cover
Contact Name
Agustiawan
Contact Email
lib@isi.ac.id
Phone
+6281578418927
Journal Mail Official
lib@isi.ac.id
Editorial Address
UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis KM. 6,5 Yogyakarta 55188
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan
ISSN : 28081641     EISSN : 2808151X     DOI : https://doi.org/10.24821/jap.v1i1
Jurnal Abdi Pustaka merupakan jurnal yang diterbitkan oleh UPT Perpustakaan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dipublikasikan kali pertama pada tahun 2021, Jurnal Abdi Pustaka adalah jurnal hasil pemikiran, gagasan, dan penelitian bidang ilmu perpustakaan dan kearsipan. Sebelum diterbitkan setiap artikel yang masuk akan melalui proses penelaahan oleh reviewer yang mempunyai kompetensi di bidang perpustakaan dan kearsipan yang berasal dari berbagai institusi. Jurnal Abdi Pustaka terbit dua kali setiap tahunnya yakni Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021" : 5 Documents clear
Persepsi Pemustaka Atas Suara Gamelan Terhadap Tingkat Kenyamanan Literasi Di Perpustakaan Lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Surakarta Sartini Sartini; Sugeng Priyanto
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v1i2.6038

Abstract

Riset ini dilatarbelakangi oleh fenomena efek suara gamelan yang terjadi di ruang kuliah yang terdengar hingga perpustakaan di lingkungan FSP ISI Surakarta. Yang ingin diungkap dalam riset ini adalah 1) Bagaimana pemustaka meresepsi suara gamelan ketika melakukan aktivitas literasi di Perpustakaan Lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan? 2) Bagaimana implikasi suara gamelan terhadap tingkat kenyamanan aktivitas literasi di Perpustakaan lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan? Untuk mengungkap permasalahan digunakan teori kenyamanan Katharine Kolcaba  tentang kenyamanan psikospiritual dan kenyamanan lingkungan serta psikologi musik Djohan Salim tentang musik dan emosi manusia. Penelitian ini dilakukan mengunakan kombinasi model, atau desain sequential explanatory (urutan pembuktian), yaitu metode yang menggabungkan kuantitatif dan kualitatif secara beurutan. Tahap pertama dilakukan dengan metode kuantitatif, yakni dengan mendistribusikan kuesioner kepada para pemustaka. Lantas selanjutnya dilakukan dengan metode kualitatif meliputi: observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis. Hasil dari penelitian ini adalah, 1) suara gamelan dirasa tidak mengganggu. 2) Suara gamelan dianggap lazim, sebagai kampus seni, dan dirasa bukan menjadi hal yang menggangu dalam aktivitas berliterasi. 3) suara gamelan dianggap sebagian pemustaka sebagai hal yang memberikan pengaruh baik terhadap kenyamanan mereka, artinya secara psikologi memberikan dampat baik dan tentu membuat nyaman di dalam ruangan. 4) Suara gamelan dianggap tidak perlu menjadi hal yang diperdebatkan. 5) Kenyamanan selalu berbanding lurus dengan pengalaman ketubuhan manusia, suara gamelan merupakan entitas yang menjadi pengalaman mayoritas mahasiswa ISI Surakarta, sehingga di dalam aktivitas literasi tidak menjadikan gangguan secara umum.          This research is motivated by the phenomenon of gamelan sound effects that occur in lecture halls which are heard to the library in the Faculty of Performing Arts at Indonesian Institute of the Arts Surakarta environment. This research wants to reveal 1) How does the user perceive gamelan sound when doing literacy activities in the Environmental Library of the Performing Arts Faculty? 2) How the implications of the voice of gamelan to the comfort level of literacy activities in the Library of the Performing Arts Faculty? To uncover the problem Katharine Kolcaba's comfort theory is used about psychospiritual comfort and environmental comfort and Djohan Salim's music psychology about music and human emotions. This research was conducted using a combination of models, or sequential explanatory designs (sequences of proof), a method that combines quantitative and qualitative sequentially. The first stage is done by quantitative methods, namely by distributing questionnaires to users. Then the next is done by qualitative methods include: observation, interviews, documentation, and analysis. The results of this research are, 1) the sound of the gamelan is consistently felt not disturbing. 2) the sound of gamelan is considered to be common, as an art campus, and is not considered to be a disturbing thing in literated activities. 3) the sound of gamelan is considered part of the visitors as a matter of good influence on their comfort, meaning psychologically giving a good impact and of course making it comfortable in the room. 4) the sound of the gamelan is unnecessarily staged. 5) comfort is always directly proportional to the experience of human body, the sound of gamelan is an entity that is the experience of the majority of  Indonesia Insititute of the Arts Surakarta students, so that literacy activities do not cause general disturbance.The results of this research are, 1) the sound of the gamelan is consistently felt not disturbing. 2) the sound of gamelan is considered to be common, as an art campus, and is not considered to be a disturbing thing in literated activities. 3) the sound of gamelan is considered part of the visitors as a matter of good influence on their comfort, meaning psychologically giving a good impact and of course making it comfortable in the room. 4) the sound of the gamelan is unnecessarily staged. 5) comfort is always directly proportional to the experience of human body, the sound of gamelan is an entity that is the experience of the majority of  Indonesia Insititute of the Arts Surakarta students, so that literacy activities do not cause general disturbance. 
Layanan “SAPA RATU” Strategi Layanan Perpustakaan Di Masa Pandemi Covid-19 Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Yogyakarta Sri Anik Lestari
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v1i2.6016

Abstract

Kasus pandemi-Covid 19 yang meningkat memiliki pengaruh yang besar pada bidang perpustakaan. Oleh karena itu perlu strategi agar perpustakan tetap dapat  menjalankan tugas dan fungsinya. Salah satu strategi adalah melaksanakan inovasi layanan perpustakaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui inovasi layanan “SAPA RATU” di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta. Layanan ini merupakan jenis layanan drive thru untuk layanan peminjaman dan pengembalian buku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui pengamatan, dokumentasi, wawancara dan tinjauan literature. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pembahasan dan penarikan kesimpulkan. Data yang ada dari fakta yang terjadi pada layanan “SAPA RATU”. Pembahasan dalam penelitian ini tentang layanan “SAPA RATU” sesuai dengan 5 (lima) kriteria inovasi layanan publik sesuai Permen PANRB Nomor 7 Tahun 2021 yaitu kebaruan, efektif, bermanfaat, dapat ditiru dan  berkelanjutan. Dari kriteria tersebut dapat diketahui kendala terkait efektifitas waktu, pengguna layanan masih rendah, promosi layanan belum maksimal. Sedangkan saran yang diberikan yaitu publikasi yang lebih sering dan sistem yang efektif agar tujuan dari inovasi layanan tersebut dapat mencapai. The increasing cases of the COVID-19 pandemic have had a significant impact on the library field. Therefore, a strategy is needed so that libraries can still carry out their duties and functions. One method is to implement library service innovations. This study aimed to determine the creation of the "SAPA RATU" service at the Yogyakarta City Library and Archives Office. This service is a type of drive-thru service for borrowing and returning books. The method used in this research is a case study with a qualitative descriptive approach—data collection through observation, documentation, interviews and literature review. While the data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, discussion and concluding. Existing data is from the facts that occurred in the "SAPA RATU" service. The discussion in this study is about the "SAPA RATU" service following the 5 (five) criteria for public service innovation according to the PANRB Ministerial Regulation Number 7 of 2021, namely novelty, effective, practical, replicable and sustainable. From these criteria, it can be seen that there are obstacles related to time effectiveness, service users are still low, service promotions have not been maximized. While the suggestions given are more frequent publications and an effective system so that the goals of the service innovation can be achieved. 
Kemas Ulang Informasi Koleksi Perpustakaan Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Informasi Para Pemustaka Jody Santoso
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v1i2.5955

Abstract

Koleksi perpustakaan terus mengalami perkembangan dengan pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang dapat menyebabkan banjir informasi. Hal itu berdampak pada pemakai informasi yang merasa terkendala dalam memilih dan mendapatkan informasi yang relevan dengan apa yang dibutuhkannya. Daya tarik kemas ulang informasi koleksi perpustakaan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab kegelisahan para pemakai informasi. Dengan kemas ulang informasi koleksi perpustakaan yang dapat menghasilkan kemasan informasi yang lebih menarik, relevan, dan cepat dalam temu kembali informasi, menjadikan pemustaka dapat dengan cepat, tepat, dan mudah menemukan informasi yang dibutuhkan sehingga merasa puas terhadap layanan perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka. Pemustaka akan diuntungkan dengan adanya kemas ulang informasi koleksi perpustakaan karena akan menghemat biaya dan waktu dari pemustaka dalam proses pencarian, pemilihan dan pemerolehan informasi yang dibutuhkan. Library collections continue to develop rapidly, and information technology development that can cause a flood of information. It impacts information users who feel constrained in choosing and getting information that is relevant to what they need. The appeal of repacking library collection information can be one solution to answer the anxiety of information users. By repacking library collection information that can produce more engaging, relevant, and fast packaging of information in re-meeting information, making the library can quickly, precisely, and easily find the required information so that they are satisfied with library services in meeting their information needs. The library will benefit from the re-mission of library collection information because it will save the cost and time of the library in the process of searching, selecting and obtaining the required information.
Layanan Referensi Virtual Sebagai Strategi Pelayanan di Masa Pandemi Covid-19 Susilowati Susilowati
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v1i2.6009

Abstract

Pademi covid-19 datang secara tiba-tiba dan telah merubah semua sisi kehidupan, kebijakan dan pembatasan yang diterapkan diberbagai negara menjadikan manusia mengurangi interaksinya dengan manusia lain, hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan virus covid-19. Kebijakan pemerintah Indonesia meniadakan pembelajaran tatap muka baik tingkat universitas maupun sekolah-sekolah dan menggantinya dengan pembelajaran online/daring membuat penurunan kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan oleh pemustaka. Dengan kenyataan tersebut diperlukan sebuah strategi agar perpustakaan khususnya perpustakaan perguruan tinggi tetap bisa berperan sebagai jantung perguruan tinggi. Salah satu strategi layanan yang bisa dilakukan perpustakaan dimasa pandemi ini adalah dengan cara menyediakan layanan referensi vitual. Layanan referensi virtual merupakan salah satu strategi perpustakaan peguruan tinggi dengan menyediakan layanan referensi secara online sehingga layanan tersebut tetap bisa diakses dimanapun berada tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Layanan ini juga sebagai wujud nyata peran serta perpustakaan perguruan tinggi dalam menerapkan social distancing dan mencegah perpustakaan sebagi klaster penularan baru. Pandemic covid-19 came suddenly, has changed all sides of life, policies and restrictions applied in various countries make humans reduce their interaction with other humans, it is done to break the chain of transmission of the covid-19 virus. The wisdom of the Indonesian government to eliminate face-to-face learning at both the university and school levels and replace it with online learning makes a decrease in visits and utilization of libraries by the library. With this fact, a strategy is needed so that libraries, especially college libraries, can still act as the heart of the college. One of the service strategies that libraries can do in this pandemic period is to provide virtual reference services. Virtual reference services are one of the strategies of high learning libraries by providing online reference services so that they can still be accessed anywhere in the world.
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan Melalui Kerja Sama Antar Perpustakaan Isti Suratmi
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v1i2.5952

Abstract

Perpustakaan merupakan salah satu lembaga penyedia informasi. Untuk itu perpustakaan harus mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pemustakanya. Perpustakaan juga harus meningkatkan layanannya agar kebutuhan informasi pemustaka dapat terpenuhi, mengingat kebutuhan informasi pemustaka yang semakin kompleks dan beragam. Untuk menjaga dan meningkatkan kepuasan pemustaka atas layanan perpustakaan maka berbagai hal dapat diupayakan termasuk menjalin kerja sama dengan perpustakaan. Dengan adanya kerja sama ini memungkinkan pemustaka untuk dapat mengakses informasi yang dimiliki perpustakaan lain dan sumber informasi di luar perpustakaannya.  Melalui kerjasama ini akan saling melengkapi dan lebih dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya. Library is one of the institutions providing information. For this, the library must be able to provide the information needed by the library. The library must also improve its services so that the information needs of the library can be met, given the increasingly complex and diverse information needs of the library. To maintain and increase the satisfaction of the library for library services, various things can be pursued including establishing cooperation with the library. This partnership allows the library to access information that other libraries have and sources of information outside their libraries.  Through this cooperation will complement each other and be better able to meet the information needs of the library. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5