cover
Contact Name
Akhyarnis Febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
jurnalstockpeternakan@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo, Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec.Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211.
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Stock Peternakan
ISSN : -     EISSN : 25993119     DOI : 10.36355
Core Subject : Health, Agriculture,
Stock Peternakan Merupakan Jurnal Yang menerbitkan artikel dengan kajian benih, bibit, bakalan, ternak ruminansia indukan, pakan, alat dan mesin, budi daya ternak, panen, pasca panen, pengolahan, pemasaran, pengusahaan, pembiayaan dan sarana dan prasarana
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): STOCK Peternakan" : 4 Documents clear
PENGARUH FOSFAT DAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) TERHADAP PANJANG BATANG, TINGGI TANAMAN, DAN JUMLAH DAUN ALFALFA (MEDICAGO SATIVA L.) PADA TANAH INCEPTISOL Bela Putra
STOCK Peternakan Vol 1, No 1 (2017): STOCK Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v1i1.147

Abstract

AbstrakPENGARUH FOSFAT DAN CENDAWAN  MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) TERHADAP PANJANG BATANG, TINGGI TANAMAN, DAN JUMLAH DAUN ALFALFA (MEDICAGO SATIVA L.) PADA TANAH REGOSOL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cendawan mikoriza arbuskula dan pupuk fosfat terhadap panjang batang, tinggi tanaman, dan jumlah daun alfalfa. Rancangan yang dipakai adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 4, 4 ulangan. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf pemberian pupuk fosfat (P) : 0, 60 dan 120 kg P2O5 ha-1 dan faktor kedua adalah penambahan CMA terdiri dari 4 taraf 0, 5, 10 dan 15 g pot-1. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, panjang batang, dan jumlah daun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Interaksi CMA  dan pupuk P memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada semua parameter yang diuji. Perlakuan pemberian CMA sebanyak 15 g pot-1 menunjukkan adanya pengaruh berbeda sangat nyata (p<0,01) pada parameter panjang batang, tinggi tanaman, jumlah daun. Perlakuan pemberian pupuk P sebanyak 60 kg P2O5 ha-1 menunjukkan adanya pengaruh berbeda sangat nyata (p<0,01) pada parameter panjang batang, tinggi tanaman. Disimpulkan bahwa interaksi  CMA dan pupuk P tidak bisa meningkatkan pertumbuhan alfalfa dilihat dari aspek panjang batang, tinggi tanaman, dan jumlau daun. Pemberian CMA 15 g pot-1 dapat meningkatkan panjang batang, tinggi tanaman, jumlah daun. pemberian pupuk P sebanyak 60 kg P2O5  dapat meningkatkan panjang batang dan tinggi tanaman. Kata kunci : Alfalfa, CMA, Mikoriza, pertumbuhan, produktivitas
The Level of Hormone Testosterone, Sperm quality, Testes and Uropygium size of Male Quails (Coturnix coturnix japonica) Based On Differences Age Abyadul Fitriyah; Supriyono Supriyono; Isyaturriyadhah Isyaturriyadhah
STOCK Peternakan Vol 1, No 1 (2017): STOCK Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v1i1.96

Abstract

The research was conducted to know The level of hormone testosterone, sperm quality, testes and uropygium size ofmale quails (coturnix coturnix japonica) based on differences in age. The research used each forty 4-w old malequails, 6-w old male quails, 8-w old male quails and 10-w old male quails. The quails were given feed with the samecomposition of diets are crude protein (20.51%), fat (4.46%), crude fiber (4.38%), calcium (1.54%), phosphor (0.77%)and energy metabolism (2602.01 Kcal/kg). The quality of the quail feed material, it is analyzed the proximate of theration (corn, rice bran, soya bean meal, meat bone meal, CaCO3, DL-metionin, L-lysine, NaCl and premix). Variablesobserved: hormone testosterone level, body weight, sperm quality (motility, morphology, viability and concentration),testes size (weight, length, circulation and volume), and uropygium size. The sperm quality data (sperm motility, spermmorphology, sperm viability and sperm concentration) were analyzed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). Theother data were analyzed descriptively. The output of this research showed that: The average of hormone testosteronelevel of forty 6, 8 and 10-w old quails are (1.68 ng/ml), (3.08 ng/ml) and (4.92 ng/ml), and the lowest hormonetestosterone level showed at 4-w old quails. The average body weight of forty 4-w old quails (55.8 g), forty 6-w oldquails (103.0 g), forty 8-w old quails (135.0 g) and forty 10-w old quails (152.0 g). The highest sperm quality showed atforty 10-w old quails with the average of sperm motility (78.30 %), sperm morphology (76.70 % of sperm normal),sperm viability (73.19 % of sperm life) and sperm concentration (250 x 109/ml). Sperm quality of forty 4, 6 and 8-w oldquails not significance difference. The highest testes size and uropygium size showed at forty 10-w old quails with theaverage of testes weight (2.64 g); uropygium (2.90 g), testes length (2.0 cm), testes circle (4.7 cm), testes volume (2.0ml) and uropygium diameter (5.70 cm). The lowest testes and uropygium size showed at forty 4-w old quails. Testesand uropygium size of forty 6 and 8-w old quails not significance difference. The conclusion of this research: the levelof hormone testosterone, sperm quality, testes and uropygium size of forty 6 to 10-w old male quails have higher qualityrather than forty 4-w old male quails and the highest quality showed at forty 10-w old male quails.Key words: Hormone testosterone, sperm quality, testes, uropygium, male quails
Pengaruh Penambahan Minyak Ikan Lemuru dan Minyak Sawit dalam Pakan Terhadap Kualitas Sperma Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Isyaturriyadhah Isyaturriyadhah; Abyadul Fitriyah
STOCK Peternakan Vol 1, No 1 (2017): STOCK Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v1i1.97

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh kedua macam minyak yaitu minyak ikanlemuru (ML) dan minyak sawit (MS) dalam pakan terhadap kualitas sperma burung puyuh (Coturnix coturnixjaponica). Penelitian ini menggunakan 75 ekor burung puyuh jantan (Coturnix coturnix japonica), berumur 12minggu, dibagi menjadi lima (5) kelompok perlakuan, setiap perlakuan diulang tiga (3) kali dan setiapulangan menggunakan lima (5) ekor puyuh jantan. Perlakuan yang dilakukan yaitu : P-0 = Pakan kontrol, P-1= Pakan 3% ML, P-2 = Pakan 6% ML, P-3 = Pakan 3% MS, dan P-4 = Pakan 6% MS. Data hasilpengamatan pada kualitas sperma yaitu motilitas, morfologi, viabilitas dan konsentrasi spermatozoa,dianalisis secara kualitatif dengan cara membandingkan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penggunaan ML dan MS di dalam pakan memberi indikasi meningkatkan motilitas spermatozoasampai 78,30% yaitu pada P-2, P-3 dan P-4, jumlah spermatozoa hidup sampai 86,06% pada P-4 dankonsentrasi spermatozoa sampai 255,30.109/ ml pada P- 4. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwapemberian minyak ikan lemuru dan minyak sawit dengan level tertentu yaitu level 3% dan 6% dapatmempengaruhi dan meningkatkan kualitas sperma pada burung puyuh.Kata kunci : Minyak lemuru, minyak sawit dan kualitas sperma
MASASE UTERUS UNTUK MEMPERCEPAT BERAHI POSTPARTUM DAN MENINGKATKAN HORMON PGF2α PADA TERNAK SAPI BALI Supriyono Supriyono; Akhyarnis Febrialdi
STOCK Peternakan Vol 1, No 1 (2017): STOCK Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v1i1.98

Abstract

Kesuburan ternak sapi Bali yang optimal tercermin oleh rendahnya Service per Conception, angka kebuntinganyang tinggi, berahi postpartum yang pendek. Maka, produksi anak sapi yang dilahirkan setiap tahun akan meningkat,sehingga populasi dan kesuburan sapi menjadi tinggi. Tingginya populasi sapi tersebut akan menyebabkan proteinhewani asal sapi cukup tersedia sehingga agroindustri peternakan meningkatBeberapa alternatif untuk memperpendek selang waktu pascalahir ke estrus pertama setelah melahirkan antara lainyang secara tidak langsung adalah perbaikan pakan, baik kualitas maupun kuantitas agar organ-organ reproduksiberfungsi secara optimal, sedangkan yang secara langsung antara lain adalah dengan penyuntikan PGF2α dan masaseuterus untuk mempercepat involusi uterus. Pemberian PGF2α pada sapi milik rakyat perlu dipertimbangkan, karenaharganya yang cukup mahal untuk ukuran peternak dan pemberiannya harus di bawah pengawasan dokter hewan.Perlakuan yang berdampak menyerupai injeksi PGF2α adalah masase uterus, masase uterus lebih praktis dan lebihekonomis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh masase uterus terhadap kecepatan timbulnya berahipostpartum dan hormon PGF2α pada ternak sapi bali. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial RAL 3x2 denganperlakuan Faktor A masase uterus selama 0 menit (a0), 1 menit (a1) dan 2 menit (a2), perlakuan faktor B induk sapi Baliprimipara (b1) dan multipara (b2), yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali.Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan dikandang peternak. Penelitian dengan metode surveibertujuan untuk mengidentifikasi ternak yang akan dijadikan sampel penelitian. Penelitian berikutnya dilakukan dikandang peternak dengan melakukan masase uterus yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadapangka kesuburan ternak. Peubah yang diamati adalah : jumlah sampel yang dipergunakan untuk perlakuan, estreuspertama potpartum dan hormon PGF2αKesimpulan dari hasil penelitian ini adalah : Hasil seleksi status ovarium sapi Bali yang dijadikan sampelsebanyak 94,52%, masase uterus selama 1 menit dapat mempercepat estrus pertama postpartum (39,51 hari) dan kadarhormon PGF2α dalam darah induk sapi Bali sesaat setelah perlakuan tertinggi terdapat perlakuan 2 menit masase padainduk primipara.Kata kunci : masase uterus, berahi postpartum, sapi Bali

Page 1 of 1 | Total Record : 4