cover
Contact Name
Retno Trimurtiningrum
Contact Email
retnotrimurti@untag-sby.ac.id
Phone
+6281703699032
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No 45, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EXTRAPOLASI
Core Subject : Engineering,
Extrapolasi is published by Bachelor of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to our scope are Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 98 Documents
ANALISIS LIMBAH BATUBARA (FLY ASH) SEBAGAI ALTERNATIF SEMEN UNTUK BETON PADA PERISAI SINAR PENGION COBALT – 60 DITINJAU DARI SEGI BIAYA ., Hudhiyantoro; ., Hariyadi
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.822

Abstract

Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkankualitas beton, teknologi bahan dan teknik-teknik pelaksanaan.Penelitian dan percobaan tersebutdimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap pemakaian beton serta mengatasikendala-kendala yang sering terjadi pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Khususnya beton yangberfungsi sebagai perisai terhadap sinar pengion. National Council on radiation and Measurement ( NCRPno.49 ) mensyaratkan densitas beton minimal 2,35 gr / cm3. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatanbeton dan densitas adalah meningkatkan pemadatannya, yaitu meminimumkan pori atau rongga yangterbentuk di dalam beton. Penggunaan bahan tambah (admixture) dapat membantu memecahkanpermasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan dan densitas padabeton normal dan beton berbahan fly ash 10 % ( sebagai pengganti semen) , serta untuk mengetahui adakahperbedaan ketebalan pada dua varian beton terhadap sinar pengion Cobalt – 60 berenergi 1, 25 Megaelectron Volt ( MeV ) sebagai proteksi pada radiasi. Penghematan biaya yang dihasilkan dengan komposisipenggantian semen dengan abu terbang (Fly Ash) sebanyak 10% dari berat semen, penambahanSuperplasticizer Sika Viscocrete sebanyak 1% dan faktor air semen ditentukan sama pada semua variasicampuran. Sampel yang digunakan adalah berbentuk silinder (diametr 15 cm x tinggi 30 cm), mutu betonyang direncanakan 40 MPa pada umur 28 hari. Sampel diuji pada umur 28 hari, dengan terlebih dahuludilakukan perawatan sebelum pengujian. Jumlah sampel sebanyak 24 sampel, terdiri dari 2 variasi danmasing-masing variasi sebanyak 12 sampel. Hasil penelitian membuktikan bahwa beton dengan fly ash 10 %mempunai kuat tekan sebesar 42,83 MPa serta densitas sebesar 2,42 kg / m3 . Pada Uji sinar pengionCobalt-60 berenergi 1,25 Mev, beton dengan fly ash 10 % pada ketebalan 60 cm mampu menahan sinarpengion tersebut dan menghasilkan penghematan biaya Rp 9.571.725,-.Kata Kunci : Beton, kuat tekan, densitas , superplasticizer, .fly ash. dan sinar pengion Cobalt - 60
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TURNAROUND TERHADAP PEMBANGUNAN KAPAL BARU DENGAN METODE AHP Studi Kasus pada Turnaround di PT. PAL Indonesia (Persero) Surabaya Moetriono, Hary; Susanti, Nani Ari
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.816

Abstract

Salah satu kekhasan proyek yang ruang lingkupnya dinamis adalah proyek tersebut dapat berkurangataupun bertambah, bisa berurutan atau tidak. Sebagai contoh ketika saat pelaksanaan pekerjaan, ternyataunit yang diperiksa masih layak untuk digunakan, maka ditunda dulu pekerjaannya tersebut. Begitu pula bilapada suatu rangkaian unit produksi terdapat perbaikan yang harus didahulukan, walaupun tidak beradapada rangkaian unit yang pertama , maka harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Tetapi dikarenakandari pihak perusahaan hanya menyediakan waktu yang sedikit, maka pengelolaan proyek pembangunankapal yang ruang lingkupnya dinamis tersebut harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Dalam studi kasusini, penulis menemukan proyek yang mempunyai ruang lingkup dinamis proyek turnaround di sebuahperusahaan galangan kapal. Pada proyek turnaround, kinerja yang paling diutamakan adalah mutu dansafety, baik selama proyek berlangsung, maupun setelah selesai dan digunakan oleh user. Dengan dibantumetode AHP untuk melakukan pembobotan resiko, kemudian melakukan korelasi uji konsistensi, diperoleh10 (sepuluh) faktor yang mempengaruhi pembangunan kapal baru pada proyek turnaround, yaitu: masihterdapat item-item yang belum masuk schedule dan keterlambatan material yang dibeli dari luar negeri.Adapun respon resiko yang diambil untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan adalah dengan mitigateyaitu melibatkan engineer kontraktor pada tahap detil perencanaan dan perancangan, dan transfer yaitumengalihkan kerugian atas keterlambatan material kepada pihak asuransi.Kata kunci: turnaround, dinamis, pihak asuransi
ANALISA PENETAPAN HARGA SEWA DENGAN METODE FRONT DOOR APPROACH DAN ASPEK FINANSIAL PADA RUSUNAWA NGELOM TAHAP II KABUPATEN SIDOARJO ., Rahmawan; Daruningtyas, Waluyani Retna
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.814

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah dengan tingkat perkembangan ekonomi yang cukup pesat. Halini dikarenakan Kabupaten Sidoarjo merupakan wilayah penyangga bagi Kota Surabaya. Salah satu upayameningkatkan kualitas lingkungan dan mengurangi lingkungan kumuh adalah dengan membangunlingkungan dan menyediakan tempat tinggal yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuandari penelitian ini adalah Mengetahui dan menganalisa tarif sewa yang akan dikenakan berdasarkan frontDoor approach pada rusunawa Ngelom Tahap II di Kabupaten Sidoarjo serta mengetahui kondisi finansialrusunawa Ngelom Tahap II di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode frontdoor approachdimana perhitungan dimana besaran nilai terhadap biaya –biaya seperti biaya modal pembangunan, biayapemeliharaan, biaya operasional serta biaya penggantian alat atau sarana terhadap real estate, apartemen atauhunian sewa yang akan diluncurkan di pasaran dihitung dan dipertimbangkan sebagai pedoman penetapanharga sewa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : 1) Penetapan harga sewa berdasarkan metode FrontdoorApproach dan didasarkan pada keseimbangan antara pendapatan sewa dengan pengeluaran, serta denganmemperhatikan faktor kekosongan gedung sebesar 5%, diperoleh harga sewa sebesar Rp. 225.000 per unitsarusun per bulan. 2) Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek finansial yang ditinjau dari kriteria penilaiandengan metode Payback Period (PP), diketahui bahwa pembangunan Rusunawa Ngelom Tahap II diKabupaten Sidoarjo tidak mendapatkan keuntungan untuk dilaksanakan karena PP sebesar 325 tahun lebihbesar dari waktu pengembalian yang disyaratkan yaitu 40 tahun (358 > 40). Untuk Net Present Value (NPV)dengan nilai (- 23.466.784.153) dan dari hasil analisis Profitability Index (PI), dapat diketahui bahwapembangunan rusunawa Ngelom Tahap II sebenarnya belum menguntungkan untuk dilaksanakan karenanilai PI = -0,64 < 1.Kata kunci : Penetapan Sewa, Rusunawa, Aspek Finansial
STUDI PERBANDINGAN PERENCANAAN STRUKTUR BAJA MENGGUNAKAN PROFIL BIASA DAN PROFIL KASTELA PADA PROYEK GEDUNG PGN DI SURABAYA Lukmansa, Indra
EXTRAPOLASI Vol 8 No 02 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i02.990

Abstract

Material konstruksi yang paling populer saat ini adalah baja, material ini merupakan komponen utama dari bangunan-bangunan di dunia, khususnya bangunan tinggi. Balok kastela merupakan balok tampang I atau WF dengan lubang atau bukaan pada badan, dimanfaatkan untuk duct work, instalasi perpipaan, dan lain-lain, menggantikan cara konvensional yaitu dengan menggantungkan pipa atau duct pada balok. Adapun tujuan penulisan tersebut adalah: Untuk mengetahui hasil perencanaan menggunakan balok baja kastela. Untuk mengetahui penggunaan antara balok baja kastela dan balok baja biasa, mana yang lebih ekonomis. Pada penelitian terdahulu yaitu pada Karya Ilmiah Tugas Akhir S1 (Strata 1) milik Indra Lukmansa, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Tahun 2013. Telah dibuat kesimpulan untuk Tugas Akhir S1. Dalam perencanaan struktur baja biasa untuk profil kolom menggunakan profil H 350.175.7.11 untuk lantai 1 dan 2, profil 300.150.6,5.9 untuk lantai 3 dan 4, dan 250.125.6.9 untuk lantai atap. Untuk profil balok menggunakan profil WF 300.150.6,5.9.  Keunggulan konstruksi baja antara lain: mempunyai kekuatan yang tinggi, keseragaman dan keawetan yang tinggi, sifat elastis, daktilitas baja cukup tinggi, dan beberapa keuntungan lain pemakaian baja sebagai material konstruksi adalah kemudahan penyambungan antarelemen yang satu dan yang lainnnya menggunakan alat sambung las atau baut. Langkah penyelesaian masalah: gambar prarencana, menghitung pembebanan bangunan, menghitung beban gempa, analisa pembebanan, dan control stabilitas. Dalam metode kastela tidak diperlukan penambahan elemen pada baja profil. Secara umum sudut yang digunakan minimum sebesar 45º dan maksimum sebesar 70º, sedangkan yang paling sering digunakan adalah sudut 45º dan 60º.  Dari hasil perencanaan maka telah didapatkan semua perencaan struktur baja menggunakan profil kastela. Yaitu untuk profil kolom menggunakan profil H 250.175.7.11. Untuk profil balok menggunakan profil WF 175.90.5.8. Dijadikan bentuk kastela menjadi profil 264.90.5.8. Sedangkan dilihat dari segi ekonomisnya. Biaya total menggunakan struktur baja kastela adalah Rp.1.307.358.000,-.  Sedangkan biaya total menggunakan struktur baja biasa adalah Rp. 1.791.453.000,-. Maka dari itu Selisih harga antara penggunaan struktur baja biasa dengan struktur baja kastela adalah Rp.484.095.000,-. Atau dengan perbandingan 1/1,4. Maka dapat disimpulkan kembali bahwa pekerjaan struktur baja kastela lebih ekonomis materialnya dibanding daripada baja biasa, jika ditinjau dari berat sendiri bangunan total. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan struktur baja kastela lebih ekonomis. Mengingat berat sendiri banguna sangat berpengaruh terhadap gaya yang dihasilkan dari berat bangunan itu sendiri, semakin besar berat bangunan, maka semakin besar pula gaya yang ditimbulkan.Kata kunci: Kastela, Profil H.
ANALISIS INVESTASI PEMBANGUNAN CONVENTION CENTER DI KOTA MAKASSAR Sarya, Gede; Herriyanto, Ifandy
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.812

Abstract

Pembangunan Gedung Convention Center di Makassar yang kokoh dan berkelanjutan serta terpadudan dinamis, perlu direncanakan secara tepat, sehingga proses perencanaan yang panjang di bidangpembinaan, pengembangan dan pembangunannya memiliki orientasi untuk menghadapi masa depan,memerlukan arah yang konsisten dan berkelanjutan. Melihat kondisi keterbatasan kualitas SDM dan sasaranprasarana serta dukungan anggaran yang belum memadai, tuntutan rumusan kebijakan dan ketepatanpemilihan program yang tersusun dalam bentuk pelaksanaan roda pemerintahan dan bidang lainnya harusdapat menjawab tuntutan pemenuhan disegala bidang, sehingga nantinya institusi terkait harus dapatmengembangkan aspek-aspek di segala bidang kerjasama dan sosialisasi antar badan dan instansi terkait.Untuk mendapatkan keputusan yang tepat perlu dilakukan penelitian analisis investasi pembangunanConvention Center di Kota Makassar, penelitian ini dilakukan untuk menentukan : (1) nilai investasi danpengelolaan yang layak, (2) mendapatkan harga sewa ruang Convention Center dan (3) mendapatkan lamawaktu kerjasama yang paling optimal dengan pihak investor pembangunan Convention Center KotaMakassar dengan menggunakan sistem kerjasama Build Operate Transfer (BOT). Hasil dari penelitianadalah (1) Proyek pembangunan Convention Center memerlukan dana investasi sebesar Rp 58,026 Milyar.Dengan asumsi bunga 10% per tahun, maka didapatkan masa investasi 13 tahun 9 bulan. Proyekpembangunan Convention Center ini dinyatakan layak untuk dijalankan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilaiNPV > 0 yaitu sebesar Rp 4,490 Milyar, nilai IRR melebihi tingkat bunga yang diharapkan yaitu 11,58%,Break Even Point usaha penyewaan Convention Center terjadi pada tahun ke 8 lebih 2 bulan, tepatnya padatahun 2021, (2) Biaya sewa yang optimal untuk setiap jam adalah Rp 6,5 Juta, (3) Waktu kerjasama denganpihak investor pembangunan Convention Center Makassar dengan menggunakan sistim kerjasama BuildOperate Transfer (BOT). Berdasarkan perhitungan DPP, maka diperoleh nilai Discounted Payback Period(DPP) dari usaha Convention Center adalah 13 tahun 9 bulan lebih cepat dibandingkan dengan masainvestasi 15 tahun, hal ini menjelaskan bahwa usaha Convention Center ini layak untuk dijalankan, karenapengembalian modal awal usaha yang dibuktikan dari nilai DPP lebih cepat dari umur proyek yangdirencanakan.Kata kunci : Convention Center, kelayakan, Build Operate Transfer
OPTIMASI PEMBANGUNAN RUMAH BERDASARKAN TYPE DAN LUAS LAHAN UNTUK MENDAPATKAN LABA MAKSIMUM DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM THE MANAGEMENT SCIENTIST Sarya, Gede
EXTRAPOLASI Vol 6 No 02 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i02.835

Abstract

Graha residential development located on the Enchantment of the District Nirmala Kubutambahan BaliBuleleng Singaraja which is a strategic location because there will be a new addition to international airportNgurah Rai International Airport in the isthmus ( narrow strip of land ) between Denpasar and Nusa Dua area, inBadung regency, south Bali, which is already too crowded and no longer adequate for a drastic increase in thenumber of flight frequency , flight service users , and cargo . The purpose of this study was to perform simulationsbased on a comparison of the type of house construction in accordance with government regulations . Anddetermine the optimal profit housing by type and area of land . The data used in this study , namely primary andsecondary data related to land use, type of house and land area of each type , construction of public facilities andinfrastructure and the cost of production of each unit or type with linear programming techniques to thecalculation of The Management Scientist . Results, the calculations were performed with the program TheManagement Scientist using a ratio 0 : 6 : 0 : 3 : 1 obtain the most optimal results earnings by the number ofhousing units is as follows : = 0 Unit Type 36 , Type 45 = 204 739 units , rounded to 205 units , Unit Type 54 = 0 ,Type 70 = 102 370 units , rounded to 102 Units , Type 120 = 34 123 units , rounded to 34 units . Of the number ofhouses in point 1 above, the maximum total profit obtained is Rp 30,257,500,000.00 . A review of the researchsuggested above type of house can be developed further , not attached to the type that has been studied is type36 , 45 , 54 , and 70 , 120 meaning that in addition to the above type , other types are also investigated andhousing developer GRAHA CHARM NIRMALA need to consider the construction of a house by a comparativeanalysis - 1 with the composition of 1 : 5 : 1 : 2 : 1untuk meet the needs of its customers .Keywords : Optimization of housing , type and area of land .
ANALISIS PEMBANGUNAN BTS DAN PERENCANAAN ZONA PERSEBARAN BTS BERSAMA DI KABUPATEN SAMPANG Junaidi, M. Hasan
EXTRAPOLASI Vol 8 No 02 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i02.991

Abstract

Berdasarkan hasil survey tahun 2010, jumlah menara yang ada di Kabupaten Sampang adalah sebanyak 130 menara Base Transmission Station dari sembilan (9) operator telekomunikasi, yaitu: Telkomsel, Indosat, XL Axiataindo, HCPT, Mobile-8, Smart Telecom,NTS, STI dan Telkom Flexy. 130 menara Base Transmission Station dari 9 operator ini adalah untuk melayani 875,960 penduduk pada tahun 2010 yang tersebar pada area seluas 1.233,30 Km². Idealnya 1 menara Base Transmission Station dengan 3 sektor antenna dan 4 kanal di setiap sector mampu menangani lalu lintas telekomunikasi hingga 1.000 pengguna selular dengan asumsi grade of service 2% dan rata-rata pendudukan kanal per pelanggan selular per hari adalah selama 3 menit. Dengan demikian kontribusi 130 menara Base Transmission Station di Kabupaten Sampang saat ini mampu melayani 130.000 pelanggan selular. Bila belum ada pengendalian menara tersebut, maka dalam 5 tahun ke depan jumlah menara yang tidak terkendali di Kabupaten Sampang akan meningkat menjadi +400 menara. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengendalikan pertumbuhan menara di Kabupaten Sampang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendapatkan jenis struktur menara Base Transmission Station yang lebih efisien untuk dibangun di Kabupaten Sampang. (2) Merencanakan zona persebaran menara Base Transmission Station di Kabupaten Sampang dengan menggunakan konsep dan implementasi menara bersama. Hasil penelitian adalah (1) Berdasarkan kriteria bobot struktur dan biaya yang dibutuhkan, jenis menara Base Transmission Station yang paling efisien digunakan pada ketinggian 40 m adalah struktur menara Self Supporting Tower kaki 3. (2) Dengan menggunakan konsep dan implementasi menara bersama adalah a. terdapat 130 menara Base Transmission Station yang ada di Kabupaten Sampang yang berada pada 51 lokasi. b. Berdasarkan analisis kebutuhan menara Base Transmission Station hingga 5 tahun ke depan (tahun 2015), maka dibutuhkan 374 menara Base Transmission Station untuk melayani lalu lintas selular di Kabupaten Sampang. c. Memperhatikan potensi menara yang ada sebagai menara bersama, terdapat 96 menara yang ada yang berada pada 65 lokasi yang bisa dipertimbangkan untuk menjadi menara bersama. Untuk pemenuhan kebutuhan pendirian menara baru telah disediakan sebanyak 59 zona menara bersama yang telah disesuaikan untuk mengisi ruang-ruang yang belum terlayani oleh menara yang ada.Kata kunci : Base Transmission Station, Self Supporting Tower, menara bersama
RED BRICKS AND LIGHT BRICKS COST ANALYSIS FOR WALLS AND MILD STEEL AND WOOD FOR ROOF TRUSS ( BPN office construction case study in Mojokerto regency) Puri, Wuwuh Asrining
EXTRAPOLASI Vol 6 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i01.831

Abstract

The fast growth of infrastructure requires the need of advance science and technology. Moreover, thedevelopment of building materials recently are more advanced, begin from replacement brick with light brickor floor plat replaced with lightweight cover, the metal deck, then a roof that no longer use an easel tripod,the lightweight steel roof truss. To compare the economic value of the current building materials, it needs astudy on the material and installation price comparisons; for wall, it needs the comparison on the brickmaterials and lightweight brick, as both materials have many advantages and are easy in installment. Thisstudy is also to analyze the cost of wood frame construction and roof construction price of mild steel frame /Truss in buildings that are commonly used, and finally, to compare the costs of each structure from bothmaterials. The study on BPN office Mojokerto regency finds that the consumption of the brick wall materialis much cheaper Rp 30.386, - per m2 or Rp. 169.184.690, for all building wall compared with theconsumption of lightweight brick. Whereas the wooden roof frame is cheaper Rp 11.349.724 , - for all roofframe building compared with the material of mild steel / truss . This study focuses on the cost of materialsand installation. Other costs and Installation time of both types of materials are not analysed.Keywords : cost, red brick, light brick, mild steel,wood
ANALISIS BIAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DENGAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PROYEK SALURAN KWARTER SELATAN TAMAN SIDOARJO Widhiarto, Herry; Setiadi, Basuki
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.813

Abstract

Perusahaan kontraktor berupaya menyelesaikan kontrak kerjanya sesuai bestek (gambar danperhitungan bangunan rencana) selalu dengan melibatkan banyak pekerja bangunan. Pekerja bangunan yangsedang melakukan kegiatan pembangunan tidak terlepas dari berbagai resiko seperti terjadi kecelakaankerja. Banyak pekerja bangunan yang mengalami kecelakaan yang diakibatkan kelalaian kerja,dan beberapa diantaranya diakibatkan kurangnya pengetahuan serta tidak memakai alat pelindung diri dalam bekerja.Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kecelakaankerja pada pekerja Saluran Kwarter Selatan oleh PT. Gemahripah Lohjinawi serta mengetahui biaya yangdikeluarkan dalam usaha pencegahan kecelakaan kerja pada pekerja Saluran Kwarter Selatan olehPT.Gemahripah Lohjinawi. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif (descriptive research) yaitupenelitian yang memberi gambaran dan penjelasan atas keadaan usaha pencegahan kecelakaan kerja padapekerja kontruksi PT. Gemahripah Lohjinawi. Berdasarkan hasil analisa yang ditemukan dapat diambilkesimpulan bahwa Upaya-upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di perusahaan PT. Gemahripah Lohjinawi adalah menerapkan kebijakan SMK3 dengan membentuk P2K3 sedangkan upaya pencegahan kecelakaan dilapangan adalah dengan memasang rambu-rambu kecelakaan kerja, perlengkapan pemadam kebakaran,pemakaian alat pelindung diri (APD), dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan pada pekerjabangunan proyek Saluran Kwarter Selatan. Kendala pemakaian alat pelindung diri yang umum dijumpai padapekerja bangunan PT. Gemahripah Lohjinawi antara lain: tidak leluasa pada waktu bekerja 12 responden atau25,00%, memberatkan 10 responden atau 20,8% menambah pengeluaran 15 responden atau 31,3%, statuspekerja yang belum berpengalaman 8 responden atau 16,7% serta lokasi kerja yang yang jauh sehinggaenggan membawa APD sebayak 3 responden atau 6,25%. Kemudian untuk pembiayaan upaya pencegahankecelakaan kerja ini pihak PT. Gemahripah Lohjinawi juga membayar panitia P2KP dan serta membeliatribut-atribut K3 guna mencgah kecelakan kerja seperti sarung tangan, sepatu booth, kacamata hitam,pakaian kerja dan lain-lain menghabiskan biaya total sebesar Rp. 84.641.250. dan mengikutsertakan pekerjapada jamsostek dengan biaya jaminan sebesar Rp. 2.189.356.Kata kunci : : Kecelakaan kerja, pencegahan, biaya
PERSEPSI MASYARAKAT DESA PINGGIRPAPAS KECAMATAN KALIANGET KABUPATEN SUMENEP TERHADAP PENGGUNAAN MCK Rahmanto, Ach.Desmantri; Suyuti, Suyuti
EXTRAPOLASI Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v17i2.4430

Abstract

AbstractThe low level of community welfare and poor environmental quality are almost the same problems for all settlements in rural areas. A bad environment can be identified by looking at the aspects that affect the quality of the shelter, such as clean water networks, drainage, solid waste, sanitary facilities, density and poverty levels. The purpose of this research is to find out people's perceptions and attitudes towards healthy lifestyles related to the use of good toilets. The data analysis technique was used to determine the relationship between variables using Chi-Square Test Analysis. It can be seen that from some of the question items used as variables in this study, there are no variables that have Asymp values. Sig. (2-tailed) <0.05 and it can be concluded that based on the answers from a number of respondents more variables are acceptable and it can be concluded that the respondents' answers relate to several aspects of the later use of the MCK. So from these answers it can be concluded that the respondents prefer the answer "yes" with an overall percentage of 85%, which means that each question variable in the questionnaire is correct, so the characteristics of the Pinggirpapas Village community have met the standard in the category of understanding, being aware and able to change. improper behavior.  AbstrakRendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat serta kualitas lingkungan yang buruk merupakan permasalahan yang hampir sama bagi seluruh permukiman daerah pedesaan. Lingkungan yang buruk dapat diidentifikasi dengan melihat aspek-aspek yang yang berpengaruh pada kualitas hunian tersebut seperti jaringan air bersih, drainase, persampahan, fasilitas MCK, tingkat kepadatan dan kemiskinan. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi serta prilaku masyarakat terhadap pola hidup sehat terkait dengan penggunaan MCK yang baik. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel dengan menggunakan Analisis Chi-SquareTest. Dapat diketahui bahwa dari beberapa item pertanyaan yang dijadikan variabel dalam penelitian ini tidak terdapat variabel yang memiliki nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0.05 dan dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pada jawaban dari sejumlah responden lebih banyak variabel yang dapat diterima dan dapat disimpulkan bahwa jawaban responden berkaitan dengan beberapa aspek dalam pennggunaan MCK nantinya. Sehingga dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa responden lebih banyak memilih jawaban “ya” dengan persentase keseluruhan sebesar 85 % yang berarti masing-masing variabel pertanyaan pada kuesioner tersebut benar, jadi Karakteristik masyarakat Desa Pinggirpapas sudah memenuhi standart dalam kategori mengerti, sadar dan sanggup untuk merubah prilaku yang tidak benar.

Page 1 of 10 | Total Record : 98