cover
Contact Name
Emi Yunita
Contact Email
fenidanaku@gmail.com
Phone
+6285236459184
Journal Mail Official
saktibidadari@uim.ac.id
Editorial Address
Midwifery Department,. Islamic University of Madura Komplek PP. Miftahul Ulum Bettet Pamekasan Madura, Jawa Timur 69317, Indonesia
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Sakti Bidadari (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri)
ISSN : 25801821     EISSN : 26153408     DOI : https://doi.org/10.31102/bidadari.4.1
Core Subject : Health,
Journal Sakti Bidadari provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health. The scope of Jurnal includes: • Pregnancy • Maternity • Childbed • Neonates, Infant, Under-fives and Pre-school Children • Family Planning • Reproduction Health • Adolenscent Health • Elderly Health • Maternal Health • Child Health
Articles 31 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERSONAL HYGIENE BAYI DENGAN KEJADIAN DIAPERS-RASH PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA GRUJUGAN KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN PAMEKASAN Devi Sri Intan; Qurratul A’yun
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diaper-rush adalah iritasi pada kulit bayi di daerah pantat. Ini bisa terjadi jika popok basahnya telat diganti, popok terlalu kasar dan tidak menyerap keringat, infeksi jamur, bakteri bahkan eksema. Diaper-rash ditandai dengan timbulnya bercak merah dikulit. Di desa Grujugan dari 50 bayi yang ada. terdapat 44 bayi yang mengalami diaper-rash tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang personal hygiene bayi dengan kejadian diaper-rash. Desain penelitian ini bersifat analitik korelasi. Berdasarkan waktunya menggunakan cross sectional. Populasinya adalah seluruh ibu bayi, pada bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2020 di Polindes Grujugan yaitu sebanyak 44 responden dengan cara total sampling. Variabel bebas dari penelitian ini yaitu pengetahuan ibu, dan variabel terikatnya yaitu kejadian diaper-rash. Teknik pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner dan cheklist oleh responden. Berdasarkan tabulasi silang diketahui bahwa dari 44 ibu setengahnya (50%) memiliki pengetahuan yang cukup yaitu sebanyak 22 ibu. Analisa data menggunakan uji statistik coefisien contingency dengan didapatkan hasil perhitungan x2 hitung (14.459) > x2 tabel coefisien contingency (5,991a) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, yang berarti terdapat Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan kejadian diaper-rash pada bayi usia 0-6 bulan di Polindes Grujugan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan. Maka diperlukan upaya dari petugas kesehatan untuk memberikan informasi baik melalui kegiatan posyandu, konseling saat pemeriksaan neonatal ataupun dengan membaca buku KIA sehingga menambah pengetahuan responden tentang kejadian diaper-rash.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG IMD DENGAN PERILAKU IBU DALAM MELAKSANAKAN IMD DI POLINDES KODIK KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN Meilina Huzaimah; Kinanatul Qomariyah
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi menyusu dini memberi kesempatan pada bayi baru lahir untuk menyusu sendiri pada ibunya dalam 1 jam pertama kelahirannya. Berdasarkan data yang di peroleh di Polindes Kodik Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan terdapat 5 (50 %) ibu bersalin yang tidak melakukan IMD dikarenakan ibu tidak tau pentingnya IMD, dan 2 (20%) orang menganggap air susu yang pertama keluar merupakan ASI basi, dari 3 (30%) ibu bersalin tidak melakukan IMD karena malu untuk membuka payudaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu bersalin tentang IMD dengan perilaku ibu dalam melaksanakan IMD di Polindes Kodik Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.Jenis penelitian analitik dengan rancangan case control. Variabel bebas Pengetahuan ibu bersalin tentang IMD dan variabel terikat perilaku ibu dalam melaksanakan IMD. Populasi penelitian semua ibu bersalin di desa Kodik 30 Kecamatan Proppo bulan Maret-Mei 2013 dengan teknik Non probability Sampling. Tekhnik pengumpulan data kuesioner dan partograf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan hampir seluruhnya (83%) ibu memiliki pengetahuan kurang dan tidak melaksanakan IMD, Data di analisis menggunakan uji coefisien contigensi dengan signifikansi α = 0,05 maka di dapatkan X2 hitung (14,077 ) >X2 tabel ( 5,991) artinya ada hubungan yang signifikan antar pengetahuan ibu bersalin tentang IMD dengan prilaku ibu dalam melaksanakan IMD di Polindes Kodik Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.Untuk mencegah hal tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan khususnya bidan adalah mewajibkan setelah melahirkan melakukan IMD, dan memberi konseling bagi ibu bersalin tentang pentingnya IMD bagi ibu dan bayi. Sehingga dapat menambah pengetahuan ibu bersalin tentang IMD. Dukungan keluarga yang penuh dari keluarga penting artinya bagi seorang ibu bersalin terutama dukungan dari suami sehingga memberikan support terhadap ibu, agar ibu tidak malu lagi membuka payudaranya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN RUPTURE PERINEUM PADA PERSALINAN KALA II DI BPS YUNI SRI RAHAYU DESA PAGENDINGAN KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Ayu Pristi Wahyuningtyas; Layla Imroatu Zulaikha
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan seringkali mengakibatkan perlukaan jalan lahir atau rupture perineum, luka biasanya ringan tetapi kadang terjadi luka yang luas dan berbahaya yang dapat berakibat terjadinya perdarahan dan meningkatnya resiko terjadinya infeksi. Berdasarkan data yang diperoleh di BPS Yuni Sri Rahayu Desa Pagendingan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan terdapat 10 ibu bersalin yang mengalami rupture perineum, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah paritas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian rupture perineum pada persalinan kala II di BPS Yuni Sri Rahayu Desa Pagendingan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin pada bulan maret – mei 2013 sejumlah 30 ibu bersalin dengan cara total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kejadian rupture perineum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas multipara sebanyak 19 (63%), jarak kelahiran <2 tahun 14 (46%), riwayat rupture perineum pada persalinan sebelumnya sebanyak 13 (43%), dan kejadian rupture perineum sebanyak 20 (67%) di dapatkan bahwa ada faktor paritas, jarak kelahiran, dan riwayat persalinan yang dapat mempengaruhi kejadian rupture perineum di BPS Yuni Sri Rahayu Desa Pagendingan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan.Maka diperlukan upaya dari tenaga kesehatan setempat dalam meningkatkan pelayanan bermutu dan menyeluruh dalam penyampaian K.I.E serta dalam pelayanan persalinan dan memberikan informasi tentang jarak kehamilan yang aman. Dengan harapan ibu dapat terhindar dari kejadian rupture perineum sehingga dapat mengurangi resiko meningkatnya Angka Kematian Ibu dan dapat membantu program pemerintah.
HUBUNGAN ANTARA TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN PUTING SUSU LECET PADA IBU NIFAS PRIMIPARA DI KELURAHAN KANGENAN KECAMATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN Novita Ning Pratiwi; Sari Pratiwi Apidianti
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puting susu lecet hingga saat ini mendominasi penyulit dalam proses laktasi terutama ibu nifas primipara yang dilatarbelakangi oleh kegiatan menyusui bagi primipara merupakan pengalaman pertama dan kurangnya informasi tentang proses menyusui.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas primipara di Kelurahan Kangenan Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan. Di Kelurahan Kangenan terdapat 16 (53%) ibu nifas primipara mengalami puting susu lecet yang disebabkan karena teknik menyusui yang salah.Desain penelitian yang digunakan adalah Case Control dengan studi analisis korelasi. Observasi checklist dilaksanakan pada 30 responden (total populasi). Variabel yang diteliti terdiri atas variabel bebas yaitu teknik menyusui, dan variabel terikat yaitu kejadian puting susu lecet. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar teknik menyusui yang dilakukan responden adalah salah (67%) dan sebagian besar mengalami puting susu lecet (57%). Setelah dianalisis menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil perhitungan x2 hitung (8,213) > x2 tabel (3,841) dengan α = 0,05 maka H1 diterima yaitu ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas primipara di Kelurahan Kangenan Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan.Dalam mengentaskan masalah yang urgent ini, peran petugas kesehatan terutama bidan komunitas harusnya lebih intensif lagi dalam rangka melakukan upaya promotif dan preventif terhadap kejadian penyulit dalam laktasi.
HUBUNGAN PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN DI BPS HJ. YUNI SRI RAHAYU DESA PAGENDINGAN KECAMATAN LARANGAN PAMEKASAN Qorie Maulia Azizie; Yayuk Eliyana
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan berat badan adalah berubahnya ukuran berat, baik bertambah atau berkurang akibat dari konsumsi makanan yang diubah menjadi lemak dan disimpan di bawah kulit. Penambahan berat badan banyak dialami oleh para akseptor KB suntik 3 bulan. Terjadinya kenaikan berat badan sebagian besar disebabkan oleh hormon progesteron yang mempermudah perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak sehingga lemak dibawah kulit bertambah. Jenis penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB Suntik di BPS Yuni Sri Rahayu Desa Pagendingan 160 orang dan sampelnya adalah sebagian akseptor KB Suntik sebanyak 115 orang, pengambilan sample menggunakan teknik sampling probability sampling dengan cara simple random sampling dan menggunakan kohort dan kartu KB sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang memakai KB suntik secara efektif hampir seluruhnya terjadi penambahan BB yaitu 78 responden (89%), sedangkan responden yang memakai KB tetapi tidak efektif seluruhnya tidak terjadi penambahan BB yaitu 27 responden (100%). Hasil Uji Chi – Square dengan nilai signifikasi 0,05. Diketahui bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena x hitung = 74.383 > dari x table = 3,84 artinya ada hubungan pemakaian KB suntik 3 bulan dengan penambahan berat badan. Solusi dari permasalahan di atas yaitu dengan melibatkan bidan sebagai tenaga kesehatan yang harus melakukan konseling dengan menjelaskan kepada akseptor KB mengenai kenaikan berat badan yang akan terjadi setelah pemakaian KB suntik. Akseptor KB juga dapat disarankan untuk mengatur pola makan jika kenaikan berat badan yang dialami berlebihan atau dapat dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi yang lain.
HUBUNGAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN LETAK SUNGSANG DI BPS SUHARTATIK WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG Layla Imroatu Zulaikha; Sari Pratiwi Apidianti
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 1 No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2017.1.2.1-7

Abstract

Proses kehamilan yang fisiologis dapat berubah sewaktu-waktu menjadi patologis yang dapat disebabkan oleh faktor ibu maupun janin diantaranya adalah letak sungsang. Salah satu faktor penyebab letak sungsang adalah multiparitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan paritas ibu bersalin dengan kejadian letak sunsang di BPS Suhartatik Wilayah Kerja Puskesmas Talang. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian korelasi secara crossectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil TM III di BPS Suhartatik wilayah kerja Puskesmas Talang. Teknik pengambilan sampel dengan probability sampling dengan simple random sampling, dengan jumlah sampel 37 ibu hamil trimester III. Berdasarkan tabulasi silang ibu dengan primigravida hampir seluruhnya tidak terjadi letak sungsang, setelah dianalisa menggunakan uji statistik Coefisien Contigensi maka didapatkan hasil X2hitung(12,20) >X2tabel(5,991) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paritas ibu hamil dengan kejadian letak sungsang. Untuk mencegah kehamilan dengan letak sungsang bisa diberikan selama antenatal care sebelum usia kehamilan 28 minggu, bidan / pelayan kesehatan harus memberikan penyuluhan kepada ibu hamil bahwa ibu dapat membantu mengubah posisi janin dengan cara melakukan senam hamil dengan rutin. Senam hamil efektif jika dilakukan sampai usia kehamilan 34 minggu (pada kehamilan pertama) sampai 36 minggu (kehamilan kedua dan seterusnya), selain itu menganjurkan ibu untuk berperan aktif dalam program KB sehingga terbentuk keluarga yang berkualitas dengan 2 anak cukup yang artinya dapat mengurangi jumlah paritas dan mengurangi kejadian letak sungsang
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB HORMONAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI POSKESDES GUGUL WILAYAH KERJA PUSKESMAS TLANAKAN Sari Pratiwi Apidianti; Kinanatul Qomariyah
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 1 No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2017.1.2.14-20

Abstract

Hasil penelitian Badan Litbangkes Kemkes tahun 2012 menyatakan 17,7 % kematian disebabkan Stroke dan 10% kematian disebabkan Ischaemic Heart Disease. Penyebab kematian ini, “soulmate factor”nya adalah hipertensi.Dimana penderitanya lebih banyak terjadi pada wanita.Penyebab diantaranya karena penggunaan KB hormonal, sebab KB hormonal mengandung hormon estrogen progesteron yang mengakibatkan tromboemboli dan gangguan pembuluh darah otak sehingga meningkatkan tekanan darah.Berdasarkan studi pendahuluan yang diperoleh di Poskesdes Gugul diperoleh 97 wanita menderita hipertensi, 63 wanita diantaranya menggunakan KB hormonal. Desain penelitian ini bersifat analitik korelasi dan berdasarkan waktu penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasinya adalah semua akseptor KB berjumlah 122 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 orang, diambil dengan tekhnik probability sampling yaitu Simple Random Sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan KB Hormonal sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar (63,44%) responden menggunakan KB hormonal > 2 tahun dan sebagian besar (51,61%) responden mengalami kejadian hipertensi. Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai α = 0,05, df = 1, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada hubungan antara penggunaan KB hormonal dengan kejadian hipertensi di Poskesdes Gugul Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Upaya yangdilakukan bidan sebagai pelaksana pelayanan KB perlu melakukan skrining untuk memastikan tidak terdapat kontraindikasi bagi pemakaian kontrasepsi hormonal serta melakukan promosi kesehatan.Bagi akseptor dengan hipertensi dianjurkan rutinmemeriksakan tekanan darah serta memilih kontrasepsi non hormonal.Untuk akseptor yang tidak hipertensi dianjurkan menjaga pola hidup sehat agar akseptor bisa mengantisipasiterjadinya hipertensi
PENGARUH MOTIVASI DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA PETUGAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS GALIS PAMEKASAN Emi Yunita; Layla Imroatu Zulaikha
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 1 No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2017.1.2.21-28

Abstract

Petugas pelayanan kesehatan puskesmas merupakan bagian sumber daya manusia dalam organisasi puskesmas yang bekerja untuk kepentingan pelayanan masyarakat. Berhasil atau tidaknya suatu organisasi puskesmas dalam mencapai tujuannya tergantung oleh keberhasilan individu organisasi termasuk para petugas pelayanan kesehatan dalam menjalankan tugas mereka. Kinerja adalah prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang. Kinerja merupakan kualitas dan kuantitas hasil kerja yang dicapai seorang pegawai berdasarkan standar yang telah ditetapkan dalam waktu tertentu. Dalam penelitian ini kinerja petugas pelayanan kesehatan akan dianalisa dari pengaruh motivasi dan karakteristik individu. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik sensus dengan meneliti seluruh petugas pelayanan kesehatan yang ada yaitu sebanyak 35 orang petugas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Galis Kabupaten Pamekasan tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan karakteristik individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja petugas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Galis Kabupaten Pamekasan, yang dibuktikan dengan nilai t masing-masing variabel bebas tersebut mempunyai nilai probabilitas kurang dari 0,05. Nilai hubungan yang ditimbulkan oleh motivasi dan karakteristik individu adalah sebesar 0,527 tersebut menunjukkan keeratan hubungan antara variabel bebas yaitu motivasi dan karakteristik individu, dengan variabel terikat yaitu kinerja petugas pelayanan kesehatan, sebesar 52,7%. Konstribusi kedua variabel tersebut sebesar 22,4%, dan sisanya sebesar 77.6% kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh variabel lain. Dapat disimpulkan bahwa secara simultan, motivasi dan karakteristik individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas kinerja petugas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Galis Kabupaten Pamekasan
PERBEDAAN TEKNIK MENYUSUI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PELATIHAN PADA IBU NIFAS PRIMIPARA HARI KE 1 – 7 Kinanatul Qomariyah; Layla Imroatu Zulaikha
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 1 No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2017.1.2.29-33

Abstract

Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Faktor yang mempengaruhi teknik menyusui antara lain: pengalaman, waktu dan tempat, pendidikan, serta keadaan ibu dan bayi. Hasil survey membuktikan bahwa masih rendahnya ibu nifas primipara yang memberikan ASI eksklusif dikarenakan teknik menyusui ibu yang kurang benar. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. sampelnya sebanyak 36 orang pada tahun 2017 dengan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel yang diukur adalah teknik menyusui sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah hampir setengah responden sebelum diberikan pelatihan teknik menyusui, keterampilan teknik menyusuinya cukup yaitu sebanyak 16 responden (44,4%). sebagian besar responden sesudah diberikan pelatihan teknik menyusui, keterampilan teknik menyusuinya baik yaitu sebanyak 23 responden (63,9%). Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai ƿ = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95% ( α=0,05 ) dapat dikatakan ƿ < α maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada perbedaan teknik menyusui sebelum dan sesudah diberikan pelatihan pada ibu nifas primipara di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Berdasarkan hasil penelitian maka perlu dilakukan berbagai sosialisasi dan memberikan pelatihan teknik menyusui sejak dini saat hamil sampai nifas khususnya tentang pentingnya ASI Eksklusif. Dengan demikian kesehatan anak sangat tergantung pada kesehatan ibu terutama masa kehamilan, persalinan dan masa menyusui.
GAMBARAN KEBERHASILAN METODE PENERAPAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA TEJA BARAT PAMEKASAN Qurratul A'yun; Yulia Paramita Rusady
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 1 No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2017.1.2.34-41

Abstract

Toilet training berhubungan dengan perkembangan sosial anak dimana anak tersebut dituntut secara sosial untuk menjaga kebersihan diri dan menjadi awal terbentuknya kemandirian anak secara nyata, sehingga toilet training sangat penting untuk diterapkan pada anak yang dapat dimulai saat usia berkisar antara 18–24 bulan. Tetapi masih banyak orang tua yang tidak menerapkannya karena belum mengerti teknik atau metode penerapan toilet training. Berdasarkan data yang diperoleh di Desa Teja Barat dari 10 anak usia 2 sampai 3 tahun terdapat 7 anak (70%) tidak dapat menerapkan toilet training. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Berdasarkan waktunya menggunakan retrospektif. Populasinya adalah semua Ibu yang mempunyai anak usia 2-3 tahun. Variabel dalam penelitian ini adalah keberhasilan metode penerapan toilet training. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar Ibu tidak mengajarkan anak bagaimana melepas celana dan mendudukkan diatas toilet pada tehnik lisan, sebagian besar Ibu tidak memberi contoh cara duduk atau jongkok dihadapan anak sambil mengajak berbicara dan bercerita saat buang air kecil atau buang air besar pada tehnik modelling, hampir seluruh Ibu tidak memiliki jadwal buang air besar dan buang air kecil yang teratur untuk anak pada metode taiming dan sebagian besar Ibu tidak memberikan pujian kepada boneka misalnya karena celana dalamnya kering dan berhasil buang air besar dan buang air kecil) dan tidak memberikan pujian pada anak jika anak berhasil menirukan apa yang diajarkan oleh ibu pada metode boneka. Upaya yang dapat dilakukan antara lain petugas kesehatan terutama bidan komunitas diharapkan lebih intensif lagi dalam rangka memberikan penyuluhan tentang metode penerapan toilet training.

Page 1 of 4 | Total Record : 31