cover
Contact Name
Usman Jayadi
Contact Email
berajahonline@gmail.com
Phone
+6281238426727
Journal Mail Official
berajahonline@gmail.com
Editorial Address
Jl. Melati VIII BTN Rembiga, Kec. Selaparang, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Berajah Journal
ISSN : 27971805     EISSN : 27971082     DOI : https://doi.org/10.47353/bj
BERAJAH JOURNAL menerbitkan artikel tentang pendidikan dan pembelajaran secara umum. Berisi artikel /hasil penelitian yang ditulis oleh para ahli, ilmuwan, praktisi, dan reviewer di bidang pendidikan dan pembelajaran. Beberapa cakupan Berajah Journal meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian pembelajaran, sosial budaya, dll.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021" : 5 Documents clear
KEMAMPUAN MEMBEDAKAN IMBUHAN DENGAN KATA DEPAN DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X IPA MAN LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Usman Jayadi; Muhsan M
Berajah Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : PT. Utarapost Media Panai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i1.16

Abstract

Imbuhan dalam sebuah kalimat dapat mengubah makna, jenis, dan fungsi sebuah kata dasar atau bentuk dasar menjadi kata lain yang fungsinya berbeda dengan kata dasar atau bentuk dasarnya. Imbuhan yang  mana yang digunakan tergantung pada keperluan penggunanya didalam pertuturan lewat kalimat. Untuk keperluan pertuturan itu terkadang sering pula siswa salah dalam menggunakan imbuhan (afiks) dalam kalimat bahasa Indonesia, sehingga mengakibatkan terjadi kontaminasi (kerancuan makna), ambiguitas,  tidak logis, tidak efektif, tidak normatif dan lain-lain. Demikian halnya dengan penggunaan kata depan dalam kalimat bahasa Indonesia. Kadang-kadang kata depan dijadikan sebagai imbuhan dan imbuhan dijadikan kata depan dalam kalimat bahasa Indonesia. Permasalahan ini tampak pada cara menulis kalimat dan mengerjakan soal-soal dalam bahasa Indonesia pada siswa kelas X IPA MAN Gerung. Penelitian ini berorentasi pada masalah bagaimana siswa dapat membedakan imbuhan dengan kata depan dalam kalimat bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan membedakan imbuhan dengan kata depan dalam kalimat bahasa Indonesia siswa kelas X IPA MAN Gerung tahun pelajaran 2020/2021. Metode penentuan subjek yang digunakan adalah metode populasi mengingat jumlah siswa kelas X IPA MAN Gerung kurang dari 100 orang. Metode pengumpulan data meliputi; metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Sedangkan metode analisis data menggunakan hitungan statistik. Hasil analisis data menunjukan bahwa secara umum rata-rata peningkatan pembelajaran membedakan imbuhan dengan kata depan dalam kalimat bahasa Indonesia siswa kelas X IPA MAN Gerung tahun pelajaran 2020/2021 termasuk dalam kategori tinggi yaitu rata-rata (M) kemampuan individu dalam penggunaan imbuhan = 84,20 dan kemampuan kelompok = 84,20, sedangkan kemampuan individu dalam penggunaan kata depan rata-rata = 83,84 dan kemampuan kelompok = 83,84. Indeks Prestasi Kelompok yang dicapai sebesar 83,96. Termasuk kategori tinggi bila dibandingkan dengan target kurikulum dengan daya serap secara klasikal miniumal 75. Sedangkan kemampuan secara individu membedakan imbuhan dengan kata depan rata-rata siswa di atas KKM = 66,67 atau 100% tuntas.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM MENEMUKAN KALIMAT UTAMA PADA SISWA KELAS IV SDN 22 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Usman Jayadi
Berajah Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : PT. Utarapost Media Panai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i1.17

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami isi wacana berimplikasi pada rendahnya hasil belajar siswa dalam menemukan kalimat utama. Begitu juga halnya dengan kenyataan yang terjadi pada siswa kelas IV SDN 22 Mataram tahun ajaran 2020/2021. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terhadap guru dan siswa kelas IV SDN 22 Mataram tahun ajaran 2020/2021, diperoleh data hasil belajar siswa pada subpokok bahasan ”menemukan kalimat utama dalam paragraf” yaitu 37,84% atau 14 siswa yang mencapai KKM, sedangkan 23 siswa belum mencapai KKM dan dinyatakan tidak tuntas. Selama observasi ditemukan fakta bahwa kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik minat siswa menyebabkan kurangnya motivasi, konsentrasi dan interaksi siswa dalam belajar, sehingga hasil belajar yang diperoleh kurang memuaskan. Berdasarkan masalah tersebut, salah satu pemecahan masalah yang ditawarkan penulis untuk diteliti adalah penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada kelas IV SDN 22 Mataram tahun ajaran 2020/2021. Adapun masalah yang ingin dikaji penulis dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan aktivitas siswa melalui penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) serta bagaimanakah peningkatan hasil belajar dalam menemukan kalimat utama melalui penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada siswa kelas IV SDN 22 Mataram tahun ajaran 2020/2021? Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (Action Research).Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes dan dokumentasi. Sementara itu metode yang digunakan untuk mengolah data aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa adalah menggunakan BERAJAH JOURNAL VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2021 22 metode pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkkan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yaitu pada siklus I diperoleh kriteria aktivitas siswa “cukup aktif” kemudian meningkat pada siklus II menjadi “sangat aktif”. Sementara itu dari segi hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan pada setiap siklus, pada siklus I hanya 52,77% siswa yang mencapai KKM kemudian meningkat pada siklus II menjadi 91,89% siswa yang mencapai KKM yang ditetapkan sekolah. Sehingga dapat ditelaah bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 39,12%, ini menandakan bahwa penggunaaan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam menemukan kalimat utama pada siswa kelas IV SDN 22 Mataram tahun ajaran 2020/2021.
BUDAYA BEREQE SASAK LOMBOK SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN NILAI RELIGIUS DAN JATI DIRI MASYARAKAT MONTONG BAAN KECAMATAN SIKUR LOMBOK TIMUR Lalu Kamarudin; Usman Jayadi
Berajah Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : PT. Utarapost Media Panai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i1.18

Abstract

Budaya Bereqe merupakan salah satu budaya yang ada di Indonsia khususnya di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Karya sastra ini tercipta dari hasil karya, karsa, imajinasi serta pengalaman yang dimiliki oleh penyair-penyair yang masyhur pada zamannya maupun orang-orang yang berimajinasi semata. Karya sastra yang tercipta di bumi nusantara ini banyak ragamnya, baik yang bernuansa politik, romantik, hingga yang bernuansa kritik. Begitu halnya dengan kebudayaan. Bereqe yang merupakan rangkaian dari pra acara sunatan atau khitanan. Dalam prosesi adat Bereqe Sasak Lombok ini, tidak hanya menunjukkan adat dan budya Sasak semata, melainkan terdapat nilai-nilai yang bermakna bagi masyarakat. Nilai–nilai yang dimaksud diantaranya nilai sosial, religius dan jati diri bangsa Indonesia. Nilai sosial ini nampak dari sikap saling membantu antara yang satu dan lainnya. Dalam persiapan acara Bereqe ini, ada yang bertugas sebagai pengatur, pujangga (tukang pace tembang), Inen bubus sampai petugas pembawa pesaji atau dulang. Dilihat dari nilai religinya tembang yang dibaca oleh pujangga tersebut berisikan cerita awal masuknya agama Islam. Masyarakat suku Sasak Lombok berpandangan bahwa kalau anak yang sudah dikhitan baru dikatakan suci dari kotoran yang terdapat diujung kemaluannya dan anak tersebut boleh melaksanakan ibadah sholat dengan orang tua. Sedangkan jati diri sebagai bangsa Indonesia, dilihat dari kegigihan mempertahankan identitas dan adat-istiadat untuk mempersiapkan pelaksanaan acara khitanan yang sudah ditentukan. Budaya bereqe ini merupakan salah satu diantara bukti faktual bahwa bangsa Indonesia kaya akan budaya dan tradisi. Tradisi atau adat-istiadat suku Sasak Lombok banyak yang positif yang memiliki nilai-nilai luhur yang patut dikaji, dibanggakan, dan dilestarikan sebagai warisan budaya, penguat dan jati diri masyarakat Montong baan khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
CAMPUR KODE DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PANCOR SANGGENG, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Haerudin H; Dian Aprila Diniarti
Berajah Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : PT. Utarapost Media Panai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i1.19

Abstract

Permasalahan yang hendak dikaji dalam penelitian ini adalah bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode pada masyarakat Pancor Sanggeng di Lombok Timur. Masyarakat Pancor Sanggeng adalah masyarakat yang bilingual karena menguasai dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Penguasaan terhadap dua bahasa tersebut memungkinkan terjadinya campur kode dalam setiap tuturan masyarakat tersebut karena penggunaan bahasa Indonesia lebih dominan dibandingkan bahasa daerah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor penyebab terjadinya campur kode pada tuturan masyarakat Pancor sanggeng. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan sadap suara. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, hasil penelitian yang ditemukan berupa bentuk campur kode dalam tuturan masyarakat Pancor sanggeng adalah campur kode dalam bentuk kata dan frasa. Sedangkan faktor penyebab terjadinya campur kode ada tiga yaitu, (1) persamaan latar belakang bahasa pertama (B1), (2) merupakan wilayah kota sehingga memungkinkan mereka untuk menggunakan bahasa Indonesia lebih sering daripada bahasa ibu, dan (3) faktor gengsi yang tinggi untuk menunjukkan identitas mereka yang tinggal di kota.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DAN PRESTASI KERJA GURU DENGAN KEMAJUAN MADRASAH ALIYAH SE-KABUPATEN SURAKARTA Angga Eka Yuda Wibawa
Berajah Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : PT. Utarapost Media Panai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara kepemimpinan Kepala Madrasah dengan kemajuan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Surakarta, (2) hubungan antara prestasi kerja guru dengan kemajuan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Surakarta, dan (3). hubungan antara kepemimpinan Kepala Madrasah dan prestasi kerja guru secara bersama dengan kemajuan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi korelasional. Data yang digunakan adalah data primer dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 30 orang sampel penelitian yang terdiri dari kepala madrasah dan guru Madrasah Aliyah se-Kabupaten Surakarta. Hasil pengumpulan data selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis regresi dengan bantuan Program IBM SPSS (Statistical Product and Service Solution) Statitics versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan kepala madrasah dengan kemajuan madrasah sebesar 95,3%, sedangkan korelasi partial antara kepemimpinan kepala madrasah dengan kemajuan madrasah sebesar 64%, dan kepemimpinan kepala madrasah akan memberikan kontribusi terhadap kemajuan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Surakarta sebesar 90,7%; (2) Ada hubungan yang signifikan antara prestasi kerja guru dengan kemajuan madrasah sebesar 98,8%, sedangkan korelasi partial antara prestasi kerja guru dengan kemajuan madrasah sebesar 86,1%, dan prestasi kerja guru akan memberikan kontribusi terhadap kemajuan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Surakarta sebesar 97,7%; serta (3) Ada hubungan yang signifikan secara bersama antara kepemimpinan kepala madrasah dan prestasi kerja guru dengan kemajuan madrasah sebesar 98,8%, kepemimpinan kepala madrasah dan prestasi kerja guru akan memberikan kontribusi secara bersama terhadap kemajuan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Surakarta sebesar 97,7%, sedangkan persamaan garis regresinya adalah: Y = 59,301 + 0,154 X1 + 0,571 X2.

Page 1 of 1 | Total Record : 5