cover
Contact Name
Addin Kurnia Putr
Contact Email
addinkurniaputri@gmail.com
Phone
+6285725117255
Journal Mail Official
addinkurniaputri@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Development and Social Change
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal ini memfokuskan pada hasil penelitian, review teori dan metodologi dan juga review buku dalam perspektif keilmuan sosiologi terutama terkait pokok persoalan pembangunan dan perubahan sosial dalam persepektif nasional maupun internasional, Masyarakat, Komunitas, Kelompok Sosial dan Hubungan antar Kelompok Sosial, Interaksi Sosial, Struktur Sosial, Lembaga Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Metode Penelitian Sosial, Sosiologi Keluarga, Sosiologi Politik, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Ekonomi, Sosiologi Hukum, Sosiologi Agama, Sosiologi Budaya, Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Masalah Sosial, Sosiologi Klinik.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018" : 10 Documents clear
STRATEGI ANTI KORUPSI MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN FORMAL DAN KPK (KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI) Ahmad Zuber
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.507 KB) | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23058

Abstract

Abstract: This article aims to discuss anti-corruption strategies through formal education and the Corruption Eradication Commission (CEC) approaches. Writing method uses literature study, and documents. Anti-corruption strategy with formal education approach can be done through anti-corruption curriculum applied in formal schools from elementary school to university. Then the anti-corruption strategy with the CEC (Corruption Eradication Commission) approach can be seen from the success of CEC in preventing and cracking down on corruptors in Indonesian territory.Keywords: anti-corruption strategies, formal education approache, CEC (Corruption Eradication Commission) approachAbstrak. Artikel ini bertujuan untuk membahas strategi anti korupsi melalui pendekatan pendidikan formal, dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Metode penulisan dengan mendasarkan studi literatur, dan dokumen. Strategi anti korupsi dengan pendekatan pendidikan formal dapat dilakukan melalui kurikulum anti korupsi yang diterapkan di sekolah-sekolah formal mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kemudian Strategi anti korupsi dengan pendekatan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dapat dilihat dari keberhasilan KPK dalam mencegah dan menindak para koruptor yang ada di wilayah negara Indonesia.Kata Kunci: strategi anti korupsi, pendekatan pendidikan formal, pendekatan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
EFEKTIVITAS REHABILITASI INTERAKTIF ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA SURAKARTA Irfan Fatkhurrahman; Rahesli Humsona
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23048

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to know the effectiveness of interactive rehabilitation of child victims of sexual violence and the impact of rehabilitation in Surakarta City. The theory used in this research is social practice theory from Bourdieu. Research location in Surakarta City namely Kakak Foundation and UPT PTPAS Surakarta. Qualitative research with case study and evaluation approach to support and know the effectiveness of rehabilitation. Sampling used purposive sampling that is director, daily management, student apprentice Kakak, psychologist UPT PTPAS Surakarta, parents, and child victims of sexual violence. Data collection with in-depth interviews, participant observation, and documentation. Data validity using source triangulation. The analysis used is an interactive analysis model through data reduction, data presentation, and conclusion. The result of this research shows that the institution that handles the child victims of sexual violence, especially Yayasan Kakak and UPT PTPAS has done rehabilitation in accordance with the Law of the Republic of Indonesia Number 35 Year 2014 and Surakarta City Regulation Number 4 Year 2012 related to child protection. Rehabilitation works effectively for the purpose of rehabilitation. Through the interactive rehabilitation of children victims of sexual violence back cheerful, happy, reduced trauma, and can live everyday life normally as when the child has not been a victim.Keywords: Child, effectiveness, sexual violence, interactive rehabilitationAbstrak : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas rehabilitasi interaktif anak korban kekerasan seksual dan dampak rehabilitasi di Kota Surakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori praktik sosial dari Bourdieu. Lokasi penelitian di Kota Surakarta yaitu Yayasan Kakak dan UPT PTPAS Surakarta. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan evaluasi untuk mendukung dan mengetahui efektivitas rehabilitasi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu direktur, pengurus harian, mahasiswa magang Kakak, psikolog UPT PTPAS Surakarta, orang tua, dan anak korban kekerasan seksual. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga yang melakukan penanganan terhadap anak korban kekerasan seksual terutama Yayasan Kakak dan UPT PTPAS telah melakukan rehabilitasi sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 dan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2012 terkait perlindungan anak. Rehabilitasi berjalan dengan efektif sesuai tujuan dari rehabilitasi. Melalui rehabilitasi interaktif anak korban kekerasan seksual kembali ceria, bahagia, berkurang traumanya, serta dapat menjalani kehidupan kesehariannya dengan normal seperti saat anak belum menjadi korban.Kata Kunci : Anak, efektivitas, kekerasan seksual, rehabilitasi interaktif
STUDI DIFUSI DAN ADOPSI INOVASI DALAM LAYANAN “MBELA WONG CILIK” UNIT PELAYANAN TERPADU PENANGGULANGAN KEMISKINAN (UPTPK) DI KABUPATEN SRAGEN Sutopo Sutopo; Ayu Mutiara Annur
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23060

Abstract

Abstract: This study explained how the diffusion process “Mbela Wong Cilik” service innovation in UPTPK of Sragen Regency and adoption by the poor people in that area. In addition, it also aimed to find out the supporting and inhibiting factors affecting the process of diffusing and adopting this service. This study was a descriptive qualitative research. Case study was used to capture various information using a detailed and nuanced description about the process of diffusing and adopting “Mbela Wong Cilik” service innovation in UPTPK of Sragen Regency. Techniques of collecting data used were in-depth interview, observation, and file documentation supporting the research. Three components of data analysis were used: data reduction, data display, and conclusion drawing. In addition, to validate the result of research, the data triangulation was used. This research shows that the downstream organization communication channel dominates the diffusion of service innovation in UPTPK to the poor people. The communication is done face to face between UPTPK and subdistrict, Village/Kelurahan and then it is transferred to the community during the community meeting. Here the chief of RT/RW, bayan and community leader as the opinion leader play important roles in smoothing the innovation diffusion process to the public. The other communication channels are group communication and mass media. In this research, there are five adopter categories: innovator, early adopters, early majority, late majority, and laggards. The factors smoothing the diffusion are UPTPK services are compatibel with social economic condition of poor people, communication of behavior, and the characteristics of society who are open with innovation and opinion leader roles. Meanwhile, the inhibiting factors are ineffectively use of mass media, education, lack of roles the society communicating innovations to others, and information bias occurring frequently.Keywords : diffusion, adoption, adopter categoriesAbstrak: Penelitian ini menjelaskan bagaimana proses pendifusian inovasi layanan Mbela Wong Cilik UPTPK Kabupaten Sragen dan proses pengadopsian oleh masyarakat berkriteria miskin di wilayah tersebut. Selain itu, juga mengetahui faktor pendorong dan faktor penghambat yang mempengaruhi proses difusi dan adopsi layanan ini. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Studi kasus digunakan untuk menangkap berbagai informasi dengan deskripsi yang teliti dan penuh nuansa dari proses difusi dan adopsi inovasi Layanan “Mbela Wong Cilik” UPTPK Kabupaten Sragen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi arsip yang menunjang penelitian. Tiga komponen analisis data digunakan yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, untuk memantapkan hasil penelitian digunakan trianggulasi data. Dari hasil penelitian, saluran komunikasi organisasi ke bawah mendominasi difusi inovasi layanan UPTPK kepada masyarakat miskin. Komunikasi terjadi secara tatap muka dari UPTPK ke Kecamatan, Desa/Kelurahan dan selanjutnya ditransfer kepada masyarakat saat pertemuan warga. Ketua RT/RW, Bayan dan tokoh masyarakat adalah pemuka pendapat (opinion leader) yang berperan penting memperlancar proses difusi inovasi ke masyarakat. Saluran komunikasi lainnya adalah komunikasi kelompok, dan media massa. Pada penelitian ini terdapat lima kategori adopter, yakni: innovators, early adopters, early majority, late majority, dan laggards. Faktor yang memperlancar difusi yakni layanan UPTPK memenuhi kondisi ekonomi masyarakat miskin, perilaku komunikasi, karakteristik adopter terbuka dengan hal-hal baru dan peran opinion leader. Sedangkan faktor penghambat meliputi tidak efektifnya penggunaan media massa, pendidikan, masyarakat kurang berperan dalam pendifusian inovasi ke anggota sistem sosial, dan sering terjadinya bias informasi dari Desa/Kelurahan kepada masyarakat.Kata kunci : difusi, adopsi, kategori adopter
JARANAN KEDIRI: HEGEMONI DAN REPRESENTASI IDENTITAS Dhany Oktaviany; Muh. Rosyid Ridlo
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23050

Abstract

Abstract : Disscussion about jaranan art performance is never going to stand as an art alone. Jaranan art performance is part of socio-histories in Kediri’s society. There are several aims of this research such as, to know the identity representation of jaranan’s community in Kediri, to explain the rulling class’s hegemony and to explain the representation politic of jaranan Kediri’s community. Antonio Gramsci’s Hegemony theory dan Stuart Hall’s Representation theory are being used in this research. This research is located in Kota subdistict of Kediri city, East Java. This qualitative research used the etnography approach by James Spradley. Purposive sampling is being used as sampling technique in this research. Interview, focus group discussion (FGD) and documentation are being used as data collecting technique. The analysis technique is using theme analysis by Spradley. The result form this research is that, in order to face the power relation, jaranan Kediri’s community form several kind of identity representation. That identity representation such as, (1) Festival Jaranan; (2) tanggapan Jaranan; (3) dance-drama Jaranan for religious event and; (4) dance-drama lakon Dewi Sanggalangit. Jaranan Kediri isnt stop being just an art in the cultural area of Kediri’s society, but Jaranan aslo become an area of power domination in the hegemony system of rulling class. Jaranan stood as a social-cultural power in the society, make it’s hard to slipped away from the hegemony hand. There are two hegemonic alliance in the rulling class level, there are government/Islam religion alliance and economi/local elit alliance. Govenment/Islam religion using cultural-leadership based on Islam ideology and the eceonomy/local elit using fromal economy ideology. Ruling class is side on hegemony block, whereas the jaranan community stood as counter hegemony block. the hegemony fall to descedent hegemony rank. Representation politic are beling held to face the three sector which is, government, religion and economy.Keywords :Jaranan, hegemony, representation, identity, politics, government, religion, economy.Abstrak : Membicarakan kesenian jaranan tidak akan pernah bisa dibahas dalam satu topik tunggal berupa seni. Kesenian jaranan merupakan bagian integral dan sosiohistoris masyarakat kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi identitas komunitas kesenian jaranan Kediri, menjelaskan hegemoni rulling class dan menjelaskan politik representasi idetitas dari komunitas kesenian jaranan kota Kediri. Teori yang digunakan adalah teori hegemoni yang dikemukakan oleh Antonio Gramsci dan teori representasi oleh Stuart Hall. Penelitian ini mengambil lokasi di Kecamatan Kota, Kota Kediri, Jawa Timur. Peneltitian kualitatif ini menggunakan metode penelitian yakni, studi etnografi James Spradley. Teknik pengambilan sampel data adalah dengan Purposive sampling. Teknik pengambilan data adalah dengan wawancara, FGD dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis tema yang diadaptasi dari etnografi James P. Spradley. Hasil penelitian komunitas kesenian jaranan di kota Kediri. Dalam menghadapi relasi kuasa pemerintah, agama dan pasar tersebut, komunitas kesenian jaranan membentuk empat representasi identitas yakni; (1) Jaranan festival; (2) jaranan tanggapan; (3) Jaranan Sendratari untuk acara Agama Islam dan; (4) Jaranan Sendratari lakon Dewi Sanggalangit.Kesenian jaranan tidak berakhir hanya menjadi suatu kesenian dalam aspek budaya saja namun jaranan Kediri mejadi arena dominasi kekuasaan dari rulling class. Jaranan di Kota Kediri hadir sebagai suatu kekuatan sosio-budaya rakyat, yang tak luput dari proses hegemoni oleh rulling class tersebut. Terdapat dua aliansi kelompok hegemonik yakni pemeritah/agama dan ekonomi/elit lokal. pemerintah/agama menggunakan kepemimpinan kultural dasar ideologis agama, sementara ekonomi/elit lokal menggunakan ideologi ekonomi formal. Blok hegemoni oleh rulling class dan counter hegemoni oleh komunitas jaranan. Tingkatan hegemoni yang tercipta adalah decedent hegemony. Politik representasi yang dilakukan menyasar pada tiga bidang yakni, pemerintah, agama dan pasar.Kata kunci: Jaranan, hegemoni, representasi, identitas, politik, pemerintah, agama, pasar.
KONSTRUKSI SOSIAL DIFABEL (Studi Fenomenologi Konstruksi Sosial Anak Difabel Dalam Keluarga di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surakarta) Nabiela Tiarasari; Sri Hilmi Pujihartati
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23106

Abstract

Abstract : This research’s background is how society treatsdifabel (different able people). This treatment of course caused by how they socially construct disability itself. Therefore family is taken to look how they construct children with disability. Family is a small social group that can show most of society values, norms, and rules. Start from social construction that happen in family, this research conducted. Main question of this research is how family with disabled child constructs disability. In this research, social construction from Peter L Berger and Thomas Luckmann is used to analyze how realities construct socially. Qualitative method and phenomenological approach used in this research in order to answer question that given after look at background. By using purposive sampling take some family in YPAC, divided sample in to two categories, first is parents and the second is siblings of disabled children. Observation, interview, and literature study as collecting data method in this research. Result of this research shows that in externalization, they tend to have same result, which is by seeing disabled child in their family. Next step, parent’s and sibling’s objectivation had difference. When parents has objectivation as a sick or abnormal children, sibling’s objectiovation is that disabled child doesn’t really have different from any other child. Last, internalization of parents, show that they give their disable child treatment so that they can be normal or healthy. Meanwhile sibling’s internalization shows that they treat their disable sister or brother as sibling like any other.Keyword : Social construction, disabled child, familyAbstrak : Penelitian ini dilakukan setelah melihat bagaimana perlakuan terhadap difabel sangat ditentukan dari konstruksi sosialnya. Termasuk dalam keluarga sebagai gambaran kecil dari masyarakat. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah : Bagaimana konstruksi sosial difabel dalam keluarga dengan anak difabel.  Riset ini menggunakan teori konstruksi sosial oleh Peter L Berger dan Thomas Luckmann. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sementara teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling yaitu keluarga dengan anak difabel di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: observasi, wawancara, dan studi pustaka. Adapun keluarga yang dipilih adalah keluarga batih dengan mewawancara anak dan orang tua dalam keluarga dengan anak difabel. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dengan adanya anak difabel dalam keluarga merupakan bentuk eksternalisasi tersendiri dalam keluarga. Sementara pada tahap selanjutnya, terdapat perbeda antara orang tua dengan anak. Orang tua memiliki objektivasi bahwa anak sakit atau anak tidak normal. Sementara anak atau saudara dari anak difabel memiliki objektivasi bahwa anak difabel tidak berbeda dari anak kebanyakan. Namun melihat adanya keterbatasan yang dimiliki oleh anak difabel, saudaranya beranggapan bahwa wajar ketika mereka mendapatkan perhatian lebih. Sementara pada tahap internalisasi, ketika orang tua melakukan treatment khusus untuk melatih anak difabelnya agar mandiri, saudara dari anak difabel tidak melakukannya.Kata kunci : Konstruksi sosial, difabel, keluarga
HUBUNGAN PATRON KLIEN DALAM KOMUNITAS NELAYAN (Studi Kasus di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng Kabupaten Gunung Kidul) Raya Surya Samudera; Rahesli Humsona
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23052

Abstract

Abstract : The research about the relationship between client patron employer boat owners as patron and fishermen as a client. The purpose of this study is to describe the relationship between the client employer patron boat owners with the fishermen, starting from recruitment process work and contract work of fishermen, the system of wages, health coverage, and hours of work that applies in his work . This study uses social exchange theory of g. Homans and patron client theory of James Scott. The methods used in this research is qualitative method with approach case studies. Informants in this study consists of employer's boat owners, fishermen, and the head of the harbour fishing port Sadeng beach. For sampling using a purposive sampling technique. The location of this research is the fishing port Sadeng Beach Regency of Gunung Kidul. Engineering data collection done way interview, observation, and study the documentation. Data analaisis techniques used are interactive models, Miles and Huberman that started from the collection of data, data presentation, data reduction and withdrawal of the conclusion. For the validity of data using triangulation of sources. The results showed that the social exchange that took place between the employer ship owners who have capital, capture tool, and the ship, with fishermen who had the ability to catch fish is mutually satisfy the needs of both parties. This relationship is elementary, where economic transactions in this working relationship going on exchanges between the capital services. The employer gives ship owners the assurance of basic subtensi in the form of employment, the guarantee of economic crisis in the form of a loan of money, health coverage by taking all treatment of fishermen, ship care protection with the routine, and Realtor and influence in the document management of the ship. While the fishermen provided services basic job as a fisherman, and became a member of loyal patrons.Keywords : Patrons, clients, fishermanAbstrak: Penelitian tentang hubungan antara pemilik patron pemilik kapal patron klien sebagai patron dan nelayan sebagai klien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara pemilik kapal patron klien majikan dengan nelayan, mulai dari proses rekrutmen kerja dan kontrak kerja nelayan, sistem upah, cakupan kesehatan, dan jam kerja yang berlaku dalam pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran sosial g. Homans dan teori klien pelindung James Scott. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pemilik kapal pengusaha, nelayan, dan kepala pelabuhan nelayan pelabuhan pantai Sadeng. Untuk pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian ini adalah pelabuhan perikanan Pantai Sadeng Kabupaten Gunung Kidul. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analaisis data yang digunakan adalah model interaktif, Miles dan Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertukaran sosial yang terjadi antara pemilik kapal majikan yang memiliki modal, alat tangkap, dan kapal, dengan nelayan yang memiliki kemampuan menangkap ikan saling memenuhi kebutuhan kedua belah pihak. Hubungan ini adalah dasar, di mana transaksi ekonomi dalam hubungan kerja ini terjadi pada pertukaran antara layanan modal. Pemberi kerja memberi pemilik kapal jaminan substitusi dasar dalam bentuk pekerjaan, jaminan krisis ekonomi dalam bentuk pinjaman uang, jaminan kesehatan dengan mengambil semua perawatan nelayan, perlindungan perawatan kapal dengan rutin, dan Realtor dan pengaruh dalam manajemen dokumen kapal. Sedangkan nelayan menyediakan jasa pekerjaan dasar sebagai nelayan, dan menjadi anggota patron yang loyal.Kata kunci: Pembina, klien, nelayan
WARUNG TEGAL: RELASI KAMPUNG MENYANGGA KOTA JAKARTA (Studi Kasus Pada Warung Tegal di Jakarta Timur) Maflahah Maflahah; Akhmad Ramdhon
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23054

Abstract

Abstract : Low of skills and education background lead Tegal society was unable to access the economic formal sector in urban areas. Then, they choose the informal sectors such as street vendors, pedicab, and others to get money. Warung Tegal is one of to be a solution to keep them alive in the city. Warung Tegal become one of the solution to address this problem, moreover Warung Tegal is does not need high education and specific skills to do. The purpose of this research is to identified how Warung Tegal as a informal sector can stay and keep growing as high as city’s development to be a buffer the economic of the city. Theory that use in this research is Pierre Bourdieu’s social capital. The method that use in this research is qualitative research. The approach that use is case study and the sampling method is purposive sampling. Warung Tegal can be one of solution that can stay and compete in economic of the city. It prove that Warung Tegal can give a economic welfare to Tegal society. It can be seen that there are a lot of warteg with high persistent, mutual cooperation, and high social capital between warteg seller give a power to each other to stay in the city. Although they live in a long term in Jakarta, but they do not forget their hometown. Aplusan is a chance for them to back to their hometown. Tegal that seen as a village and Jakarta as a big city can make a strong bond between them. The conclution is Warung Tegal as a informal sector give a different point of view of city, not just a city that full of luxury but a city that look through informal sector as economic buffer zone.Keywords : City, informal sector, social capital, village, warung tegalAbstrak : Rendahnya keterampilan dan latar belakang pendidikan menyebabkan masyarakat Tegal tidak dapat mengakses sektor formal ekonomi di daerah perkotaan. Kemudian, mereka memilih sektor informal seperti pedagang kaki lima, becak, dan lain-lain untuk mendapatkan uang. Warung Tegal adalah salah satu solusi untuk membuat mereka tetap hidup di kota. Warung Tegal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini, terlebih lagi Warung Tegal tidak membutuhkan pendidikan tinggi dan keterampilan khusus untuk melakukannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana Warung Tegal sebagai sektor informal dapat tetap dan terus tumbuh setinggi perkembangan kota untuk menjadi penyangga ekonomi kota. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah modal sosial Pierre Bourdieu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Warung Tegal dapat menjadi salah satu solusi yang dapat bertahan dan bersaing dalam ekonomi kota. Ini membuktikan bahwa Warung Tegal dapat memberikan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat Tegal. Dapat dilihat bahwa ada banyak warteg dengan persistensi, kerja sama timbal balik, dan modal sosial yang tinggi antara penjual warteg memberikan kekuatan untuk satu sama lain untuk tinggal di kota. Meskipun mereka hidup dalam jangka panjang di Jakarta, tetapi mereka tidak melupakan kampung halaman mereka. Aplusan adalah kesempatan bagi mereka untuk kembali ke kampung halaman mereka. Tegal yang dilihat sebagai desa dan Jakarta sebagai kota besar dapat membuat ikatan yang kuat di antara mereka. Kesimpulannya adalah Warung Tegal sebagai sektor informal memberikan sudut pandang yang berbeda dari kota, bukan hanya kota yang penuh kemewahan tetapi kota yang melihat melalui sektor informal sebagai zona penyangga ekonomi.Kata Kunci: Kota, sektor informal, modal sosial, desa, warung tegal
TRANSFORMASI IDENTITAS SOSIAL TENAGA KERJA INDONESIA (Studi Deskriptif Transformasi Identitas Sosial TKI Pasca Migrasi di Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen ) Innez Kartika Sari; Drajat Tri Kartono
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.19108

Abstract

Abstract : Identity always changes frequently because identity is a part of human it self which always be changed. Identity changed to another form of identity they have had, it called identity transformation. It also occurs in Ex Indonesian Migrant Workers (TKI) in Mojorejo who used migration for transforming their social identity. The purpose of this study is to analyzed and described the process which occurred in social identity transformation of Indonesian Migrant Workers (TKI) in Mojorejo by Social Identity Transformation Theory which explaned by Jennifer Todd and Social Practices which explaned by Pierre Bourdieu for explaining the initial identity before migration and final identity after migration.This study is a single deskriptive study. Primary data were sources from informants by interview. Secondary data were sources from literatures, written documents, and archives. The informants were selected by purposive sampling. Informants were selected by key informan based on some requirement which determined by researcher ie the informant should be a citzens of Mojorejo Village, of Karangmalang district, of Sragen Regency and should have a citizen ID. Data validity was used triangulation by comparing observation data with interview data, comparing interview data from Eks TKI with interview data from citizen non TKI, and comparing interview data with secondary data were sources from literatures, written documents, and archives. Data analyzing technique was used interactive model analysis through data reduction, data presentation, drawing conclusion, and verification. This research describes social identity transformation which occured in ex Indonesian Migrant Workers (TKI) in Mojorejo by using Sosial Identity Transformation theory which explained by Jennifer Todd. This research shows the process of Social Identity Transformation in three stages of transformation, such as: dissonancy of habitus with social order, internal dissonancy, and moment of intentionally after taking a migration. From many several kinds of the result of Social Identity transformation, there was only partial kinds which occurred in Mojorejo they are : assimilation, conversion, and privatization.Keywords : Transformation, social identity, TKIAbstrak : Identitas senantiasa berubah mengingat identitas merupakan suatu hal yang ‘cair’. Perubahan dari suatu identitas menjadi identitas yang lain dinamakan transformasi identitas. Hal ini juga terjadi pada para Eks TKI di Kelurahan Mojorejo yang sengaja melakukan migrasi untuk merubah identitas sosialnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses yang terjadi dalam transformasi identitas sosial tenaga kerja Indonesia di Kelurahan Mojorejo dengan teori Jennifer Todd Transformasi Identitas Sosial dan Piere Bourdeieu untuk menjelaskan identitas awal dan akhir dari proses transformasi tersebut. Penelitian ini merupakan studi Deskriptif. Data bersumber dari informasi yang diperoleh langsung dari informan, studi pustaka, dokumen tertulis dan arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling yaitu memilih narasumber berdasarkan persyaratan yang telah peneliti tentukan seperti merupakan warga Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen dan sudah dewasa ditunjukkan dengan berumur diatas 17 tahun. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber yskni dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, membandingkan hasil wawancara terhadap narasumber eks TKI dengan wawancara terhadap warga masyarakat bukan TKI, dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen buku dan jurnal yang berkaitan. Data dianalisis dengan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verivikasi. Hasil penelitian menggambarkan adanya transformasi identitas sosial yang terjadi pada para Eks TKI di Kelurahan Mojorejo dengan menggunakan teori Transformasi Sosial oleh Jennifer. Dimana para Eks TKI mengalami tahap-tahap antara lain disonansi habitus dengan tatanan sosial, disonansi internal dan moment of intentionality setelah melakukan migrasi. Dari tahap-tahap tersebut muncul berbagai macam jenis asimilasi identitas baru dan identitas lama antara lain asimilasi, konfersi dan privatisasi.Kata Kunci : Transformasi, identitas sosial, TKI
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM MENCARI RELASI SEKSUAL GAY DI SURAKARTA Pipin Apriliani; Bambang Santosa
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23056

Abstract

Abstract : The recognized sexual orientation in Indonesia is heterosexual. This makes gays often get discrimination from people who are causing gay difficulties in interacting and seeking sexual relationships, so they should find ways to interact safely. Qualitative research with case study approach conducted in Surakarta aims to find out the utilization of social media in finding gay sexual relation. Sampling technique using purposive sampling. Data collection was conducted with in-depth interviews with gay as the main actors and documentation of recording interviews, screenshoot chat and gay activity in social media. Data analysis was conducted with the basis of four activities: data collection, data reduction, data presentation, and verification using source triangulation. The results showed that social media became a safe enough tool for gays in searching for sexual relations. Gay feel their identity is more awake when interacting in social media. Social media is also instrumental in expanding the network of gay friends, this is considered quite important because gays assume that the more friends they have the greater their chances of getting sexual relations. Gay has a special trick in order to attract the attention of the same social media users by installing exciting status, installing photos and videos with seductive poses, and posting location information for easy access. Like no human is perfect, using social media to search for sexual relationships of gays also has some weaknesses. Nevertheless, social media has remained the main vehicle of most gays in Surakarta in search of sexual relations.Keywords: Gay, social media, exploitation, sexual relations.Abstrak : Orientasi seksual yang diakui di Indonesia adalah heteroseksual. Hal ini membuat gay sering mendapatkan diskriminasi dari masyarakat yang mengakibatkan gay kesulitan dalam berinteraksi dan mencari relasi seksual, sehingga mereka harus mencari cara agar dapat berinteraksi secara aman. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Kota Surakarta bertujuan untuk mengetahui pemanfaatn media sosial dalam mencari relasi seksual gay. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam bersama gay selaku pelaku utama dan dokumentasi berupa rekaman wawancara, screenshoot chat dan aktivitas gay di media sosial. Analisis data dilakukan dengan berpangkal dari empat kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi sarana yang cukup aman bagi gay dalam mencari relasi seksual. Gay merasa identitas mereka lebih terjaga ketika berinteraksi di media sosial. Media sosial juga sangat berperan dalam memperluas jaringan pertemanan gay, hal ini dinilai cukup penting karena gay beranggapan bahwa semakin banyak teman yang mereka miliki maka semakin besar kesempatan mereka untuk mendapatkan relasi seksual. Gay memiliki trik khusus agar dapat menarik perhatian gay pengguna media sosial yang sama dengan cara memasang status menggairahkan, memasang foto dan video dengan pose menggoda, dan memasang informasi lokasi agar mudah ditemui. Sepertihalnya manusia tidak ada yang sempurna, menggunakan media sosial untuk mencari relasi seksual para gay juga memiliki beberpaa kelemahan. Meskipun demikian, sampai sekarang media sosial tetap menjadi sarana utama kebanyakan gay di Surakarta dalam mencari relasi seksual.Kata kunci: Gay, media sosial, pemanfaatan, relasi seksual.
PERAN POS PELAYANAN TERPADU KELURAHAN DALAM PENANGANAN KASUS ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM (Studi Kasus: di Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta) Aditiyanta Karsendra Putra; Sudarsana Sudarsana
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23030

Abstract

Abstract : In this modern era, the development of the era was so rapidly from traditional times to modern times. Negative impact of these technological developments such as pornography and porn act, violence, crime, and some other social deviation type. The research is about how the role of Integrated Service Post (PPT) of Village in the handling of cases of Children who are dealing with the law (ABH) especially Integrated Service Posts of Kemlayan Village Serengan District Surakarta City. This research uses the theory of social control which social deviation occurs in PPT and how communities can become a neighborhood institution of social control. PPT as an institution formed by Government of Surakarta intended as a social control instituion for society especially for mothers and children. The methods used in this research is qualitative research methods are case studies. Sampling techniques in the study using a purposive sampling technique. The location of the research is in the area of Kemlayan Village sub district Serengan Surakarta. Data collection Technique by holding interviews to informants, observation, and documentation. Data analysis techniques using interactive model Miles which starts from Huberman & data collection, data presentation, data reduction, and the with drawing of the conclusion. Validity of data using triangulation techniques resource. The results showed that the Postal Service Integrated of Village can be an agent of social control against Children in particular who do social deviation in the community. Integrated Service post of Village can be said to be a friend of the Child when they dealing the law. Cases that afflict the child eventually becomes the child's learning how Integrated Service Post Village very helpful himself to obtain his rights as the child. The child's life then be different from the previous one, i.e. more controlled by both her parents and the integrated Service Post Village.Keywords : Technology, culture, children, law, social deviation, psychology, urbanAbstrak : Di era modern ini, perkembangan jaman begitu pesat dari masa tradisional hingga ke masa modern. Hal negatif dampak dari perkembangan teknologi tersebut misalnya pornografi dan pornoaksi, kekerasan, kriminal, dan beberapa jenis penyimpangan sosial lainnya. Penelitian ini tentang bagaimana peran Pos Pelayanan Terpadu (PPT) Kelurahan dalam penanganan kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) khususnya Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan Kemlayan Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan teori kontrol sosial dimana penyimpangan sosial terjadi di masyarakat dan bagaimana PPT Kelurahan dapat menjadi lembaga kontrol sosial. PPT Kelurahan sebagai lembaga bentukan Pemerintah Kota Surakarta bermaksud sebagai lembaga kontrol sosial untuk masyarakat khususnya untuk Ibu dan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif studi kasus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kelurahan Kemlayan Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara kepada informan, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan dapat menjadi agen kontrol sosial terhadap Anak khususnya yang melakukan penyimpangan sosial di masyarakat. Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan dapat dikatakan menjadi sahabat Anak dalam menghadapi proses hukum yang menimpa mereka. Kasus yang menimpa Anak tersebut akhirnya menjadi pembelajaran bagi Anak tersebut bagaimana Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan sangat membantu dirinya untuk memperoleh hak-haknya sebagai Anak. Kehidupan Anak tersebut kemudian menjadi berbeda dari yang sebelumnya, yaitu lebih terkontrol baik oleh orang tuanya dan Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan.Kata kunci : Teknologi, budaya, anak, hukum, penyimpangan sosial, psikologi, perkotaan

Page 1 of 1 | Total Record : 10