cover
Contact Name
Zulfiayu Sapiun
Contact Email
zulfiayu@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6281244521639
Journal Mail Official
jecp@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo Jln, Taman Pendidikan, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Gorontalo 96113
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP)
ISSN : -     EISSN : 27751368     DOI : https://doi.org/10.52365/JECP
Core Subject : Health, Science,
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) merupakan jurnal yang issue tiap 6 bulan sekali (Februari-Agustus) dalam bidang farmasi eksperimen dan farmasi klinik secara nasional. Penelitian eksperimental dalam jurnal ini mencakup penelitian pengembangan obat dan makanan secara in vivo, in vitro, in silico, dan formulasi serta pemeriksaan mutu makanan. Sementara itu, penelitian klinis mencakup uji klinik, case report, case series, cohort, dan crossectional dari penggunaan obat obatan dan kosmetika. Kami juga menerima artikel penelitian mengenai farmasi komunitas dan entreprenuer pharmacy (Pharmaprenuer). Selain artikel penelitian, kami juga menerima karya dalam bentuk review artikel, mini review dan Short Communication. Jurnal ini adalah jurnal akses terbuka Jurnal ini adalah jurnal akses terbukadan tidak memungut biaya publikasi untuk berlangganan, pengiriman, dan penerbitan jurnal.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021" : 14 Documents clear
UJI EFEKTIVITAS NYERI EKSTRAK ETANOL BIJI MAHONI (Swietenia mahagoni) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DI INDUKSI ASAM ASETAT 1%. Farid, Nurfiddin; Wahid, Hilmiati; Aliah, Ahmad Irsyad
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.214

Abstract

Nyeri adalah perasaan sensorik dan emosional yang tidak nyaman, berkaitan dengan adanya kerusakan jaringan. Biji mahoni (Swietenia mahagoni), mengandung senyawa flavanoid yang mampu memberikan efek analgetik dengan menghambat biosintesis prostaglandin sehingga mengurangi rasa nyeri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analalgetik ekstrak etanol biji mahoni (Swierenia mahagoni) pada mencit jantan (Mus musculus) yang di induksi asam asetat 1%. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Hewan uji dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing perlakuan terdiri dari lima ekor mencit jantan (Mus musculus) dengan pemberian kontrol yang berbeda-beda, Mencit 1 (Na CMC 0,5% kontrol negatif), mencit 2 (Ekstrak etanol biji mahoni dosis 100mg), mencit 3 (Ekstrak etanol biji mahoni dosis 200mg), mencit 4 (Ekstrak etanol biji mahoni dosis 400mg) dan mencit 5 (Ibuprofen 400mg kontrol positif). Hasil penelitian yang diperoleh ekstrak biji mahoni memiliki khasiat sebagai analgetik pada dosis 100mg 37,79%, dosis 200mg 57,40% dan ekstrak etanol biji mahoni dosis 400mg 70,80%. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi 400mg yaitu 70,80%, semakin tinggi dosis ekstrak biji mahoni (Swietenia mahagoni) semakin besar pula daya analgetiknya.Kata Kunci:  Nyeri, analgetik, biji mahoni, Flavonoid. 
PERKEMBANGAN TERAPI DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA PASIEN YANG TERINFEKSI COVID-19 Balqis, Asyifa Yan; Ramdhani, Humaira; Amelia, Eria Khoirunisa
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.244

Abstract

Data prevalensi keparahan penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2, pada penderita diabetes mellitus sebagai faktor komorbid COVID-19 sangat banyak. Hiperglikemia dapat memodulasi respons imun dan inflamasi sehingga membuat pasien rentan terhadap COVID19 yang parah bahkan kematian. Literature review ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai terapi pasien COVID-19 dengan diabetes. Metode yang digunakan adalah systematic review yang bersumber dari buku, jurnal nasional dan jurnal internasional. Studi pustaka ditelusuri melalui database Google Scholar dengan kata kunci COVID-19, diabetes mellitus, terapi COVID19 dengan diabetes, terapi diabetes. Hasil literature review menunjukkan bahwa pasien diabetes dengan COVID-19 harus tetap mengikuti regimen pengobatan yang sudah ditetapkan dan menjalani pola hidup yang sehat serta mengendalikan kondisi psikis agar terapi dapat tercapai dengan sempurna. Terapi anti diabetes diberikan pada pasien disesuaikan dengan keadaan klinis dari pasien tersebut. Pemberian metformin, sulfonilurea, inhibitor DPP-4, inhibitor SGLT-2 tidak direkomendasikan sebagai profilaksis untuk pasien diabetes mellitustipe 2 dengan infeksi COVID19 yang serius. Sedangkan pioglitazone tidak cocok untuk pasien dengan diabetes dan COVID-19 karena memperburuk gagal jantung. GLP-1RA dan insulin dapat menurunkan kadar glukosa darah dan dapat mengurangi peradangan COVID-19. Untuk pasien diabetes mellitus tipe 2 yang terkena COVID-19 dengan kondisi klinis parah, insulin masih merupakan regimen intensif yang dapat digunakan.
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) MENGGUNAKAN METODE ENFLEURASI. Alhasny, Lubnah; Supriadi, Supriadi
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.238

Abstract

Daun salam merupakan salah satu tumbuhan aromatik yang mengandung minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari ekstraksi minyak atsiri dari daun salam (Syzygium Polyanthum)  menggunakan metode enfleurasi, mengetahui sifat fisika kimia minyak atsiri daun salam (Syzygium Polyanthum.) dan mengetahui komponen minyak atsiri daun salam (Syzygium Polyanthum.) menggunakan analisis GC-MS. Hasil penelitian yang diperoleh, proses pembuatan minyak atsiri daun salam menggunakan metode enfleurasi dilakukan dengan cara penyerapan minyak daun salam menggunakan mentega putih sebagai adsorbennya. Tiap 100 gram sampel diletakkan diatas lemak selama tiga hari lalu diganti dengan sampel baru hingga lima kali pergantian dengan total waktu kontak selama 15 hari dan sampel daun salam sebanyak 500 gram. Minyak hasil enfleurasi dilarutkan dengan larutan etanol 96% dan dimurnikan dengan alat destilasi sehingga didapatkan sebanyak 3,01 gram minyak atsiri daun salam dengan kadar sebesar 0,60%. Hasil uji sifat fisika kimia pada pengukuran berat jenis, kelarutan dalam alkohol, bilangan asam, dan pengukuran indeks bias masing-masing didapat sebesar 1,03 gram, 1:1, 10,846 mg,  dan 1,4620 dengan suhu ruang 29,0oC. Hasil analisis komponen utama yang terdapat pada sampel minyak daun salam yaitu Patchouli Alkohol (4,61%), n-hexadecanoid acid (6,17%), (Z)-18-oktadec-9-enolide (4,54%), 9,12-octadecadienoic acid (Z,Z)- (10,61%), Cis-13-oktadecenoid acid (10,53%).Kata Kunci:  Daun Salam, Enfleurasi, Minyak Atsiri 
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SECANG (Caesalpinia sappan L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI Aba, Nurulvalia M; Hidayat, Muh; Yusuf, Siti Salma
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.239

Abstract

Tanaman Secang (Caesalpinia Sappan L) merupakan tanaman tradisional berasal dari Suku Caesalpiniaceae yang dipercaya oleh masyarakat dapat mengobati batuk berdarah, diare, darah kotor, penawar racun, dan gangguan sirkulasi darah. Penyelidikan fitokimia mengungkapkan bahwa ekstrak daun secang terdapat kandungan senyawa kimia di dalamnya terdapat senyawa saponin dan flavonoid. Penelitian dilakukan untuk memahami kemampuan antibakteri dari ekstrak daun secang Caesalpinia sappan L dalam menghambat perkembangan Eschericia coli. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan adalah Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Metode ekstraksi dilakukan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil menunjukan bahwa daun secang memiliki sifat antibakteri terhadap Eschericia coli dengan zona hambat pada variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 20%,40% dan 80% berturut-turut adalah 34,53 mm, 29,83 mm, dan 32,63 mm. Kesimpulan, ekstrak etanol daun secang mempunyai daya hambat sangat kuat pada konsentrasi 20% yaitu 34,53 mm terhadap pertumbuhan Eschericia coli.Kata Kunci: Tanaman Secang, antibakteri, Eschericia coli 
UJI STABILITAS SEDIAN LOTION ANTINYAMUK DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK BUNGA SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI Setiawan, Prayitno; Farid, Nurfiddin; Yusuf, Muhammad; Latelay, Rio Markasi
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.242

Abstract

Bunga sukun diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antinyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui basis formula sediaan lotion dari ekstrak bunga sukun (Artocarpus altilis)yang stabil secara fisik sebagai antinyamuk dan untuk mengetahui efektivitas variasi konsentrasi ekstrak dari formulasi lotion ekstrak bunga sukun sebagai antinyamuk. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Lotion antinyamuk ekstrak dibuat dalam 4 kelompok formula yaitu kelompok formula 1 konsentrasi konsentrasi 20%, kelompok formula 2 dengan konsentrasi 30%, kelompok formula 3 konsentrasi 40%, kelompok kontrol negativ tanpa menggunakan ekstrak dan kontrol positif dengan menggunakan lotion merek (Autan). Hasil Evaluasi kestabilan fisik sediaan lotion antinyamuk pada pengujian organoleptik, pH, homogenitas tidak terjadi perubahan kestabilan selama proses sebelum dan sesudah cycling test. Uji efek lotion menggunakan 100 ekor nyamuk (Aedes aegypti) yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari 20 ekor nyamuk, pengujian dilakukan tiga kali pengulangan dengan selang waktu 5 menit. Hasil penelitian menunjukan lotion antinyamuk ekstrak kosentrasi 20% dapat memberikan efek daya tolak nyamuk dilihat dari uji SPSS versi 24 menunjukan p>0,05 sehingga tidak ada perbedaan secara bermakna dengan kontrol positif. Hal tersebut dapat disimpulkan ekstrak bunga sukun memilik efek sebagai antinyamuk pada konsentrasi 20% terhadap nyamuk uji.Kata kunci: Bunga Sukun, Lotion, Nyamuk, Antinyamuk
UJI AKTIVITAS FRAKSI ETIL ASETAT TINTA CUMI-CUMI (Loligo pealeii) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS DAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA Hasnita, Hasnita; Yusuf, Muhammad; Rantisari, Andi Meinar Dwi
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.213

Abstract

Tinta cumi-cumi mengandung melanin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat dan fraksi air tinta cumi-cumi (Loligo pealeii) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Desain penelitian adalah penelitian quasi eksperimental dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) menggunakan kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat tinta cumi-cumi yang memiliki aktivitas daya hambat terbesar yaitu konsentrasi 38% dengan rerata zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 23,02 mm dengan kategori sangat kuat dan terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 12,2 mm dengan kategori kuat, uji anova diperoleh hasil signifikan dengan nilai signifikansi 0,000<0,05, sedangkan fraksi air tinta cumi-cumi tidak memiliki zona hambat sehingga tidak ada perbedaan aktivitas antibakteri. Dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat tinta cumi-cumi memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa sedangkan fraksi air tinta cumi-cumi tidak memiliki penghambatan terhadap pertumbuhan kedua bakteri tersebut dengan konsentrasi yang paling efektif dari fraksi etil asetat tinta cumi-cumi yaitu konsentrasi 38%.Kata kunci: Antibakteri, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, Tinta cumi-cumi.
Analisis Perkembangan Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Bogor, Jawa Barat Apriani, Mareda; Mutiara, Ratna; Ekaputri, Choirunnisa
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.243

Abstract

Penyakit diabetes merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang jumlah kasusnya banyak terjadi di dunia bahkan di Indonesia. Diabetes Melitus yang paling sering dijumpai adalah Diabetes Melitus Tipe 2 yang  biasanya ditandai oleh kenaikan gula darah akibat terjadinya penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Faktor yang dapat mempengaruhi munculnya kejadian DM khususnya pada tipe 2 ini diantaranya usia, jenis kelamin, gaya hidup, dan penyakit atau kondisi penyerta lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perkembangan Diabetes Melitus tipe 2 di Kota Bogor, Jawa Barat dengan melihat hasil data evaluasi peningkatan pengendalian standar pelayanan minimal (SPM) fasilitas kesehatan dan tingkat kepatuhan pasien melalui diet makan yang tepat pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Upaya ini dapat mengendalikan perkembangan diabetes mellitus di Indonesia dan dapat mencegah kenaikan angka kasus penyakit diabetes setiap tahunnya.Kata kunci: Diabetes Melitus, Perkembangan, Kota Bogor
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Secang (Caesalpinia sappan L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Nurulvalia M Aba; Muh Hidayat; Siti Salma Yusuf
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.239

Abstract

Tanaman Secang (Caesalpinia Sappan L) merupakan tanaman tradisional berasal dari Suku Caesalpiniaceae yang dipercaya oleh masyarakat dapat mengobati batuk berdarah, diare, darah kotor, penawar racun, dan gangguan sirkulasi darah. Penyelidikan fitokimia mengungkapkan bahwa ekstrak daun secang terdapat kandungan senyawa kimia di dalamnya terdapat senyawa saponin dan flavonoid. Penelitian dilakukan untuk memahami kemampuan antibakteri dari ekstrak daun secang Caesalpinia sappan L dalam menghambat perkembangan Eschericia coli. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan adalah Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Metode ekstraksi dilakukan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil menunjukan bahwa daun secang memiliki sifat antibakteri terhadap Eschericia coli dengan zona hambat pada variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 20%,40% dan 80% berturut-turut adalah 34,53 mm, 29,83 mm, dan 32,63 mm. Kesimpulan, ekstrak etanol daun secang mempunyai daya hambat sangat kuat pada konsentrasi 20% yaitu 34,53 mm terhadap pertumbuhan Eschericia coli.
Uji Stabilitas Sedian Lotion Antinyamuk dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Bunga Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Prayitno Setiawan; Nurfiddin Farid; Muhammad Yusuf; Rio Markasi Latelay
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.242

Abstract

Bunga sukun diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antinyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui basis formula sediaan lotion dari ekstrak bunga sukun (Artocarpus altilis)yang stabil secara fisik sebagai antinyamuk dan untuk mengetahui efektivitas variasi konsentrasi ekstrak dari formulasi lotion ekstrak bunga sukun sebagai antinyamuk. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Lotion antinyamuk ekstrak dibuat dalam 4 kelompok formula yaitu kelompok formula 1 konsentrasi konsentrasi 20%, kelompok formula 2 dengan konsentrasi 30%, kelompok formula 3 konsentrasi 40%, kelompok kontrol negativ tanpa menggunakan ekstrak dan kontrol positif dengan menggunakan lotion merek (Autan). Hasil Evaluasi kestabilan fisik sediaan lotion antinyamuk pada pengujian organoleptik, pH, homogenitas tidak terjadi perubahan kestabilan selama proses sebelum dan sesudah cycling test. Uji efek lotion menggunakan 100 ekor nyamuk (Aedes aegypti) yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari 20 ekor nyamuk, pengujian dilakukan tiga kali pengulangan dengan selang waktu 5 menit. Hasil penelitian menunjukan lotion antinyamuk ekstrak kosentrasi 20% dapat memberikan efek daya tolak nyamuk dilihat dari uji SPSS versi 24 menunjukan p>0,05 sehingga tidak ada perbedaan secara bermakna dengan kontrol positif. Hal tersebut dapat disimpulkan ekstrak bunga sukun memilik efek sebagai antinyamuk pada konsentrasi 20% terhadap nyamuk uji.Kata kunci: Bunga Sukun, Lotion, Nyamuk, Antinyamuk
Uji Aktivitas Fraksi Etil Asetat Tinta Cumi-Cumi (Loligo pealeii) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Hasnita Hasnita; Muhammad Yusuf; Andi Meinar Dwi Rantisari
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.213

Abstract

Tinta cumi-cumi (Loligo pealeii) diketahui mengandung melanin yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat cumi-cumi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Desain penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Adapun variasi konsentrasi tinta cumi (Loligo pealeii) dalam penelitian ini yakni 32%, 35%, dan 38% b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat tinta cumi-cumi yang memiliki aktivitas daya hambat terbesar yaitu konsentrasi 38% dengan rerata zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 23,02 mm dengan kategori sangat kuat dan terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 12,2 mm dengan kategori kuat, dan secara statistik pada uji One Way Anova menunjukkan hasil signifikan dengan nilai signifikansi p<0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat tinta cumi-cumi memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dengan konsentrasi yang paling efektif dari fraksi etil asetat tinta cumi-cumi yaitu konsentrasi 38%.

Page 1 of 2 | Total Record : 14