cover
Contact Name
Retno Andriati
Contact Email
retno.andriati@fisip.unair.ac.id
Phone
+6289518900161
Journal Mail Official
biokultur@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Kampus C Universitas Airlangga, JL. Mulyorejo, Surabaya, Mulyorejo, Surabaya City, East Java 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Biokultur
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23023058     EISSN : 27462692     DOI : http://dx.doi.org/10.20473/bk.v10i1.27409
Biokultur receives manuscripts from both original articles which are field-work research and literature review in the field of Anthropology. The scope of the anthropology includes: Social Anthropology Physical Anthropology Political Anthropology Cultural and Society
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2021): Actors' Role in Their Societies" : 5 Documents clear
Apropriasi Budaya Suku Banjar dalam Gaya Kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor Toto Fachrudin
Biokultur Vol. 10 No. 2 (2021): Actors' Role in Their Societies
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v10i2.31685

Abstract

Fenomena penggunaan simbol etnik sebagai identitas budaya menjadi cara yang efektif untuk memengaruhi publik dalam mencapai tujuan politik, menarik untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana cara Sahbirin Noor menampilkan dirinya dengan menggunakan identitas diri sebagai Paman Birin. Teori apropriasi budaya digunakan untuk melihat bagaimana identitas budaya diadaptasi dalam kepemimpinan kepala daerah. Penggunaan simbol etnik dan identitas budaya, termasuk di dalamnya bagaimana cara berbicara, bersikap, dan bertindak, dalam gaya kepemimpinan kepala daerah menjadi kajian penelitian ini. Metode penelitian ini kualitatif, dengan menggunakan metode studi kasus terhadap kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.  Data dalam penelitian ini didapatkan dengan melakukan observasi keseharian Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. Wawancara mendalam kepada warga masyarakat, aparat, budayawan, tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panggilan Paman Birin yang melekat pada dirinya menjadi identitas budaya, karena mencitrakan dirinya sebagai bagian dari kekerabatan kultural dengan seluruh warga Kalimantan Selatan yang bersuku Banjar. Paman Birin menjadi identitas simbolik diri dan identitas budaya yang diadaptasi dari nilai-nilai budaya Suku Banjar dalam kepemimpinan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Apropriasi budaya Banjar ini terlihat dari cara berkomunikasi, gaya bicara, sikap, maupun penggunaan atribut pakaian Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Makna Tradisi Mepe Kasur Merah Hitam Pada Suku Bangsa Osing Arga Diena Prabasari
Biokultur Vol. 10 No. 2 (2021): Actors' Role in Their Societies
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v10i2.31715

Abstract

Tradisi merupakan salah satu bagian dari suatu suku, tradisi dapat menjadi ciri khas dari suku tersebut. Tradisi Mepe kasur yang hanya ada di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Suku Bangsa Osing di Kemiren percaya jika seorang ibu tidak memberikan kasur merah hitam kepada anak gadisnya yang akan menikah maka rumah tangganya akan kurang langgeng. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan cara pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi, serta dengan interpretatif budaya Clifford Geertz. Informan yang diwawancarai dalam penelitian ini berjumlah 11 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 5 makna dalam tradisi mepe/menjemur kasur merah hitam secara bersamaan, yaitu 1) warna merah melambangkan keberanian, 2) warna hitam sebagai simbol dari kelanggengan, 3) Kasur dengan jumlah gembil sebagai simbol sebagai status sosial pemiliknya, 4) koin sen pada kasur sebagai simbol dalam keberanian mencari nafkah, 5) kasur yang dijemur bermakna membersihkan hal-hal negatif dalam rumah.
Konsep Guru Sejati dan Harmonisasi Kehidupan Dalam Legenda Masyarakat Dukuh Wonomulyo Yunita Furinawati
Biokultur Vol. 10 No. 2 (2021): Actors' Role in Their Societies
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v10i2.31713

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana masyarakat Wonomulyo mengakui posisi guru sebagai perantara antara jagat besar dan jagat kecil. Fenomena cerita tentang asal mula suatu wilayah adalah permasalahan yang menarik untuk dikaji lebih mendalam. Cerita itu dianggap representasi kebudayaan di dalam suatu masyarakat. Sebuah cerita yang masih diyakini memiliki fungsi semacam itu adalah legenda Dukuh Wonomulyo. Cerita ini memiliki struktur yang unik, dimana setiap elemennya mecerminkan tatanan kehidupan masyarakat Wonomulyo. Metode etnografi digunakan dalam studi ini. Data kualitatif diperoleh melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam kepada informan warga masyarakat Wonomulyo serta text. Studi ini menerapkan paradigma strukturalisme melalui teori yang diformulasikan oleh Lévi-Strauss. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Ki Hajar Wonokoso merupakan sosok sentral di dalam narasi cerita maupun kehidupan spiritual. Dia adalah guru bagi para keturunannya, yang tidak lain adalah orang-orang Wonomulyo sendiri. Semua ajaran kebajikannya yang diwarisi dan diamalkan oleh para keturunan, memberi mereka keselamatan dan kedamaian hidup serta harmonisasi kehidupan.
Siasat Manipulatif Partai Politik Bimantara Ilham Dewanto
Biokultur Vol. 10 No. 2 (2021): Actors' Role in Their Societies
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v10i2.31714

Abstract

Siasat politik partai membentuk sebuah budaya yang mempengaruhi perilaku kader-kader PDIP Kota Surabaya dalam mencapai tujuan politiknya. Focus studi ini pada fenomena siasat manipulatif partai politik dalam praktik politik mikro untuk mendapatkan elektabilitas di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Wawancara mendalam digunakan kepada informan dari partai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kaderisasi partai dimulai dari sosialisasi rekrutmen anggota, ketentuan anggota baru, tingkatan dan fungsi bidang kaderisasi, jenjang kaderisasi partai, penanaman ideologi partai, dan mekanisme pemilihan kader menjadi calon partai. Dinamika yang dialami kader partai politik adalah adanya perebutan kekuasaan internal partai, kurangnya pengetahuan ilmu politik, dan harapan masyarakat yang terlampau tinggi terhadap kader terpilih. Siasat manipulatif/politik mikro partai politik untuk pemenangan saat mengikuti Pemilihan Anggota Legislatif (DPRD) dan Pemilihan Walikota di Kota Surabaya adalah: 1) Penentuan calon bukan dari kader partai; 2) Kegiatan sosial menjelang pemilu; 3) Memanfaatkan jabatan publik untuk bekerja optimal; 4) Membangun citra partai untuk mengangkat citra kader; dan 5) Melibatkan orang lain untuk mendulang suara.
Pandangan Penonton Tentang Wayang Kulit di Kanal Youtube Joyo Nur Suryanto Gono; Wiwied Noor Rakhmad
Biokultur Vol. 10 No. 2 (2021): Actors' Role in Their Societies
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v10i2.31265

Abstract

Menonton pertunjukan wayang kulit  memerlukan penghayatan cukup dalam. Muatan nilai-nilai dalam pagelaran wayang menggambarkan nilai-nilai kehidupaan sehari-hari di masyarakat, menempatkan diri pada tempat yang telah ditentukan oleh Tuhan. Peran Dalang sangat besar untuk mensosialisasikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerita wayang kulit agar bisa diterima dan diresapi penonton, menjadi tuntunan hidup manusia pada umumnya. Beberapa tahun terakhir penonton wayang mulai sepi. Tetapi kini, wayang kulit di upload lewat Youtube, dalam format YouTube ini muncul istilah dalang viral. Dalang yang dianggap paling viral saat ini adalah Ki Seno Nugroho dari Yogyakarta, karena memiliki paling banyak penggemar dan paling laris. Riset mengenai fenomena Dalang Seno yang sedang viral di Youtube, yang mengangkat persoalan bagaimana pengalaman penonton dalam menonton wayang kulit melalui YouTube memahami nilai-nilai sosial dalam pertunjukan wayang kulit Ki Seno Nugroho? Menggunakan metode fenomenologi, penelitian ini menunjukkan hasil bahwa, Dalang Seno memiliki kemampuan membangun cerita secara ringkas (padat), menceritakan perlawanan “abdi” terhadap raja, sehingga tidak membosankan, membangun gending garapan, tanpa tambahan musik modern, yang menarik. Pagelaran wayang melibatkan semua unsur, yaitu melibatkan dialog saat adegan “limbukan” atau “adegan goro-goro”, antara Dalang, Pesinden, Pengrawit, Crew film. Performansi dalang Seno dari dialog, sabetan, selalu menarik perhatian penonton. Jadi Dalang Seno mengutamakan pertunjukan wayang kulit dominan sebagai fungsi menghibur, sehingga nilai-nilai sosial yang disimbolkan dari wayang kulit tidak menonjol.

Page 1 of 1 | Total Record : 5