cover
Contact Name
Frangky J. Paat
Contact Email
jurnalsr_agroekotek@unsrat.ac.id
Phone
+62895395272667
Journal Mail Official
jurnalsr_agroekotek@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi , Jl Kampus Bahu, Kec. Malalayang, Manado Sulawesi Utara 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Agroekoteknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : 27970647     DOI : https://doi.org/10.35791/jat.v2i1.34060
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Agroekoteknologi Terapan adalah bagian dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado 95115. Bertujuan untuk mempublikasikan akumulasi dari hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi pertanian terapan (applied agrotechnology).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020" : 6 Documents clear
THE APPLICATION OF COMPOST TO INCREASE PRODUCTION POTATO PLANTS (Solanum tuberosum L.) Abraham Sanda Bannepadang; Tommy B. Ogie
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34070

Abstract

The potato crop is a horticultural crop production during the times in a season. Indonesia has the production of potatoes is lower if compared with the State of Europe to the other. In developed countries such as the United States, New Zealand, Japan, and the Netherlands, the productivity of the potato range from 33 - 38 tons/ ha. While in Indonesia, the average production of only 15-16 tons/ha. In 2016, the potato plant has a productivity value of 1.2 million tons/ha with an average value of production that amounted to 16 tons/ha. The value is somewhat lower than the European production which has an average value of production of 25.5 tons/ha. Keywords: potato., compost., fertilizer. AbstrakTanaman kentang merupakan tanaman hortikultura yang berproduksi selama satu kali dalam semusim. Indonesia memiliki produksi kentang yang lebih rendah jika dibandingkan dengan Negara bagian Eropa yang lain. Di Negara maju seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, dan Belanda produktivitas kentangnya berkisar 33- 38 ton/ ha. Produksi di Indonesia rata-rata hanya 15-16 ton/ha. Pada tahun 2016, tanaman kentang memiliki nilai produktivitas sebesar 1,2 juta ton/ha dengan nilai rata-rata produksi sebesar 16 ton/ha. Nilai tersebut terbilang rendah dari nilai produksi Eropa yang memiliki nilai rata-rata produksi sebesar 25,5 ton/ha. Kata kunci : kentang., kompos., pupuk.
PEST CONTROL Thrips sp. USING TRAP COLOR ON THE PLANTS of RED PEPPER (Capsicum annum L.) Wadilkota Ngilamele; Arthur G. Pinaria
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34071

Abstract

Red pepper (Capsicum annum L.) is one kind of important vegetable that has high economic value and is suitable to be developed in tropical areas such as Indonesia. Pepper is largely used for household consumption and partly for export in the form of dry, sauce, flour, and others. Specifically in the Province of North Sulawesi, red pepper including one commodity crop of vegetables featured is the needs of the community of North Sulawesi chili is very high. The commodity cultivated on dry land both the highlands and the lowlands. Productivity of pepper plants can be reduced caused by the disruption of a variety of Plant pests (OPT), one of which is the insect pests of the Order Thysanoptera, family Thripidae, better known by the name of Thrips sp. Keywords: Thrips sp., red pepper. AbstrakCabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis sayuran penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk dikembangkan di daerah tropika seperti di Indonesia. Cabai sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga dan sebagiannya untuk ekspor dalam bentuk kering, saus, tepung dan lainnya. Khusus di Provinsi Sulawesi Utara, cabai merah termasuk salah  satu komoditi tanaman sayuran unggulan karena kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara akan cabai sangat tinggi. Komoditi cabai banyak diusahakan di lahan kering baik dataran tinggi maupun dataran rendah. Produktivitas tanaman cabai dapat berkurang disebabkan oleh gangguan berbagai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya yaitu serangga hama dari Ordo Thysanoptera, famili Thripidae atau yang lebih dikenal dengan nama Thrips sp.Kata kunci : Thrips sp., cabai merah.
THE INFLUENCE OF THE TYPE AND CONCENTRATION OF ZPT ON GROWING MEDIA ON THE GROWTH OF PLANTS ORCHID (Dendrobium sp.) Mersi M. Tanawani; Edy F. Lengkong
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34067

Abstract

Plant propagation can be done by generative and vegetative. Generative plant propagation is usually done through seeds and experience natural pollination with the help of the wind or insects. The advantages of generative plant propagation, the plants have root systems that are strong and sturdy, it is easily propagated, and a fruitful period is long. While the drawbacks are like planting is done at the time of the season, the resulting offspring is likely not the same as its parent, the percentage of germinated low and need a long time to germinate and time to bear fruit for longer.Keywords: propagation; growth regulator; Dendrobium sp. AbstrakPerbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Perbanyakan tanaman secara generatif dilakukan melalui biji dan mengalami penyerbukan alami dengan bantuan angin atau serangga. Keunggulan dari perbanyakan tanaman secara generatif yaitu tanaman memiliki sistem perakaran yang kuat dan kokoh, lebih mudah diperbanyak dan jangka waktu berbuah lebih panjang. Sedangkan kekurangannya yaitu seperti penanaman dilakukan pada saat musimnya, keturunan yang dihasilkan kemungkinan tidak sama dengan induknya, persentase berkecambah yang rendah dan membutuhkan waktu yang agak lama untuk berkecambah dan waktu untuk berbuah lebih lama.Kata kunci: perbanyakan;  zpt;  Dendrobium sp.
EFFECT OF COW MANURE ON THE GROWTH AND CROP PRODUCTION OF WATERMELON (Citrullus lanatus) Rivanly Sambelorang; Jemmy Nayoan
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34072

Abstract

Watermelon plants are widely cultivated by people, especially in the lowlands, so that they provide many benefits to watermelon farmers and entrepreneurs, and can improve the improvement of the Indonesian economy, especially in agriculture. Watermelon cultivation increases farmers' income. The attraction of watermelon cultivation for farmers lies in its high economic value. Some of the advantages of watermelon farming include its relatively short life. Special for around 70-80 days, it can be used as intercropping plants in paddy fields during the dry trend. Watermelon production has a fast prospect in the country. Based on the Central Statistics Agency the development of watermelon production in Indonesia in 2009 reached 474,327 tons.Keywords:   fertilize., cultivation., watermelon. Abstrak Tanaman semangka dibudidayakan secara luas oleh masyarakat terutama di dataran rendah, sehingga memberi banyak keuntungan kepada petani dan pengusaha semangka, serta dapat meningkatkan perbaikan tata perekonomian Indonesia, khususnya bidang pertanian. Budidaya tumbuhan semangka meningkatkan pendapatan petani. Daya tarik budidaya semangka bagi petani terletak pada nilai ekonominya yang tinggi. Beberapa kelebihan usahatani semangka diantaranya yaitu berumur relatif singkat. Istimewa untuk sekitar 70-80 hari, sanggup dijadikan tumbuhan penyelang di lahan sawah pada trend kemarau. Hasil produksi Semangka mempunyai prospek yang pesat di dalam negeri. Berdasarkan Badan Pusat Stastistik perkembangan produksi tanaman semangka di  Indonesia tahun  2009  mencapai 474.327 ton.Kata kunci:   pupuk., budidaya., semangka.
THE QUALITY OF IRRIGATION WATER ON THE CULTIVATION OF RICE PLANTS (Oryza sativa L.) Fadlika Mawali; Sofia Wantasen
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34068

Abstract

Water quality is the nature of the water and the content of living beings, substances, energy, or other components in the water. Water quality in general is shown by the quality or the condition of the water that is associated with an activity or specific purposes. Water quality will be different from one activity to another. The quality of the water for purposes of irrigation with different water quality for drinking water purposes. The irrigation water used for agriculture should meet the quality standards of irrigation water according to Government Regulation No. 82 years 2001 is included in class IV so that the quality of irrigation water deserves to be watering for plants. Keywoards:  irrigation; water.  AbstrakKualitas air adalah sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain di dalam air. Kualitas air secara umum ditunjukkan oleh mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. Kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. Air irigasi yang digunakan untuk pertanian sebaiknya memenuhi baku mutu air irigasi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 termasuk dalam kelas IV sehingga kualitas air irigasi layak dijadikan pengairan untuk tanaman. Kata kunci:  irigasi; air.
PEST CONTROL OF APHIDS (Aphis gossypii) ON PEPPER PLANTS (Capsicum annum L.) USING AN EXTRACT OF CITRONELLA (Cymbopogan nardus L.) Ahmat S. Mumba; Caroulus S. Rante
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34069

Abstract

The cultivation of Pepper plants (Capsicum annuum L.) is the agricultural business that promises a profit is attractive because of the high market demand. Chili including  commodity agriculture that gets serious attention from the government and businesses because of its contribution to the national economy. The factors or constraints in the cultivation of pepper plants is plant pest (OPT), which is still one of the main constraints on the cultivation of Chili peppers. The pests that are found on land under cultivation Chili namely aphids. Keywords: chili., plant pest., commodity. AbstrakBudidaya tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan kegiatan usaha tani yang menjanjikan keuntungan menarik karena permintaan pasar yang tinggi. Cabai termasuk komoditas pertanian yang mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pelaku usaha karena kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Kendala dalam budidaya tanaman Cabai adalah organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang masih menjadi salah satu kendala utama pada budidaya cabai. Hama yang ditemukan pada lahan budidaya Cabai, yaitu kutu daun aphid. Kata kunci:  cabai., OPT., komoditi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6