cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
+628970102345
Journal Mail Official
admin@ejurnalkotamadiun.org
Editorial Address
Sekretariat PGRI Kota Madiun Jl.Tanjung Manis, Madiun
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru
ISSN : 27218767     EISSN : 27221067     DOI : -
Core Subject : Education,
Berisi karya ilmiah tentang usaha-usaha pengembangan pendidikan,Hasil dari penelitian dari insan pendidik dan insan yang peduli dengan pendidikan,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 96 Documents
Mengapresiasikan Hasil Prestasi Belajar Melalui Discovery Learning (Pembelajaran Yang Mengembangkan Hasil Penemuan Peserta Didik ) Di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Pada Kelas IX-2 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Tumarno, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus 1, bahwa dari 28 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu dengan menggunakan metode konvensional (ceramah)dan kemudian dievaluasi, ternyata diperoleh hasil jumlah siswa yang mendapatkan nilai dengan katagori baik adalah 6 siswa dengan prosentase 12,5%. Dilihat dari hasil belajar tersebut belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Hal ini mencerminkan keadaaan yang sesungguhnya kemajuan belajar siswa secara alamiah (tanpa ada tindakan kelas). Berdasarkan pengamatan pada siklus ini suasana kelas belum kondusif, siswa masih kurang aktif, gairah bertanya kurang serta belum ada usaha untuk mendapatkan informasidengan menulis atau bertanya kepada teman atau guru. Pada siklus 3 tampak dari 28 siswa, setelah diberikan ulangan harian terdapat kenaikan prestasi belajar siswa. Kenyataan ini setelah di analisis bahwa siswa semakin giat belajar di rumah dan juga berusaha untuk terus mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya di kelas. Pada siklus 4 didapatkan hasil belajar secara rata rata menunjukkan 86,07. Hal ini menunjukkan peningkatan sesuai yang diharapkan sehingga dapat didistribusikan frekuensi hasil belajar siswa Kelas IX-2 Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 pada siklus 4 sebagai berikut : dari data diatas siswa yang memiliki nilai 90 sebanyak 13 anak (46,43%), yang memiliki nilai 85 sebanyak 8 anak (28,57%) dan yang memperoleh nilai 80 sebanyak 7 anak (25%). Sehingga dari data tersebut dapat disimpulkan siswa yang memperoleh nilai diatas SKBM sebesar 65 sebanyak 28 anak (100%). Maka dalam penelitian ini dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Meningkatkan Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Melalui Pendekatan Think Pair And Share Kelas IX-D Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020. Eksanudin, S.Ag
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru dalam pelaksanaan Think Pair And Share (Model Pembelajaran yang mengembangkan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai siswa) sebagai fasilitator dan dinamisator kelas. Dari hasil observasi opada siklus I aktifitas siswa yang kurang = 55,6%, cukup = 22,2%, dan baik = 22,2%, hasil prestasi siswa pada siklus I menunjukkan nilai secara rata-rata 63,88 (63,88%) pada awal tes, dan di akhir tes menunjukkan rata-rata sebesar 69,75 (69,75%) dan pada siklus II diawal tes secara rata-rata yang diperoleh menunjukkan 73,29 (73,29%) dan di akhir dilakukan test yang diperoleh sebesar 87,79 (87,79%). Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan diperoleh data secara keseluruhan secara rata-rata anak yang kurang aktif sebesar 6,25 dengan anak 25. Dan yang memiliki aktifitas cukup sebanyak 10 anak (1,11%) dengan rata-rata 1,11, serta yang memiliki aktifitas baik sebanyak 10 anak (1,11%) dengan rata-rata 1,11, pada siklus I. Sedangkan hasil pengamatan antar kelompok pada siklus II diperoleh data sebanyak 5 anak yang memiliki aktifitas kurang (0,56%) dengan rata-rata yang diperoleh 0,56. Yang memiliki aktifitas sedang sebanyak 12 anak dengan rata-rata yang diperoleh 1,33 dan yang memiliki aktifitas baik sebanyak 28 anak dengan rata-rata yang diperoleh sebanyak 3,11 (3,11%). Maka dari hasil pengamatan antar kelompok dapat dikategorikan berhasil atau dapat diterima. Dengan demikian maka ketepatan atau keefektifan metode pembelajaran, metode pembelajaran akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh efektivitas belajar tersebut siswa akan memperoleh prestasi atau nilai yang baik. Jadi dengan demikian metode pemberian pembelajaran metode pembelajaran itu lebih tepat diterapkan pada semua mata pelajaran sehingga hasil penelitian dapat dinyatakan dapat diterima.
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Ipa Terpadu, Fisika Melalui Individual Working Method Siswa Kelas IX-D Semester Genap Di SMP Negeri 2 Geneng, Kabupaten Ngawi Pada Tahun Pelajaran 2017/2018 Haryanto, S.Pd. M,Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Student Facilitator and Expalining Learning (Pembelajaran yang mengembangkan siswa / peserta didik untuk mempresentasikan ide/pendapat pada siswa/peserta didk lainnya). Metode ini dipergunakan pada saat proses belajar mengajar pada bidang studi IPA Terpadu, Fisika. Maka dengan dipergunakan metode tersebut akan senantiasa anak aktif dalam belajar. Dengan demikian semakin banyak diberikan tugas-tugas kepadanya maka anak akan mudah memahami materi pembelajaran IPA Terpadu, Fisika, maka akan mengakibatkan prestasi belajar semakin meningkat. Pada Siklus I data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 13 (31,7%) dan sedang sebanyak 4 (9,8%) serta sebanyak 16 (58,5%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 4 (9,8%), perhatian orang tua sebanyak 7 (17,1%) dan perhatian kurang 22 (73,1%). Dengan menggunakan metode Student Facilitator and Expalining Learning (Pembelajaran yang mengembangkan siswa/peserta didik untuk mempresentasikan ide/pendapat pada siswa/peserta didik lainnya)tersebut belum dinyatakan tuntas. Maka perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus yang ke 2. Pada Siklus II data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 27 (90,2%) dan sedang sebanyak 2 (4,9%) serta sebanyak 2 (14,9%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 35 (85,3%), perhatian orang tua sebanyak 4 (7,8%) dan perhatian kurang 2 (4,9%). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Student Facilitator and Expalining Learning (Pembelajaran yang mengembangkan siswa/peserta didik untuk mempresentasikan ide/pendapat pada siswa/peserta didik lainnya) dapat Mengoptimalkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran IPA Terpadu, Fisika. Dengan menggunakan metode Student Facilitator and Expalining Learning (Pembelajaran yang mengembangkan siswa/peserta didik untuk mempresentasikan ide/pendapat pada siswa/peserta didik lainnya)tersebut dinyatakan tuntas.
Upaya Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Inggris Melalui Discovery Learning Pembelajaran Yang Mengembangkan Hasil Penemuan Peserta Didik Pada Siswa Kelas VIII-C Semester Ganjil Di SMP Negeri 2 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Drs. Trubus Widiarto
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada siklus I dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 64,55. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 21 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 52.5% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 19 anak dengan prosentase sebesar 47.5%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut di atas yang belum memasuki SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus yang ke II. Dari pada Siklus yang ke II memiliki nila rata-rata sebesar 73,03. Hal ini masih berada dibawah SKBM sebesar 75, ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 12,13% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 87,88%. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 87,88%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus III. Pada Siklus ke III diperoleh. Dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 89,28. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 75, ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 12,13% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 10 anak dengan prosentase sebesar 30,31%. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 22 anak dengan prosentase sebesar 66,67%. Serta siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 4 anak dengan prosentase sebesar 12,13%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut di atas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka tidak perlu diadakan kegiatan Siklus berikutnya. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini : “Jika pembelajaran bidang studi Bahasa Inggris dengan menggunakan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik sebagai alat atau metode dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa”, dapat diterima.
Mengoptimalkan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Matematika Melalui Physical Self Assessment Method Pada Siswa Kelas IX-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 2 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Randhi Kasdianto, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan Physical Self Assessment Method (Metode yang mempersiapkan diri dalam kelompok), ternyata membawa dampak yang positif terhadap prestasi belajar yang didapatkan oleh siswa, khususnya siswa Kelas IX-B Semester Ganjil di SMP Negeri 2 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Hasil ini ditunjukkan oleh peneliti, dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan. Dari hasil penelitian itu terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan yang didapatkan oleh siswa dalam belajar. Dari data pada Siklus I ini diperoleh rata-rata nilai sebesar 63,13 (63%), dengan aktivitas siswa secara rata-rata 15,63 (16%) dan siswa yang tidak aktif secara rata-rata 84,37 (84%) dari sejumlah 32 siswa. Maka dengan rata-rata siswa sebesar 63,13 (63%) masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan sebesar 70 (70%). Oleh sebab itu dalam kegiatan penelitian dinyatakan tidak tuntas atau kurang berhasil, maka perlu diadakan pada penelitian pada siklus berikutnya. Berdasarkan keaktifan dalam diskusi tersebut, menunjukkan bahwa situasi belajar di kelas kurang menunjang keberhasilan belajar siswa. Sebab dari 32 siswa, diketahui yang aktif dalam diskusi hanya 5 anak dengan prosentase 15,63%. Berdasarkan keaktifan dalam diskusi tersebut, menunjukkan bahwa situasi belajar di kelas mengalami peningkatan keaktifan dibandingkan dalam kegiatan pada siklus I dan siklus II. Kondisi demikian diharapkan akan menunjang keberhasilan belajar siswa. Dari 32 siswa, yang diketehui aktif dalam diskusi ada 10 anak dengan prosentase 31,25%. Hal ini menunjukkan antara kegiatan siklus sebelumnya dengan siklus 3, ada peningkatan 3 siswa yang aktif dengan prosentase 9,38%. Pada Siklus IV ini diperoleh rata-rata nilai sebesar 81,75 (82%), dengan keaktifan siswa secara rata-rata 78,13 (78%) dan siswa yang tidak aktif secara rata-rata 21,87 (22%) dari sejumlah 32 siswa. Maka dengan rata-rata siswa sebesar 81,75 (82%) masih berada di atas KKM yang telah ditentukan sebesar 70 (70%). Oleh sebab itu dalam kegiatan penelitian dinyatakan Tuntas dan Berhasil, maka tidak perlu diadakan pada penelitian pada siklus berikutnya.
Peranan Pembelajaran Value Clasification And Moral Development Approach Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Materi Mendeskripsikan Azan Dan Ikamah Untuk Siswa Kelas V Semester Ganjil Di SD Negeri Rejuno 1 Kecamatan Karangjati Kasri, S.Pd.I
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Pembelajaran Value Clasification And Moral Development Approach (Pendekatan Yang Mengembangkan Pribadi Siswa Sesuai Dengan Kompetensi) ini dipergunakan pada saat proses belajar mengajar pada bidang studi kelas yang mengajar bidang studi Pendidikan Agama Islam. Maka dengan dipergunakan metode tersebut akan senantiasa anak aktif dalam belajar. dengan demikian semakin banyak diberikan tugas-tugas kepadanya maka anak akan mudah memahami materi pemeblajaran Kelas yang mengajar bidang Studi Pendidikan Agama Islam, maka akan mengakibatkan prestasi belajar semakin meningkat. Pada siklus I telah menunjukkan hasil untuk keaktifan siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 6 (15,79%) dan sedang sebanyak 13 (34,21%) dengan criteria cukup serta sebanyak 19 anak (50) memiliki criteria kurang. Pada siklus II untuk criteria aktifitas siswa yang memiliki aktifitas Baik dalam kegiatan belajar sebanyak 20 siswa (52,63%) dan Sedang sebanyak 9 anak (23,68%) memiliki aktiftas Cukup. Sedangkan hasil pengamatandari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian Baik sebanyak 9 (23,68%) perhatian orang tua sebanyak 17 (44,74%) dan perhatian kurang 12 (31,58%). Sedangkan pada criteria cukup sebanyak 9 anak (23,68%). Dari hasil prestasi belajar tersebut secara rata-rata pada hasil prestasi belajar bidang studi Kelas yang mengajar bidang Studi Pendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas V Semester Ganjil Di SD Negeri Rejuno 1 Kecamatan Karangjati-Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 meunjukkan 90 (90%). Hal ini berada di atas SKBM atau ketuntasan belajar sebesar 70,00. Maka proses pemberian tugas yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar menjadi Tuntas.
Meningkatkan Motivasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Pada Kompetensi Dasar Menjelaskan Mobilitas Vertikal Ke Bawah (Social Sinking) Melalui Multipt Accut Approach Siswa Kelas IX-2 Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Ngadirojo Sucipto, S.Pd.M.MPd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu memerlukan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Dalam penelitian ini Penulis mengambil judul : Meningkatkan Motivasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Pada Kompetensi Dasar Menjelaskan Mobilitas Vertikal ke Bawah (Social Sinking) Melalui Multipt Accut Approach (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan seluruh potensi peserta didik) Siswa Kelas IX-2 Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020. Hasil dari penelitian ini adalah dari hasil prestasi Siklus I secara rata-rata hasil yang dapat dicapai siswa sebesar 63,63 (64%). Hal ini masih berada dibawah standart KKM yang telah dicantumkan pada tahun ajaran baru sebesar 75 (75%). Maka dari hasil proses pembelajaran tersebut perlu dilakukan perbaikan pada sikluis II dan masih dinyatakan Belum Tuntas atau Belum Berhasil. Dan dari hasil prestasi pada siklus II secara rata-rata hasil yang dapat dicapai siswa sebesar 73,1 (73%). Hal ini masih dibawah standart KKM yang telah dicantumkan pada tahun ajaran baru sebesar 75 (75%). Maka dari hasil proses pembelajaran tersebut perlu diadakan perbaikan pada siklus III dan masih dinyatakan Belum Tuntas atau Belum Berhasil. Serta dari hasil prestasi pada siklus III secara rata-rata hasil yang dicapai siswa sebesar 83,6 (84%). Hal ini masih berada dibawah standart KKM yang telah dicantumkan pada tahun ajaran baru sebesar 75 (75%). Maka dari hasil proses pembelajaran tersebut tidak perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya dan dinyatakan Tuntas atau Berhasil.
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Melalui Penggunaan Actual Learning Approach Pada Siswa Kelas XI-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Supriono, S.P.d
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Siklus I dari sejumlah 30 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 64,38. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 29 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesdar 52,5% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 19 anak dengan prosentase sebesar 47,5%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut di atas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus berikutnya. Dan pada siklus III diperoleh dari siswa sebanyak 30 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 76,57. Hal ini berada di atas SKBM sebesar 75. Siswa yang memperoleh nilai 60 sebanyak 3 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 9,38 dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 30 anak dengan prosentase sebesar 93,75. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 22 anak dengan prosentase 55% serta siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 3 anak dengan prosentase sebesar 9,38. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut di atas sudah memenuhi SKBM yang ditentukan, maka tidak perlu diadakan kegiatan siklus berikutnya. Berdasarkan uraian tersebut, maka pembelajaran bidang studi Bahasa Indonesia dengan menggunakan Penggunaan Actual Learning Approach (Pendekatan Pembelajaran secara Aktual/Nyata) sebagai alat atau metode dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Melalui Metode Problem Based Learning Dengan Materi Negara-Negara Di Asia Tenggara Pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di Smp Negeri 6 Kota Probolinggo Tahun Pelajaran 2019/2020 Drs. Tri Joko Dhuto
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data yang diperoleh pada siklus I, bahwa dari 32 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Melalui menggunakan metode konvensional (ceramah) dan kemudian dievaluasi, ternyata diperoleh hasil jumlah siswa yang mendapatkan nilai melalui kategori baik adalah 5 siswa melalui prosentase 14,29%. Dilihat dari hasil belajar tersebut belum memenuhi criteria yang diharapkan. Hal ini mencerminkan keadaan yang sesungguhnya kemajuan belajar dari siswa secara alamiah (tanpa ada tindakna kelas). Berdasaran pengamatan pada siklu ini suasana kelas belum kondusif, siswa masih kurang aktif, gairah bertanya kurang serta belum ada usaha untuk mendapatkan informasi melalui menulis atau bertanya kepada teman atau guru. pada siklus 2 menunjukkan bahwa setelah diadakan perubahan metode pembelajaran Melalui Metode Problem Based Learning ternyata ada peningkatan. Dan pada siklus 3 tampak dari 32 siswa setelah diberikan ulangan harian terdapat kenaikan prestasi belajar siswa. kenyataan ini setelah dianalisis bahwa siswa semakin giat belajar di rumah dan juga berusaha untuk terus mengikuti pelajaran melalui sebaik-baiknya dikelas. Siswa yang telah merasa memiliki kenaikan nilai dari minggu sebelumnya terus berpacu meningkatkan daya serapnya. Dari siklus 3 ini nampak sekali pengaruh positif dari adanya Pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) pendekatan pengembangan motivasi peserta didik terhadap kenaikan prestasi belajar siswa. pada siklus ini merupakan kegiatan ulangan harian melalui materi mulai siklus 1 dan siklus 2 secara keseluruhan. Berdasarkan kenyataan ini penueliti memiliki bukti kuat bahwa ada pengaruh positif dari pelaksanaan Pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) pendekatan pengembangan motivasi peserta didik terhadap eknaikan prestasi belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 6 Kota Probolinggo Untuk Tahun Pelajaran 2019/2020. Melalui kata lain pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) pendekatan pengembangan motivasi peserta didik sangat efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. sehingga dalam kegiatan penelitian dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Peran Pembelajaran Writing Activities Learning Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Siswa Ilmu Pengetahuan Alam/IPA Pada Siswa Kelas XII-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Kawedanan Magetan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2019/20 Supardi, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 68,65 (69%) dari 29 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 22 siswa dengan rata-rata sebesar 64,71 (65%) dan siswa tidak tuntas sebanyak 12 siswa dengan rata-rata sebesar 35,0 (35%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus I menurut kurikulum KTSP ini dimana standart ketuntasan minimun (KKM) yang ditetapkan sebesar 75 (75%) dengan nilai rata-rata 68,65 (69%), maka perlu diadakan penelitian pada siklus II. Pada siklus II menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 72,85 (73%) dari 29 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 32 siswa dengan rata-rata sebesar 94,12 (94%) dan yang tidak tuntas sebanyak 2 siswa dengan rata-rata sebesar 5,88 (6%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus II menurut kurikulum KTSP ini dimana standart ketuntasan minimum (KKM) yang ditetapkan sebesar 75 (75%) dengan nilai rata-rata sebesar 72,85 tingkat ketuntasan 73%. Maka perlu diadakan penelitian pada siklus III. Pada siklus III menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 92,38 (92%) dari 33 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 29 siswa dengan tingkat prosentase 100%. Dan yang tidak tuntas sebanyak 0 (0%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus 3 ini menurut kurikulum KTSP dalam standart ketuntasan minimum yang ditetapkan 75 dengan nilai rata-rata 92,38 tingkat ketuntasan 92% yang dapat dicapai. Sehingga hal ini melebihi tingkat ketuntasan yang telah ditetapkan. Maka penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas.

Page 1 of 10 | Total Record : 96