cover
Contact Name
Eva Y
Contact Email
evay@isi-padangpanjang.ac.id
Phone
+6282216161515
Journal Mail Official
artchive.fsrd@gmail.com
Editorial Address
Faculty Of Fine Arts and Design Institut Seni Indonesia Padang Panjang Jl. Bahder Johan, Guguk Malintang, Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat 27118
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
ARTCHIVE: Indonesia Journal of Visual Art and Design
ISSN : 26550903     EISSN : 2723536x     DOI : http://dx.doi.org/10.53666/artchive.v1i2
Indonesia Journal Of Visual Art And Design welcomes full research articles in the area of Visual Art and Design from the following subject areas: Design History, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Sociology Design, Design Management, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Industrial Design, Visual Communication Design, Photography, Interior Design, Craft, Architecture, Film, Multimedia, Creative Industry, Design Policy, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design.
Articles 42 Documents
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PARIWISATA KOTA BUKITTINGGI Ary Leo Bermana
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 1 (2020): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i1.1558

Abstract

ABSTRACT Tourism is one of the mainstays in earning foreign exchange for national development. The city of Bukittinggi as one of the tourism cities in Indonesia, has enormous tourism potential, both in terms of nature, social and culture. However, the increase in the volume of tourists to the city of Bukittinggi has not matched what was expected when compared to the time and costs spent. When compared to other areas such as Bali, Bukittinggi is still behind in terms of tourism promotion efforts. For this reason, in the development of tourism promotion in the city of Bukittinggi, one of the solutions offered is through motion graphic animation media. Motion Graphic is a type of graphic animation that uses video recording or animation technology to create the illusion of motion or rotation, and is usually combined with the audio used in multimedia projects. In making this motion graphic, it uses visuals in the form of vector images of several tourist objects in the city of Bukittinggi and typography which is composed and still has a narrative so that the delivery of messages remains strong and informative.The design method used to create this motion graphic is the Random search method. This strategy is the most free strategy in its implementation, whether it is free in sorting the components of the design or the sequence of the exploration stages. Only the final goal of the design is decided at the beginning of the design process. This strategy starts from making briefs, collecting data, analyzing data, prototyping and evaluating. This is emphasized so that the final result can produce a solution in the form of motion graphics animation that can increase the reliability and effectiveness of the promotion and can create dynamic and interactive communication presentations.  ABSTRAK Pariwisata merupakan salah satu andalan dalam perolehan devisa bagi pembangunan nasional. Kota Bukittinggi sebagai salah satu kota pariwisata di Indonesia, memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, baik dilihat dari alam, sosial maupun budayanya. Namun peningkatan volume wisatawan ke kota Bukittinggi belum sesuai dengan apa yang diharapkan apabila dibandingkan dengan waktu dan biaya yang telah dikeluarkan. Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Bali, Bukittinggi masih ketinggalan dalam hal usaha promosi wisata. Untuk itu dalam pengembangan promosi pariwisata kota Bukittinggi, salah satu solusi yang ditawarkan adalah melalui media animasi motion graphic. Motion Graphic merupakan sejenis animasi grafis yang menggunakan rekaman video atau teknologi animasi untuk menciptakan ilusi gerak atau rotasi, dan biasanya dikombinasikan dengan audio yang digunakan dalam proyek multimedia. Dalam pembuatan motion graphic ini menggunakan visual berupa gambar vektor dari beberapa objek wisata yang ada di Kota Bukittinggi dan tipografi yang dikomposisikan serta tetap memiliki narasi sehingga penyampaian pesan tetap kuat dan informatif. Metode desain yang digunakan untuk menciptakan motion graphic ini adalah Metode Random search atau pencarian solusi secara acak. Strategi ini merupakan strategi yang paling bebas dalam pelaksanaannya, baik bebas dalam memilah komponen-komponen desain maupun urutan tahap eksplorasi. Yang diputuskan pada awal proses desain hanyalah sasaran akhir desain. Strategi ini di mulai dari pembuatan brief, pengumpulan data, analisis data, prototype serta evaluasi. Hal ini ditekankan agar hasil akhir yang di dapat bisa melahirkan solusi berupa animasi motion graphics yang dapat meningkatkan reabilitas dan keefektifan dari promosi tersebut serta dapat menciptakan presentasi komunikasi yang dinamis dan interaktif. 
ORNAMEN SEBAGAI ELEMEN ESTETIK PADA ISTANO BASA PAGARUYUNG Melati Soraya Putri; Sri Sundari; Yulimarni Yulimarni
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 1 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i1.1733

Abstract

The research which has the title “Ornament as aesthetic element on Istano Basa Pagaruyung” has been intended to further historical and ornament forms on Istano Basa Pagaruyung.. This research conducted in Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, West Sumatera. This research using qualitative method with descriptive data discuss about the data accordance with the facts found in the field, with aesthetic research. Data collection done through by study research, observation, interviews, and documentation. The motivating factor in doing this research is a rising an interest about ornament there in Istano Basa Pagaruyung edifice.Istano Basa Pagaruyung is traditional houses that has been use as a tourist object. These palaces have three floors. The first floor called as an “anjuang”. The second floor is an “Anjuang Paranginan” and the third floor called “Mahligai”. The aesthetic value that finds from the base palace is visible source various ornament in this edifice. Like the ornament in the wall, the grabbing wall in janjang or stairs, entrance, lipslang, attic and lower rafters and kasau or under the roof and on the head pole. The motives of the ornaments present in certain parts have a different purpose and meaning, according to the name of motives.ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Ornamen Sebagai Elemen Estetik Pada Istano Basa Pagaruyung,” bertujuan untuk mendalami sejarah dan bentuk motif ornamen yang ada pada bangunan istano. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data deskriptif yang membahas tentang data sesuai dengan fakta yang ditemui di lapangan, dengan kajian estetik. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Faktor pendorong dalam melakukan penelitian ini adalah timbulnya ketertarikan mengenai ornamen yang terdapat pada bangunan Istano Basa Pagaruyung. Istano Basa Pagaruyung merupakan rumah adat yang telah dijadikan sebagai objek wisata. Istano Basa Pagaruyung memiliki tiga lantai, lantai yang pertama disebut dengan “anjuang”, lantai kedua disebut dengan “anjuang paranginan” dan lantai tiga disebut dengan “mahligai”. Nilai estetik yang terdapat pada Istano Basa Pagaruyung ini terlihat dari berbagai macam ornamen yang terdapat pada bangunannya. Seperti ornamen yang terdapat pada bagian dinding, dinding pegangan janjang, pintu masuk, lisplang, loteng dan pinggiran loteng, kasau atau bawah atap, dan pada bagian kepala tiang. Motif – motif ornamen yang terdapat pada bagian – bagian tertentu memiliki maksud dan tujuan yang berbeda, sesuai dengan nama – nama motifnya. Kata kunci: Istano Basa Pagaruyung, nilai estetis, ornamen.
POTRET NELAYAN IKAN BILIH DANAU SINGKARAK DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Dira Herawati
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 1 (2018): ARTCHIVE : Indonesia Journal Of Visual Art And Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i1.579

Abstract

Penggambaran unsur-unsur kebudayaan merupakan bagian dari proses dan perkembangan peradaban dan kebudayaan itu sendiri.  Pada perkembangannya, gambar fotografi memiliki citra yang sempurna untuk menangkap fenomena berjalannya pergerakan unsur-unsur kebudayaan. Fotografi secara nyata memindahkan kejadian dalam sebuah ruang dan masa tertentu ke dalam gambar visual dua dimensi yang bersifat dokumentatif. Keberadaan pencari ikan bilih dapat dikatakan merupakan bagian unsur kebudayaan yang menyangkut sistem mata pencaharian. Dalam kaitannya dengan budaya, mata pencaharian merupakan gambaran nyata di mana dapat ditangkap secara kasat mata bahwa hal tersebut melibatkan cara-cara tertentu, teknologi tertentu, lingkungan tertentu dan keahlian tertentu pula. Di sekitar Danau Singkarak - Sumatera Barat, ikan bilih merupakan jenis ikan yang  secara khusus hanya mampu hidup pada tipe air, suhu, dan kedalaman tertentu yang setara dengan kondisi pada Danau Singkarak. Hal-hal ini tentu menarik untuk divisualkan sebagai dokumen yang berestetika dalam karya seni fotografi dokumenter. Lensa kamera memberi gambaran nyata dengan merekam secara kasat mata bahwa sebuah fenomena melibatkan cara-cara, teknologi, lingkungan dan keahlian yang memiliki estetika fotografis
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF TRADITIONAL KARO ORNAMENTS IN THE INCULTURATIVE CATHOLIC CHURCH OF BERASTAGI Viktor Saimar Lamhot Hasugian; Mesra Mesra
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 1 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i1.1727

Abstract

This research is motivated by the uniqueness of the Karo Berastagi Inculturative Catholic Church, where there are ornaments on the walls of the buildings that adopt the architecture of the traditional Karo traditional house and the incorporation of Christian ornaments. The purpose of this study was to determine the shape, color, meaning and placement of ornaments in the Berastagi Inculturative Catholic Church. The research method in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques used are field observations, interviews and documentation. Precisely in the shape of the ornament, the color of the ornament, the meaning of the ornament and the placement of the ornament. This change is also not much different from the traditional Karo onamen in general. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh keunikan dari Gereja Katolik Inkulturatif Karo Berastagi dimana terdapat Ornamen-ornamen pada dinding bangunan yang mengadopsi arsitektur pada rumah adat Tradisional Karo dan adanya penggabungan ornamen kekristenan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bentuk, Warna, Makna dan penempatan ornamen pada Gereja Katolik Inkulturatif Berastagi. Metode penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Tepatnya pada bentuk ornamen, warna ornamen, makna ornamen da penempatan ornamen. Perubahan tersebut juga tidak jauh beda dari onamen Tradisional Karo pada umumnya. Kata Kunci: Ornamen; Catholic Chuch; Tradisional Karo ;Inkulturatif; Berastagi
MENJAGA TRADISI CABLAKA DI ERA MILENIAL MELALUI COVER MAJALAH ANCAS BANYUMASAN Bayu Aji Suseno; Luqman Wahyudi
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 2 (2020): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i2.1629

Abstract

The publication of Ancas Banyumasan magazine is intended for market segmentation or target audience (consumers) of the millennial generation in the Barlingmascakep area (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen). The cover image of Ancas Banyumasan magazine presents a role model for local teenagers or young people who are not well known or less popular with an understated or simple (pose) style or attitude. The title of the main article of Ancas Banyumasan magazine uses Penginyongan language with persuasive sentences with provocative tones to maintain the character of the Cablaka culture which means speaking frankly or as is. This research uses a qualitative method with a descriptive analytic study approach, while data collection is by non-participant observation to obtain a picture or information on an objective state or certain event based on clear facts. The results of the study aimed to analyze the meaning of the cablaka concept in the cover design of Ancas Banyumasan magazine in building awareness of the millennial generation of the value of local wisdom. Penerbitan majalah Ancas Banyumasan ditujukan untuk segmentasi pasar atau target audience (konsumen) generasi milenial di wilayah Barlingmascakep (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen). Image cover majalah Ancas Banyumasan menghadirkan role model remaja atau anak muda lokal yang tidak terkenal atau kurang popular dengan (pose) gaya atau sikap bersahaja atau sederhana. Judul artikel utama majalah Ancas Banyumasan menggunakan bahasa Penginyongan dengan kalimat persuasif bernada provokatif untuk mempertahankan karakter budaya cablaka yang berarti berbicara terus terang atau apa adanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif analitik, sedangkan pengumpulan data dengan observasi non-partisipan untuk memperoleh gambaran atau informasi terhadap suatu keadaan objektif atau peristiwa tertentu berdasarkan fakta yang jelas. Hasil penelitian bertujuan untuk menganalisis makna konsep cablaka dalam desain cover majalah Ancas Banyumasan dalam membangun kesadaran (awareness) generasi milenial terhadap nilai kearifan lokal.Kata kunci : Cablaka, cover, majalah, ancas, banyumasan
MEDIUM LOKAL DALAM KARYA SENI RUPA SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN CIRI KHAS INDONESIA Muksin Muksin
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 1 (2020): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i1.1559

Abstract

Local material is one of potential alternatives to elevate the uniqueness of Indonesian art in the world. This study aims at identifying typical characteristic of Indonesian artwork based on the form of artwork. It was conducted by mapping some Indonesian artists from Yogyakarta, Bandung, and Bali who have worked with local indigenous materials as an alternative to his work, and are known internationally. The results were classified in two groups based on the use of the local material to create fine arts or crafts. Local indigenous materials used are fiber, wood, rattan, bamboo, stones, ceramics, metals and mixtures of some material. The study revealed that selection of the material was based on the closeness of artists to the material chosen that in accordance with the “grip” or “behavior” of the culture of the society in certain region. In addition, the selection of local indigenous materials is also motivated by the existence of communication relations between artists in developing the same discourse and intentions to explore Indonesia identity.  ABSTRAK Materi lokal merupakan salah satu alternatif potensial untuk mengangkat keunikan seni rupa Indonesia di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri khas karya seni Indonesia berdasarkan bentuk karya seni tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan memetakan beberapa seniman Indonesia dari Yogyakarta, Bandung, dan Bali yang telah menggarap material lokal sebagai alternatif karyanya, dan dikenal secara internasional. Hasilnya diklasifikasikan dalam dua kelompok berdasarkan penggunaan bahan lokal untuk membuat seni rupa atau kerajinan. Bahan asli daerah yang digunakan adalah serat, kayu, rotan, bambu, batu, keramik, logam dan campuran dari beberapa bahan. Studi tersebut mengungkapkan bahwa pemilihan materi didasarkan pada kedekatan seniman dengan materi yang dipilih sesuai dengan “pakem” atau “perilaku” budaya masyarakat di daerah tertentu. Selain itu, pemilihan material asli daerah juga dilatarbelakangi oleh adanya hubungan komunikasi antar seniman dalam mengembangkan wacana dan niat yang sama untuk mengeksplorasi jati diri Indonesia.
VISUALISASI EKSPRESI WAJAH NEGATIF DALAM FENOMENA Hatmi Negria Taruan
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 1 (2018): ARTCHIVE : Indonesia Journal Of Visual Art And Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i1.580

Abstract

Wajah menekankan pada identitas diri bangsa atau ciri pribadi dan karakter bangsa atau ekspresi rakyat indonesia, identitas inilah yang diharapkan dan diinginkan agar diterima orang lain. Identitas diri bangsa mencakup suatu keadaan, perbuatan yang baik dan buruk. Identitas diri bangsa bersifat interaksi dengan bangsa lain. Ekspresi Wajah Negatif sebagai bentuk subjek, yang selalu meracuni perenungan dan melahirkan ide-ide, dengan penggambaran ekspresi wajah-wajah manusia. Bahasa visual abstrak, merupa- kan pemahaman suatu bentuk visual, dengan proses esplorasi atau eksperimen yang tak terikat dalam pilihan visual, atau seniman bebas dalam bereksperimen dengan teknik dalam penciptaan. Bentuk karya ini lebih tepatnya adalah suatu bentuk dari informasi dari bahasa visual yaitu abstraksi simbolik, dari bentuk ekspre- si wajah manusia yang ditrasformasikan dengan kecendrungan bentuk yang ekspresionisme. Dalam artian proses kerjanya menghilangkan atau menyederhanakan bentuk-bentuk objeknya
RUMAH GADANG, PEREMPUAN, DAN KESUNYIAN DALAM KARYA FOTO YOPPY PIETER Arif Rahman AS
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 1 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i1.1728

Abstract

Photography takes a big role in the delivery of information, documentation, promotion of product to works of art. Through Saujana Sumpu’s photobook, Yoppy Pieter tries to convey information about a village as a result of most of her brides choosing to settle in urban areas. In the Saujana Sumpu’s photobook, Yoppy presents the Rumah Gadang object and its activities in several photos. This study examines the meaning of photos in Yoppy Pieter’s Saujana Sumpu photobook in which there are the Rumah Gadang object and its activities. This study uses a qualitative method. The theory used in this research is the Semiotics of Roland Barthes. The result of the analysis obtained, there are three main points that Yoppy wants to tell, namely the Rumah Gadang with its history and function, the role of women in the Rumah Gadang, and the silence that occurs in the Rumah Gadang due to its lagging. All photos of Yoppy are presented in black and white colors that give the impression of old age, memories, and what has passed.ABSTRAK Fotografi berperan besar dalam penyampaian informasi, dokumentasi, promosi produk hingga karya seni. Melalui photobook Saujana Sumpu, Yoppy Pieter mencoba menyampaikan informasi tentang sebuah desa akibat sebagian besar pengantinnya memilih untuk menetap di perkotaan. Dalam photobook Saujana Sumpu, Yoppy menampilkan objek Rumah Gadang dan aktivitasnya dalam beberapa foto. Penelitian ini mengkaji tentang makna foto dalam photobook Saujana Sumpu karya Yoppy Pieter yang di dalamnya terdapat objek Rumah Gadang dan aktivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semiotika Roland Barthes. Hasil analisis yang diperoleh, ada tiga poin utama yang ingin disampaikan Yoppy, yaitu Rumah Gadang dengan sejarah dan fungsinya, peran perempuan dalam Rumah Gadang, dan keheningan yang terjadi di Rumah Gadang karena ketertinggalannya. . Semua foto Yoppy dihadirkan dalam warna hitam putih yang memberikan kesan tua, kenangan, dan apa yang telah berlalu. Kata Kunci: Rumah Gadang; Perempuan; Kesunyian; Fotografi; Yoppy Pieter.
PENYIARAN ONLINE LANGKAH PELESTARIAN BUDAYA DAERAH Riki Rikarno
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 2 (2020): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i2.1628

Abstract

The development of information and communication technology is very fast in this era of globalization. This development is sure to touch, even give birth to a new orientation in all areas of human life including the art performance of saluang dendang. One of the Baguruau Saluang Dendang groups in Solok Regency is Cimpago Talang. The Cimpago Talang arts club, with the Covid 19 concession, the government has implemented social restrictions. For this reason, broadcasting media through social media applications is an option for performing saluang dendang shows. One of the media they use is Live Streaming via the Facebook and Youtube applications, so that the Baguruau Saluang Dendang performance continues with the concept of two-way communication with the audience.ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat pada era globalisasi ini. Perkembangan ini dipastikan menyentuh, bahkan melahirkan orientasi baru pada semua bidang kehidupan manusia termasuk pertunjukan kesenian saluang dendang. Salah satu grub Baguruau Saluang Dendang yang ada di Kabupaten Solok adalah Cimpago Talang. Grub kesenian Cimpago Talang dengan konsidi Covid 19, pemerintah telah menerapkan pembatasan social. Untuk itu media penayangan melalui aplikasi-aplikasi media social menjadi pilihan melakukan pertunjukan saluang dendang. Salah satu media yang mereka pakai adalah live streaming melalui aplikasi Facebook dan Youtube, sehingga pagelaran baguruau saluang dendang tetap berjalan dengan konsep komunikasi dua arah dengan penonton.Kata Kunci: Penyiaran Online, Kesenian Saluang Dendang, Kelompok Seni Cimpago Talang
PEMANFAATAN PERABOT RUMAH TANGGA SEBAGAI PROPERTI ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN FOTOGRAFI KOMERSIAL Eldiapma Syahdiza; Dira Herawati; Putri Khairina Masta
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 1 (2020): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i1.1560

Abstract

Photography has become part of human’s life especially teenagers. It’s supported by a quite significant technology advancement particularly related to gadgets. The activity related to photography is a creative activity that enables students to become creative and imaginative persons. Data were obtained through the methods of library research and field research. Techniques used in field research were observation and documentation. Observation was done on SMAN 3 Padangpanjang students given the training about the utilization of household goods as an alternative property in the camerawork of commercial photography. The documentation of training activity also became the data source. After collecting data, they were analyzed by using comparative and descriptive techniques. Data result showed that students tried to think creatively and innovatively based on what they’d been learned in training activity. Every student has potential to become creative and innovative person if s/he is supported by her/his environment and given motivation. ABSTRAKFotografi sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia khususnya para remaja. Ini didukung oleh perkembangan teknologi yang cukup signifikan khususnya teknologi yang berhubungan dengan gawai (gadget) seperti laptop dan handphone. Aktivitas yang berkaitan dengan fotografi merupakan suatu aktivitas yang kreatif yang dapat membuat para siswa menjadi pribadi yang kreatif dan imajinatif. Data diperoleh melalui metode studi literatur dan studi lapangan. Teknik yang digunakan dalam metode studi lapangan adalah teknik observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada siswa SMAN 3 Padangpanjang yang diberi pelatihan tentang pemanfaatan barang-barang rumah tangga sebagai properti alternatif dalam pemotretan fotografi komersial. Selain melakukan observasi, dokumentasi kegiatan pelatihan juga menjadi sumber data untuk pembuatan jurnal ini. Setelah data terkumpul, data dianalis dengan menggunakan teknik komparatif dan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa para siswa berusaha untuk berfikir kreatif dan inovatif berdasarkan apa yang telah dipelajarinya di kegiatan pelatihan. Setiap siswa mempunyai potensi untuk menjadi kreatif dan inovatif jika dia didukung oleh lingkungannya dan diberi motivasi.