini adalah studi literatur. Teknik pengumpulan data dengan menggali informasi dari berbagai sumber rujukan. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis untuk kemudian menjadi dasar dalam membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian menegaskan peran guru bimbingan dan konseling dalam satuan pendidikan sangat urgen, karena merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan. Situasi dan kondisi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh, menimbulkan berbagai benturan antara peserta didik dengan guru. Kehadiran guru bimbingan dan konseling bisa menjembatani antara guru mata pelajaran dan anak yang mengalami masalah belajar. Kenyamanan peserta didik dalam belajar akan menjadi penentu keberhasilan pengajaran. Rasa nyaman erat hubungannya dengan rasa percaya diri peserta didik. Kondisi ini menuntut kerjasama antara kepala sekolah, guru mata pelajaran dan guru bimbingan dan konseling agar memberikan warna dalam keberhasilan pengajaran.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-MIA SMAN 1 WOLOWAE KABUPATEN NAGEKEO PADA POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) RIKU, MOSES
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada pokok bahasan Ikatan Kimia. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Wolowae Propinsi NTT Tahun Pelajaran 2017/2018 pada kelas X-MIA dengan jumlah siswa yang diteliti sebanyak 15 orang siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terbagi dalam 2 siklus, dengan jumlah pertemuan dalam masing-masing siklus adalah 2 kali pertemuan. Materi pembelajaran yang diajarkaan selama dalam penelitian ini adalah Ikatan Kimia. Hasil belajar siswa merupakan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini. Perolehan hasil belajar siswa berupa nilai rata-rata pada siklus I, adalah sebesar 71,66 dengan perolehan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80. Adapun jumlah siswa yang telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 sebanyak 5 orang (33,33%). Pada siklus II, perolehan hasil belajar siswa berupa nilai rata-rata 80,33 dengan perolehan nilai terendah 70 dan nilai tertinggi sebesar 100. Jumlah siswa yang telah mencapai KKM sebanyak 14 orang (93,33%). Terjadi peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 35,71%.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN MENERAPKAN MODEL PENGAJARAN TUNTAS PADA SISWA KELAS IX B MTS NEGERI MASAMBA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SUMARDIN, SUMARDIN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menerapkan model pengajaran tuntas pada siswa kelas IX B MTs Negeri Masamba Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan menggunakan model tindakan. Metode penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Populasi penelitian ini adalah menggunakan seluruh siswa kelas IX B MTs Negeri Masamba Tahun Pelajaran 2015/2016. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu siklus I ( 66,67 %), siklus II (75,56 %) dan siklus III (86,67 %). Hasil nilai rata-rata penilaian belajar dan jumlah siswa yang dinyatakan tuntas belajar pada setiap siklus yaitu siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 14 siswa dengan rata-rata nilai 74,28. Siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 16 siswa dengan rata-rata nilai yang dicapai 76,62. Siklus III semua siswa tuntas dengan rata-rata nilai 92,15. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran tuntas.
PREMOGAWA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TURUNAN FUNGSI TRIGONOMETRI SISWA SMA NEGERI 1 BANJARNEGARA TUJIYO, TUJIYO
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.59

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang Turunan Fungsi Trigonometri pada siswa kelas XII MIPA7 SMA Negeri 1 Banjarnegara Tahun pelajaran 2017/2018 . Metode penelitian ini adalah penelitian best practice. Subyek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara kelas XII MIPA7 Tahun pelajaran 2017/2018. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), dengan model pembelajaran yang digunakan adalah “PREMOGAWA” yaitu model pembelajaran kooperatif Presentasi Model Galeri Walk, Hasil analisa UH 1 dimana pembelajaran masih konvensional yaitu Nilai tertinggi 85, nilai terendah 20, Rata rata nilai 61,28, jumlah siswa tuntas belajar 16 (45,71%) , jumlah siswa tidak tuntas 19 (54,29%), sedang hasil UH 2 dimana pembelajaran menggunakan PREMOGAWA (Presentasi Model Galery Walk) yaitu nilai tertinggi 100, nilai terendah 70, rata-rata nilai 80,86, banyak siswa tuntas belajar 34 (97,14%) , banyak siswa tidak tuntas belajar 1 (2,86%)
TARI SIMO GRINGSING, SEBUAH UPAYA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI TARI DI KABUPATEN BATANG AZIS, ABDUL
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.60

Abstract

Budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif dan terkandung ilmu pengetahuan yang mereka gunakan dalam aktivitas kesehariannya. Kebudayaan terdiri dari berbagai aktivitas, seperti kesenian, kehidupan masyakat, peristiwa alam, sejarah dan sebagainya. Tari simo Gringsing yang merupakan bagian dari kebudayaan di Kabupaten Batang sangat perlu sekali untuk dikaji dan di pelajari sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal di Kabupaten Batang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui deskripsi tari Simo Gringsing sebagai salah satu upaya pelestarian kearifan lokal sebagai media pembelajaran seni tari di Kabupaten Batang, mewujudkan pengetahuan seni budaya lokal dalam sebagai bentuk dan pendidikan kepada masyarakat secara stimulant, bahwa penguatan kearifan lokal menjadi tanggung jawab bersama sesuai dengan peran masing-masing. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode historis dengan menggunakan pendekatan multidisipliner. Heuristik merupakan salah satu tahap awal dalam penulisan sejarah seperti mencari, menemukan dan mengumpulkan fakta-fakta atau sumber- sumber yang berhubungan dengan perkembangan Tari Simo Gringsing. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa Tari Tari Simo Gringsing merupakan salah satu jenis tari tradisi garapan baru karya Yoyok Bambang Priyambodo (pendiri Sanggar Greget Semarang) yang dikreasikan dengan tema kepahlawanan yang gagah, tegas, berani dan berwibawa. Struktur penyajian Tari Simo Gringsing terbagi menjadi tiga bagian, yaitu maju beksan, beksan dan mundur beksan. Dalam tampilannya tari Simo Gringsing diiringi gamelan, rebana, jidor, terompet serta tata rias dan busana agar sajiannya lebih menarik. Sekolah sangat berpotensi dalam memerankan dirinya sebagai tempat pewarisan nilai-nilai budaya melalui Tari Simo Gringsing apabila subjek dapat menjalankan perannya sebagaimana mestinya, misalnya guru dengan difasilitasi oleh kepala sekolah dapat mengadakan ekstrakurikuler kesenian, muatan lokal dan penegembangan diri, sesuai dengan kurikulum yang ada. Masyarakat juga dapat menularkan rasa semangatnya kepada generasi mudanya, dengan begitu masyarakat dengan generasi mudanya dapat bersama-sama memajukan daerahnya dengan mempelajari tari Simo Gringsing sebagai upaya melestarikan kearifan lokal di kabupaten Batang.
MEMBANGUN MOTIVASI PESERTA PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR (PKA) MELALUI PEMBIMBINGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN INFORMASI (TIK) SAFIRI, RACHMAT BAHMIM
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.61

Abstract

Proses pembimbingan aksi perubahan peserta PKA (Pelatihan kepemimpinan administrator) di masa pandemi covid-19 saat ini bukanlah halangan untuk tetap berjalan dengan leluasa meskipun harus mematuhi aturan protokol kesehatan. Tentunya komunikasi diatur sedemikian rupa melalui tatap muka/fisik terbatas dan lebih menekankan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Metode penelitian ini disusun dan dilakukan bersifat kualitatif deskriftif dengan pendekatan studi lapangan. Prosedur pemecahan masalah dilakukan berdasarkan permasalahan yang timbul setelah diketahui mengenai pembimbingan yang pantas di masa pandemi covid-19 dengan cara yang mudah dan diminati sebagai upaya menembus kesulitan untuk bertemuka muka secara langsung. Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa Sinergitas membangun pembimbinganterhadap peserta dengan membuat suatu kesepakatan yang diatur sehinggamemunculkan motivasi pada akhirnya pembimbingan berjalan sesuai jadwal. Konsekuensi di era perubahan bisa diantisipasi secara realistis dengan cara membangun daya dorong/semangat. Apresiasi harus dimiliki sebagai modal dalam melangkah tanpa ragu ke depan menghadapi tantangan mencapai visi dan misi. Membangun sensasi dan membangkitkan gairah hidup saat tantangan hadir dapat teratasi secara bijak melalui coaching yang berkelanjutan dan sangat peduli terhadap adanya perubahan dengan memunculkan karya melebihi dari apa yang sudah ada sebelumnya.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGHITUNG LUAS PERSEGI PANJANG MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAM ACHIEVMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS III B MIN HABIRAU TENGAH KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN MA’SHUMAH, Hj. MA’SHUMAH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.62

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas, hasil belajar siswa dalam menghitung Luas Persegi Panjang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Students Team Achievment Divisions ( STAD ). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Research ) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas III B MIN Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun pelajaran 2014 / 2015 yang berjumlah 38 siswa yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 19 orang perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini pada siklus I yang mencapai persentase 64% menjadi 92% pada siklus II yang mana terjadi peningkatan sebesar 28%. Hasil pembelajaran siswa dalam materi menghitung Luas Persegi Panjang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I 68,42% menjadi 94,74% pada siklus II sehingga terjadi peningkatan sebesar 26,32%, begitu juga dari nilai rata-rata siswa pada siklus I berada pada 77,36 meningkat menjadi 85,52 pada siklus II yang mana terjadi peningkatan sebesar 8,16. Hasil dari penelitian dan penggunaaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kepada siswa kelas III B MIN Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga sangat memuaskan sehingga dinyatakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD bisa diterima di MIN Habirau Tengah.

Page 1 of 3 | Total Record : 30