cover
Contact Name
Ervi Suminar
Contact Email
ijpn@umg.ac.id
Phone
+6285730793038
Journal Mail Official
ijpn@umg.ac.id
Editorial Address
Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik Jl Proklamasi No 54 Gresik » Tel / fax : (031)3951414 / (031)3952585
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Professional Nursing (IJPN)
ISSN : 27465799     EISSN : 2747156X     DOI : 10.30587
Core Subject : Health,
IJPN is Indonesian Journal of Professional Nursing The purpose of this journal is to facilitate Nurse, Scientist, and Researcher to publish research articles or articles reviews. This journal basically contains of topics on Nursing, and Health. This journal is managing by health faculty Nursing study program University of Muhammadiyah Gresik.
Articles 70 Documents
Penggunaan Metode Mnemonic Untuk Meningkatkan Kepatuhan Akseptor Dalam Mengkonsumsi Pil KB Diah Eko Martini; Silvya Putri Ramadhani
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v2i1.2794

Abstract

Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang banyak diminati oleh akseptor KB karena alat kontrasepsi ini sangat efektif dan kesuburan dapat langsung kembali bila penggunaan di hentikan, namun angka kegagalannya juga cukup tinggi akibat ketidakpatuhan dalam jadwal mengkonsumsi Pil KB. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang tepat untuk meningkatkan kepatuhan sehingga angka kegagalan bisa diminimalisir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode mnemonic terhadap kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi pil KB di Ngimbang kabupaten Lamongan. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental design dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasinya adalah seluruh ibu yang mengkonsumsi pil KB di di desa Ngimbang Lamongan dengan jumlah sampel sebanyak 33 akseptor Pil KB yang diambil berdasarkan simple random sampling. Instrument menggunakan kuesioner terbuka dan data dianalisis dengan menggunakan uji MC Nemar. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan metode mnemonic dari 33 responden sebagian besar (64%) tidak patuh dalam mengkonsumsi Pil KB. Setelah diberikan metode mnemonic hampir seluruhnya (94%) patuh dalam mengkonsumsi Pil KB. Berdasarkan hasil diatas sehingga nilai sig 2 tailed 0,000 (P<0,05) yang artinya terdapat pengaruh metode mnemonic terhadap kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi Pil KB Di Desa Drujugurit Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Metode mnemonic merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan ibu untuk meningkatkan daya ingat ibu untuk minum Pil KB sesuai jadwal.
Pengaruh Senam Bugar Lansia Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Puskesmas Burneh Bangkalan Diah Jerita Eka Sari; Mardiana Mardiana
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2303

Abstract

Lanjut usia rentan mengalami perubahan,salah satunya pada sistem kardiovaskuler dengan penyakit yang sering terjadi berupa hipertensi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi adalahkurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh Senam Bugar Lansia terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Burneh Bangkalan. Desain penelitian pra eksperimental dengan metode one group pre-post test design. Populasi sebanyak 50 lansia hipertensi dan jumlah sampel sebanyak 45 lansia dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer dan stetoskop. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan SPSS 16.00. Sebelum melakukan senam bugar lansia sebagian besar mengalami hipertensi stadium 1 sebanyak 30 lansia (66,7%), dan setelah melakukan senam bugar lansia hampir seluruh lansia mengalami hipertensi stadium 1 sebanyak 37 lansia (82,2%), nilai uji statistik didapatkan hasil p = 0,002 α = 0,05 maka p<α dan H1 diterima. Ada pengaruh senam bugar lansia terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di puskesmas burneh bangkalan.
Sistematik Review : Penanganan Morbus Hansen di Indonesia dari Sektor Keperawatan Andri Setiya Wahyudi; Irfani Zukhrufatul M; Tiyani Tiyani; Amalia Niswah Q; Mediani Wahyu P; Hani Salsabila Deva; Benaya Jamaloe; Ahmad Junaidi
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2018

Abstract

Perawat merupakan salah satu tenaga medis yang dibutuhkan dalam menanggani sebuah kasusterkait suatu penyakit. Salah satunya adalah mengenai kusta. Kusta merupakan penyakit infeksikronik. Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh mycobacterium leprae, kusta dapatmenyebabkan gangguan kesehatan berupa kecacatan permanen apabila pengobatan tidak ditanganisegera. Selain itu, bila tidak ditangani kusta dapat sangat progresif menyebabkan kerusakan padakulit, saraf-saraf, anggora gerak, dan mata. Indonesia menduduki peringkat ke-3 total kasus baru diseluruh dunia. Dengan latar belakang tersebut artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran perawatdalam penangganan kasus kusta di Indonesia untuk menurunkan angka kejadian kusta di Indonesia.Pencarian literature dilakukan pada artikel yang telah terpublis pada tahun 2011-2020.Pencarian literatur yang digunakan menggunakan kata kunci kusta, penanganan, dan perawat.Penelurusan dilakukan disitus google scholar dan scoopus.Hasil dari literature ditemukan bahwa peran perawat dalam penangganan kusta di Indonesiaadalah sebagai care giver, educator, fasilitator dalam pencarian pengobatan yang tepat. Dimanaapabila kasus penderita kusta dapat ditanggani dengan efektif maka angka kejadian kusta jugamenurun.Perawat memiliki peranan penting dalam menurunkan angka kejadian kusta di Indonesia yangmenduduki peringkat ketiga dengan kasus penderita kusta terbanyak. Proses keperawatan juga harusdilakukan secara kompleks.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Dalam Pemberian Obat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Levi Tina Sari; Ervi Suminar
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2304

Abstract

ABSTRAK Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dalam pemberian obat dengan tingkat kepuasan pasien di Irna A RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan desain Analitik Corelative dengan pendekatan Cross sectional.Populasi penelitian adalah semua pasien yang dirawat di Irna A RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Kabupaten Bangkalan sebanyak 63 pasien. Sedangkan sampel penelitian sebanyak 54 pasien.Cara pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik kuota sampling.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisa menggunakan Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian, dari 34 orang dengan komunikasi terapeutik kurang, 13 pasien (38,2%) merasa kurang puas, 19 pasien (55,9 %) merasa cukup puas dan 2 pasien (5,9%) merasa puas. UjiSpearman Rank menunjukkan ρvalue =0,001 < α=0,05 yang berarti ada hubungan antara komunikasi terapeutik dalam pemberian obat dengan tingkat kepuasan pasien di Irna A RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk para perawat dapat menyadari tentang pentingnya komunikasi terapeutik, sehingga dengan menerapkan komunikasi terapeutik yang akan berdampak positif terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan di Irna A RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Kabupaten Bangkalan.
PERBEDAAN PERILAKU KEKERASAN SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN Roufuddin Roufuddin; Mutiatun Hoiriyah
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2050

Abstract

Perilaku kekerasan merupakansalah satu contoh gangguan jiwayang sering terjadi dikehidupanmasyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan perilaku kekerasansebelum dan sesudah terapi relaksasi nafas dalam pada pasien perilaku kekerasan.Metode penelitian ini menggunakan One Group Pretest - Postest Design. Populasi dalampenelitian ini adalah 32 pasien perilaku kekerasan di ruang Kenari dan sampel dalam penelitian inisebanyak 30 pasien perilaku kekerasan yang diperoleh menurut kriteria inklusi. Teknik pengambilansampel diambil menggunakan Consecutive Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalahobservasi RUFA. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Testdengan nilaisignifikansi p<α , α = 0,05.Dari hasil penelitian sebelum terapi relaksasi nafas dalam diperoleh kategori perilaku kekerasansedang (80%) dan kategori perilaku kekerasan ringan (20%). Sesudah terapi relaksasi nafas dalamdiperoleh kategori perilaku kekerasan ringan (83,3%) dan kategori perilaku kekerasan sedang(16,7%). Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan ada perbedaan perilakukekerasan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dengan nilai kemaknaan (p = 0,000<0,05).Kesimpulannya adalah ada perbedaan perilaku kekerasan sebelum dan sesudah terapi relaksasinafas dalam pada pasien perilaku kekerasan. Maka dengan ini terbukti adanya penurunan perilakukekerasan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam.
HUBUNGAN POLA ASUH SINGLE PARENT TERHADAP PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL ANAK DI TK SEMANDING Novia Dwi Astuti; Suhartono Suhartono
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2014

Abstract

Lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam perkembangan Mental Emosional yang dapat menyebabkan berbagai masalah yang muncul. Salah satu faktor yang mempengaruhi mental emosional yaitu pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan mental emosional anak di TK Semanding kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi TK Semanding Kabupaten Tuban yang sesuai kriteria inklusi sejumlah populasi 25 responden dengan besar sampel sejumlah 18 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji koefisien kontigensi dengan taraf signifikan α= (0,05). Hasil penelitian didapatkan mayoritas pola asuh orang tua permisif 1 (100%) dan mental emosional berkembang 1 (100%). Hasil uji koefesien kontigensi menyatakan p<α, p value = (0,000) maka variabel pola asuh orang tua mempunyai hubungan yang signifikan terhadap mental emosional dengan korelasi kuat r= (0,003) dan arah korelasi positif dengan demikian H1 diterima yang artinya ada hubungan pola asuh orang tua dengan mental emosioanal anak. Terdapat hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan mental emosional.Sehingga disarankan orang tua perlu memberikan rangsangan yang sesuai sehingga anak dapat mempelajari ketrampilan emosi dan sosial yang baru untuk meningkatkan mental emosional anak.
Motivasi Dan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Masyarakat Mengikuti Program Posbindu PTM Asih Media Yuniarti; Arif Fardiansyah; Salma Wulida Putri
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v2i1.2954

Abstract

Permasalahan PTM yang tinggi dan dampaknya besar membutuhkan upaya pengendalian faktor resiko PTM dengan kegiatan Posbindu PTM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dan dukungan keluarga dengan keaktifan masyarakat dalam mengikuti program Posbindu PTM. Metode penelitian menggunakan desain penelitian Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 136 orang, dan siambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 57 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner motivasi dan kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian hubungan motivasi dan dukungan keluarga dalam mengikuti program Posbindu PTM di UPT Puskesmas Jatirejo menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak aktif dalam mengikuti Posbindu PTM sebesar 45 orang (78.9%). Data di analisis menggunkan Chi-Square Test dengan hasil p value 0.00009 untuk motivasi dengan keaktifan , dan 0.00005 untuk dukungan keluarga dengan keaktifan masyarakat mengikuti program Posbindu PTM. P value < α: 0.05 artinya masing-masing variabel terdapat hubungan dengan keaktifan masyarakat dalam mengikuti program Posbindu PTM di UPT Puskesmas Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Kesimpulkan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan motivasi dan dukungan keluarga dengan keaktifan masyarakat dalam mengikuti Posbindu PTM di UPT Puskesmas Jatirejo. Pengtingnya ikut kegiatan sosialisasi preventif dan promotif akan dapat mempengaruhi perilaku dan presepsi masyarakat dalam mengikuti program Posbindu PTM.
Hubungan Karakteristik Anak dan Ibu Dengan Kejadian Temper Tantrum Pada Anak Usia Pra Sekolah Diah Fauzia Zuhroh; Kamilah Kamilah
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2310

Abstract

Temper tantrum adalah suatu perilaku yang termasuk bagian dari perkembangan emosi anak. Perkembangan emosi anak erat kaitannya dengan kondisi lingkungan keluarga terutama orang tua. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik anak dan ibu dengan kejadian temper tantrum pada anak usia prasekolah di Bangkalan. Janis penelitian analitik pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 38, dengan besar sampel 35 ibu dan anak yang diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji contingency coefficient dan Fisher’s exact test. Karakteristik anak menunjukkan jenis kelamin sebagian besar laki-laki 57,1%, umur ibu sebagian besar 17-25 tahun 54,3% dan sebagian besar ibu tidak bekerja 51,4%. Hasil uji contingency coefficient dari hubungan jenis kelamin anak dan kejadian temper tantrum diperoleh nilai p= 0,070. Sementara dari hasil uji Fisher’s exact test dari hubungan umur ibu dengan kejadian temper tantrum diperoleh nilai p=0,026 dan pada hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian temper tantrum diperoleh nilai p=0,013. Hasil penelitian ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia prasekolah di Bangkalan.
PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION UNTUK MEMBANTU MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU MENYUSUI SELAMA POSTPARTUM Nevy Norma Renityas; Ika Agustina
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2023

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) merupakan bahan makanan utama bagi bayi usia 0-6 bulan dimana ASIakan memenuhi kebutuhan nutrisi (Rahayu et al.2015; Pollard, 2015 dalam Saraung et al 2017).Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI)dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu.Stres dan cemas sering ibu alami dalam menyusui terutama dialami pada ibu postpartum satuminggu setelah melahirkan. PMR(Progressive Muscle Relaxtation) adalah teknik yang bermanfaatuntuk mengurangi stres dan kecemasan di tubuh kita dengan cara menegangkan dan mengendurkanotot secara perlahan-lahan. Latihan ini dapat membantu ibu menyusui untuk segera merasa rileks.Desain penelitian yang peneliti gunakan adalah eksperimental jenis posttest only-nonequivalentcontrol group design sampel diambil dari ibu post partum di Puskesmas Ponggok Kabupaten Blitaryang memenuhi criteria inklusi yaitu kelompok perlakukan dan kelompok control. Pengambilansampel dengan cara purposive sampling, jumlah populasi 92 ibu post partum dan sampel48 responden yang terbagi atas kelompok perlakuan dan control di Puskesmas Ponggok KabupatenBlitar. Instrument penelitiannya berupa Post Partum Specific Anxiety Scale (PSAS) dan PittsburghSleep Quality Index (PSQI) (Fallon et al., 2016). Hasil penelitian ini menunjukkan adapengaruh yang signifikan Progresive Muscle Relaxation terhadap kecemasan ibu menyusui diPuskesmas Ponggok Kabupaten Blitar ditunjukkan dengan dan nilai (p-value = 0,001) < ( α = 0,05).
Perbedaan Kualitas Tidur Pada Lansia Sebelum Dan Sesudah Diberikan Rendaman Kaki Dengan Air Hangat Roufuddin Roufuddin; Mohammad Syaifuddin
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2305

Abstract

Gangguan tidur dapat mengakibatkan masalah serius bahkan menurunkan kualitas hidup, hal ini sering terjadi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur pada lansia sebelum dan sesudah pemberian rendam kaki dengan air hangat di Desa Sukolilo Barat Bangkalan. Jenis penelitian ini adalah pra-experiment design, dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi sebanyak 41 lansia di Desa Sukolilo Barat, dan jumlah sampel sebanyak 30 lansia yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Variabel independen penelitian adalah rendam kaki dengan air hangat, variabel dependennya kualitas tidur pada lansia. Alat ukur dengan kuesioner PSQI. Uji statistik menggunakan Wilcoxon Rank Test. Kualitas tidur sebelum dilakukan rendam kaki dengan air hangat dengan kualitas tidur kurang sebanyak 15 lansia (50%), 12 lansia cukup (40%), dan baik sebanyak 3 lansia. Kualitas tidur sesudah dilakukan rendam kaki dengan air hangat dengan kualitas tidur baik sebanyak 13 lansia (43,3%), 15 lansia cukup (50%), dan 2 lansia kurang. Dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 (p< 0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan kualitas tidur pada lansia sebelum dan sesudah diberikan rendam kaki dengan air hangat. Kualitas tidur bisa ditingkatkan bila lansia mengatahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur seperti faktor usia, lingkungan, makanan dan cara meningkatkan kualitas tidur dengan baik dan benar.