cover
Contact Name
Astrid Hapsari Rahardjo
Contact Email
arsitekta@tau.ac.id
Phone
+6287871841660
Journal Mail Official
arsitekta@tau.ac.id
Editorial Address
Jl. Swadarma Raya No.58, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan,12250
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Arsitekta
Core Subject : Engineering,
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur Tanri Abeng University dengan frekuensi terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini adalah media bagi para dosen, peneliti, mahasiswa dan praktisi untuk berbagi pemikiran tentang perancangan arsitektur dan perkotaan secara berkelanjutan. Fokus publikasi diarahkan pada telaah mengenai riset, pemikiran dan inovasi di bidang perancangan bangunan, ruang dalam, ruang luar, kawasan maupun pengembangan perkotaan, serta kajian terkait teori, sejarah dan dokumentasi arsitektur yang menunjang keberlanjutan.
Articles 44 Documents
Perbandingan Ukuran Meja-Kursi Ruang Kelas Berdasarkan Studi Literatur dan Kenyamanan Ergonomi Dian Monica Erveline Basri; Jajang Rayaman
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 1 No 1 (2019): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.403 KB)

Abstract

Ruang kelas adalah ruang yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Perabot terbanyak dan utama yang terdapat di ruang kelas adalah meja dan kursi, yang digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan kegiatan be;lajar. Dengan demikian, maka seyogyanya meja dan kursi tersebut nyaman untuk digunakan. Untuk mengetahui kenyamanan ergonomic meja kursi ruang kelas, dipergunakan beberapa metode, yaitu mencocokkan dengan ukuran yang terdapat di buku Data Arsitek dan melakukan kuesioner kenyamanan penggunaan meja kursi kepada mahasiswa sebagai responden penelitian.
Evaluasi Terhadap Pencahayaan Buatan dan Kenyamanan Visual di Ruang Kelas di Universitas Tanri Abeng Astrid Hapsari Rahardjo; Dian Monica Erveline Basri; Indrajid Krisniawan
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 1 No 1 (2019): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1395.665 KB)

Abstract

Studi evaluasi terhadap pencahayaan buatan dan kenyamanan visual ini dilakukan di ruang kelas lantai tiga pada gedung perkuliahan Universitas Tanri Abeng. Hal ini disebabkan oleh adanya penggunaan lampu dengan temperatur warna cahaya dengan tone kuning atau warm yang berbeda dari ruang kelas di lantai lain yang menggunakan tone putih atau cool daylight. Adapun temperatur warna cahaya dengan tone kuning ini biasanya digunakan untuk menghasilkan nuansa ruang yang menenangkan untuk kegiatan diskusi bukan untuk menekankan fokus belajar. Penelitian ini dilakukan pada empat ruang kelas yang dianggap mewakili ruang kelas lainnya dari aspek bentuknya dengan pembuatan gambar dan simulasi model ruang kelas yang identik dengan kondisi eksistingnya termasuk juga posisi instalasi dan spesifikasi lampu yang digunakan. Kemudian dilakukan pengukuran intensitas cahaya di berbagai titik pada tiap ruang kelas tersebut dengan menggunakan luxmeter. Hasil pengukuran pencahayaan yang diperoleh kemudian dijadikan perbandingan terhadap standar pencahayaan buatan yang ditetapkan pemerintah dalam SNI no. 03-6575-2001. Penelitian ini juga mencatat tingkat kenyamanan visual yang dialami oleh pengguna ruang kelas melalui penyebaran kuesioner. Adapun permasalahan yang diidentifikasi baik dari segi tingkat intensitas pencahayaan maupun dari segi tingkat kenyamanan visual pengguna ruang tersebut kemudian diberikan rekomendasi solusi pencahayaan buatan untuk fungsi kegiatan perkuliahan dimalam hari. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai rekomendasi pencahayaan buatan di ruang kelas di lingkungan Universitas Tanri Abeng, terutama ruang kelas pada lantai tiga, agar kegiatan perkuliahan malam hari tersebut dapat diselenggarakan dengan lebih produktif dan optimal.
Kenyamanan Termal Ruang Kelas Mahasiswa Randy Dwiyan Delyuzir; Erwin Erwin; Renaldi Pratama
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 1 No 1 (2019): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.666 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kenyamanan termal ruang kelas yang berlokasi di Universitas Tanri Abeng. Ruang kelas yang dijadikan sampel pengukuran yaitu ruang kelas 303. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan meneliti populasi dan sampel tertentu menggunakan instrument Thermometer, Thermo-Hygrometer, Anemometer, dan kuesioner. Sebanyak 22 reponden (28%) memberikan pilihan ‘0’ atau netral, sementara 41 responden (53%) memilih di bawah netral (sejuk, dingin, dingin sekali), dan sejumlah 15 responden (19%) memilih di atas netral (hangat, panas, panas sekali). Hasil penelitian didapatkan suhu nyaman bagi mahasiswa Universitas Tanri Abeng di ruang kelas 303 adalah 27.40oC suhu udara (Ta). Sedangkan rentang suhu nyaman antara -0,5 dan +0,5, dicapai antara 25.49°C sampai 29.30°C suhu udara (Ta).
Pengaruh Overhang dan Sirip Terhadap Konsumsi Energi pada Bangunan Bertingkat Tinggi di Jakarta Gervasius Herry Herry Purwoko
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 1 No 1 (2019): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.189 KB)

Abstract

Pertimbangan utama dalam proses perancangan bangunan bertingkat tinggi adalah dalam hal penggunaan energy bangunan. Oleh karena itu arsitek semakin dituntut untuk dapat menghasilkan desain bangunan yang efisien, untuk itu dibutuhkan upaya-upaya pengendalian dan penghematan energy pada bangunan sejak tahap perancangan. Energy bangunan sebagian besar dikonsumsi untuk AC dan lampu namun keduanya dipengaruhi oleh cahaya dan panas yang masuk kedalam bangunan melalui dinding eksterior bangunan dengan cara konduksi, konveksi, maupun radiasi. Salah satu parameter yang mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap pemakaian energy bangunan adalah overhang dan sirip (fin). Oleh karena itu adanya overhang dan sirip pada bangunan merupakan upaya untuk memberikan efek peneduhan pada dinding eksterior agar transformasi panas kedalam bangunan akan berkurang, permasalahannya adalah berapa panjang overhang dan berapa jarak antar sirip yang diperlukan untuk memperoleh nilai pengurangan dan penghematan energy yang paling optimal?.Penelitian ini menggunakan eksperimen model untuk mengamati karakteristik transformasi panas pada bangunan yang mempengaruhi pemakaian energy pada masing-masing panjang overhang dan jarak antar sirip pada bangunan, kemudian memperhitungkan pemakaian energy total. Pengamatan dilakukan dengan cara mengubah-ubah panjang overhang dan jarak antar sirip bangunan terhadap kondisi dasar yang telah ditentukan, sehingga pada masing-masing pengubahan didapat hasil selisih pemakaian energinya. Hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi para arsitek dalam menentukan panjang overhang dan jarak antar sirip bangunan yang tepat pada tahap perancangan.
Analisis Kebutuhan Satuan Ruang Parkir Terhadap Daya Tampung Maksimal Mahasiswa di Universitas Tanri Abeng Hendrik Poltak; Dony Johan Arif Wicaksono
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 1 No 1 (2019): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.542 KB)

Abstract

Universitas Tanri Abeng merupakan sebuah universitas swasta di kawasan selatan Jakarta. Saat ini area parkir untuk warga kampus sudah disediakan, namun jumlah satuan ruang parkir yang ada saat ini masih hanya cukup menampung kendaraan dari warga kampus yang ada saat ini saja. Kedepannya Universitas Tanri Abeng masih akan melakukan penambahan fasilitas-fasilitas lainnya termasuk ruang-ruang kelas untuk menampung lebih banyak lagi mahasiswa, untuk itu dikarenakan oleh adanya perkiraan jumlah mahasiswa yang akan meningkat maka dari itu diperlukan juga luasan area yang lebih besar untuk menampung satuan ruang parkir yang akan jauh meningkat dibandingkan dengan sekarang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari jumlah satuan ruang parkir yang nantinya dibutuhkan apabila kampus Tanri Abeng mencapai daya tampung mahasiswa maksimal. Dengan memperkirakan jumlah daya tampung mahasiswa maksimal lalu mencocokkan dengan literatur yang ada maka dapat diperoleh jumlah satuan ruang parkir yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa jumlah satuan ruang parkir sekarang tidak akan dapat menampung jumlah kendaraan pribadi roda empat sehingga nantinya diperlukan penambahan luas area parkir
Identifikasi Elemen Arsitektur pada Façade Bangunan South Quarter Dian Monica Erveline Basri; Ilham Akbar; Dewi Meryana; Indrhie Kinanti Asaga
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 2 No 01 Mei (2020): Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.824 KB)

Abstract

Jakarta sebagai ibukota negara dituntut untuk memenuhi kebutuhan penduduknya yang padat jumlahnya. Salah satu jenis bangunan yang paling banyak dibangun seiring dengan meningkatnya kebutuhan adalah bangunan mixed-use. South Quarter adalah satu bangunan baru di area Jakarta Selatan dengan fasilitas perkantoran, retail dan hunian. Bangunan ini memiliki bentuk façade yang menarik untuk dibahas. Pembahasan tentang façade bangunan South Quarter adalah tentang maisng-masing elemen arsitektur yang terdapat didalamnya, yang kemudian diidentifikasi berdasarkan buku Francis DK Ching yang berjudul Bentuk, Ruang dan Tatanan. Setelah penelitian dilakukan, diketahui bahwa pada façade terdapat beberapa elemen arsitektur yang mendominasi, yaitu garis yang membentuk bidang. Bentuk bangunan yang seolah tidak berakhir (infinite) dan organik, memiliki kesan kokoh yang dimunculkan oleh dominasi garis pada secondary skin bangunan. Yang memunculkan kesan harmonis pada bangunan.
Kajian Semiotika Iklan Media Luar Ruang Sebagai District dan Landmark Dalam Image of The City Mohamad Wisnu Ibadi
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 2 No 01 Mei (2020): Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1754.207 KB)

Abstract

Dalam beberapa tinjauan ilmiah, iklan media ruang luar tidak termasuk dalam salah satu bentuk komunikasi massa seperti media elektronik dan cetak. Padahal bila ditinjau dari ciri, fungsi dan elemennya, iklan media ruang luar jelas masuk ke dalam bentuk komunikasi massa. Suatu iklan dalam iklan media ruang luar disusun berdasarkan tanda-tanda visual. Termasuk di dalamnya adalah (tanda) tulisan dan (tanda) gambar yang digunakan sebagai teks (kode) sebagai representasi pesan yang ingin ditampilkan, Namun hal terpenting dalam penempatan sebuah iklan media luar ruang adalah lokasi penempatannya yang berada di area publik kota karena bertujuan untuk mendapatkan sebanyak mungkin masayarakat yang melihatnya. Letak-letak penempatan iklan media luar ruang ini kemudian secara perlahan menempati elemen-elemen yang dikemukakan oleh Kevin Lynch dalam bukunya Image of the City. Penelitian ini akan mengkaji menggunakan ilmu Semiotika dengan penekanan pada iklan media luar ruang yang berada sebagai District dan Landmark di buku Image of the City. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil studi kasus di Kota Bandung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tujuan dari penempatan iklan media luar ruang di ruang publik kota ternyata bukan lagi sebagai media, tetapi telah menjadi pesan dari iklan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan agar pemerintah kota lebih memperhatikan elemen-elemen visual kotanya di ruang-ruang publik kota, untuk kepentingan warga kotanya
Kajian Bentuk Masjid Tanpa Kubah : Studi Kasus Masjid Al Irsyad Bandung Riki Suhendar; Titin Fatimah; Rudy Trisno
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 2 No 01 Mei (2020): Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.781 KB)

Abstract

Masjid pada umumnya merupakan tempat beribadah umat Islam, tidak hanya masjid saja, bangunan lain seperti musholla, langgar juga menjadi tempat beribadah umat Islam. Di era saat ini banyak bermunculan bentuk-bentuk bangunan masjid yang beragam di Indonesia. Dari keragaman bentuk masjid tersebut tidak sedikit pula yang menimbulkan perdebatan dari sebagian masyarakat Indonesia yang sudah memiliki persepsi sendiri bahwa masjid harus memiliki kubah. Berdasarkan fenomena ini, penelitian ini bertujuan untuk membahas bentuk masjid tanpa kubah, studi kasus pada Masjid Al-Irsyad Kotabaru Parahyangan, Bandung Barat. Analisis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, peneliti menganalisis dari beberapa sumber dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil analisis dapat diketahui bahwa bentuk awal kubah berasal dari zaman Bizantium, sedangkan penggunaan kubah pada masjid tidak ada pernyataan khusus dari sumber dan literatur yang mengharuskan penggunaan kubah pada masjid. Oleh karena itu, masjid tanpa kubah bukanlah bentuk pelanggaran, karena tidak ada pengaturan khusus tentang bentuk masjid. Masjid memiliki syarat-syarat tertentu yang lebih berdasar kepada syariat ibadah.
Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Pada Area Sempadan Bangunan : Studi Kasus Kawasan Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Firmansyah Bachtiar
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 2 No 01 Mei (2020): Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.471 KB)

Abstract

Kebutuhan penyediaan ruang terbuka hijau di DKI Jakarta masih jauh dari target yang ada. Upaya pemenuhan target RTH tersebut perlu juga disikapi dengan penyediaan RTH yang tidak hanya bernilai secara kuantitas, namun juga kualitas. Peluang penyediaan RTH publik akan bergantung pada ketersediaan aset dan kemampuan pembebasan lahan oleh Pemda. Penyediaan RTH privat akan bergantung pada pada penataan ruang luar bangunan yang dikendalikan oleh instrumen intensitas lahan (GSB, KDB dan KDH). Ruang pada Garis Sempadan Bangunan (GSB) memberikan peluang pengembangan area non terbangun dengan nilai strategis terkait aspek visual dan aksebilitasnya ke ruang publik/jalur pedestrian di sekitarnya. Identifikasi dilakukan dengan mengamati pola pemanfaatan area GSB, khususnya terkait pemanfaatannya untuk RTH baik dalam bentuk bidang (taman, jalur hijau) maupun dalam bentuk buffer (pagar lansekap). Lokasi obyek penelitian dilakukan pada persil di sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sisi barat dan timur, dengan mengamati area GSB (10-12 meter) dan pola pemanfaatan ruang terbuka eksisting. Dari hasil observasi terlihat terkait dominasi pemanfaatan ruang pada area GSB dan kaitannya terhadap potensi sumbangsih luasan RTH untuk pemenuhan kebutuhan RTH di Jakarta baik secara kuantitas, maupun terhadap penyediaan RTH yang bisa diakses publik.
Redaksi dan Daftar Isi Arsitekta Vol 02 No 01 Mei 2020 Arsitekta TAU
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 2 No 01 Mei (2020): Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan0
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.263 KB)

Abstract

Redaksi dan Daftar Isi Arsitekta Vol 02 N 01 Mei 2020