cover
Contact Name
SURYANI
Contact Email
suryani@stisipolp12.ac.id
Phone
+6283179086437
Journal Mail Official
journal@stisipolp12.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.16, Parit Padang, Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung 33215
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
JURNAL STUDIA KOMUNIKA
ISSN : 27472892     EISSN : 27472892     DOI : https://doi.org/10.47995/jik.v4i1
Core Subject : Social,
Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi is a peer-review journal published by Department of Communication STISIPOL Pahlawan 12, Bangka Belitung. We welcome all contributions on the following topics: Media studies, Mass communication and journalism, Strategic communication, and New Media.
Articles 24 Documents
A Tale of Gotong Royong (Mutual Assistance) and Household’s Participations for Communal Activities in Contemporary Indonesia 2012-2014: English Aris Rusyiana; Aan Heriyana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3 No 2 (2020): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v1i1.5

Abstract

This paper examines inequality of households’ participation in collective and joint activities Indonesia. And, this paper also investigates the role of people’s collective and joint activities, related to norms-related localism, in cross-provinces study in Indonesia nowadays and in which provinces, people’s collective activities and joint activities are relatively highest among all provinces. Data comes from the National Social Economics Survey 2012 and 2014 and Village Potential Census (Podes) in 2011 and 2014 which consists of household participations’ as collective activity and the information of how many villages mostly prone to natural disasters. Drawing Podes 2011 and Podes 2014, these preliminary finding indicates that Indonesia still has varied density of localism cross-provinces in this contemporary communication sciences issue and globalization era. The specific terms of localism promote collective activity which includes mutual assistance (gotong royong). Descriptive statistical records mutual assistance (Gotong Royong) increases in Indonesia in 2014 (90.93 %) among villages cross-provinces from (88.80%) villages that still held it in 2011. Likewise, results from SUSENAS’s descriptive statistics also shows that communal activities in helping people from natural disasters are varied among provinces, as well as in public interest, religious activities and social activities. In another case, results of Pearson Bivariate Correlation show that the natural disasters occurrence associate with the percentage of households which often and always participate in helping natural disaster victims. These preliminary findings indicate the improved phenomena of density of kindness in order to communicate empathy among people, especially during existence of natural disasters. Despites unsignificant intercorrelation between two variables (density of communal services and occurrence of natural disasters), these preliminary findings indicate strengths of the value of mutual aid/mutual assistance/gotong royong in the contemporary of Indonesia. Although the finding shows no significant association between post natural disasters and density of communal activities, these preliminary findings indicate that communal activities may associate with the kindness among people in order to show their mutual self-help in all conditions, not only when natural disasters strikes cross-Indonesian provinces.
Miskonsepsi dan Mispersepsi dalam Komunikasi di Sektor Publik: Dinamika Penyusunan Peraturan Daerah di Kabupaten Tasikmalaya: English Satya Laksana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3 No 2 (2020): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v1i1.7

Abstract

Misconceptions and misperceptions that occur in the public sector on a legal object is a phenomenon that can magnify the difficulty of implementing the regulation. This paper elaborates on misperceptions and misconceptions in public communication within the case study in the process of drafting the Regional Regulations (Perda) on the Protection of Sustainable Agricultural Land (LP2B) in Tasikmalaya District, West Java Province. By using descriptive methods this paper describes the dynamics of communication among stakeholders which are fulfilled with discourse, controversy, and ego-sectoral regarding the protection of LP2B in the period 2014-2019. Furthermore, this paper synthesizes the writer's own conceptions and arguments to correct the misperceptions and misconceptions based on academic references and relevant statutory arguments. The importance of this paper is for problem mapping and problem-solving of the complexity of LP2B protection in order to minimize discourse in public communication regarding LP2B. Policy implications are discussed.
Pengembangan Model Literasi melalui Dongeng dalam Memotivasi Membaca dan Menulis Berbasis Bahasa Indonesia: English Yang Gusti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3 No 2 (2020): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v1i1.8

Abstract

Dalam observasi dan pengamatan di SDN 20 Matras Sungailiat, penulis mendapati masih banyak siswa—khususnya kelas V—memiliki kemampuan literasi yang minim dan rendah dalam minat membaca. Padahal, sarana perpustakaan sekolah sangat mendukung kegiatan literasi. Ketersediaan dan ragam buku bacaan yang ada di perpustakaan terbilang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan literasi membaca, menulis dan memahami isi materi dengan metode bercerita. Dalam kegiatan penelitian ini, metode bercerita memberikan pengembangan baru dan mempermudah anak untuk memahami isi materi dan perbendaharaan kosakata siswa SDN 20 Matras. Subjek penelitian ini adalah murid-murid kelas V SDN 20 Matras yang berjumlah sebanyak 36 anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi, hasil pengamatan, wawancara, dan dokumen catatan lapangan. Berdasarkan temuan penelitian, dapat dinyatakan bahwa minat membaca siswa SDN 20 Matras sangat rendah, dan pengenalan literasi belumlah maksimal. Peran guru serta upaya untuk mengembangkan model bercerita belum diterapkan di sekolah tersebut. Penelitian ini menjadi alternatif solusi untuk mengembangkan model bercerita kepada siswa SDN 20 Matras agar mereka termotivasi untuk membiasakan budaya membaca dan menulis sehingga kegiatan literasi dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Model Komunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar: English Eqi Marehan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3 No 2 (2020): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v1i1.9

Abstract

Penelitian ini membahas komunikasi interpersonal guru dalam model interaksional untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 27 Jelitik Sungailiat Bangka. Teori yang digunakan adalah model interaksional.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian komponen input bertujuan memotivasi guru pelajaran, guru kelas, dan siswa-siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan baik agar nilai siswa menjadi baik sehingga memudahkan langkah-langkah para guru dalam memajukan kualitas proses belajar mengajar.Komponen proses, yaknikomunikator, adalah para guru termasuk kepala sekolah. Gaya komunikasi dilakukan dua arah, komunikasi verbal dan nonverbal. Komponen output berupa sikap berubah siswa lebih baik, lebih percaya diri. Efeknya adalah guru termotivasi memajukan kualitas pembelajaran sehingga bisa menjadi lebih baik dan menjadikan SD Negeri 27 Jelitik ini sebagai role model bagi sekolah lainnya yang ada di gugus yang sama.
Layanan Informasi Publik dan Partisipasi Publik Suryani Suryani
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2019): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v2i2.25

Abstract

Layanan informasi publik merupakan satu konsep dasar pemerintah untuk melaksanakan amanat Undang-Undang 1945, dalam menyiapkan segala akses komunikasi dan informasi dengan menyediakan segala jenis saluran yang tersedia. Baik melalui media pos dan telekomunikasi, penyiaran, media komunikasi sosial dan media massa serta berbagai media yang bersifat interpersonal sebagai bagian dari perwujudan ruang publik untuk melakukan kegiatan komunikasi dan informasi. Penelitian ini ingin memahami terkait fenomena layanan informasi yang dilakukan oleh Badan Publik dalam konteks pemenuhan kewajiban terhadap hak masyarakat dalam memperoleh informasi. Serta keterlibatan publik untuk berpartisipasi mendapatkan informasi tersebut sekaligus sebagai ruang dalam melakukan kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintah. Layanan keterbukaan informasi publik sesunggunya dapat mendorong pada perbaikan layanan, peningkatan kinerja dan akutanbilitas program-program yang dijalankannya. Kabupaten Bangka telah membuka dan memberikan akses yang seluas-luasnya bagi publik untuk mendapatkan informasi meski terkesan belum terlalu maksimal tapi dirasakan sudah cukup siap dalam pemenuhan hak-hak untuk tahu bagi masyarakat Kab. Bangka. Pastisipasi publik dalam memanfaatkan akses mendapatkaninformasi tersebut terlihat tidak terlalu maksimal. Partisipasi publik dalam mendapatkan informasi masih pasif, dengan memanfaatkan apa sudah disediakan oleh media. Sehingga kebutuhan informasi masyarakat di Kabupaten Bangka hanya berdasarkan kepada agenda media dan agenda kebijakan tidakkepada agenda publik. Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada Pemerintah Kabupaten Bangka untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif dalam meningkatkan partisipasi aktif publik dalam memenuhi kebutuhan mereka terhadap informasi. Dan kepada masyarakat agar dapatmenggunakan hak tahunya dengan maksimal sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Peluang Baru dalam Jurnalisme Online Iksander Iksander
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2019): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v2i2.26

Abstract

Editor Media Sosial (EMS) adalah pekerjaan yang muncul dari penetrasi teknologi digital terhadap industri jurnalistik. Sebagai sebuah pekerjaan baru, Editor Media Sosial masih berada dalam posisi yang kurang jelas dalam ruang redaksi awalnya. Kendati adanya fakta yang membingungkan ini, namun masih saja ada orang dari ruang redaksi online yang ditugaskan untuk mencari perhatian komunitas lewat perbincangan maya, selain membuat posting terbaru mengenai suatu berita di beranda Facebook atau memberikan informasi tertentu pada laman Twitter. Karenanya, makalah ini ditujukan untuk mendefinisikan peranan EMS, posisinya dalam ruang redaksi dan organisasi media. Lebih lanjut, makalah ini juga mendiskusikan kecenderungan pekerjaan ini dan masa depannya Disimpulkan bahwa masih ada banyak nama untuk mendefinisikan tugas sebagai EMS. Temuan lainnya juga menyimpulkan bahwa editor jenis ini telah terintegrasi ke dalam organisasi redaksi secara baik dan mampu beradaptasi dengan kerja ruang redaksi. Simpulan lainnya adalah bahwaEMS bekerja dalam ketrampilan ganda, yakni membuat para pengguna lain terlibat dalam proyek crowdsourcing sekaligus bagaimana mengirimkan berita yang bernilai tinggi kepada pembaca.Simpulan penting lainnya adalah EMS pada dasarnya adalah seorang jurnalis itu sendiri, sehingga ia harus membuat berita dalam secara cepat sekaligus bagaimana membuat berita tersebut akurat.
MAKNA TRADISI BUDAYA NGANGGUNG DI KABUPATEN BANGKA (STUDI PADA DESA KEMUJA KECAMATAN MENDOBARAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW) Rusman Rusman; Emi Heningsih
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2019): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v2i2.27

Abstract

Setiap suku bangsa memiliki kebudayaan masing-masing yang berbeda antara budaya yang satu dengan yang lain. Kebudayaan tidak akan ada tanpa adanya kehidupan manusia, yang selalu berhubungan satu sama lain. Proses pembentukan kebudayaan punmembutuhkan waktu yang lama, hal itu menyangkut suatu kebiasaan, baik komunikasi, tindakan atau hasil karya manusia yang menciptakan berbagai adat-istiadat, nilai-nilai atau aturan sosial yang hingga saat ini masih dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat yang kaya akan budaya. Masih banyaknya masyarakat Bangka ini tidak memahami tradisi budaya Nganggung, padahal jika diteliti lebih dalam lagi tradisi ini sangat besar perannya dengan status keIslaman di pulau Bangka sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi budaya Nganggung di Kabupaten Bangka (Studi pada Desa Kemuja kecamatan Mendobarat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW)
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL SEBAGAI HUMAN CAPITAL TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SDM PADA INDUSTRI PARIWISATA BANGKA Ida Royani Damayanti; Yera Yulista
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2019): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v2i2.28

Abstract

Ketertarikan wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata tidak hanya sekedar diukur dari indahnya obyek wisata, fasilitas yang diberikan namun pelayanan yang diberikan jauh lebih berarti dan patut diperhatikan oleh pelaku bisnis pariwisata. Komunikasi interpersonal yang baik dan mudah dimengerti merupakan bagian dari modal manusia sebagai bentuk keunggulan kompetitif Sumber Daya Manusia, apalagi saat ini Indonesia sudah memasuki MEA jelas persaingan semakin melebar, artinya jika persaingan berskala internasional ini tidak disikapi secara maksimal tentunya akan menimbulkan lesunya dunia bisnis khususnya sektor pariwisata di Pulau Bangka yang merupakan bagian dari Propinsi Kep. Babel. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui pengaruh komunikasiinterpersonal sebagai human kapital terhadap keunggulan kompetitif sumber daya manusia padaindustri pariwisata Bangka. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menyebarkankuesioner kepada 100 responden populasi yang dalam penelitian ini adalah masyarakat Bangka yangterdiri dari 5 kabupaten kota di Pulau Bangka. Pengujian statistik menggunakan analisis regresilinier sederhana, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil dan pembahasan ini menunjukkan bahwakomunikasi interpersonal sebagai modal manusia berpengaruh positif dan signifikan pada keunggulankompetitif sumber daya manusia di industri Pariwisata Bangka.
LUMBUNG PAPRIKA INDONESIA: DESA PASIRLANGU Studi Kasus Komunikasi Pertanian di Desa Pasirlangu Kabupaten Bandung Barat sebagai Lumbung Pertanian Paprika di Indonesia Jenny Ratna Suminar; Cut Meutia Karolina; Eny Ratnasari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2019): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v2i2.29

Abstract

Desa Pasirlangu dikenal sebagai daerah penghasil paprika. Ada kekhawatiran dari beberapa pihak atas keberlanjutan Desa Pasirlangu sebagai lumbung paprika dikarenakan kecenderungan generasi penerus yang kurang antusias untuk melanjutkan kiprah para pendahulunya. Penelitian ini bertujuan untuk memotret dan memahami pola komunikasi pertanian masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tradisi studi kasus, sehingga data diambil dengan teknik wawancara mendalam dan observasi dari beberapa narasumber. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada dua pola komunikasi yang terjadi yaitu pola komunikasi petani individu dan petani kelompok. Pola komunikasi petani individu dikategorikan sebagai pola komunikasi primer dan sekunder. Karena petani individu satu dengan yang lain berkomunikasi secara langsung dan menggunakan media elektronik handphone melalui aplikasi pesan. Sedangkan, pola komunikasi petani kelompokdikategorikan sebagai pola komunikasi primer, sekunder, dan sirkular. Karena dalam proses mencari dan membagi informasi pada petani yang lain khususnya kelompok yang menjadi opinion leader adalah ketua kelompok. Selain itu, karena para kelompok tani juga berkomunikasi secara langsung dan bermedia elektronik berupa handphone melalui aplikasi.
Simbolisme Lempah Kuning Sebagai Daya Tarik Wisata Gastronomi Kabupaten Bangka Ferdiana Ferdiana; Agung Ferianda
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3 No 1 (2020): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v3i1.35

Abstract

Lempah kuning tidak hanya sekadar hidangan tapi juga nilai-nilai budaya setempat sehingga dapat dijadikan sebagaidaya tarik wisata gastronomi.Memaknai simbol masakan lempah kuning dapat menjadi acuan sebagai sebuahinovasi atau ide baru yang mampu mewujudkan harapan Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung untukmenjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan pasca-timah.Metode penelitian ini menggunakan perspektifkualitatif dengan pendekatan etnografi/budaya. Teknik pengumpulan data antara lain observasi, wawancara, dandokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori interaksionisme simbolik.Hasil penelitian bahwa simbolismelempah kuning sebagai daya tarik wisata gastronomi Kabupaten Bangka antara lain sebagai berikut: (1) lempah kuning adalah simbol kebiasaan kuliner masyarakat Bangka dalam memenuhi kebutuhan fisiologis; (2) lempah kuning sebagai simbol kebersamaan, kekeluargaan pengikat solidaritas masyarakat Bangka karena kebiasaan makan bersama; (3) lempah kuning sebagai simbol identitas kuliner masyarakat kepulauan seperti di Bangka karenapenyebutan nama masakan lempah dan masakan lempah kuning merupakan khas Bangka (istilah ‘lempah’ mengacu pada perilaku konsumsi masyarakat Bangka terhadap hasil perairan baik sungai maupun laut); (4) lempah kuning sebagai simbol pengetahuan masyarakat Bangka dalam memasak ditandai kemampuan pengolahan hasil sumber daya alam sebagai bahan lempah kuning.

Page 1 of 3 | Total Record : 24