cover
Contact Name
rfanuddin Wahid Marzuki
Contact Email
wd_546@yahoo.co.id
Phone
+6282225942710
Journal Mail Official
jurnaltumotowa@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara Jl. Pingkan Matindas No. 92 Manado-95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Tumotowa
ISSN : 27227014     EISSN : 27227693     DOI : https://doi.org/10.24832/tmt.
Tumotowa merupakan sarana publikasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di bidang arkeologi dan ilmu terkait. Tumotowa diterbitkan oleh Balai Arkeologi Sulawesi Utara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal ini menyajikan artikel orisinal, tentang pengetahuan dan informasi hasil penelitian atau aplikasi hasil penelitian dan pengembangan terkini dalam bidang arkeologi. Tumotowa terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Tumotowa ditujukan untuk ilmu pengetahuan sebagai referensi yang dapat diakses di kalangan peneliti, mahasiswa, dan khalayak umum. Fokus dan ruang lingkup Tumotowa ialah artikel ilmiah berupa tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran konsep atau teori di bidang keilmuan arkeologi.
Articles 61 Documents
Jejak Budaya Megalitik Minahasa Selatan Tinjauan atas jenis dan sebaran artefaktual Ipak Fahriani
Tumotowa Vol 1 No 1 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i1.5

Abstract

Tinggalan kepurbakalaan yang menunjukkan adanya migrasi manusia dan  persebaran budaya di wilayah Sulawesi Utara cukup banyak ditemukan, umumnya berupa situs-situs permukiman berciri megalitik, berciri paleolitik-neolitik, dan situs berciri neolitik-paleometalik, tidak terkecuali situs-situs yang ditemukan di Minahasa bagian selatan. Tinggalan-tinggalan arkeologi yang menunjukkan adanya aktifitas masa lampau di Minahasa Selatan ditemukan hampir di seluruh wilayah yang merupakan bagian dari Minahasa Selatan. Jejak-jejak budaya yang ada menunjukkan tingkatan masa yang sama, berupa budaya megalitik yang cukup berkembang di wilayah ini, hal ini jelas terlihat dari sebaran tinggalan megalitik yang cukup melimpah.
Cover Volume 1 Nomor 1, 2018 Jurnal Tumotowa
Tumotowa Vol 1 No 1 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i1.6

Abstract

MIGRASI AUSTRONESIA PROTOSEJARAH KE PULAU SAMOSIR DAN PERANNYA PADA KEBUDAYAAN DI WILAYAH SEKITARNYA Ketut Wiradnyana
Tumotowa Vol 1 No 1 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i1.8

Abstract

Samosir Island in the middle of Lake Toba, a central area of Toba Batak culture. Prehistoric cultural aspect that is very prominent in the Batak Toba culture is a megalithic culture in the form of ancestor worship concept, container graves and various shades of decorative patterns. variety of shapes, materials and decorative patterns have in common with shades of megalithic culture in Sulawesi. Based on the cultural pattern that develops and research results in the area of prehistoric Austronesian in the surrounding area indicate that migration to the island of Samosir in the period Austronesian protohistory. The indicated migration of Sulawesi in the early AD. Since the Toba Batak society plays an important role in the cultural assimilation with the surrounding area. it can be determined based on the study of archaeological and ethnographic approach through deductive reasoning eksplanatif.
PUBLIKASI CAGAR BUDAYA UNTUK PARIWISATA Sugeng Riyanto
Tumotowa Vol 1 No 1 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i1.9

Abstract

Archaeological data has a value that is unique but broad aspects includes research, preservation, and utilization. Research and preservation is a basic process that each one has a specific framework and reciprocal. The results of the research-preservation process is the information and knowledge about the past that is supported by the physical appearance of archaeological data. Thus, the data of archaeological or cultural heritage has the potential utilization related to tourism. In the framework of information development will be very important that needed special attention. This paper was prepared to give an idea about information development of archaeological data or cultural heritage relating to tourism.
Menelusuri Jejak Islam di Tanah Minahasa Muhammad Nur Ichsan
Tumotowa Vol 1 No 1 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i1.10

Abstract

Entrance of Islamic religion at North Sulawesi is a development of though and for Islamic society. Islamic religion that come in early XIX and developed in the middle of XIX gave positive influence for people at North Sulawesi. The trader from Arab, China, and Netherland hostages obtained good islamization. Some area like Tondano, Bolaang-Mongondow, and Gorontalo are the illustration of success ato islamisation in Nusantara, especially at North Sulawesi. The lacal people who had opened minded as a factor of seccessed Islamasation at North Sulawesi. This article is aim to describe and find a clue of Islamization. This writing uses historical approachment and litarate method.
TINGKAT OKUPASI DAN PERUBAHAN TEKNOLOGI ARTEFAKTUAL DI KOMPLEKS GUA PRASEJARAH BELLAE, KAB. PANGKEP, SULAWESI SELATAN nfn Supriadi
Tumotowa Vol 1 No 1 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i1.11

Abstract

Once period residential caves in South Sulawesi is a period play of important role in the framing national history. The study has been done indicating that it’s period has a long time range between 30,000 BP - 1500 BP. The time range allows residential and occupational repetition in one place , either by the same kind of man as well as by different kinds of people. Prehistoric cave complex Bellae is an area that has been inhabited or occupational evidence ever undertaken by humans .The purpose of this study is to observe at the occupational level of each layer of culture that has ever happened in the Prehistoric Caves Complex Bellae. Three caves were used as  samples to do the excavation which represents the amount of 22 caves. The selection was made based on the consideration of the location of the cave , the cave shape, and surface findings . Excavations carried out by using a box model with a deepening technique using spit .The results of research showed that human occupation in Prehistoric Caves Complex Bellae the most intense occurred in  the  middle layer of culture. Displacement of each layer of culture , based on the findings of  kitchen waste is always decreasing occupation .  Food  gathering  system  utilizing  the surrounding environment of  the marine environment, both  freshwater and salty.  The  food  gathering  was  influenced  by  season.   From  the  results  of  the  excavation  is  also  seen  that prior  to human consumption of shellfish , the protein source is derived  from small  animals . Changes  in  the cultural layer  then accompanied  by artefaktual  changes. The  most  obvious artifacts are  finding  pottery the younger cultural layers.
Cover Volume 1 Nomor 2, 2018 Jurnal Tumotowa
Tumotowa Vol 1 No 2 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i2.12

Abstract

The Art on Megalithical Relics of Waruga in North Minahasa Ipak Fahriani
Tumotowa Vol 1 No 2 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i2.13

Abstract

Wilayah Minahasa merupakan daerah yang cukup potensial memiliki tinggalan budaya megalitik, salah satunya adalah wadah kubur batu “waruga”, yang tersebar di hampir seluruh bagian wilayah Minahasa. Salah satu keunikan kubur batu waruga ini terletak pada Ragam hias yang terdapat pada bagian wadah dan tutup waruga. Penggambaran ragam hias pada obyek tersebut ternyata memiliki berbagai fungsi, sehingga menarik untuk dikaji bagaimana perkembangan budaya Minahasa melalui ragam hias yang ada di Waruga. Pengumpulan data dalam tulisan ini bersifat deskriptif yang diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan terhadap situs Waruga di Minahasa Utara. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, ternyata dapat diperkirakan adanya pengetahuan tentang kepercayaan dan seni yang berkembang pada masa berlangsungnya budaya Megalitik di wilayah ini, sehingga dapat diperoleh gambaran  tentang berbagai aktivitas yang  pernah terjadi  di wilayah Minahasa pada masa lampau.
PEMANFAATAN GUA-GUA ALAM DI KABUPATEN MOROWALI UTARA SEBAGAI BUKTI AKTIVITAS MANUSIA MASA LALU nfn Sriwigati
Tumotowa Vol 1 No 2 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i2.14

Abstract

Human life in the past, especially in the late Pleistocene and early Holocene are very dependent on the availability of natural resources around them. One of adaptation to an environment that does is use the cave as a shelter. The location was chosen with consideration of the cave near the water source, easy to get the food needed and is safe from the threat of wild animals. Natural caves scattered Morowali district is used as a shelter and burial with the remains of stone-tool artifacts flakes, blades and waste product; kitchen midden and animal bones: skull, bones and human teeth; rock painting in the form of hand stencils.
Pengelolaan Kawasan Sendang Sono berwawasan Masyarakat Singgih Hapsoro
Tumotowa Vol 1 No 2 (2018): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v1i2.15

Abstract

Kawasan Sendangsono menjadi salah satu tempat peziarahan favorit umat Katolik di Indonesia, yang berupa sebuah gua buatan didalamnya terdapat patung perwujudan Bunda Maria , Gereja Promasan dan lintasan Jalan Salib yang menghubungkan Gereja dengan Gua Maria. Pesatnya pembangunan serta daya tarik ekonomi  menimbulkan permasalahan yang dapat membahayakan dan mengancam kelestarian sumberdaya budaya kawasan Sendangsono. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan  pengelolaan Kawasan Sendangsono yang berwawasan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengelolaan Kawasan Sendangsono saat ini. Kajian yang dilakukan adalah kajian berwawasan masyarakat, yaitu kajian pengelolaan yang  memperhatikan nilai dan makna budaya, baik yang berwujud benda maupun tak benda dan peran serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan  Kawasan Sendangsono sudah sangat baik, terbukti dengan kepuasan para pengunjung yang datang ke Kawasan Sendangsono. Keterlibatan masyarakat hanya sebatas kegiatan insidentil, belum menyentuh sisi manajemen. Hal inilah yang perlu diperhatikan dalam rangka Pengelolaan Kawasan Sendangsono yang berwawasan masyarakat.